Connect with us

Entertainment

Vivo V15 Pro Resmi Diluncurkan Hari ini, Lalu Apa Keunggulan Dari V15 Pro Ini?

Published

on


V15 Pro

Vivo secara resmi meluncurkan seri V15 Pro dengan harga resmi Rp 5.699.000 di Indonesia. Melanjutkan hadirnya seri V15 yang diluncurkan pada Maret ini.

Vivo umumkan Super Selling Day atau penjualan perdana V15 Pro pada hari ini di mitra retail Vivo, seluruh gerai resmi Vivo Indonesia, dan official online store Vivo eksklusif di JD.ID.

Mengusung kamera beresolusi 32MP Pop-Up Camera tertinggi, Vivo V15 Pro melengkapi pengalaman mobile photography dengan performa tangguh yang didukung prosesor Snapdragon Qualcomm 675 AIE octa-core dan 6GB RAM+128GB ROM. Ada juga autentikasi AI Face Access dan Screen Touch ID Generasi 5 terbaru.

“Vivo V15 Pro kami tujukan bagi para generasi tech savvy yang memahami inovasi dan spesifikasi smartphone apa yang ia butuhkan, serta antusias mengikuti perkembangan teknologi smartphone terbaru. Dengan desain stylish dan rangkaian fitur yang ditawarkan, seri V15 Pro menjadi salah satu product milestone Vivo di Indonesia pada tahun ini,” ujar General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia Edy Kusuma dalam keterangan tertulis, Jumat (22/3/2019).

Super Selling Day Vivo V15 Pro berlaku di omni-channel, baik di gerai-gerai Vivo dan mitra retail yang tersebar di berbagai daerah se-Indonesia, maupun online store Vivo di JD.ID. Konsumen yang melakukan pembelian via Vivo store JD.ID per hari ini hingga 5 April 2019 akan mendapatkan benefit tambahan berupa gift box senilai Rp1 juta, penawaran paket Telkomsel TAU 30GB, dan garansi purna jual resmi hingga 2 tahun.

Melengkapi benefit yang diberikan, Vivo yang masuk daftar smartphone terbaik 2018 kali ini berkolaborasi dengan Telkomsel untuk setiap pembelian Vivo V15 Pro berupa paket TAU dengan kuota pilihan 30GB mulai dari Rp 75 ribu yang dapat digunakan selama 12 bulan. Paket ini juga memiliki kuota khusus untuk menonton video dengan kuota MAXstream, bermain game online dengan kuota GamesMAX, dan streaming musik dengan kuota MusicMAX.

Tawarkan Fitur Kamera Lebih Lengkap dan Cerdas

AI Triple Camera pada V15 Pro membawa pembaruan fitur untuk Night Photography dengan AI Super Night Mode pada kamera utama. 48 juta Quad Pixel Sensor (Quad-PD Technology) pada kamera utama AI Triple Camera dapat menangkap lebih banyak detail dengan sensor cahaya yang semakin sensitif.

Besaran sensor 1/2.55 dan 0.8-micron pixel mendukung foto malam hari yang lebih baik dan rendah noise. AI Triple Camera Vivo V15 Pro juga dilengkapi dengan 8MP AI Super Wide-Angle Camera untuk hasil foto yang semakin sinematik. Ada juga dukungan 5MP Depth Camera untuk hasil foto bokeh atau portrait yang halus, jernih, dan artistik.

Vivo juga menawarkan pengalaman self-portrait yang semakin sempurna dengan 32MP Pop-Up Camera dengan resolusi tertinggi yang dipionirkan Vivo. Mekanisme Pop-Up Camera pada V15 Pro pun sudah mendukung fitur AI Face Access untuk autentikasi tambahan bagi pengguna dengan waktu kurang dari 1 detik.

Kemampuan tambahan ini membuat ketahanan Vivo V15 Pro semakin tinggi dengan kemampuan hingga 300 ribu kali mekanisme Pop-Up dan melewati ribuan uji ketahanan. Untuk ketahanan, bodi Pop-Up Camera V15 Pro juga telah dilapisi metal sehingga dapat menahan beban hingga 15 kg.

Eksplorasi mobile photography juga dapat langsung dirasakan pengguna dengan rangkaian fitur AI pada Vivo V15 Pro. Smartphone ini juga bisa menyesuaikan karakter dan tampilan wajah saat selfie maupun video dengan AI Face Beauty, menyesuaikan bentuk tubuh di foto maupun video dengan AI Body Shaping, hingga efek pencahayaan dengan AI Portrait Lighting yang dapat langsung digunakan baik pada kamera depan maupun belakang. Mode khusus seperti AI Super Wide-Angle dan AI Super Night Mode serta Professional Mode juga dapat ditemui saat kamera belakang diaktifkan.

Smartphone Pertama Vivo dengan Qualcomm Snapdragon 675 AIE octa-core

Vivo V15 Pro menjadi seri perdana Vivo di Indonesia yang membenamkan prosesor Qualcomm Snapdragon 675 AIE octa-core. Prosesor ini semakin efisien dalam penggunaan energi termasuk untuk layar beresolusi tinggi dan dapat memaksimalkan performa fitur AI pada smartphone.

Selain itu, Snapdragon 675 AIE octa-core juga memaksimalkan fitur pada Vivo V15 Pro seperti New Game Mode 5.0 dan kemampuan AI Jovi. Dukungan Funtouch OS 9 berbasis Android Pie 9.0, dan 6GB RAM serta ROM 128GB dengan slot microSD hingga 256GB menjadikan Vivo V15 Pro dapat diandalkan oleh para profesional muda untuk berbagai kebutuhan multitasking lainnya.

“Vivo V15 Pro mengusung fitur terbaru yang juga kami pionirkan di pasar smartphone global dan Indonesia seperti Screen Touch ID generasi ke-5, 32MP Pop-Up Camera dengan AI Face Access, serta Ultimate All Screen. Dalam konteks mobile photography, Vivo juga semakin sophisticated dengan fitur-fitur yang mendukung eksplorasi pengguna seperti AI Super Night Mode dan AI Super Wide-Angle. Ini tentu saja menjadi nilai jual yang sangat kompetitif bagi Vivo di Indonesia,” ujar Senior Product Manager Vivo Indonesia Yoga Samiaji.

Kombinasi atraktif teknologi dan fashion menghasilkan desain warna baru Spectrum Ripple Design untuk Vivo V15 Pro. Kedua skema warna yang unik dan menonjol, yakni Topaz Blue dan Coral Red membuat tampilan eksterior Vivo V15 Pro terlihat semakin elegan dan memesona dari berbagai sudut. Desain ramping dengan bezel 1.75mm dan 2.22mm disisi samping dan atas membuat Vivo V15 Pro tetap nyaman digenggam saat digunakan dalam waktu lama.

Sumber: Detiknet

Advertisement

Entertainment

Evolusi Kostum Iron Man dari Film Pertama hingga Avengers: Endgame

Published

on

By

Finroll.com – Menonton Avengers: Endgame, tentu salah satu karakter yang paling menarik perhatian adalah Tony Stark alias Iron Man. Karakter ini sudah ada sejak film pertama Marvel Cinematic Universe yang rilis 2008, Iron Man.

Melihat perkembangannya sejak film pertama hingga Avengers: Endgame, kostum Iron Man selalu berevolusi. Tak hanya desain dan warnanya, namun juga teknologinya yang terus berkembang.

Di Avengers: Endgame, kostum Iron Man pun dibuat berbeda dari film-film sebelumnya. Meskipun ada kemiripan dengan kostum dalam Avengers: Infinity War.

Seperti apa perubahan kostum Iron Man sejak film pertama hingga Avengers: Endgame? Rasanya menarik bila kita simak kembali.

Iron Man Pertama hingga The Avengers

Pada film Iron Man pertama, Tony Stark menciptakan kostum raksasa ketika diculik oleh teroris di Timur Tengah. Setelah bebas, ia pun membuat kostum merah yang menyatu dengan markasnya.

Lalu ketika memasuki film kedua, kostum Iron Man dibuat lebih canggih. Dalam satu adegan, diperlihatkan Tony Stark berubah menjadi Iron Man yang kostumnya berada di dalam koper.

Dalam The Avengers, kostum Iron Man digambarkan menyatu dengan Stark Tower. Versi lainnya, kostum Iron Man digambarkan sebagai benda terbang yang kemudian menyatu dengan tubuh Tony Stark.

Iron Man 3 hingga Age of Ultron

Kostum Iron Man kembali mengalami perubahan dalam film ketiga. Pada kostum yang dibuat berwarna emas, setiap bagiannya bisa terbang menghampiri tubuh Tony.

Menariknya, pada film ini Tony Stark ternyata membuat banyak kostum layaknya sebuah pasukan robot yang semuanya bisa ia kenakan sendiri.

Kembali muncul di film Avengers: Age of Ultron, teknologi Iron Man dibuat sama seperti dalam Iron Man 3. Namun, di sini, ia menjadikan teknologi Iron Man sebagai pasukan robot penjaga yang akhirnya menjadi Ultron.

Civil War hingga Endgame

Iron Man muncul lagi dalam Captain America: Civil War. Kali ini, terlihat bahwa Tony Stark mengenakan kostumnya saat sedang berada di helikopter.

Namun dalam Spider-Man: Homecoming, Iron Man memiliki konsep yang sama seperti dalam Iron Man 3, yakni kostum yang bisa melayang saat Tony Stark keluar.

Versi Avengers: Infinity War, Iron Man memiliki kostum yang lebih canggih, yakni teknologi nano. Partikel-partikel yang disimpan di dalam sebuah alat, keluar dan menyatu dengan tubuh Tony Stark hingga membentuk kostum Iron Man Kostumnya pun bisa membuat jet berkecepatan tinggi dan sebilah pedang di tangannya.

Dalam Avengers: Endgame, teknologi yang sama turut diperlihatkan. Namun, ada sedikit pengembangan yang membuatnya berbeda dari versi Infinity War.

Continue Reading

Entertainment

Ragam Komentar Netizen Penonton Kloter Subuh ‘Avengers: Endgame’

Published

on

Finroll.com – Film Avengers: Endgame telah tayang di Indonesia pada hari ini Rabu, (24/4) pukul 05:00 WIB. Berdurasi kisaran 3 jam lamanya film, tepat pukul 08.00 WIB, ragam komentarpun bermunculan dari kloter subuh atau penonton pertama Avengers: Endgame. Berikut isi komentar para Netizen:

“Masi belom move on dari #AvengersEndgame, kagum ngebayangin skripnya, bisa buat film superhero rasa film festival dengan nilai-nilai humanis dan kekeluargaan yg kuat jadi pas momen dihadirkan realita yg getir atau pait pecahlah itu kantong mata. Scoringnya jg gila bgt sih!” kata akun @titisapto.

“Yeaah, already watching Avengers Endgame this morning is cool and all… but, do you know there is something way cooler than that? Not spoiling any of its material to Internet. Enjoy your watch guys!” kata akun @fathony_fath

Penayangan perdana dalam premier ‘Avengers: Endgame’ sebelumnya telah dilakukan di Los Angeles, Selasa (23/4) waktu Indonesia. Para penonton pertama pun sudah memberikan komentar di media sosial.

Penonton pertama yang terdiri dari para pemimpin dan editor media hiburan di Hollywood serta undangan khusus itu sebagian besar mengaku terkagum-kagum dengan film final Avengers. Bahkan ada yang mengaku menangis berkali-kali.

“Avengers: Endgame adalah film yang menakjubkan dan film yang luar biasa. Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Film ini semua yang saya mau dan LEBIH banyak lagi. Luar biasa,” kata Brandon Davis, produser ComicBook.

“Bayangkan versi terbaik yang mungkin muncul dari Avengers: Endgame dan entah bagaimana film ini masih melewati semua ekspektasi. Saya menangis 5-6 kali,” kata Peter Sciretta, pemilik dan pemimpin redaksi SlashFilm.

“Ini film MCU yang paling emosional, paling epik. Sebuah penghormatan untuk sepuluh tahun semesta ini dan pelayanan penggemar yang keren banget dalam film ini. Amaaaatt bagus,” lanjutnya.

Redaktur pelaksana Fandango Erik Davis mengatakan bahwa Avengers: Endgame merupakan sebuah mahakarya epik dan sebuah puncak 22 film MCU yang sesungguhnya.

“Bukan hanya merangkum kisahnya, namun memperluasnya. Anda akan belajar banyak tentang film lainnya ketika film ini tayang. Bila Infinity War itu menarik, Endgame itu cerdas. Dan wow, akhirnya itu!” kata Davis.

“Jangan berharap ini adalah Infinity War babak dua. Dua film ini amat berbeda, saling melengkapi satu sama lain dalam caranya yang terbaik,” lanjutnya.

“Saya tidak akan membocorkan apa pun, namun saya akan katakan, saya tertawa, saya menangis, saya menangis, saya gembira, saya tertawa, saya menangis lagi dan kemudian semua penonton memberikan standing ovation. Dan kemudian saya menangis lagi. Bersiaplah anak-anak. Bersiaplah,” kata Davis.

‘Avengers: Endgame’ yang resmi tayang Rabu (24/4) di Indonesia mengisahkan perjuangan para pahlawan Marvel mengalahkan Thanos setelah sebelumnya makhluk itu melenyapkan separuh populasi pada ‘Avengers: Infinity War’.

Perjuangan para pahlawan Marvel dalam ‘Endgame’ ini juga sekaligus penutup kisah sedekade film-film Marvel yang tergabung dalam Marvel Cinematic Universe, atau penutup fase ketiga MCU. Diketahui, film ini menjadi pamungkas 21 film superhero Marvel sebelumnya.

 

source: cnn

Continue Reading

Entertainment

Saran Sutradara Avengers Untuk Menonton Film “Avengers: Endgame” yang Berdurasi 3 Jam

Published

on

Saran Sutradara Avengers Untuk Menonton Film "Avengers: Endgame" yang Berdurasi 3 Jam

Film Avengers: Endgame sudah dipastikan akan berdurasi tiga jam lebih. Untuk itu, duo sutradara Endgame, Joe dan Anthony Russo, memberikan saran kepada orang-orang yang ingin menonton film tersebut.

“Jangan ke toilet,” kata Joe dalam group interview yang dihadiri Kompas.com di Four Seasons, Seoul, Korea Selatan, baru-baru ini.

Saat ditanya apakah itu salah satunya karena ada ada adegan post-credit, Joe hanya menyarankan bahwa sebaiknya penonton tak banyak minum air sebelum masuk ke studio.

“Kami tak akan mengatakan ada credit scene atau tidak, tapi kami akan bilang ini, ‘jangan minum air dua jam sebelum film main!’,” ujar Joe.

Anthony kemudian menambahkan, sebaiknya penonton membawa camilan atau apa pun itu yang bisa dimakan sambil menonton.

Sebab, keluar dari bioskop di tengah film hanya untuk membeli makanan, sangat tidak disarankan.

“Bawa camilan. Siapa tahu kalian lapar,” ucap Anthony.

“Tak disarankan beranjak dari kursi selama filmnya berlangsung,” timpal Joe.

Sementara pada kesempatan yang berbeda, dalam konferensi pers keesokan harinya, Produser Endgame, Kevin Feige, mengatakan bahwa penonton tak perlu membawa tisu.

“Saya tidak bilang ‘bawalah tisu’. Kalian tak harus bawa tisu. Tapi bawalah antusiasme kalian, karena para pemainnya bekerja dengan sangat keras dam lama,” ucap Feige.

“Kami membuat film ini selama dua tahun bersamaan dengan shooting Infinity War. Saya harap kalian menikmatinya,” imbuhnya.

Avengers: Endgame akan tayang perdana di Indonesia pada Hari ini Rabu 24 April 2019. Dua hari lebih cepat dari Amerika Serikat, yakni 26 April.

 

[sumber: tribun]

Continue Reading
Advertisement

Trending