Connect with us

Hukum & Kriminal

Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara Soal Gratifikasi, Sudah Pantas?

Published

on


Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara Soal Gratifikasi, Sudah Pantas?

Finroll.com – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola dengan hukuman pidana 8 tahun, berikut denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Jaksa menilai Zumi Zola terbukti menerima gratifikasi dan memberi suap.

“Menuntut supaya majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana terhadap Zumi Zola Zulkifli berupa pidana penjara selama 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” ucap jaksa KPK, Tri Anggoro saat membacakan tuntutannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/11/).

Baca Lainnya: Gemas! Sudah 100 Kepala Daerah Terjerat Kasus Korupsi semenjak Berdirinya KPK

Dalam perkara itu, Zumi diyakini melanggar Pasal 12B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.
Serta melanggar Pasal 5 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Gratifikasi Dengan Para Rekanan

Selain itu, Jaksa dari KPK juga meyakini apabila Zumi melakukan tindakan gratifikasi dibantu oleh tiga temannya yakni Apif Firmansyah, Asrul Pandapotan Sihotang, dan Arfan.

Kasus gratifikasi ini terjadi pada saat Zumi Zola masih menjabat sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021, dengan besaran gratifikasi Rp37,477 miliar, US$ 183,300, SGD 100.00 berikut satu unit mobil jenis Toyota Alphard.

Jaksa meyakini, Zumi mulai menerima gratifikasi mulai dari Februari 2016 hingga November 2018. Sumbernya berasal dari rekanan Zumi seperti Muhammad Imadudin atau Iim, Agus Herianto, Endria Putra, Nicko Handi, Rudy Lidra, Jeo Fandi, Hardono, dan Yosan Tonius.
Fandi Yoesman alias Asiang, Hardono alias Aliang, Yosan Tonius alias Atong, Andi Putra Wijaya alias Andri Kerinci, Kendry Ario alias Akeng, Musa Effendy serta rekanan lainnya.

Baca Lainnya: Masihkah Perlu Melakukan Pemberantasan Korupsi di Indonesia?

Nama Zumi Zola sendiri lebih dikenal masyarakat karena perannya sebagai artis sebelum terjun ke dunia politik beberapa tahun silam. Wajahnya sempat menghiasi layar kaca dan layar lebar di beberapa film.

Source: Detik

Hukum & Kriminal

Wakil Ketua Umum Mau Diperiksa Soal Match Fixing, PSSI Minta Jadwal Diundur

Published

on

Wakil Ketua Umum Mau Diperiksa Soal Match Fixing, PSSI Minta Jadwal Diundur

Finroll.com – Satgas anti mafia bola terus melakukan penyelidikan terkait kasus pengaturan skor (match fixing) di liga domestik Indonesia.

Polisi pun sudah memanggil beberapa pejabat PSSI, salah satu yang akan diperiksa adalah Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono pada Jumat (18/1) esok. Namun PSSI meminta jadwal pemeriksaannya di undur.

Baca Lainnya: Kacau, Hampir Semua Klub Liga 2 Diduga Terlibat Pengaturan Skor

“Satgas Antimafia Bola sudah mendapat surat resmi dari PSSI untuk saudara Joko, Waketum PSSI, minta pengunduran tanggal 24 Januari,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada awak medua di Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (17/1).

Dedi menerangkan, dari surat PSSI itu Joko tidak bisa memenuhi panggilan tim penyidik karena harus menghadiri Kongres PSSI tahun 2019 di Denpasar Bali, dari 18 hingga 21 Januari.

“Yang bersangkutan akan menghadiri Kongres PSSI, sehingga PSSI meminta penundaan,” sambungnya.

Baca Lainnya: Ribut-ribut Soal Match Fixing, PSSI Janji Kooperatif

Tidak hanya Joko, Dedi menyebut sejumlah pejabat PSSI juga meminta pengunduran pemeriksaan.

“(Pemeriksaan -red) exco mundur juga pekan depan. Nanti ada beberapa pejabat struktural pekan depan,” paparnya.

Sumber: Detik

Continue Reading

Hukum & Kriminal

KPK Panggil 5 Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Terkait Suap Meikarta

Published

on

KPK Panggil 5 Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Terkait Suap Meikarta

Finroll.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima anggota DPRD Kabupaten Bekasi dalam penyidikan kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Lima anggota DPRD Kabupaten itu dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (NHY).

“Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap lima anggota DPRD Kabupaten Bekasi sebagai saksi untuk tersangka NHY terkait kasus suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (17/1).

Lima anggota DPRD Kabupaten Bekasi itu masing-masing Abdul Rosid Sargan, Sarim Saepudin, Haryanto, Suganda Abdul Malik, dan Nyumarno. Dalam penyidikan kasus Meikarta, KPK menerima kembali pengembalian uang dari salah seorang unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi sebesar Rp70 juta.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Bekasi juga telah mengembalikan uang sebesar Rp110 juta ke KPK sehingga total pengembalian dari unsur DPRD adalah Rp180 juta. KPK menduga masih ada sejumlah anggota DPRD Bekasi lain yang pernah menerima uang atau fasilitas liburan dengan keluarga terkait perizinan Meikarta tersebut.

“Kami hargai pengembalian tersebut dan KPK kembali mengingatkan agar pihak-pihak lain yang telah menerima untuk kooperatif menginformasikan dan mengembalikan segera uang atau fasilitas lainnya yang telah diterima terkait perizinan proyek Meikarta ini,” ucap Febri.

Sebelumnya, KPK juga telah menerima pengembalian uang dari Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin dengan total sekitar Rp11 miliar sampai dengan saat ini.

KPK total telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus itu antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS), konsultan Lippo Group masing-masing Taryudi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor (SMN).

Selanjutnya, Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT), Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (NHY), dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR). Terdapat empat orang yang saat ini menjadi terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, yakni Billy Sindoro, Taryudi, Fitradjaja Purnama, dan Henry Jasmen Sitohang.

sumber republika

Continue Reading

Hukum & Kriminal

Aris Idol Disikat Polisi Ketika Lagi Isap Sabu di Apartemen

Published

on

Aris Idol Disikat Polisi Ketika Lagi Isap Sabu di Apartemen

Finroll.com – Kasus penyalahgunaan narkotika kembali menerpa artis dan public figure tanah air. Terbaru, Januarisma Runtuwene alias Aris Idol (jebolan Indonesia Idol 2008) tertangkap polisi ketika sedang menghisap sabu.

Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok membekuk Aris dan empat temannya, di sebuah apartemen di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Dalam penggerebekan ini, polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 0,23 gram, sebuah bong, sebotol miras, dan empat buah handphone.

Setelah diperiksa intensif, Aris dan keempat temannya tadi pun dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Baca Lainnya: Terjerat Kasus Narkoba, Steve Emanuel Ditangkap Polres Jakarta Barat

“Hasil tes urine ke 5 tersangka positif,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya, Rabu (16/1).

Tertangkapnya Aris disebut Argo atas hasil pengembangan dari pengakuan tersangka YW, yang ditangkap di Tangerang pada 8 Januari lalu. Dari YW, polisi mendapat informasi jika ada kegiatan penyalahgunaan narkotika di sebuah apartemen di Jakarta Selatan.

Kasus narkoba yang menjerat Aris menambah daftar hitam public figure terlibat tindak pidana penyalahgunaan narkotika di awal 2019.

Sebelumnya, pada Jumat 11 Januari lalu pedangdut Cahya Wulan Sari alias Chacha Duo Molek juga diringkus polisi setelah dirinya mengonsumsi inex dan sabu bersama dua temannya di Apartemen Batavia, Jakarta Selatan.

Baca Lainnya: Duh, Sekarang Giliran Artis Claudio Martinez yang Kena Kasus Narkoba

Sumber: Berbagai sumber

Continue Reading
Advertisement

Trending