Connect with us

Ragam

Wow! Universitas Porno Pertama di Dunia Telah Dibuka

Published

on


Finroll.com – Universitas Porno pertama di dunia resmi dibuka. Aktris porno Amaranta Hank yang baru saja membuka University of Porn itu di Kolombia.

Dikutip dari situs The Sun pada Sabtu (22/06/2019), universitas ini memberikan kuliah tentang ‘apa yang penting dalam ereksi’ dan bahkan mengadakan ‘lokakarya seks langsung’.

Sekolah seks ini menawarkan lokakarya dan konferensi mengenai produksi, akting, dan penjualan materi porno. Amaranta Hank yang bernama asli Alejandra Omana Ruiz ini awalnya bekerja sebagai jurnalis, dan mulai terkenal di negara asalnya Kolombia.

Setelah kalah dalam taruhan yang dimana ia berjanji untuk telanjang tanpa busana untuk pemotretan dengan majalah SOHO jika tim sepak bola Deportivo Cucuta, dipromosikan ke divisi teratas.

Alejandra berani bertaruh seperti itu karena Cucuta hanyalah klub kecil yang hampir mustahil untuk naik kasta. Namun, tak disangka Cucuta dapat membalikkan segala prediksi.

Cucuta sebenarnya hanya finis di peringkat tiga, tapi berhak mendapat tiket promosi untuk berlaga di Categoría Primera A alias Liga Águila yang merupakan tingkatan teratas di kompetisi sepak bola Kolombia. Usai memenangi laga play-off kontra Atlético Bucaramanga, Deportes Quindio, dan Real Cartagena.

Meraih keberhasilan dan popularitas dari foto-foto bugilnya yang seksi itu, Hank memilih untuk berganti karier dari jurnalis dan menjadi bintang video porno.

Praktik langsung

Sekarang dia ingin membantu para produser dan aktor porno pemula untuk mengembangkan karier mereka dengan Universitas Porno-nya.

Terletak di Medellin, Kolombia, sekolah pertama industri pornografi ini menawarkan ‘praktik langsung’ dengan Amaranta. Ia menyarankan bahwa cara terbaik untuk belajar adalah dengan melakukannya sendiri.

Sebagai seorang profesional yang berpengalaman, Amaranta mengatakan pernah membuat film adegan seksi dengan 12 orang dalam sehari. Ia juga berharap bisa menyampaikan tips praktis tentang ketahanan dan motivasi dalam kuliah pornonya, serta menunjukkan kepada orang-orang bagaimana ia menikmati pekerjaannya.

Amaranta terinspirasi setelah berbicara dengan beberapa orang yang ingin merasakan sisi kehidupan yang lebih seksi.

Dia berkata, “ide itu datang setelah menerima beberapa pesan setiap hari dari orang-orang yang mengaku kepada saya bosan dengan rutinitas kerja mereka, dan keinginan mereka untuk menjadi bintang porno atau memasuki bisnis.”

Berasal dari karir jurnalisme yang sukses, Amaranta ternyata berpindah ke film porno karena adanya tekanan masyarakat dan prasangka terhadap pekerja seks.

Sekarang ia menjadi seseorang dengan kepercayaan diri yang tingi, aktris Latin ini berharap untuk menanamkan kepercayaan yang sama ke murid-muridnya.

Advertisement

Ragam

Fakta-Fakta tentang Fenomena Topi Awan di Puncak Gunung Rinjani

Published

on

By

Finroll.com – Media sosial diramaikan dengan fenomena “topi awan” putih tebal yang menaungi puncak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Fenomena alam unik itu sontak menjadi buruan swafoto, baik warga maupun para turis.

Dilansir Antara, Rabu, 17 Juli 2019, topi awan yang terjadi kemarin itu terbilang sempurna. Meski pernah terjadi sebelumnya, warga setempat tetap menilai kejadian itu sebagai peristiwa langka.

“Awan putih yang melingkari puncak Gunung Rinjani kali ini, memang benar-benar sempurna,” kata warga Sembalun Lawang, Lombok Timur, Rosidin.

Lingkaran awan putih itu berlangsung sejak pukul 07.00 Wita sampai 09.30 Wita. Kemunculannya tepat saat matahari terbit. “Bahkan warna dan ketebalannya berganti-ganti,” katanya.

Awalnya, kata dia, ia mengabadikan fenomena itu dari rumahnya. Ia kemudian berpindah ke rest area Sembalun Lawang dan di lokasi itu sudah banyak yang berswafoto.

“Rest area Sembalun Lawang lokasi yang paling pas untuk mengambil foto Gunung Rinjani secara full,” katanya. Hal senada dikatakan Nur Saat, warga Desa Senaru, Lombok Utara yang melihat fenomena alam itu. “Saya semula dikirim foto saja, tapi setelah dilihat memang benar-benar sempurna bentuknya,” katanya.

Biasanya “topi awan” tersebut sering terbentuk. Namun, bentuknya tidak sempurna dan tidak berlangsung lama. “Banyak yang swafoto melihat fenomena awan itu,” katanya

Dikaitkan dengan Pertanda Buruk

Rosidin menjelaskan, fenomena puncak Gunung Rinjani “bertopi” sebetulnya sudah sering kali terjadi. Hanya saja, awan yang melingkar di atas puncak Rinjani itu tidak sebundar dan sebesar seperti yang terjadi pada saat ini.

“Masyarakat sudah biasa melihat ada lingkaran awan di atas puncak Rinjani. Tapi memang yang sekarang tidak sebundar dan sebesar yang sekarang,” terang Rosyidin.

Ia mengatakan, meski bukan kejadian pertama kali, banyak warga yang mengaitkan fenomena awan bertopi di atas puncak Rinjani dengan kejadian gempa yang terjadi akhir-akhir ini di daerah itu. Ada pula yang mengaitkan dengan fenomena Gerhana Bulan yang terlihat pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 Wita di wilayah itu.

Namun bagi warga sekitar Sembalun, kata Rosidin, fenomena puncak Rinjani bertopi pertanda ada orang yang meninggal. Dalam artian, orang yang meninggal bukan orang sembarangan atau masyarakat kecil, melainkan pejabat atau tokoh-tokoh penting.

“Buat warga Sembalun ini pertanda orang meninggal. Tapi kalau dikaitkan gempa, kami tidak percaya. Karena ini kejadian lumrah, setiap musim kemarau pasti awan seperti ini terjadi. Cuman ini mungkin karena lingkarannya lebih besar,” ungkapnya.

Penjelasan BMKG

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram, Agus Rianto mengatakan fenomena puncak Gunung Rinjani tertutup awan yang melingkar seperti “bertopi” tak ada kaitannya dengan pertanda gempa yang terjadi akhir-akhir ini di Nusa Tenggara Barat.

“Itu fenomena alam dari awan Lenticular,” ujarnya di Mataram, kemarin.

Ia menegaskan, fenomena alam Lenticular tidak berkaitan dengan terjadinya gempa bumi. Adapun masyarakat yang mengaitkan fenomena alam Lenticular dengan akan terjadinya gempa adalah sebuah kesalahpahaman.

“Tidak ada kaitannya, itu hanya rumor, awan caping itu berbahaya bagi penerbangan, bukan tanda tanda terjadinya gempa,” tegas Agus.

Ia menjelaskan bentuk awan seperti topi/caping/piring raksasa dan awan yang melingkari gunung, disebut Awan Lenticular. Biasanya, awan tersebut dapat ditemukan di dekat bukit atau gunung-gunung, karena terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar, seperti pegunungan dan perbukitan, sehingga menimbulkan sebuah pusaran.

Menariknya, awan Lenticular kelihatan begitu padat, namun hakikatnya tidak demikian. Awan ini terlihat padat karena aliran udara lembab terus menerus mengaliri sang awan dan akan keluar lewat permukaan paling bawah. Akibatnya, bentuk awan Lenticular akan bertahan hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari.

Bagi dunia penerbangan, awan Lenticular ini sangat mematikan karena sang awan bisa menyebabkan turbulensi bagi pesawat yang nekat memasuki awan atau hanya terbang di dekat awan Lenticular.

Continue Reading

Ragam

Ini Asal-usul Nama Tebet di Jakarta Selatan

Published

on

By

Finroll.com –  Tebet adalah sebuah tempat atau kawasan yang merupakan sebuah kecamatan di Jakarta Selatan.

Wilayah Tebet meliputi Kelurahan Menteng Dalam, Kelurahan Tebet Barat, Kelurahan Tebet Timur, Kelurahan Kobon Baru, Kelurahan Bukit Duri, Kelurahan Manggarai, dan Kelurahan Manggarai Selatan.

Kawasan Tebet termasuk wilayah padat penduduk, meski ada beberapa bagian wilayahnya masih berupa tanah kosong.

Mengapa kawasan ini disebut Tebet? Zaenuddin HM menjelaskan dalam bukunya “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” setebal 377 halaman, yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012.

Menurut sejarah, dahulu daerah itu berupa rawa-rawa dan semak belukar yang menyerupai hutan tebat.

Kata “lebat” oleh orang-orang Melayu yang menjadi penduduknya di masa itu. disebutnya dengan “tebat.”

Sedangkan orang-orang Betawi yang merupakan penduduk mayoritas, menyebut “tebet” alias rimbun atau lebat. Nah, semenjak itulah hingga sekarang, kawasan itu disebut Tebet.

Tebet di masa kini bukan lagi rawa-rawa becek atau semak belukar melainkan permukiman penduduk, perkantoran, serta banyak distro yang menjual berbagai model pakaian sebagai gambaran gaya hidup anak-anak muda metropolitan.

Continue Reading

Ragam

Viral Larangan Swafoto di Pesawat, Lantas Seberapa Bahaya Berfoto di Pesawat?

Published

on

By

Garuda Indonesia Mendarat Darurat di Sri Lanka, Ini Penyebeabnya

Finroll.com – Surat edaran larangan berfoto atau mengambil gambar pesawat Garuda Indonesia menjadi viral, padahal surat tersebut belum resmi dilansir pihak Garuda Indonesia.

Surat edaran bernomor No. JKTCSS/PE/60145/19 tersebut langsung menuai protes netizen. Pihak Garuda akhirnya belum mengumumkannya secara resmi, namun mengimbau masyarakat untuk tidak berfoto di sekitar pesawat atau di dalam kabin.

“Surat tersebut merupakan edaran internal internal perusahaan yang belum final yang seharusnya belum dikeluarkan dan tidak untuk publik,” ujar VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan dalam rilis yang diterima TEMPO.

Sejatinya, imbauan itu ditujukan agar para penumpang menghormati privasi penumpang lain dan awak pesawat yang sedang bertugas. Garuda menganggap aturan tersebut tak bertentangan dengan UU Penerbangan dan UU ITE, dan UU terkait lainnya.

“Garuda Indonesia berkomitmen untuk menjaga privasi seluruh penumpang dan awak pesawat, berdasarkan laporan, saran dan masukan pelanggan atau penumpang yang merasa tidak nyaman dan terganggu,” ujar Ikhsan. Pengambilan gambar dan kegiatan dokumentasi tanpa izin mengganggu privasi para penumpang lainnya bahkan kru kabin.

Namun Garuda Indonesia tetap memperbolehkan pengambilan foto ataupun swafoto, selama tidak mengganggu kenyamanan atau merugikan penumpang lain. Imbauan ini sejatinya sangat wajar. Pasalnya, memotret kru kabin atau penumpang lainnya, terbilang tak etis.

Bahkan, memotret sebenarnya bisa membahayakan Anda juga mengganggu kenyamanan. Saat asik memotret, konsentrasi tertuju pada obyek gambar, hal ini bisa berakibat fatal, misalnya tersandung. Penumpang yang berjalan menuju pesawat, kerap memotret dan mengabaikan sekeliling.

Maka, risiko jatuh karena terpeleset atau tersandung sesuatu bisa membahayakan diri sendiri. Meskipun kecelakaan ringan di dalam bandara terutama menuju pesawat dijamin asuransi, tapi bukan ditujukan untuk kecerobohan.

Alhasil, berswafoto atau memotret di sekitar maupun di dalam pesawat memang perlu kehati-hatian. Jangan sampai melanggar privasi ataupun mengundang kecelakaan diri yang tak perlu. Bahkan, di beberapa area bandara terdapat daerah pengamanan terbatas, yang seharusnya memang tak boleh difoto.

Continue Reading
Advertisement

Trending