Connect with us

Sports

Victoria Beckham Mengarahkan Anaknya Menjadi Pemain Tenis

Published

on


Finroll.com – Mantan pemain Manchester United dan Real Madrid, David Beckham, memang selalu menjadi perhatian publik. Setelah dikabarkan memiliki klub MLS Inter Miami, sorotan dunia pun seolah tak berhenti ke ayah 4 orang anak ini.

Tak hanya Beckham, keluarganya pun tak bisa mengelak dari sorotan media-media yang ingin menjadikanya bahan berita. Termasuk didalamnya adalah para anaknya, setelah beberapa tahun kemarin anak sulungnya tampil bersamanya dalam sebuah laga amal, sekarang perhatian tertuju pada saudaranya Romeo James Beckham.

Dikabarkan bahwa sang Ibu Victoria Beckham telah memberi Romeo kesempatan emas untuk sukses di dunia olahraga, bukan sepakbola melainkan Victoria mendukung anaknya menjadi pemain tenis. Bahkan dia sudah membangun lapangan tenis beserta fasilitas latihanya senilai  £30.000 di mansion keluarga mereka.

Fasilitas tersebut dibangun tidak lain tidak bukan adalah untuk menyalurkan bakat Romeo. Bahkan istri mantan pemain Real Madrid tersebut rela merogoh kocek sebesar £12.000, agar Romeo selalu kebagian tiket di Queen’s Club Championship, dan tidak menempatkanya di waiting list.

Dalam media sosial pribadi milik Romeo pun nampak foto saat dia bersama bintang tennis seperti Caroline Wozniacki asal Denmark dan Simona Halep dari Romania. Tidak hanya sang ibu David Beckham juga tidak pernah berhenti mendukung Romeo menjadi apa yang dia inginkan, meskipun semua orang tau bahwa sang ayah adalah bintang sepakbola.

Namun kalau berbicara dorongan Victoria Beckham seakan menjadi “Driving Force” bagi sang anak untuk menjadi bintang tenis di kemudian hari. Karena begitulah hakikatnya keluarga akan sebagai sistem pendukung anggota didalamnya untuk menjadi yang terbaik, bahkan saat salah satu anggota keluarga memilih jalan berbeda dengan yang lain. (Indosport)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sepakbola

Nah Lho, Diego Maradona Nilai Mourinho Pelatih Terbaik di Dunia

Published

on

Nah Lho, Diego Maradona Nilai Mourinho Pelatih Terbaik di Dunia

Finroll.com – Salah satu legenda hidup sepakbola dunia, Diego Maradona lagi-lagi melontarkan statement yang cukup unik. Baru-baru ini ia menilai jika pelatih sensasional Manchester United Jose Mourinho adalah pelatih terbaik di dunia. Bahkan, Maradona menyebut Mou lebih baik dari Pep Guardiola sang pelatih Manchester City itu.

Padahal secara statistik di liga primer Inggris, Guardiola lebih sukses membawa City menyabet gelar musim lalu, dan membuat timnya berada di puncak klasemen saat ini. Sementara dari pertemuan kedua tim dalam laga derby beberapa hari lalu, pasukan setan merah harus kalah memalukan dengan skor 3-1.

Nampaknya hal itu tidak menjadi pertimbangan Maradona untuk menilai mantan pelatih Real Madrid, Chelsea dan Inter Milan itu sebagai pelatih terbaik dunia.

Baca Lainnya: Hasil Liga Inggris Pekan ke12, Man City Hajar MU 3-1

“Bagi saya, Mou (Mourinho) adalah yang terbaik,” ungkapnya kepada Marca yang dilansir dari Fox Sport Asia, Rabu (14/11).

Maradona Mempersoalkan Tika-Taka Pep Guardiola

Selain menilai Mourinho lebih baik, Maradona juga menyinggung soal penerapan taktik permainan “tiki-taka” yang selama ini sangat erat dengan gaya kepelatihan Pep. Baginya, Pep sudah mengambil identitas permainan yang lebih dulu diterapkan suksesornya, sekaligus legenda Barcelona, Johan Cruyff.

Nah Lho, Diego Maradona Nilai Mourinho Pelatih Terbaik di Dunia

“Saya telah mengatakan pada lebih dari satu kesempatan bahwa tiki-taka tidak ditemukan oleh Guardiola. Itu Cruyff,” imbuhnya. Ia menambahkan, dengan dana yang tidak terbatas dari klub ke Pep sehingga dirinya bisa dengan mudah mendapatkan pemain manapun di dunia.

“Saat ini Pep mampu memilih pemain mana pun di dunia yang ia inginkan. Dengan begitu, penerapan strategi tiki-taka jadi lebih mudah.” Ungkap pria asal Argentina yang sekarang melatih klub Meksiko Dorados itu.

Baca Lainnya: Pola Makan Disiplin Timnas Indonesia Demi Menjaga Kebugaran Fisik

Ketika ditanya apakah ia tertarik dalam berkarir sebagai pelatih di Spanyol, pemenang Piala Dunia 1986 ini mengaku belum tahu, namun yang pasti ia ingin pergi ke Manchester untuk belajar dari Mourinho.

“Saya sendiri sebagai pelatih saya perlu belajar banyak, dan untuk alasan itu saya pikir saya akan pergi ke Manchester dan Mourinho untuk menanyakan banyak hal kepadanya. Karena dia yang terbaik tanpa keraguan.” pungkasnya.

Continue Reading

Sepakbola

Andik Vermansyah, Si Anak Hilang yang Membawa Harapan

Published

on

Andik Vermansyah, si Anak Hilang yang Membawa Harapan

Finroll.com – Timnas Indonesia berhasil mendulang kemenangn pertamanya di ajang Piala AFF 2018 usai mengalahkan Timor Leste dengan skor 3-1 yang bertanding di SUGBK, Jakarta, Selasa, (13/11/2018).

Kemenangan Indonesia atas Timor Leste tak lepas dari penampilan gemilang Andik Vermansyah yang bermain di posisi sayap. Permainan Andik mampu membawa warna berbeda dalam pola penyerangan Indonesia melawan Timor Leste, Pergerakannya kerap kali membuat pertahanan lawan terancam. Walaupun tidak mencetak gol dalam penampilannya, Pemain berusia 26 tahun tersebut ikut andil dalam terciptanya 2 gol Indonesia ke gawang Timor Leste.

Pertama, dia memberikan assist untuk gol Alfath Faathier di menit ke-61. Selanjutnya, dia membuat pergerakan berbahaya di kotak penalti yang membuat pemain Timor Leste terpaksa melakukan pelanggaran. Tendangan penalti dieksekusi dengan sempurna oleh Stefano Lilipaly.

Atas performanya tersebut, Andik dinobatkan pemain terbaik dalam pertandingan atau “man of the match”.

Seperti dilansir dari laman Tempo Rabu 14 November, Andik mengatakan kemenangan 3-1 atas Timor Leste dalam laga Grup B Piala AFF 2018, Selasa, adalah berkat kerja keras seluruh pemain. “Semua bermain bagus dan bekerja keras demi meraih kemenangan untuk Indonesia,” ujar Andik usai pertandingan kontra Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Menurut pemain berusia 26 tahun tersebut, timnas Indonesia bertanding dalam tekanan yang amat tinggi. Hal itu terbukti dari betapa sulitnya mereka membongkar pertahanan lawan terutama di babak pertama. Itulah mengapa Andik sangat bersyukur Indonesia akhirnya mampu menuntaskan laga dengan kemenangan 3-1.

“Alhamdulillah kami meraih kemenangan meski ini laga sulit. Permainan kami pun mungkin kurang enak dilihat. Namun kami meminta masyarakat tetap optimistis terhadap kami dan terima kasih untuk semua dukungan yang sudah diberikan,” kata Andik.

Namun, pemain yang pernah merumput di Liga Super Malaysia bersama tim Selangor FA dan Kedah FA itu justru memuji Riko Simanjuntak sebagai sosok yang mengubah permainan Indonesia. Riko sendiri masuk di menit ke-56 menggantikan Febri Hariyadi. Gol-gol Indonesia tercipta ketika dia berada di lapangan. “Saya salut sama Riko. Dia mampu meningkatkan daya serang kami ketika masuk ke lapangan,” tutur Andik.

Saat melawan Timnas Indonesia, Timor Leste unggul terlebih dahulu pada menit ke-48 melalui Rufino Walter Gama. Tapi, Indonesia mengejar lewat gol Alfath Faathier di menit ke-61, Stefano Lilipaly melalui titik penalti (69), dan Alberto Goncalves (82).

Continue Reading

MotoGP

Dorna Menobatkan Dani Pedrosa Sebagai Legenda Balap Grand Prix

Published

on

Dorna Menobatkan Dani Pedrosa Sebagai Legenda Balap Grand Prix

Finroll.com – Jelang balapan terakhirnya, Dorna menasbihkan Dani Pedrosa sebagai legenda kejuaraan dunia Grand Prix.

MotoGP Valencia akan jadi penutup karier Pedrosa, yang telah berkarier di Grand Prix sejak 2001, dan bertarung di MotoGP selama 13 musim.

Sepanjang 18 tahun kariernya, pembalap berjuluk The Little Spaniard itu telah menorehkan satu gelar 125cc (2003), dan dua gelar 250cc (2004-2005) dan tiga kali menjadi runner-up MotoGP (2007,2010, dan 2012).

Selain itu, Pedrosa juga mengumpulkan 54 kemenangan, 153 podium, dan 49 pole. Atas pencapaian tersebut, Dorna pembalap 33 tahun itu akan dinobatkan sebagai legenda Grand Prix pada Kamis (15/11).

Baca Juga: Mike Tyson: McGregor Orang Baik, Dia Menyukai Produk Ganja Saya

Acara tersebut akan dihadiri Presiden FIM, Vito Ippolito, serta CEO Dorna, Carmelo Ezpelata. Pedrosa juga akan mengadakan konferensi pers perpisahan di depan keluarga, rekan, rekan sesama pembalap, dan juga awak media.

Setelah balapan terakhir ini, Pedrosa akan bergabung dengan KTM sebagai pembalap tes selama dua tahun. Namun, belum diketahui apakah The Little Spaniard itu akan kembali membalap dengan status wildcard. (Motorsport)

Continue Reading
Advertisement

Trending