Connect with us

Kuliner

Ternyata Coklat Yang Termahal Belum Tentu Yang Paling Enak

Published

on


Coklat

Siapa yang tak suka coklat?, Hampir semua kalangan menyukai jenis makanan ringan tersebut. Namun, tahukan kamu rasa coklat seperti apa yang paling sempurna?

Finroll.com – Yayasan konsumen Jerman Warentest melakukan ujicoba dengan 25 merek cokelat yang paling populer – termasuk Milka, Lindt dan Merci. Ternyata cokelat yang paling mahal malah ada di peringkat bawah.

Warentest memberi peringkat berdasarkan rasa, sentuhan aroma dan “mouthfeel,” tetapi juga mempertimbangkan bahan-bahan yang digunakan, apakah mengandung bahan atau bakteri. Lalu ada penilaian atas kemasan dan keakuratan keterangan daftar bahan yang digunakan dalam produksi.

Cokelat terbaik harus terasa lembut dan mengandung cukup banyak kakao, bahan dasar cokelat. Para penguji juga menilai tekstur permukaan cokelat yang harus halus dan tidak ada gelembung udara. Cokelat panjang biasanya terbagi-bagi dalam blok-blok segi empat. Para penguji menilai, apakah bagian-bagian blok mudah dipatahkan, tanpa seluruh cokelat terpecah-pecah atau hancur.

Ternyata pemenangnya adalah…

Lalu siapa yang mendapat ranking tertatas di mata para penguji? Ternyata salah satunya adalah cokelat yang belum terlalu dikenal oleh publik internasional. Mereknya “Die gute Schokolade” (Cokelat Yang Baik), yang berasal dari seri produk fair trade. Produk-produk yang mencantumkan label fair trade memperhatikan sistem perdagangan yang lebih adil, yaitu dengan memperhatikan kesejahteraan petani.

Merek lain yang menduduki perangkat teratas adalah produk Swedia Marabou Mjölk Choklad. Selain itu ada merek Merci dan Milka Alpenmilch.

Cokelat dari merek ternama “Lindt” mendapat penilaian baik. Namun kalah dari “Die gute Schokolade”, terutama karena kemasan Lindt dianggap menyesatkan konsumen. Bungkus cokelat Lindt misalnya menunjukkan foto tumbuhan vanili, tetapi cokelat tidak mengandung vanili, melainkan hanya ekstrak vanili, bahan buatan yang diberi aroma seperti vanili.

Yang termahal masuk ranking bawah

Cokelat paling mahal yang diujicoba adalah “Milk Chocolate” dari Godiva. Satu cokelat Godiva (100 gram) harganya 6,95 Euro. Namun dalam temuan Warentest, cokelat ini ternyata mengandung lebih banyak nikel daripada cokelat lain yang lebih murah.

Warentest menekankan, jumlah nikel dalam cokelat Godiva memang jumlahnya masih cukup rencah untuk bisa membahayakan kesehatan, namun temuan itu membuat Godiva masuk daftar peringkat bawah.

Dari 25 merek yang diujicoba, 15 merek mendapat nilai “baik”, sembilan merek mendapat penilaian “memuaskan”. Godiva hanya mendapat predikat “cukup”.

Lalu, adakah cara mengkonsumsi cokelat yang optimal? Yayasan Warentest merekomendasikan untuk membiarkan cokelat “bernafas” sebentar setelah bungkusnya dibuka, agar aromanya bisa terbentuk. Lalu kalau disimpan, cokelat harus dijauhkan dari produk-produk yang punya aroma kuat, seperti kopi dan teh, agar cokelat itu tidak berubah aromanya. Tips penting lainnya, simpanlah cokelat pada suhu antara 12 dan 18 derajat Celsius.

Advertisement

Kuliner

5 Kuliner Kekinian di Pasar Sengol Bekasi

Published

on

By

Festival bertajuk Pasar Senggol 2019 kembali memanjakan pecinta kuliner di Bekasi. Festival kuliner tahunan ini diadakan di Summarecon Mall Bekasi, 28 Maret-28 April 2019.

Ada puluhan tenant sajian modern dan kekinian yang bisa disambangi. Ada banyak kuliner unik hingga yang tengah populer.

Berikut kumparan rekomendasikan lima jajanan yang bisa disantap sambil menikmati keramaian Pasar Senggol.

1. Korean Hotdog
Korean hotdog bisa menjadi pilihan bila ingin kenyang dengan praktis. Perpaduan roti bun, sosis jumbo berukuran 20 dan 30 cm, serta mushroom sauce di atasnya bisa membuat perut langsung terasa penuh.

Ada pula hotdog isian kimchi dan bulgogi. Isiannya yang melimpah. Sajian ini cocok disantap untuk berdua. Seporsi korean hotdog dibanderol Rp 25-45 ribu.

2. Lungo Potatoes
Kentang goreng unik ini berasal dari Bandung, Jawa Barat. Dijual Rp 30-45 ribu per kantongnya. Lungo potatoes terdiri dari kentang goreng panjang dengan saus sambal, tomat, dan mayonnaise.

Bisa pula request tambahan sosis atau chicken pops renyah. Pengunjung juga bisa meminta tambahan mozzarella. Hmm, lumer di atas kentang nan gurih!

3. Magic Snack
Mudah menemukan Magic Snack karena tenant ini paling ramai di Pasar Senggol. Sesuai namanya, Magic Snack menyajikan kudapan yang ‘ajaib’ tampilannya. Snack manis warna-warni ini dilengkapi es krim taro dan sprinkles. Harganya Rp 20-35 ribu. Tergantung isiannya.

Nitrogen jadi daya tarik kudapan ini. Suhunya hampir minus 100 derajat celcius. Bikin efek asap dingin, bahkan saat makanan sudah masuk di mulut.

4. Gulali Arumanis
Ada juga jajanan jadul yang bisa membuat pengunjung bernostalgia. Salah satunya permen gulali aneka bentuk.

Dibuatnya dari gula yang diberi pewarna makanan. Gulalinya jadi daya tarik anak-anak karena rasanya legit. Harganya Rp 10 ribu. Ada gulali berbentuk bunga, hewan, hingga dot bayi.

5. Kopi Yor
Kopi susu juga bisa ditemukan di Pasar Senggol. Salah satunya Kopi Yor.

Ada juga es kopi chi dengan tambahan leci hingga. Lainnya ada es kopi cha bercita rasa matcha. Tersedia pula minuman berbasis cokelat bagi pelanggan yang tidak ngopi. Kopi Yor dibanderol mulai Rp 18-30 ribu tergantung varian.

Continue Reading

Kuliner

Locavore di Bali Didaulat Menjadi Restoran Terbaik Asia Versi Asia’s 50 Best Restaurants 2019

Published

on

Locavore

Asia’s 50 Best Restaurants 2019 kembali menobatkan Restoran Locavore di Bali masuk dalam jajaran top 50 restoran terbaik di Asia. Daftar tersebut telah diumumkan dalam acara penghargaan di Wynn Palace, Makau pada 26 Maret 2019.

Locavore menjadi satu-satunya restoran di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Tahun ini, restoran yang berlokasi di Ubud, Bali tersebut menempati posisi ke-42. Posisi tersebut merosot jauh dibandingkan tahun lalu yang berada di posisi ke-21.

Locavore

Locavore juga dinobatkan sebagai “The Best Restaurant in Indonesia” untuk kategori “Individual Country Winner”. Selain itu, atas etos berkelanjutan, upaya pengurangan limbah, dan konsisten fokus pada produk lokal yang dilakukan, Locavore juga memenangkan penghargaan Sustainable Restaurant Award 2019.

Seperti dimuat dalam situs resmi “The World’s 50 Best Restaurant”, restoran ini dikelola oleh Chef Ray Adriansyah and Eelke Plasmeijer. Mereka memasak dengan konsep Eropa-Indonesia dengan bahan makanan semua berasal dari lokal, seperti abalone mentah dari Bali hingga tiram dari Pulau Sumbawa. Bahkan peralatan makannya juga dari produksi lokal.

Sementara itu, peringkat pertama restoran terbaik Asia ditempati oleh Odette di Singapura. Restoran dengan konsep Prancis kontemporer dengan pengaruh Asia tersebut mampu menggeser posisi Restoran Gaggan di Bangkok, Thailand.

Adapun daftar Asia’s 50 Best Restaurants dipilih dan di-voting oleh panel yang terdiri atas 318 penulis makanan, kritikus, koki, pemilik restoran, dan pecinta makanan di seluruh Asia. Penghargaan ini diadakan dan diterbitkan setiap tahun sejak 2013 oleh William Reed Business Media.

Continue Reading

Kuliner

Rendang, Simbol Kasih Sayang Masyarakat Minangkabau

Published

on

By

Finroll.com – Rendang bukan sekadar masakan tradisional, tapi syarat dengan makna dan sejarah masyarakat Minang Sumatera Barat. Bahkan Rendang dinobatkan sebagai makanan paling lezat di dunia dari survei yang dilakukan oleh CNN. Burger King pun pernah membuat Rendang Burger pada tahun 1987.

Sebagai masakan tradisi, Rendang diduga lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Sebagai kuliner tradisional Minang mulai ditulis secara masif awal abad ke-19. Bahkan menurut sejarawan dari Universitas Andalas, Padang, Gusti Asnan,

Rendang patut diduga ada sejak abad ke-16. Dari lliteratur yang tertulis di abad ke-19, masyarakat Minang di wilayah darat biasa melakukan perjalanan menuju Selat Malaka hingga ke Singapura yang membutuhkan waktu sekitar satu bulan melewati sungai.

Karena sepanjang perjalanan tidak ada perkampungan, para perantau menyiapkan bekal makanan yang tahan lama, yaitu Rendang. Juga hikayat Rendang berkaitan dengan kedatangan orang-orang India dan Arab ke kawasan pantai barat Sumatera Barat. Dalam sejarah abad ke-13 dan ke-14 kawasan Minang sudah didiami orang-orang India.

Dahulu masyarakat tradisional mengawetkan makanan menggunakan metode pengasapan dan pengeringan. Pengasapan dan pengeringan dilakukan dengan memasak dalam waktu yang lama sampai kuahnya kering. Adapun Rendang sendiri berasal dari kata ”merandang”, memasak santan kelapa sampai mengering perlahan.

Tak hanya itu, Rendang memiliki filosofi cerminan kesatuan dalam masyarakat Minangkabau yang disimbolkan dengan daging sebagai Niniak Mamak, pimpinan suku tempat bertanya, mengadu dan mengambil keputusan. Kelapa lambang Candiak Pandai atau kaum intelektual yang memiliki intelegensia, kecerdasan emosi dan spiritual. Cabai lambang alim ulama atau tokoh yang sangat tegas atau pedas dalam menegakkan kebenaran. Bumbu lambang dari seluruh masyarakat Minangkabau yang patuh dan menjalankan seluruh aturan dan kearifan lokal yang dibuat dan disepakati.

 

goodnewsfromindonesia

Continue Reading
Advertisement

Trending