Connect with us

Traveling

Tradisi Unik Warga Sumedang Sambut Ramadhan, Gembrong Liwet

Published

on


Finroll.com – Hari beranjak siang. Matahari mulai terik menyengat kulit. Cuaca cerah ini sangat mendukung aktivitas yang dilakukan warga di Lapang Sepak Bola Cikubang, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (1/4/2019).

Ya, siang hari di lapangan sepak bola milik desa ini memang terasa hangat dan disibukkan dengan aktivitas sejumlah lelaki yang tengah mempersiapkan tungku perapian.

Tak hanya para lelaki yang tampak sibuk, puluhan perempuannya juga tampak asyik membersihkan beras, meracik bumbu-bumbuan, dan memersiapkan lauk pauk lainnya.

Setelah tungku perapian siap dan nasi liwet di dalam puluhan kastrol siap dimasak, kaum hawa lebih dominan bekerja hingga liwet dan seluruh lauk pauknya masak.

Setelah beberapa waktu berlalu, nasi liwet pun dihidangkan bersama lauk pauknya, untuk kemudian disantap bersamaan oleh warga setempat.

Aktivitas warga desa yang saling bahu-membahu di lapangan sepak bola ini memang tak biasa. Ratusan warga bersuka cita memersiapkan helaran budaya tradisi leluhur yang telah turun temurun dilestarikan dan setiap tahun rutin dilaksanakan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Budaya mapag (menyambut) bulan suci Ramadhan itu dinamakan warga dengan sebutan Gembrong Liwet. Kepala Desa Citali Nana Nuryana mengatakan, budaya tradisi Gembrong Liwet dilaksanakan di desanya setiap menyambut bulan suci Ramadhan atau saat munggahan atau seminggu sebelum memasuki bulan puasa.

Nana menuturkan, tradisi munggahan ini telah turun-temurun dilaksanakan dan terus dilestarikan warga desanya. Tujuannya untuk memupuk kebersamaan warga.

“Gembrong Liwet dilaksanakan juga sebagai ungkapan rasa syukur warga atas segala nikmat karunia yang diberikan Allah SWT. Juga sebagai ungkapan syukur karena bisa kembali dipertemukan dengan bulan suci, bulan ampunan, bulan penuh berkah, bulan Ramadhan,” ujarnya kepada saat menanti hidangan utama berupa nasi liwet, di lokasi acara,

Rabu siang. Filosofi Gembrong Liwet sendiri, kata Nana, untuk kembali meleburkan perbedaan status golongan di tengah warga, sehingga pada saat hidangan utama disantap bersama-sama, tidak ada lagi perbedaan. Antara warga, ketua RT, ketua RW, kepala desa, hingga bupati sekalipun.

“Dalam pelaksanaannya, warga Desa Citali mulai dari anak, remaja, hingga orang tua membuat kelompok atau tim dalam membuat nasi liwet. Tapi meski bekerja secara berkelompok, warga memasak nasi liwet di satu tempat ini secara bersamaan,” tuturnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Wawan Setiawan memgatakan, helaran Gembrong Liwet kali ini diikuti 15 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 8 hingga 15 warga. Helaran ini terbilang unik dan mulai diketahui luas hingga ke luar wilayah dalam beberapa tahun terakhir.

Oleh karena itu, kegiatan gembrong liwet kali ini diikuti juga oleh kelompok dari luar Kecamatan Pamulihan.

“Untuk tahun ini diikuti 15 kelompok, ada tambahan satu kelompok asal wilayah kecamatan lain,” ucapnya.

Warga setempat, Toha Hamdani (35) mengaku antusias mengikuti tradisi Gembrong Liwet ini.

Menurutnya, ajang ini, selain kian memperertat tali silaturahmi juga menjadi ajang untuk saling memaafkan antar-warga menjelang bulan suci Ramadhan.

“Tradisi Gembrong Liwet ini selalu kami nanti setiap tahun. Ini sebagai ungkapan syukur sekaligus ungkapan kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” katanya.

Traveling

5 Tempat di Jogja yang Wajib Masuk Daftar Backpaker

Published

on

By

Finroll.com – Kamu yang senang backpacking pasti berusaha mengatur pengeluaran seketat mungkin saat berlibur. Bukan hanya dapat hotel di Jogja saja, tetapi juga daftar tempat wisata murah meriah. Hal seperti ini mungkin banget kamu dapatkan saat berpetualang di Jogja.

Jogja memang terkenal sebagai destinasi wisata yang ramah di kantong backpacker. Hampir semua tempat wisata di sini punya harga tiket masuk terjangkau. Kamu tinggal mengatur jenis transportasi yang ingin dipakai. Bus Trans Jogja bisa jadi pilihan selain berjalan kaki. Kalau kamu berencana menjelajahi pantai-pantai indah di Gunung Kidul, menyewa motor boleh dicoba. Tarif sewanya mulai Rp50.000 per hari, belum termasuk BBM.

Nah, berikut ini 5 rekomendasi tempat wisata murah meriah di Jogja yang cocok untuk backpacker.

Taman Bunga Matahari Pantai Samas
Bukan Pantai Samas yang jadi tujuan kamu, tetapi Taman Bunga Matahari yang berjarak sekitar 5 menit dari pantai ini. Di sini kamu bakal menjumpai hamparan bunga matahari yang tengah berkembang begitu cantiknya. Kamu bisa ber-selfie ria dengan latar bunga menawan ini. Persis seperti di komik-komik! Kamu cukup bayar Rp20.000 untuk menikmatinya, sudah termasuk tiket masuk Pantai Samas, Kebun Bunga Matahari, dan Wisata Petik Bunga.

Hutan Pinus Imogiri
Dari Pantai Samas, kamu bisa mengarahkan kendaraan ke Jalan Imogiri Timur, tepatnya di daerah Mangunan. Di sini kamu dapat mengunjungi Hutan Pinus Imogiri. Ya, di tengah teriknya panas Jogja, deretan pohon pinus di kawasan hutan ini mampu menyejukkan suasana. Kamu bisa sekadar duduk-duduk santai menikmati udara yang adem atau berfoto dengan latar pohon pinus nan instagenic. Untuk masuk ke Hutan Pinus Imogiri, kamu cukup membayar biaya parkir motor saja.

Curug Luweng Sampang
Hari berikutnya, kamu bisa menjelajahi kawasan Gunung Kidul dengan motor. Pertama, datanglah ke Curug Luweng Sampang untuk menikmati tebing batu dramatis yang membingkai sebuah air terjun dan kolam berair jernih. Berada di Desa Sampang, Gedangsari, tempat wisata ini masih tersembunyi dan tiket masuknya gratis! Kamu bisa melalui rute Jalan Jogja-Solo dan mengarahkan kendaraan ke kecamatan Ganti Warno.

Pantai Jogan
Alternatif lainnya, kamu bisa mampir ke Pantai Jogan. Di sini kamu bakal menemukan dua atraksi alam sekaligus, yakni pantai dan air terjun. Ya, aliran air terjun itu langsung jatuh dari tebing ke laut! Kamu dapat mengarahkan kendaraan ke daerah Tepus, Gunung Kidul. Meski letaknya dekat Pantai Siung, banyak orang melewatkan pantai memesona ini. Padahal, harga tiket masuk Rp3.000 dan parkir Rp2.000 sangat terjangkau untuk menikmati pantai tersembunyi dengan panorama memukau.

Malioboro
Sudah lelah menjelajahi wisata alam Jogja, sekarang waktunya bersantai di Malioboro. Kamu juga nggak perlu modal banyak, cukup lihat-lihat saja sambil menyusuri ruas jalan yang terbentang sejauh 2 km ini. Urusan berburu oleh-oleh, tinggal mampir ke Pasar Beringharjo yang berada di ujung selatan Malioboro. Kamu juga bisa menikmati santapan kuliner lokal menarik di area pasar. Lalu, lanjutkan perjalanan ke Titik Nol Kilometer Jogja untuk menghabiskan sore santai di Jogja.

Continue Reading

Traveling

Jalan Tol Trans Jawa Mudahkan Pelancong Berwisata Sehari

Published

on

By

Tarif Tol Trans Jawa Untuk Truk Diminta Agar Diturunkan, Kenapa?

Finroll.com – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) menyatakan bahwa keberadaan Jalan Tol Trans Jawa dapat mendorong pertumbuhan “one day tour” atau berwisata satu hari.

“Dengan adanya jalan tol tentu perjalanan menjadi lebih mudah dan cepat,” kata Ketua Dewan Asita Surakarta Pri Siswanto di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 15 Mei. Paket wisata satu hari ini banyak dipesan oleh wisatawan baik lokal maupun asing.

Menurut dia, dengan akses tol, wisatawan dapat lebih mudah mengunjungi obyek wisata yang ada di Solo Raya. “Jadi bukan hanya di Solo tetapi juga kabupaten-kabupaten lain di sekitar Solo. Kebanyakan permintaan wisata ke Solo dan Karanganyar,” katanya.

Selain itu, kata dia, ada pula yang menginginkan perjalanan wisata hingga ke Klaten. Beberapa obyek wisata yang banyak diminati wisatawan di antaranya bangunan bersejarah De Tjolomadoe di Karanganyar dan Umbul Ponggok di Klaten.

“Di sini kami menyediakan mobil dan sopirnya. Selain itu juga memberikan opsi-opsi tujuan wisata yang dapat dikunjungi wisatawan dalam sehari,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengembangkan paket-paket wisata inovatif yang memungkinkan wisatawan tinggal lebih lama di Kota Solo. Terkait hal itu, Asita akan bersinergi dengan sektor perhotelan. “Ini untuk lebih mengembangkan dampak positif jalan tol terhadap sektor pariwisata. Jadi harus bersinergi dengan banyak pihak,” katanya.

Ketua Bidang Humas dan Promosi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Surakarta Sistho A Sreshtho mengatakan Jawa Tengah mulai dilirik wisatawan terutama yang memanfaatkan akses jalan tol Trans-Jawa.

“Tol memberikan alternatif berlibur bagi wisatawan, terutama dari arah Jawa Timur,” kata Sistho. “Terkait hal itu perhotelan berupaya menangkap pasar tersebut melalui sinergi dengan agen wisata. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan okupansi hotel.”.

Continue Reading

Traveling

Destinasi Wisata di Jalur Mudik Pemalang Purbalingga

Published

on

By

Finroll.com – Jalur mudik Pemalang-Purbalingga merupakan salah satu jalan penghubung Tol Trans Jawa di wilayah pantura Jawa Tengah dengan jalur tengah dan selatan Jateng. Jalur tersebut memiliki beragam destinasi wisata yang layak dikunjungi pemudik.

“Bagi pemudik dari arah Jakarta dengan tujuan Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo yang berada di jalur tengah Jateng atau Kebumen dan Purworejo yang berada di jalur selatan Jateng, jika melalui Tol Trans Jawa tidak ada salahnya keluar lewat Pemalang dan selanjutnya ke arah Purbalingga,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga Prayitno di Purbalingga, Senin (13/5).

Ia mengatakan di sepanjang jalur mudik yang berada di sisi timur Gunung Slamet itu, pemudik dapat menikmati keindahan alam pegunungan. Bahkan ketika memasuki wilayah Kabupaten Purbalingga, kata dia, beragam destinasi wisata siap menyambut kedatangan pemudik yang hendak singgah untuk sekadar beristirahat sembari berwisata.

“Destinasi wisata di jalur mudik Pemalang-Purbalingga, antara lain Golaga (Goa Lawa Purbalingga). Objek wisata Golaga ini memang tidak tepat berada di tepi jalur mudik karena sedikit masuk ke dalam, sekitar 3 kilometer dari jalan utama Pemalang-Purbalingga,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan pemudik tidak akan kecewa ketika mengunjungi Golaga karena objek wisata yang dikelola Perusahaan Umum Daerah Owabong di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, itu memiliki berbagai wahana yang bisa dinikmati pengunjung di samping keindahan Goa Lawa dan panorama sekitarnya.

Selain Golaga, kata dia, pemudik juga dapat berswafoto di destinasi wisata Taman Cinta Talagening, Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari, yang berada di jalur Pemalang-Purbalingga. “Destinasi wisata yang dikelola BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Talagening itu memiliki sejumlah spot menarik untuk berswafoto,” katanya.

Prayitno mengatakan setelah menikmati keindahan alam sembari berswafoto di Taman Cinta Talagening, pemudik juga bisa melakukan wisata religi ke Masjid Cheng Ho, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet. Menurut dia, masjid yang berada di tepi jalur Pemalang-Purbalingga itu dilengkapi dengan rest area yang dapat dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

“Namun sebelum meninggalkan wilayah Purbalingga, jangan lupa singgah ke pusat oleh-oleh khas Purbalingga yang berlokasi di Bale Agung, Bojongsari, tidak jauh dari destinasi wisata Owabong Waterpark. Di tempat ini, pemudik bisa berbelanja berbagai makanan khas Purbalingga untuk dijadikan oleh-oleh bagi keluarga di rumah,” katanya.

Sepanjang jalur Pemalang-Purbalingga memang memiliki panorama alam pegunungan yang indah terutama pada pagi hari. Akan tetapi, ruas jalan provinsi tersebut berkelok dan banyak terdapat tikungan maupun turunan tajam, sehingga pemudik harus berhati-hati saat melewatinya.

Continue Reading
Advertisement

Trending