Connect with us

Entertainment

‘Thanos’ Utarakan Kekesalannya, Lantaran Tidak Ada Sosoknya di Trailer Avengers: Endgame

Published

on


Avengers: Endgame

Marvel telah merilis dua video trailer film Avengers: Endgame. Dalam kedua video tersebut, penggemar dapat melihat hampir semua superhero yang akan berusaha menyelamatkan dunia. Namun, ada satu sosok penting yang tak muncul dalam dua video itu. Sosok tersebut adalah Thanos.

Finroll.com – Di trailer pertama Avengers: Endgame, Marvel hanya memperlihatkan tangan Thanos yang berbalut Sarung Tangan Keabadian. Sementara di trailer kedua, Thanos bahkan tak muncul sedetik pun.

Fakta ini ternyata membuat Thanos geram. Mengutip Sindonews, Rabu (6/2/2019), Josh Brolin yang menghidupkan karakter Thanos mengutarakan kekesalannya karena tak kunjung muncul di trailer Avengers: Endgame.

“Trailer ini menghindari satu elemen utama. Saya,” tulis Josh di akun Instagram-nya. Dia menambahkan emoji setan ungu dan tagar #TeamThanos.

Jika dicermati, dua trailer Avengers: Endgame itu lebih berfokus pada para Avengers yang selamat dari jentikan jari Thanos ketimbang Thanos itu sendiri. Padahal, Thanos berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan di Avengers: Infinity War. Dia bisa mendapatkan semua Batu Keabadian dan Melenyapkan separuh populasi alam semesta. Pada trailer terbaru Avengers: Endgame, terlihat akibat Pelenyapan itu di New York City dengan kota itu berubah menjadi gelap.

Namun, ada yang menarik pada trailer itu. Sejumlah fans melihat bahwa Marvel telah menyunting trailer itu dan menghilangkan sejumlah tokoh di trailer tersebut. Setidaknya ada dua adegan yang diduga disunting di trailer tersebut.

Yang pertama adalah adegan ketika Avengers berjalan di tempat seperti lapangan. Di adegan itu, terlihat Captain America (Chris Evans), Black Widow (Scarlett Johansson), Bruce Banner (Mark Ruffalo) dan War Machine/Rhodey (Don Cheadle). Di antara Bruce dan Rhodey, terlihat ada ruang kosong. Diduga tempat kosong itu awalnya adalah Tony Stark atau Captain Marvel.

Yang kedua adalah ketika Avengers dengan seragam berjalan melintasi fasilitas mereka. Saat itu, terlihat berjalan secara berurutan Captain America, Thor (Chris Hemsworth), Black Widow, Rocket Raccoon (Bradley Cooper), Ant-Man (Paul Rudd) dan disusul sekali lagi oleh Rhodey. Di antara Rhodey dan Ant-Man ada jarak yang lumayan panjang. Diduga, sejatinya ada sosok lain di jarak tersebut. Kemungkinan adalah Tony atau Carol.

Marvel dikenal jago dalam menggoda dan menipu penontonnya. Di trailer Captain America: Civil War, mereka menyunting Spider-Man (Tom Holland) dari pertempuran bandara. Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) yang sedang mediasi dan melompati dimensi juga dihilangkan dari adegan kunci di Planet Titan di trailer Avengers: Infinity War.

Salah satu yang paling kondang adalah adegan penutup di trailer pertama Infinity War—di mana Captain America, Black Widow, dan Black Panther (Chadwick Boseman) memimpin perang di Wakanda bersama Okoye (Danai Gurira), Falcon (Anthony Mackie), Buckie (Sebastian Stan) dan War Machine. Adegan ini sama sekali tidak ada di film.

Adegan itu tidak hanya hilang, tapi memberikan anggapan yang salah. Di adegan itu terlihat ada Hulk. Namun, Bruce tidak pernah berubah menjadi Hulk di Infinity War. Praktik itu akhirnya menciptakan sejumlah teori bahwa nungkilan dari Endgame masuk di trailer Infinity War.

“Kami menggunakan semua material yang kami punya untuk membuat trailer. Kami melihat trailer itu sebagai pengalaman yang sangat berbeda dari film dan saya rasa audines kami sangat prediktif sekarang sehingga kalian harus sangat pintar tentang bagaimana membuat trailer karena audiens bisa menonton trailer dan pada dasarnya menceritakan apa yang akan kalian tonton di film,” papar salah satu sutradara Avengers: Endgame, Joe Russo, seperti dikutip ComicBook.com.

Avengers: Endgame akan tayang pada 26 April mendatang. Sebelumnya fans akan diperkenalkan pada sosok Captain Marvel pada 8 Maret. Setelah Endgame, Spider-Man: Far From Home akan menyapa pada 5 Juli. (Okezone)

Entertainment

The Grand Signature Piano gelar Heritage Concert

Published

on

Finroll.com — The Grand Signature Piano gelar Konser “Heritage Concert” dengan menampilkan duo pianis asal Perancis, Pascal Roge dan Ami Roge, di Gedung Kesenian Jakarta Senin (15/7/2019).

Executive Director The Grand Signature Piano Helen Gumanti mengatakan, konser ini merupakan kali pertamanya dimana kehadiran duo pianis asal Perancis Pascal Roge dan Ami Roge seakan menjadi sebuah momen yang tepat untuk merayakan keindahan asimilasi budaya timur dan barat,” ujarnya.

Konser kali ini akan mengetengahkan karya Claude Debussy, Maurice Ravel dan Colin McPhee. Berbagai elemen tekstur, irama, wama suara dan filosofi dari gamelan akan hadir melalui musik tradisi barat yang mereka bawakan,” tambahnya.

Menurutnya, Heritage Concert Series ini merupakan sebuah rangkaian pertunjukan dengan dua keluaran. Selain konser itu sendiri, kegiatan ini akan selalu diikuti oleh sebuah video dokumenter yang membahas kajian berkenaan dengan tema dan situs warisan budaya yang sedang dijadikan sorotan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini akan diunggah sebagai sebuah saluran dokumemer yang dapat diakses oleh publik dari berbagai penjuru dunia.

Helen Gumanti berharap, semoga debgan adanya Konser ini, anak negeri dapat lebih mengenal kekayaan warisan budaya bangsanya dan semoga dengan Heritage Concert Series ini, Indonesia lebih mendapatkan sorotan di mata dunia.

“lnilah dedikasi kami bagi Indonesia,” pungkasnya.

Perlu diketahui Pascal Roge adalah gambaran dari pianis terbaik di Perancis. Lahir di Paris, beliau adalah mantan murid dari Paris Conservatory dan pernah dimentori oleh Julius Katchen dan The Great Nadla Boulanger.

Sebagai salah satu artis rekaman ternama, Pascal Roge telah memperoleh banyak penghargaan bergengsi, mulai dari Gramophone Awards, 3 Grand an du Dlsque and Edison Award atas interprestasinya dari karya The Ravel dan Saint-Saens Concerti bersamaan dengan karya penuh dari Ravel, Poulenc dan Satie.

Pascal Roge menikmati permainan piano empat-tangan/dua -piano bersama istri tercintanya Ami Roge. Mereka berkeliling dunia dan tampil pada berbagai macam festival dan konser musik temama.

Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua dan Kompetisi Piano Genewa dan mengajar berbagai Masterclass di Perancis, Jepang, Amerika dan Inggris.

Continue Reading

Entertainment

BEKRAF dengan Program ICINC Umumkan Top 5 Siap Masuki Pasar Musik Global

Published

on

Finroll.com — Setelah resmi membuka tahap Open Call pada bulan April lalu,

Indonesia Creative Incorporated (ICINC) terus mendapatkan sambutan luar biasa dari ratusan talenta musik di Indonesia. ICINC sukses menarik perhatian 536 solois dari berbagai kota seperti Aceh, Bandung, Makassar, Malang, Sidoarjo, Pontianak, Surabaya, Papua dan banyak kota lainnya.

88rising telah melakukan proses kurasi dan berhasil menyaring 20 besar peserta hingga kini terpilih menjadi 5 besar yang akan diterbangkan ke Los Angeles, Amerika Serikat untuk mengikuti tahap talent development dari 88rising serta tampil di
gelaran

“Head in the Clouds Festival” pada 17 Agustus mendatang (waktu Los Angeles). Sebelumnya, pada Minggu (7/7) Kepala BEKRAF Triawan Munaf, Rich Brian (Brian Imanuel) bersama dengan tim 88rising dan perwakilan peserta ICINC bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor untuk menjelaskan mengenai program ICINC dan subprogram Indonesia Rising.

ICINC merupakan program BEKRAF yang bertujuan untuk melakukan promosi karya dan pelaku kreatif unggulan agar dapat menembus pasar global.

Kali ini melalui subprogram ICINC bertitel Indonesia Rising, BEKRAF berkolaborasi bersama 88rising untuk membawa musisi berbakat Indonesia menembus ekosistem musik global.

“BEKRAF senantiasa mendukung pelaku kreatif untuk dapat menjadi bagian dari ekosistem pasar global, kali ini kami berfokus pada subsektor musik melalui subprogram ICINC dan bekerja sama dengan 88rising yang sudah memiliki pengalaman membawa musisi Asia ke Amerika,” jelas Triawan Munaf selaku Kepala BEKRAF.

Sementara itu, 88rising melihat bahwa Indonesia memiliki sederet musisi berbakat yang mampu membawa angin segar bagi pasar musik internasional.

“Selama tahap Open Call, kami terpukau dengan banyaknya solois berbakat dari Indonesia, yang membuat proses kurasi menjadi seru dan penuh dengan diskusi.

Kami melihat bakat-bakat musisi Asia dengan ciri khas mereka masing-masing dalam berkarya,” ungkap Oliver Zhang selaku Artist Manager 88rising.

Setelah melalui proses kurasi oleh 88rising, ICINC berhasil mendapatkan 5 nama yang akan diberangkatkan ke Los Angeles, Amerika yaitu:

1. Amanta Artadhia Siregar (Arta) – Jakarta
2. Devinta Trista Agustina (Devinta) – Sidoarjo
3. Monica Eva Sancti (Monéva) – Banten
4. Nicholas Hardy (Nick Hardy) – Jakarta

Continue Reading

Entertainment

KiosTix – Prasetiya Mulya Gelar  “Event Creation & Effective Event Marketing Through Social Media”

Published

on

Finroll.com — KiosTix bekerjasama dengan Universitas Prasetiya Mulya menyelenggarakan “Ruang Diskusi” bertajuk “Event Creation & Effective Event Marketing Through Social Media”, Rabu (10/7).

Selain dari KiosTix, pemateri berasal dari akademisi dan juga praktisi event creator yang sukses menyelenggarakan konser musik, Meranoia Festival. Menurut pemateri Andhika Soetalaksana, VP Sales & Partnership KiosTix, semua orang butuh hiburan.
Sehingga event musik dan olahraga akan selalu diminati dan akan selalu berkembang. Event pun menjadi salah satu bagian dari MICE yang menarik para investor.
“Berinvestasi dalam industri event termasuk ticketing, pun, menjadi pilihan yang strategis bagi investor. Namun, tambang emas investasinya adalah membangun komunitas.
Saat kita membangun komunitas, mereka akan mendukung event kita. Ruang Diskusi selain untuk edukasi, juga membangun komunitas,” ujar Andhika.
Salah satu komunitas yang yang dibidik KiosTix adalah millennials khususnya yang memilik hobi berkumpul dan nonton bareng.
Pada kesempatan yang sama, Hanesman Alkhair, Faculty Member Prasetiya Mulya mengatakan, Ruang Diskusi ini sangat penting bagi mahasiswa S1 Event di Universitas Prasetiya Mulya. Karena salah satu syarat kelulusan, mahasiswa  harus menyelenggarakan sebuah event.
“Prasetiya Mulya merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mempunyai jurusan S1 Event. Sejak dibuka tahun 2015, kami ingin menciptakan anak-anak muda menjadi destination orchestrator di daerah asal mereka,” kata Hanesman.
Ia berharap mahasiswanya dapat membuat event di daerah dengan menyatukan stakeholders seperti UMKM, pariwisata, komunitas, pemerintah daerah dan sponsor.
Jika saat ini mahasiswa belajar dari para praktisi, maka kelak dapat menjadi salah satu kontributor peningkatan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Andhika kemudian membagikan pengalaman KiosTix dalam mengelola event yang sukses dan profit.
“KiosTix ingin berbagi pengalaman dan menularkan ilmu-ilmu kepada teman-teman yang ingin terjun ke dunia industri event, baik itu event musik, olahraga, atraksi, dan hiburan lainnya,” ujar Andhika.
Ia kemudian memaparkan bagaimana membuat manajemen event, mulai dari ide, membuat anggaran, memilih artis, memasarkan, sampai mengelola keamanannya.
Ruang Diskusi semakin semarak, ketika Daffa Ananda dan Hasyim Arif, event creator Meranoia Festival berbagi pengalaman bagaimana festival musik yang dikelolanya sukses dan lancar.
Event yang menghadirkan lebih dari 30 musisi ternama ini berhasil menarik ribuan penonton yang berlangsung di Istora Senayan 22 dan 23 Juni 2019.
Hasyim Arif selaku Project Officer Maranoia Festival mengatakan, ide awal Maranoia Festival adalah bagaimana orang-orang datang ke festival musik untuk nyanyi bareng bertema cinta, bukan hanya untuk menonton penyanyi idolanya.
“Kami putuskan membuat  festival musik yang mempunyai garis benang cinta, makanya artis-artis yang mengisi acara juga adalah mereka yang dikenal sebagai penyanyi bertema lagu-lagu cinta,” kata  Hasyim Arif.(red)

Continue Reading
Advertisement

Trending