Connect with us

Komoditi

Turun Rp 8.000, Harga Emas Antam Dijual Rp 663.000/Gram

Published

on


Harga Emas Antam

Finroll.com – Jelang akhir pekan Juamt, (22/3/2019), Harga jual logam mulia atam emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Turun Rp 8.000 menjadi Rp 663 Ribu per Gram. Nilai jual hari ini merosot tajam dibandingkan harga jual kemarin, Kamis, (21/3) Rp 671.000/Gram.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini ada di level Rp 591.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.512 di Tengah Polemik Brexit

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Berikut rincian harga emas antam yang dilansir situs resmi Antam:

  • Pecahan 1 gram Rp 663.000
  • Pecahan 5 gram Rp 3.135.500
  • Pecahan 10 gram Rp 6.205.000
  • Pecahan 25 gram Rp 15.405.000
  • Pecahan 50 gram Rp 30.375.000
  • Pecahan 100 gram Rp 61.400.000
  • Pecahan 250 gram Rp 153.250.000
  • Pecahan 500 gram Rp 306.300.000

Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Menguat Tipis di Posisi Rp 14.155

Komoditi

Tak Bergerak, Harga Emas Antam Masih Stagnan Rp 656.000 Per Gram

Published

on

Tak Bergerak, Harga Emas Antam Masih Stagnan Rp 656.000 Per Gram

Finroll.com – Nilai jual logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) tak mengalami pergerakan pada perdagangan Rabu, (24/4/2019). Harga emas antam masih stagnan Rp 656.000 per gram.

Melansir situs resmi Antam, harga pecahan satu gram emas Antam, Rabu (24/4) mencapai Rp 656.000. Harga tersebut tak beranjak dari posisi harga sebelumnya pada Kamis (18/4) atau sudah tujuh hari lamanya.

Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari belum bergerak di posisi Rp 575.000 per gram.

Berikut rincian harga emas batangan milik Antam:

  • Pecahan 0,5 gram: 352.000
  • Pecahan 1 gram: Rp 656.000
  • Pecahan 5 gram: Rp 3.100.000
  • Pecahan 10 gram: Rp 6.135.000
  • Pecahan 25 gram: Rp 15.230.000
  • Pecahan 50 gram: Rp 30.385.000
  • Pecahan 100 gram: Rp 60.700.000
  • Pecahan 250 gram: Rp 151.500.000
  • Pecahan 500 gram: Rp 302.800.000
  • Pecahan 1.000 gram: Rp 605.600.000

Continue Reading

Komoditi

Perdagangan Selasa, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.440

Published

on

HSG Dibuka Menguat

Finroll.com   – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan, Selasa (23/4/2019) pagi, menguat tipis (0,36%) persen ke level 6.440,34 persen.

Sejumlah analis memperkirakan IHSG bakal semakin tertekan pada perdagangan hari ini. Mayoritas pelaku pasar masih akan menarik dananya dari pasar saham.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan seperti dikutip cnnindonesia.com, memperkirakan pelemahan IHSG berpotensi terbatas. IHSG diramal masih akan berada di area 6.400 sebagai level psikologis.

“Pelaku pasar terlihat mengantisipasi beberapa agenda ekonomi seperti penetapan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI),” papar Dennies.

Dalam kalender BI, Rapat Dewan Gubernur (RDG) akan berlangsung pada pertengahan pekan ini. Hasilnya bakal diumumkan pada Kamis (25/4/2019) mendatang.

Dari eksternal, data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 Amerika Serikat (AS) juga menjadi penantian pelaku pasar. Hal tersebut akan menjadi landasan pasar dalam bertransaksi.

“Pelemahan (IHSG) diperkirakan terbatas dan akan tertahan di area support,” kata Dennies.

Ia meramalkan IHSG bergerak dalam level support 6.341-6.378. Sementara, level resistance berada salam rentang 6.484-6.553.

Di sisi lain, Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko berpendapat kondisi IHSG sekarang bisa dimanfaatkan untuk akumulasi beli. Usai jeblok ke area 6.400, pelaku pasar bisa membeli saham dengan harga lebih murah.

“Kesempatan akumulasi di saham berkapitalisasi besar dan saham lapis dua adalah pilihan untuk (IHSG) bangkit,” ungkap Yuganur dalam risetnya.

Menurutnya, pelemahan IHSG sebesar 1,42 persen hingga jatuh ke level 6.414 pada penutupan perdagangan Senin (22/4) kemarin disebabkan aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar semata. Maklum, IHSG sebelumnya melompat ke area 6.500.

“Kami melihat proses koreksi akibat profit taking setelah pemilihan presiden (pilpres) berlangsung,” terang Yuganur.

Sekadar mengingatkan, satu hari setelah pilpres dilaksanakan pelaku pasar terlihat antusias melakukan transaksi beli. Khusus asing saja, transaksi mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Namun, perdagangan seakan berbanding terbalik kemarin karena pasar bergerak di zona merah. Pelaku pasar asing hanya tercatat beli bersih (net buy) sebesar Rp 56,37 miliar.

Semalam, bursa saham Wall Street terpantau bergerak bervariasi. Rinciannya, Dow Jones dan NYSE Composite terkoreksi masing-masing 0,18 persen dan 0,07 persen, sedangkan S&P500 dan Nasdaq Composite berhasil menguat sebesar 0,1 persen dan 0,22 persen.

Sementara nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang diperdagangkan di pasar spot, pada Selasa (23/4/2019) pukul 09:00 WIB, dibanderol Rp 14.070 per dolar AS atau stagnan jika dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Continue Reading

Komoditi

Bergerak Stagnan, Hari Ini Harga Emas Antam Dijual Rp 656.000 Per Gram

Published

on

Harga Emas Antam

Finroll.com – Harga jual logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang (Antam) tak bergerak pada perdagangan pasar awal pekan.

Melansir situs logam mulia Antam, Senin (22/4/2019), Harga emas Antam dijual Rp 656.000 per gram. Harga tersebut tak beranjak dari posisi harga sebelumnya pada Kamis (18/4).

Begitupun, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini tak bergerak di posisi Rp 574.000 per gram.

Berikut rincian pecahan harga emas batangan milik Antam: 

  • 1 gram: Rp 656.000
  • 5 gram: Rp 3.100.000
  • 10 gram: Rp 6.135.000
  • 25 gram: Rp 15.230.000
  • 50 gram: Rp 30.385.000
  • 100 gram: Rp 60.700.000
  • 250 gram: Rp 151.500.000
  • 500 gram: Rp 302.800.000
  • 1.000 gram: Rp 605.600.000

Continue Reading
Advertisement

Trending