Connect with us

News

Terbaring Sakit, Ani Yudhoyono Nyoblos di Atas Ranjang RS Singapura

Published

on


Terbaring Sakit, Ani Yudhoyono Nyoblos di Atas Ranjang RS Singapura

Finroll.com – Pemilihan Umum 2019 di Indonesia baru akan dilakukan secara serentak pada Hari Rabu (17/4) mendatang. Namun untuk Warga Negara Indonesia yang sedang berada di luar negeri, pemilu sudah mulai dijalankan. Seperti di Singapura, di mana coblosan dilakukan hari Minggu (14/4) kemarin.

Seperti diketahui, mantan ibu negara Ani Yudhoyono saat ini tengah berada di Kota Singa untuk menjalani perawatan atas penyakit kanker darah. Mengingat istri dari Susilo Bambang Yudhoono itu masih belum bisa terlalu banyak bergerak, proses pencoblosan pun dilakukannya dari atas ranjang RS tempatnya dirawat.


Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Singapura juga hadir di Rumah Sakit khusus untuk menjadi saksi. Lewat akun Instagram resminya, Ibu Ani pun mengumumkan jika dirinya sudah menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Indonesia.

 

“Hari ini tanggal 14 April 2019, saya menggunakan hak pilih di Singapura. Meskipun sedang menjalani perawatan di rumah sakit, saya berpartisipasi dalam Pemilu ini untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” tulis Ibu Ani pada caption foto postingannya.

sumber: kapanllagi

Hukum & Kriminal

KPK Periksa Khofifah Sebagai Saksi Terkait Kasus Suap Romahurmuziy

Published

on

KPK Periksa Khofifah Sebagai Saksi Terkait Kasus Suap Romahurmuziy

Finroll.com – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memeriksa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selama 4 jam di Mapolda Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (26/4/2019) Khofifah diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan dugaan kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI tahun 2018-2019.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Khofifah di gedung Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim dari pukul 09.00 – 13.00 WIB.

“Diperiksa dari pukul 09.00 sampai 13.00 WIB di Tipidkor, Ditreskrimsus Polda Jatim menyangkut saksi yang ditetapkan KPK,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan.

Mengenai subtansi pemeriksaan, mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan itu menegaskan bahwa hal tersebut menjadi wewenang KPK karena Polda hanya menyiapkan tempat dan ruangan untuk pemeriksaan.

“Mengenai substansi itu wewenang KPK. Kami hanya menyiapkan tempat dan ruang,” ucap perwira menengah tersebut.

Mengenai informasi beberapa pejabat pejabat Kanwil Kemenag Jatim yang turut diperiksa KPK di Polda Jatim, Barung enggan berkomentar.

“Yang kami tahu hanya Khofifah Indar Parawansa. Selebihnya silakan tanya KPK,” katanya.

Nama Khofifah sempat disebut oleh Romahurmuziy alias Rommy, tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Mantan ketua umum PPP itu mengaku hanya meneruskan aspirasi soal pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI.

Menurut dia, banyak pihak yang menganggap dirinya sebagai orang yang bisa menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak-pihak yang memang memiliki kewenangan. Ia pun mencontohkan soal jabatan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Dalam kasus ini, Haris juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Continue Reading

News

Sandiaga Uno : Jika Kyai Ma’ruf Ingin Bertemua Sekarang, Saya Meluncur

Published

on

By

Berhadapan Dengan Ma'ruf Amin di Debat Ke-3, Sandiaga Uno Akan Santun

Finroll.com – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menyambut baik keinginan calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin yang ingin bertemu dengannya. Menurut Sandi, ia sebenarnya juga telah lama punya keinginan bertemu Ma’ruf.

“Sangat positif, sejak delapan bulan lalu, saya sudah minta (bertemu) lewat Ustad Yusuf Mansur dan lain-lain, tapi nggak ada respon,” kata Sandiaga di Insomniak Coffee and Lounge, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis, 25 April 2019. “Waktu kampanye damai saya langsung bilang beliau selama 8 bulan ingin ketemu Kiai untuk minta arahan, tapi belum terlaksana.”

Sandiaga berujar jika Ma’ruf Amin memang ingin bertemu dengannya dalam waktu dekat, maka pertemuan ini adalah sesuatu yang ia tunggu-tunggu. “Kalau saya anytime, sekarang ditelepon saya akan langsung ketemu Kiai,” ujar dia.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin, sebelumnya mengatakan akan mengupayakan bertemu dengan calon wakil presiden oposisi, Sandiaga Uno. Pertemuan tersebut kata Ma’ruf, dimaksudkan sebagai salah satu upaya rekonsiliasi pasca Pilpres 2019.

“Belum (bertemu Sandiaga), nanti lagi diupayakan,” ujar Ma’ruf saat ditanyai apakah akan bertemu dengan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin 22 April 2019.

Sementara itu rencana pertemuan Joko Widodo dengan Prabowo belum juga menemukan titik terang. Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, berpendapat pertemuan antara keduanya sebaiknya dilaksanakan setelah 22 Mei 2019 saja. “Moment yang tepat adalah setelah semua nanti ketok palu dari KPU,” ujar Priyo di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis, 25 April 2019.

Menurut Sandiaga Uno, pertemuannya dengan Ma’ruf Amin tak perlu menunggu 22 Mei 2019. “Silaturahmi, apalagi sebagai murid, kita tak perlu menunggu. Tidak bicara kompromi, tapi silaturahmi, sama-sama berkeyakinan pemilu jujur dan adil,” ujar Sandiaga.

Ia juga menuturkan dalam masa kampanye pilpres 2019, dirinya telah bertemu Ma’ruf Amin tiga kali di arena debat. Namun, kata dia, pertemuan-pertemuan itu belum memberi kesempatan keduanya bicara soal kebangsaan, terutama pemilu jujur dan adil. “Kalau misal beliau ingin ketemu sekarang, jam 15.00 saya meluncur,” tutur Sandiaga.

Continue Reading

International

Kim Jong Un Sebut Perdamaian di Semenanjung Korea Tergantung Sikap AS

Published

on

Kim Jong Un Sebut Perdamaian di Semenanjung Korea Tergantung Sikap AS

Finroll.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dalam pertemuan puncaknya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea akan sepenuhnya bergantung pada sikap AS di masa depan.

“Situasi di semenanjung Korea dan wilayah itu sekarang macet dan telah mencapai titik kritis di mana ia dapat kembali ke keadaan semula karena AS mengambil sikap sepihak dengan itikad buruk pada pembicaraan KTT DPRK-AS kedua baru-baru ini,” Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan ucapan Kim, dikutip dari Reuters, Jumat (26/4/2019).

Dalam pertemuan dengan Putin, baik Rusia dan Korea Utara sepakat untuk mengambil langkah-langkah positif di beberapa bidang dalam rangka untuk lebih bekerja sama dalam perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un menggelar pembicaraan selama 3,5 jam dalam pertemuan pertama mereka di Vladivostok. Kunjungan Kim Jong Un ini dilakukan di tengah kembali dinginnya hubungan Korut dengan Amerika.

Kim Jong Un sebelumnya melakukan dua pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas agenda denuklirisasi. Pertemuan pertama berlangsung di Singapura pada 12 Juni 2018. Saat itu, keduanya tampak akrab. Pertemuan kedua berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada Kamis, 28 Februari 2019, namun keduanya gagal mencapai kesepakatan.

source: detik

Continue Reading
Advertisement

Trending