Connect with us

Sepakbola

Video: Highlights Liga Spanyol, Real Betis 1 – 4 Barcelona

Published

on


Featured Video Play Icon

Finroll.com – Pertandingan Liga Spanyol 2018/2019 pekan 28 antara Real Betis vs Barcelona yang digelar di Stadion Benito Villamarin, Senin (18/3/2019) berakhir dengan skor 1-4. Hattrick Lionel Messi dan sebiji gol dari Luis Suarez hanya mampu dibalas satu gol oleh Loren Moron.

Dengan hasil ini, El Barca semakin kukuh di puncak klasemen dengan torehan 66 poin hasil dari 20 kali menang, 6 kali seri, dan dua kali kalah. Mereka berselisih sepuluh angka dari peringkat dua, Atletico Madrid yang memiliki poin 56.

Tuan rumah turun dengan formasi 3-1-4-2 dengan mengandalkan Jese dan Giovani Lo Celso di lini depan. Sedangkan Marc Bartra menjadi komando di lini belakang untuk melapisi Paul Lopez di posisi penjaga gawang.

Sementara itu, Barcelona menerapkan patron 4-4-2. Duet lini depan diisi oleh Luis Suarez dan Lionel Messi. Lini tengah ditempat oleh Arthur Vidal sementara duet lini belakang diisi oleh Gerard Pique dan Clement Lenglet.

Di babak pertama, peluang dimiliki tuan rumah pada menit 13. Diawali dari kerja sama Joaquin dan Guardado, Jese yang berada di kotak penalti tak mampu memanfaatkan umpan Guardado dengan sempurna.

Namun, gol pertama di laga ini justru didapat tim tamu. Mendapatkan peluang melalui tendangan bebas, Lionel Messi yang menjadi eksekutor tak menyiakan peluang tersebut. Bola hasil sepakannya meluncur ke gawang Paul Lopez. Skor 0-1.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Real Betis justru kembali tertinggal di pengujung paruh pertama. Lewat kerja sama apik dengan Luis Suarez, Lionel Messi lagi-lagi membuat papan skor berubah setelah sontekannya berhasil memperdaya Paul Lopez. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-2 untuk keunggulan Barcelona.

Babak kedua berjalan 61 menit, Luis Suarez nyaris membuat El Barca unggul jauh. Berlari dari tengah lapang memanfaatkan backpass pemain belakang Real Betis yang tanggung, Suarez mendapatkan dan menggiring bola hingga kotak penalti. Sayang, sepakannya melebar tipis di sisi kanan gawang.

Dua menit kemudian, Luis Suarez akhirnya mencetak gol. Kali ini, pemain asal Uruguay tersebut tak membuang peluang lantaran tendangannya meluncur sempurna ke gawang Betis usai melewati dua pemain belakang tuan rumah. Skor 0-3.

Delapan menit jelang laga usai, usaha Real Betis untuk mencetak gol akhirnya terwujud. Loren Moron menjadi pembeda setelah dirinya berhasil menjebol gawang Ter Stegen usai memanfaatkan umpan Diego Lainez. Skor 1-3.

Namun, tak bertahan lama, Barcelona kembali menjauh. Lionel Messi mencatatkan hattrick di laga ini setelah mencetak gol pada menit 85. Meneruskan umpan Ivan Rakitic, Messi dengan cerdik melakukan tendangan melambung yang gagal ditepis Paul Lopez karena telah terlanjur maju. Skor 1-4.

Gol Messi menjadi yang terakhir di laga ini lantaran tak lama kemudian wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan. Skor akhir 1-4 untuk kemenangan Barcelona.

source: footyroom.com, tirto

Sepakbola

3 Alasan MU Akan Memiliki Musim yang Buruk di 2019-2020

Published

on

By

Finroll.com  – Manchester United (MU) finis di peringkat keenam Liga Inggris musim 2018-19. Tim ini sangat mengecewakan di lapangan dan membuat ribuan pendukung MU kecewa.

Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer kini berupaya membangun kembali skuatnya untuk bisa bersaing di musim depan. Namun, sejumlah pemain penting dalam skuatnya belum berkomitmen tentang masa depannya di klub.

Salah satunya adalah Paul Pogba. Gelandang asal Prancis itu sudah mengutarakan keingginannya meninggalkan Old Trafford karena ingin mencari tantangan baru.

Sementara di bursa transfer musim panas, MU baru merekrut satu pemain. Daniel James diboyong dari Swansea City dengan nilai transfer 15 juta pound plus tiga juta pound tergantung variabel lainnya.

Absennya MU di Liga Champions musim depan membuat tim berjuluk Setan Merah ini kesulitan untuk mendatangkan pemain bintang. Situasi ini membuat prospek klub di musim depan diprediksi tidak bagus.

Berikut 3 Alasan MU akan memiliki musim yang mengecewakan di 2019-20:

3. Kurangnya Pengalaman Ole Gunnar Solskjaer

Setelah ditunjuk sebagai manajer sementara pada Desember 2018, Ole Gunnar Solskjaer menunjukkan semangat MU dalam penampilannya di dua bulan pertama. Sentuhan juru taktik asal Norwegia itu membawa MU kembali ke posisi empat besar.

Tapi, setelah itu MU kembali tampil buruk. Paul Pogba dan kawan-kawan gagal memenangkan sejumlah laga. Pengangkatan Solksjaer sebagai manajer tetap tidak memberi dampak positif.

Solskjaer yang tidak memiliki pengalaman di level tinggi membuat MU diprediksi sulit bangkit di musim 2019-20. MU saat ini membutuhkan manajer berpengalaman yang pernah mengalami situasi seperti dini di masa lalu.

2. Tidak Memiliki Sosok Pemimpin di Skuat

Pada sejumlah laga musim lalu, MU tidak mampu bangkit setelah kebobolan satu atau dua gol di awal pertandingan. Terlepas dari kemenangan bersejarah melawan Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions.

Hal ini diakibatkan kurangnya sosok pemain yang dapat menjadi pemimpin di lapangan. Bahkan, Ashley Young yang didaulat menjadi kapten tim justru menjadi salah satu pemain terburuk pada musim palu.

Paul Pogba dan David De Gea bisa memecahkan masalah tersebut. Tetapi, masa depan kedua pemain ini masih mengambang.

Ander Herrrea telah pergi dan hanya ada sedikit individu dalam skuat MU yang memiliki pengalaman serta keterampilan guna mengangkat tim dalam situasi sulit. MU sepertinya berharap ada pemain baru yang meningkatkan aspek skuat ini.

1. Kurangnya Gaya Bermain

Manchester United (MU) telah kehilangan gaya bermainnya. Saat masih dilatih Sir Alex Ferguson, MU tampil penuh semangat lewat serangan cepat dari kedua sayap.

Kini, gaya bermain MU sangat bergantung pada serangan balik. Tapi, dalam beberapa kesempatan, MU gagal menerapkannya karena kinerja buruk bek sayap. Tidak seperti dulu, dimana MU dengan mudah menembus pertahanan lawan.

Hal ini telah memengaruhi identitas klub dan proses membangun kembali skuat MU. Gaya bermain bisa menjadi alasan utama MU akan kembali mengalami musim yang mengecewakan.

Continue Reading

Sepakbola

Ini Pesan Terakhir Hazard di Grup Whatsapp Chelsea

Published

on

By

Eden Hazard Resmi Diperkenalkan Real Madrid, Masih Kalah Ramai Dari Ronaldo

Finroll.com  – Di era sekarang, sebuah komunitas biasanya memiliki grup Whatsapp. Lewat media tersebut, terjalin koordinasi antara satu dengan yang lain.

Begitupun dengan klub sepak bola. Para pemain Chelsea FC memiliki grup Whatsapp agar bisa saling menyapa tanpa harus bertemu.

Obrolan di grup tersebut mampu mengikat satu sama lain secara emosi. Bila ada yang meninggalkan, alias keluar grup, akan terasa.

Itulah yang dilakukan oleh Eden Hazard. Kapten tim nasional Belgia itu baru saja meninggalkan banyak kenangan di Chelsea.

Hazard merapat ke Real Madrid. Karena tidak lagi menjadi anggota pasukan London Biru, Hazard keluar dari grup Whatsapp Chelsea.

“Dia mengirim ucapan terima kasih ‘aku cinta kalian’ dan kemudian muncul keterangan, ‘Eden Hazard meninggalkan grup’,” cerita bek kiri Chelsea, Emerson Palmieri, dikutip dari Marca, Kamis (20/6).

Dalam beberapa hari belakangan, berita tentang bergabungnya Hazard ke Madrid terus terdengar. Namun Emerson baru menyadari hal itu secara personal saat Hazard mengirimkan pesan terakhir di grup Whatsapp mereka dan kemudian meninggalkan grup.

Selama tujuh tahun, Hazard membela the Blues dalam 352 laga di berbagai ajang dan mencetak 110 gol. Kini ia mengaku mencari tantangan baru yang sesuai mimpi masa kecilnya, yakni menjadi penggawa Los Blancos.

Continue Reading

Sepakbola

Eden Hazard Resmi Diperkenalkan Real Madrid, Masih Kalah Ramai Dari Ronaldo

Published

on

Eden Hazard Resmi Diperkenalkan Real Madrid, Masih Kalah Ramai Dari Ronaldo

Finroll.com – Seremoni perkenalan Eden Hazard sebagai pemain baru Real Madrid mampu menyedot banyak penonton. Namun, masih kalah dari Cristiano Ronaldo.

Acara presentasi Eden Hazard berlangsung di Estadio Santiago Bernabeu, Jumat (14/6/2019) dini hari WIB. Sebanyak 50 ribu suporter Real Madrid datang ke stadion untuk melihat langsung sang bintang anyar. Angka tersebut merupakan jumlah penonton terbanyak ketiga dalam sejarah acara perkenalan pemain Los Blancos.

Rekor tertinggi terjadi ketika Cristiano Ronaldo dipamerkan sebagai anggota baru skuat El Real pada 2009. Ada 75 ribu penonton yang menyambangi stadion kala itu. Pada tahun yang sama, 55 ribu penonton datang untuk melihat Kaka mengenakan seragam Real Madrid.

Untuk sekadar tambahan informasi, kandang Los Blancos punya kapasitas 81.044 bangku. Di luar Madrid, pemain lainnya yang mampu menyedot banyak penonton saat sesi presentasi adalah Diego Maradona.

Sebanyak 65 ribu fan datang ke Stadion San Paulo untuk menyaksikan hari pertama Maradona sebagai pemain Napoli pada 1984.

Continue Reading
Advertisement

Trending