Connect with us

Peristiwa

Uang Ratusan Juta Rupiah Berserakan di Sekitar Pantai Anyer

Published

on


Media sosial ramai dengan foto uang ratusan juta rupiah ditemukan di Pantai Anyer, Banten. Uang itu dikabarkan milik seseorang dan hanyut terbawa gelombang tsunami.

Uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu itu kemudian tercecer di pantai, seperti tampak dalam foto.

kumparan mengkonfirmasi kebenaran informasi soal foto uang tercecer di Pantai Anyer itu ke Polda Banten.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi pada Rabu (26/12) memastikan bahwa foto uang itu hoaks.

“Kita sudah beberapa hari ini menyisir pantai Anyer. Sejauh ini tidak ditemukan yang seperti itu. Kabar hoaks,” tegas dia.

Menurut Edy, apabila benar ditemukan seperti itu, masyarakat pasti akan melapor dan pihak kepolisian akan mengamankan.

“Kalau ada pasti kita amankan. Kabar hoaks kayaknya itu,” tutup dia.

Peristiwa

Curah Hujan Lebat Yang Terjadi di Wilayah Papua Menyebabkan Banjir Bandang, Sedikitnya 50 Orang Meninggal Dunia

Published

on

Banjir Bandang

Banjir bandang yang terjadi di Sentani, Papua, pada hari Sabtu (16/03) sudah menewaskan sedikitnya 50 orang. Bencana banjir susulan berpotensi terjadi dikarenakan intensitas hujan tinggi di puncak gunung Cyclop.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan kemungkinan banjir bandang susulan karena hujan lebat masih berpotensi terjadi di Papua dalam dua hingga tingga hari ke depan.

“Dari sisi hujan lebatnya kami sudah memberikan kewaspadaan terutama bagi daerah-daerah yang dataran tinggi, terkait dengan longsoran dan banjir bagi daerah-daerah yang menjadi langganan,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko kepada BBC News Indonesia, Minggu (17/03).

Seperti diberitakan, hujan lebat yang terjadi di wilayah Papua menyebabkan banjir bandang yang menerjang sembilan kelurahan di Sentani, Kabupaten Jayapura dan menewaskan sedikitnya 50 orang. Puluhan warga lain luka-luka, sementara ribuan warga yang selamat kini berada di pengungsian.

Kepala Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal mengatakan tiga lokasi yang terdampak parah akibat terjangan banjir bandang ini adalah di sekitar bandara, perumahan Bintang Timur dan sekitar lapangan udara.

Sebagian besar wilayah yang terdampak hingga kini masih tertutup lumpur material banjir. Diperkirakan masih banyak korban yang terperangkap materi lumpur.

“Air masih mengalir cukup deras tapi perlu diwaspadai. Kita masih melakukan pencarian,” kata dia.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengungkapkan alat berat sudah dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup material lumpur dan kayu banjir bandang.

“Akses dalam kota sudah dibuka, tapi kita belum tahu akses di luar kota karena ada sejumlah jembatan putus,” cetusnya.

Adapun kerusakan meliputi 9 rumah rusak terdampak banjir di BTN Doyo Baru, 1 mobil rusak atau hanyut, jembatan Doyo dan Kali Ular mengalami kerusakan.

Sementara itu, sekitar 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani, kerusakan 1 pesawat jenis Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani.

Seperti diberitakan, akibat dari intensitas hujan yang menguyur Kabupaten Jayapura dan sekitarnya mulai dari sore hari, Sabtu (16/03) hingga pukul 23:30 Wit mengakibatkan Banjir merendam perumahan warga di Kelurahan Hinekombe, Dobonsolo dan Sentani Kota, Kampung Yahim dan Kehiran.

Kerusakan lingkungan jadi penyebab?

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko menuturkan hujan lebat yang terjadi di Papua karena pertemuan massa udara yang menimbulkan pembentukan awan-awan hujan yang cukup signifikan.

“Dari sisi itu, kalau dilihat secara utuh di perairan sekitar Papua suhu muka lautnya juga lebih hangat. Kalau suhu muka lautnya lebih hangat, penguapan cukup tinggi, ditambah lagi kelembaban udara. Juga pertemuan massa udara tadi. Sehingga potensi hujannya cukup signifikan,” kata dia.

Kendati begitu, Hary menegaskan banjir bandang tidak hanya karena faktor cuaca, namun ada faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya bencana ini, salah satunya alih fungsi lahan.

Hal itu diamini oleh Kepala Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal yang mengatakan beberapa tahun lalu di Gunung Cyclop ada beberapa warga yang “menduduki kawasan dan memanfaatkan lahan tersebut sehingga serapannya mulai berkurang.”

Alih fungsi lahan ini yang kemudian menyebabkan kerusakan lingkungan.

Hal ini dibuktikan dengan hanyutnya kayu-kayu balok besar yang memungkinkan ditebang tapi tidak dimanfaatkan atau dibiarkan sehingga balok-balok itu melintang di berbagai titik.

Untuk itu, Polda Papua akan menindak lanjuti persoalan ini.

“Diduga karena itu [kerusakan lingkungan], karena ada beberapa material pepohonan yang hanyut di jalan-jalan yang ada di sekitar kota Sentani,” ujar Ahmad.

“Kapolda sudah perintahkan Diskrimsus untuk melakukan penyidikan terhadap latar belakang peristiwa terjadinya banjir, baik kejadian pembangungan rumah dan proses perizinannya di bantaran sungai, kemudian kerusakan lingkungan di gunung Cyclop ini,” imbuhnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan sejak september 2018, Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) bersama BNPB telah memperingatkan tentang adanya banjir bandang.

Wilayah Sentani itu rawan banjir akibat kerusakan lingkungan dan pertambangan liar di lokasi situ.

Apalagi pada tahun 2007 lalu, di Sentani juga pernah diterjang banjir bandang.

Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Sumartono menjelaskan banjir bandang 12 tahun silam juga disebabkan oleh faktor yang sama, yaitu curah hujan dan kerusakan alam.

“Kejadian pada 2007 secara fisik memang lebih besar dibanding tahun sekarang. Tapi, secara korban lebih banyak tahun ini,” kata dia.

Kejadian banjir bandang yang menerjang pada Sabtu silam, menurut Sutopo, menunjukkan hujan deras yang terjadi pada sore hari membendung air di sungai ada. Namun air kemudian meluap dan menerjang wilayah di sekitarnya.

“Ini karakter banjir besar yang terjadi di Indonesia kita bisa melihat bagaimana kayu gelondongan yang begitu besar dan batu besar menerjang desa-desa,”

Untuk mengantisipasi banjir bandang, Wantanas dan BNPB sudah melakukan penanaman 20.000 bibit pohon untuk memperbaiki lingkungan, terutama hutan yang ada.

Hingga Minggu (17/03) sore, BNPB mencatat sebanyak 58 orang meninggal dunia, sementara 74 orang luka berat dan ringan.

“Korban luka-luka, paling banyak terkumpul di Puskemas Sentani Kota,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Sumartono.

Lebih dari 2.000 warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang, terpaksa diungsikan ke tujuh titik. Antara lain, Gunung Merah, Gereja El roy, Bintang Timur, Gajah Mada, Rantau dan Kemiri.

Untuk selanjutnya, fokus penanggulangan bencana difokuskan pada evakuasi korban dan perbaikan akses jalan dan bangunan yang terdampak banjir bandang.

Terkait cuaca buruk, Sumartono mengungkapkan BPBD dan pihak terkait sudah melakukan antisipasi serta mengimbau para warga yang tinggal di pesisir pantai dan daerah lereng gunung serta aliran sungai, agar berhati-hati. (BBC)

Continue Reading

Peristiwa

Terkait Isu Kiamat, Gubernur Jawa Timur: Warga Diminta Tetap Menjaga Suasana Aman

Published

on

Isu Kiamat

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kepada seluruh warga Jatim agar bisa menjaga suasana tetap aman terkendali. Dan tetap kondusif dalam menghadapi masalah isu kiamat yang terjadi di Kabupaten Ponorogo.

Finroll.com – Seusai mengunjungi kantor UPT P2T Jatim, pada Kamis (14/3/2019), Khofifah menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polda Jatim maupun Kakanwil Kementerian Agama untuk melakukan investigasi kasus pindah massal warga Desa Watubongang, Badegan, Ponorogo.

“Tadi pagi ada rapat koordinasi, besok pagi juga akan sosialisasi kembali terutama di Ponorogo. Jadi sebetulnya kasus ini sedang berproses dan saya sudah telepon Kakanwil Kemenag, bagaimana dan di mana mereka berpindah agar dilokalisir tempatnya,” katanya.

Selain itu, Khofifah juga meminta Polda Jatim untuk melakukan investigasi terkait masalah perdata yakni terhadap rumah-rumah dan aset yang dijual oleh warga tersebut.

“Dari Polres Ponorogo juga sudah turun untuk hal-hal yang terkait dengan persoalan perdata dan lainnya, kan ada yang jual aset kemudian katanya ada yang asetnya diserahkan ke pondok, nah itu harus dilakukan investigasi apakah ada pidananya,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Watubongang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo melakukan pindah tempat tinggal massal karena alasan keyakinan.

Mereka menjual rumah, harta benda, ternak, serta memboyong keluarga ke Malang. Pesantren merupakan tujuan mereka.

Isu yang berkembang di masyarakat, puluhan warga Desa Watubonang yang hijrah ke Malang karena adanya doktrin mengenai kiamat yang akan datang sebentar lagi. (Bisnis)

Continue Reading

Peristiwa

KPK: Sebanyak 14 Anggota DPRD Provinsi Jambi Kembalikan Uang Senilai Rp4.375 Miliar

Published

on

DPRD Provinsi Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan ada 14 anggota DPRD Provinsi Jambi yang mengembalikan uang senilai Rp 4,375 miliar.

Finroll.com – Uang tersebut terkait kasus dugaan suap pengembangan perkara yang pernah menjerat mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut, mereka yang mengembalikan uang tersebut berstatus sebagai tersangka maupun saksi.

“Empat belas orang anggota DPRD Provinsi Jambi, baik yang berstatus tersangka maupun saksi, telah mengembalikan uang dengan nilai total Rp 4,375 miliar,” ungkapnya pada awak media.

Mantan aktivis ICW ini mengatakan uang itu dikembalikan secara bertahap. Dia memaparkan besaran pengembalian para anggota DPRD itu mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 600 juta dalam tiap pengembalian.

“KPK menghargai sikap koperatif ini, dan kami ingatkan kepada anggota DPRD Provinsi Jambi lain agar mengembalikan jika pernah menerima uang terkait dengan kewenangannya selama bertugas di DPRD Jambi,” jelasnya yang dikutip dari jawapos.

Sebelumnya, beberapa minggu ini penyidik KPK mulai memeriksa tersangka maupun saksi terkait kasus ini. Ada sekitar 30 lebih saksi yang sudah diperiksa. Penyidik pun mencecar mereka mengenai dugaan aliran dana pada sejumlah pihak di Jambi terkait pengesahan RAPBD Jambi.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan 13 tersangka yang terdiri dari 12 anggota DPRD Jambi dan 1 orang swasta. Para anggota DPRD Jambi yang jadi tersangka diduga mengumpulkan para anggota fraksi di DPRD Jambi terkait pengesahan APBD.

Mereka diduga menerima jatah Rp 400-700 juta per fraksi atau Rp 100-200 juta per orang. Total dugaan suap untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2017 senilai Rp 12,9 miliar dan untuk RAPBD 2018 senilai Rp 3,4 miliar.

Duit suap itu sebagian diduga berasal dari pihak swasta Joe Fandy Yoesman alias Asiang yang jadi tersangka. Asiang diduga memberi Rp 5 miliar kepada eks Plt Kadis PUPR Jambi Arfan yang telah jadi tersangka sebelumnya dan kemudian diberikan pada Arfan kepada para anggota DPRD Jambi yang kini jadi tersangka.

Continue Reading
Advertisement

Trending