Connect with us

Entertainment

Terkait RUU Permusikan, Sejumlah Musisi Menyatakan Sikap!

Published

on


RUU Permusikan

Sebanyak 260 musisi yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan menyatakan sikap bersama sehubungan dengan RUU Permusikan.

Finroll.com – Para musisi dan artis Indonesia ramai menunjukkan bentuk penolakan mereka terhadap RUU Permusikan yang akan dirampungkan pemerintah. Dalam rilis yang diterima Tirto pada Minggu (3/2) malam, mereka menyatakan RUU tersebut menyimpan banyak masalah fundamental yang membatasi dan menghambat perkembangan proses kreasi, di samping berpotensi merepresi para pekerja musik.

Politikus asal fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu mengungkapkan, dalam pertemuan itu, masih sebatas diskusi terkait harapan para musisi secara umum. Salah satu yang didiskusikan adalah terkait apa saja yang akan diatur dalam Undang-Undang. Mulai proses produksi musiknya, produknya, atau profesi musisinya.

“Tapi baru sampai tahap itu. Belum ada pembahasan draf dan lain-lain,” kata Ledia.

Draf RUU permusikan mendapat tanggapan negatif dari sejumlah musisi tanah air. Tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan, mereka menemukan 19 pasal yang ditengarai akan membatasi kebebasan berekspresi.

Musisi Anang Hermansyah, membuka diskusi terkait Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan, di Cilandak Town Square, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Diskusi ini dipandu oleh penyanyi Glenn Fredly. Sejumlah musisi pun turut hadir, di antaranya terlihat musisi kawakan Chandra Darusman.

Hadir pula gitaris grup musik ‘Gigi’ Dewa Budjana, penyanyi Marcel Siahaan, Kunto Aji, vokalis ‘Barasuara’ Iga Masardi, Once Mekel hingga penyanyi muda Eva Celia.

Dari jalur independen, terlihat hadir Rara Sekar, Jason Ranti dan Danila Riyadi.

Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan ini melihat RUU Permusikan memuat banyak pasal yang tumpang tindih dengan beberapa Undang-Undang yang ada seperti Undang-Undang Hak Cipta, Undang-Undang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, serta Undang-Undang ITE.

RUU Permusikan juga dianggap memuat pasal “karet” yang tercermin lewat keberadaan Pasal 5. Isinya antara lain larangan untuk membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, hingga membuat konten pornografi maupun karya provokatif. Ketentuan pidana dari pasal ini diatur dalam Pasal 50.

Salah satu pertanyaan Rara Sekar, adalah apakah Anang turut membaca dengan teliti, aturan demi aturan sebelum mengajukan naskah akademik RUU Permusikan.

“Naskah akademik didesain 2017 bulan Juli, kita bersama-sama membahas. Kita punya tim bersama-sama untuk membahas. Mulai dari proses produksi kreasi, distribusi, konsumsi itu kita bahas di situ. Kita membaca, demikian panjangnya,” kata Anang.

Gaduh RUU Permusikan mendapat perhatian dari Ketua Komite Konferensi Musik Indonesia (KAMI) Glenn Fredly. Glenn, yang juga salah satu musisi nasional, menyampaikan gagasannya serta harapan terkait RUU Permusikan.

Hal tersebut ia sampaikan pada diskusi media terkait RUU Permusikan di Toko Musik Bagus, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan pada Senin (4/2).

Menurutnya, itu sukses membuat banyak musisi akhirnya keluar dari ‘sarang’-nya dan mengeluarkan aspirasi.

“Pada saat polemik ini (RUU Permusikan) muncul, which is good, yang artinya banyak teman-teman musisi yang keluar dari ‘sarang’-nya untuk mengeluarkan aspirasi mereka,” ujar Glenn.

Menurut Glenn lagi, terlepas dari polemik RUU Permusikan, ia beranggapan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperhatikan oleh para musisi Indonesia, salah satunya terkait ekosistem musik itu sendiri. Ia mencontohkan hubungan antara pajak dan musik.

Lebih lanjut, Glenn berharap bahwa polemik RUU  ini sebaiknya jangan sampai membuat ada klasifikasi lagi antara musisi indie dan musisi dengan major label. 

Musisi berusia 43 tahun ini menegaskan harapannya yang paling utama. Salah satu yang ia tekankan adalah gaduh dari RUU Permusikan harus dimanfaatkan untuk berbicara tentang nasib musisi.

“Ini adalah momen bagus bagi para musisi untuk duduk dan berbicara bersama. Sekarang kan kita bisa mendudukkan private, musisi, bahkan perwakilan dari badan legislatif, tapi ini bukan one time event yang sekali bertemu lalu bubar, sebab ini harus dikawal.

Meski demikian, Anang menyambut positif semua kritikan dan masukan dari publik terkait RUU ini. Menurut Anang, partisipasi masyarakat merupakan unsur penting dalam pembuatan sebuah undang-undang. Ini tertuang dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

“Tapi, apa pun masukan dari stakeholder sangat berarti dalam proses pembahasan RUU ini,” ucap pria kelahiran Jember. (Berbagai Sumber)

Entertainment

Standar Hollywood, Foxtrot Six Menjadi Film Termahal di Indonesia

Published

on

Finroll.com  – Perkembangan film Indonesia yang signifikan, membuat banyak sineas lokal memberanikan diri untuk menciptakan film berbiaya mahal. Seperti film yang digarap oleh rumah produksi MD Entertaiment, Foxtrot Six menjadi film dengan biaya produksi sebesar US$ 5 juta (Rp 70,5 miliar). Film ini akan tayang pada 21 Februari 2019.

Menurut pengamat film Yan Wijaya, Foxtrot Six merupakan film Indonesia dengan biaya termahal sepanjang masa untuk saat ini.

Sebelumnya, beberapa film yang juga mencapai angka biaya produksi tinggi adalah film laga bertajuk, The Raid 2 yaitu US$ 4,5 juta (Rp 63,5 miliar), Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 sebesar US$ 2 juta (Rp 28,2 miliar), dan Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta sekitar US$ 1,3 juta (Rp 18 miliar).

Biaya yang tidak murah, ternyata bersumber dari proses pembuatan film yang memakan waktu cukup lama. Tidak hanya itu, Manoj menambahkan film ini dibuat atas standar Hollywood yang memerlukan produksi yang detail, dengan properti dan teknologi berkualitas tinggi. Sehingga, gambaran film nan futuristik seperti film sci-fi ala Hollywood bisa tercipta.

“Saya kira itu keberanian yang luar biasa dan mudah-mudahan film ini bisa jadi benchmark, jadi orang mau bikin film mahal yang ada nilai jual ke dunia luar,” ungkapnya saat peluncuran Foxtrot Six di kawasan Jakarta Pusat.

Mulanya, film ini menceritakan masa depan, di mana dunia tengah dilanda kekacauan. Bahan pangan, sebagai sumber keberlangsungan hidup umat manusia kian menipis. Namun, terdapat sebuah negara di kawasan Asia, yaitu Indonesia yang rupanya kini menjadi pusat perhatian dunia, karena kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Indonesia yang sangat membutuhkan harapan baru dan seorang pahlawan untuk menyelamatkan rakyat yang kelaparan dan hidup dalam penderitaan karena pemerintahannya yang secara mendadak dan kejam diambil alih oleh sebuah partai pembelot bernama Piranas.

Salah satu anggota kongres Piranas yang juga merupakan mantan perwira Indonesia, Angga Saputra (Oka Antara), tergoda akan hawa napsu kemudian memiliki satu tugas utama yang keji. Tugasnya menjaga semangat dan kepatuhan rakyat, serta menghentikan berbagai upaya pemberontakan rakyat terhadap Piranas.

Termasuk yang dilakukan oleh sebuah kelompok yang memimpikan kedamaian dan kesetaraan untuk rakyat, yang menamakan diri mereka The Reform. Perseteruan, baku tembak, dan kekacauan terjadi. Satu kekuatan besar dari dalam hati Angga bangkit, dan dihadapkan dengan situasi yang menampar dirinya.

Untuk menghentikan kekacauan dan penindasan yang diterima rakyat, kemudian terciptalah satu pasukan khusus yang diberi nama Foxtrot beranggotakan enam orang mantan militer yang memiliki kekuatan besar dalam bertarung, Bara (Rio Dewanto) ahli IT, Ethan (Mike Lewis) sang otak jenius, Tino (Arifin Putra) sahabat baik Angga, Ogi (Verdi Solaiman), dan terakhir sosok misterius Spec (Chicco Jerikho).

Bukan hanya dihadapkan dengan para prajurit biasa, mereka harus melawan teknologi ganas miliki Paranas. Seperti, prajurit dengan jubah transparan, dan juga robot-robot canggih yang dikenal dengan nama Kodiak.

Dalam film ini, penonton dihadapkan pada pertarungan futuristik yang cukup memanjakan mata. Walau tidak jarang juga, banyak gambar-gambar yang juga masih terlihat kasar pengeditannya, sehingga terlihat ‘memaksa’.

Continue Reading

Entertainment

Brad Pitt Terciduk Hadiri Ulang Tahun Mantan Istrinya!

Published

on

Brad Pitt

Publik dibuat terkejut ketika Brad Pitt diketahui hadir dalam pesta ulang tahun mantan istrinya, Jennifer Aniston pada Sabtu 9 Februari 2019 malam.

Finroll.com – Brad Pitt menjadi satu dari sekian artis kelas A Hollywood yang meramaikan pesta ulang tahun ke-50 Jen. Hampir tak pernah terlihat bersama sejak bercerai lebih dari satu dekade lalu, publik pun bertanya-tanya apa yang membuat Jen mengundang Brad dan alasan bintang Fury itu mau menerima undangan sang mantan istri. Muncul rumor jika ini adalah pertanda jika Brad dan Jen akan kembali bersama.

Namun, ternyata alasan sebenarnya bukanlah itu. Seorang sumber mengatakan jika alasan utama Jen mengundang Brad dan mantan suami Angelina Jolie itu bersedia datang adalah karena mereka mau menunjukkan kepada publik hubungan baik yang terjalin antara keduanya.

“Brad dan Jen tetap berteman sejak lama. Tapi, mereka canggung untuk bertemu ketika Brad masih bersama Angelina. Dan karena tak ada yang melihat mereka (Brad dan Jen) bersama, jadi orang-orang berasumsi mereka tidak lagi berteman. Padahal tidak begitu,” ungkap sumber kepada The Sun seperti dilansir Express, Rabu (13/2/2019).

Kini setelah Brad tak lagi bersama Angelina, ia dan Jen ingin bisa terang-terangan menunjukkan hubungan baik mereka. Langkah awal yang ditempuh adalah dengan menghadiri pesta ultah Jen akhir pekan lalu.

“Brad menghadiri acara besar seperti itu saja sudah seperti langkah besar. Tapi dia tak mau memikirkan apa kata orang. Dia dan Jen berteman. Mereka mendukung satu sama lain dan hubungan mereka sudah melewati jalan panjang sejak bercerai dan sejak perpisahan Brad dari Angelina,” sambung sumber.

Seperti diketahui, Brad Pitt dan Jennifer Aniston menikah pada tahun 2000 di Malibu. Namun, di tahun 2005, keduanya memutuskan untuk bercerai usai Brad berselingkuh dengan Angelina Jolie pasca-beradu akting di Mr. & Mrs. Smith.

Continue Reading

Entertainment

Vlog Channel YouTubnya Baim Wong Peringkat 18 Dari 500 YouTubers di Dunia

Published

on

Baim Wong

Menjadi YouTuber dengan viewers dan subcribers jutaan kini seakan menjadi harapan setiap orang, selain bisa meningkatkan popularitas, berkarya lewat YouTube tentunya juga mampu menghasilkan pundi-pundi yang tidak sedikit.

Hal itulah yang dilakukan pesinetron Baim Wong. Semenjak menikah dengan Paula Verhoeven pada 22 November 2018 lalu, Baim dan sang istri memilih banting stir menjadi YouTuber. Ia pun dikenal rutin mengunggah vlog lewat channel YouTube-nya. Hingga Rabu 13 Februari 2019, subscribers-nya sudah mencapai 2 juta lebih.

Konten-konten yang ia unggah juga banyak ditonton warganet, salah satunya video Prank Baim dan Paula yang iseng berdandan compang camping, sukses menyedot perhatian warganet hingga 9,8 juta views.

Rupanya perjuangan Baim Wong dan Paula berbuah hasil, channel YouTube-nya kini berhasil menduduki urutan 18 ‘Top 500 Youtubers’ Dunia. Rasa syukur atas pencapaiannya itu diungkapkan Baim dalam postingannya di akun instagram @baimwong.

“Baru dikirim ini … Kita masuk urutan 18 Dunia untuk masuk “Top 500 Youtubers”..Terima kasih yaa.. bingung harus ngomong apalagi..Selalu jadi diri kita apa adanya ?
Sayang kalian semua ? ?Allah,”
tulisnya.

Turut bahagia, tentu saja tak ketinggalan reaksi warganet atas pencapaian Baim dan Paula. Bahkan tidak sedikit teman-teman sesama artis turut memberikan doa dan ucapan selamat.

“Masyaa Allahhhhhh,” tulis Shireen Sungkar

“Suka nonton di youtube apalagi yg baru baru ini , di tempat pembuangan akhir sampah part 2 ???? ya allah sedih banget sampai nangis kak @baimwong ???????????? semoga kakak selalu dimudahkan rezekinya ????,” tulis rayshatrinanda salah satu warganet.

“Vlognya emang kereeeennn, lucuuu deh???????????????????????? sukses kak baim dan kak paullaaa @baimwong,” ujar @thantti_chezzaa. (Viva)

Continue Reading
Advertisement

Trending