Connect with us

Keuangan

Tekan Dolar AS, Rupiah Menguat 19,5 Poin di Posisi Rp14.147/USD

Published

on


Rupiah Dibuka Menguat

Finroll.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan pagi ini. Meski menguat, Rupiah masih berada di level Rp14.100-an per USD

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Selasa(9/4/2019) pukul 08.51 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 19,5 poin atau 0,14% ke level Rp14.147 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.146 per USD – Rp14.155 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 15 poin atau 0,10% ke level Rp14.145 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.140 per USD – Rp14.160 per USD.

Seperti dilansir okefzoneinance Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena data ekonomi kuat baru-baru ini mengurangi kekhawatiran tentang ekonomi global, mendorong investor untuk mengurangi posisi safe-haven di greenback.

Euro bergerak lebih jauh di atas level terendah satu bulan yang dicapai minggu lalu, karena investor menyeimbangkan kembali posisi mereka sebelum pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) minggu ini.

Sterling rebound dari level terendah satu minggu terhadap dolar AS. Investor mengamati apakah Perdana Menteri Inggris Theresa May dapat meyakinkan Uni Eropa untuk kembali menunda keluarnya negaranya dari blok tersebut.

“Harapannya untuk pertumbuhan global telah mencapai titik terendah. Lebih dari itu green shoots (tanda-tanda pemulihan ekonomi) telah muncul,” kata Direktur Strategi Mata Uang Amundi Pioneer Investment Management Paresh Upadhyaya.

Keuangan

Kemkeu : Defisit APBN mencapai Rp 135,8 triliun Di Semester I 2019

Published

on

Keterangan foto : Ilustrasi Menteri Keuangan Sri Mulyani

Finroll.com — Sepanjang semester pertama tahun 2019, Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 mencapai Rp 135,8 triliun. Kementerian Keuangan (Kemkeu), Selasa (16/7), melaporkan, realisasi defisit anggaran tersebut lebih tinggi dibandingkan defisit anggaran periode sama 2018 yang sebesar Rp 110,6 triliun.

Secara persentase, defisit anggaran untuk semester I-2019 mencapai 0,84% terhadap produk domestik bruto (PDB). Rasio defisit anggaran ini juga lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya 0,75% dari PDB.

Kemkeu mencatat, total pendapatan negara dan hibah per akhir Juni mencapai Rp 898,8 triliun. Realisasi pendapatan negara ini setara dengan 41,5% dari target pendapatan dalam APBN yang secara keseluruhan sebesar Rp 2.165,11 triliun. Pendapatan negara tersebut hanya tumbuh 7,8% yoy, lebih rendah dibandingkan semester I-2018 yang tumbuh 16%.

Sementara, belanja negara hingga Juni 2019 tumbuh 9,6% atau mencapai Rp 1.034,5 triliun. Realisasi belanja tersebut memenuhi 42% dari pagu APBN 2019 sebesar Rp 2.461,1 triliun.

Hingga akhir semester I-2019, keseimbangan primer mencatat defisit sebesar Rp 1 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, keseimbangan primer surplus Rp 10 triliun.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, pembiayaan anggaran mencapai Rp 175,3 triliun atau mencapai 59,2% dari pagu yang sebesar Rp 296 triliun. Pembiayaan anggaran mengalami kontraksi 0,5%

Dengan demikian, defisit anggaran per Juni 2019 sebesar Rp 135,8 triliun atau 0,84% terhadap PDB. Sementara, target pemerintah tahun ini rasio defisit terhadap PDB sebesar 1,84% atau lebih kecil dari target defisit pada tahun sebelumnya 2,19% dari PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kinerja APBN 2019 dipengaruhi oleh sentiment eksternal maupun dalam negeri global. Eskalasi perang dagang menekan pertumbuhan ekonomi secara global dan berpengaruh pada kinerja ekspor dan impor Indonesia.

“Realisasi harga minyak dan lifting minyak maupun gas yang lebih rendah daripada asumsi di semester pertama juga menimbulkan konsekuensi pada penerimaan negara,” kata Menkeu dalam laporannya di Badan Anggaran DPR RI.

Sri Mulyani menjelaskan, kebijakan fiskal sepanjang semester pertama tahun ini mampu mengatasi berbagai ketidakpastian perekonomian yang terjadi. Meski tak menampik terjadi tekanan pada penerimaan negara, Sri Mulyani mengatakan kondisi fiskal ditopang oleh kebijakan belanja yang bersifat countercyclical sehingga efektif mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Ketidakpastian global dan kondisi ekonomi dunia yang tertekan terus akan menghantui kita, namun kinerja perekonomian kita tetap terjaga positif,” tandasnya.(red)

Continue Reading

Keuangan

Trump Sebut Cryptocurrency Bukan Uang

Published

on

By

Donald Trump OTW Vietnam Untuk Bersua Kim Jong-un

Finroll.com –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa cryptocurrency bukan uang, dan memperingatkan kepada pihak yang ingin bergabung dalam aktivitas keuangan harus mematuhi peraturan perbankan.

“Saya bukan penggemar Bitcoin dan cryptocurrency lainnya, yang bukan uang, dan nilainya sangat fluktuatif, didasari pada pergerakan yang fluktuatif,” tulis Trump dalam akun Twitternya.

Dikutip dari AFP, Trump mengatakan bahwa cryptocurrency yang bersifat digital membuatnya hampir tidak dapat dilacak, sehingga dapat memfasilitasi aktivitas ilegal.

Cryptocurrency sebenarnya telah berkembang sejak Bitcoin diluncurkan pada 2009. Namun, ketika bulan lalu Facebook mengungkapkan rencana menerbitkan mata uang virtual sendiri yakni, Libra, hal itu mengguncang regulator keuangan di seluruh dunia.

Dengan jumlah lebih dari dua miliar pengguna, perusahaan raksasa media sosial itu dijadwalkan akan merilis cryptocurrency pada 2020, di kelilingi pula oleh banyak mitra. Pada akhirnya, rencana itu benar-benar dapat mengganggu dunia keuangan.

Tetapi Trump mengatakan bahwa Libra memiliki kedudukan yang rendah, dan memiliki ketergantungan. Dia juga memperingatkan Facebook dan perusahaan lain bahwa mereka harus mematuhi peraturan perbankan AS dan internasional jika mereka ingin meluncurkan cryptocurrency mereka sendiri.

“Kami hanya memiliki satu mata uang riil di AS, dan lebih kuat dari yang pernah ada,” tweetnya.

Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Kerja G7 diperkirakan akan menghasilkan laporan pendahuluan tentang cryptocurrency berbasis aset pada pekan depan, tepatnya ketika para menteri keuangan negara-negara kelompok G7 itu bertemu di Prancis.

“Semakin regulator internasional menyelidiki proyek ini, semakin banyak kita memiliki pertanyaan serius dan kemungkinan melakukan pemesanan,” kata Gubernur Bank Sentral Prancis Francois Villeroy de Galhaut.

Jerome Powell, Gubernur bank sentral AS Federal Reserve juga menyinggung topik yang sama ketika bersaksi di depan Kongres AS pada Rabu (10/7) dan Kamis (11/7) lalu.

“Saya pikir kita perlu melakukan penilaian yang sangat hati-hati, sabar, dan seksama tentang risiko sebenarnya. Ukuran jaringan media sosial Facebook mengaraj pada kepentingan sistemik,” kata Jerome Powell, Kamis (11/7) waktu setempat.

Beberapa politikus AS menyerukan pembekuan total pada proyek Libra Facebook.

Facebook telah berjanji untuk menyediakan mata uang virtual sehingga dapat membawa lebih dari 1 miliar orang yang tidak memiliki rekening bank untuk masuk ke dalam sistem keuangan.

Perusahaan menegaskan akan menyediakan mata uang yang stabil dan hadir di telepon pintar, sehingga orang dewasa tanpa rekening bank atau mereka yang menggunakan layanan di luar sistem perbankan untuk memenuhi kebutuhan dari dalam sistem keuangan.

Pada akhirnya, setiap telepon pintar akan menjadi dompet digital bagi Libra untuk dapat memperluas penggunaan perbankan, layanan kartu kredit dan e-commerce di negara-negara berkembang.

Continue Reading

Keuangan

Brexit dan Data AS Bikin Rupiah Lesu ke Rp13.946 per Dolar AS

Published

on

By

Rupiah Dibuka Menguat Rp13.945 per Dolar AS Pagi Ini

Finroll.com – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.946 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (17/7) pagi. Posisi rupiah melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan Selasa (16/7) yakni Rp13.936 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia melemah 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,12 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,28 persen.

Hanya dolar Hong Kong saja yang tercatat menguat terhadap dolar AS dengan nilai 0,03 persen. Di sisi lain, yen Jepang dan baht Thailand sama-sama tak bergerak menghadapi dolar AS.

Sementara itu, mata uang negara maju seperti dolar Australia dan euro menguat masing-masing sebesar 0,11 persen dan 0,01 persen terhadap dolar AS, sedangkan poundsterling Inggris tidak bergerak terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah kali ini disebabkan karena sentimen keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau disebut Brexit. Masa depan Brexit bisa menjadi kurang jelas setelah kandidat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sangat anti dengan rencana tersebut.

Tak hanya itu, indeks dolar AS pun menguat gara-gara rilis data ekonomi AS yang positif. Kemarin, Departemen Perdagangan AS merilis data bahwa penjualan ritel pada Juni masih tumbuh 0,4 persen atau di atas ekspektasi yakni 0,1 persen.

Bahkan, kemarin angka pembacaan awal indeks manufaktur terbilang baik. Untuk negara bagian New York, misalnya, indeks manufaktur Juli ada di angka 4,3 atau membaik dari Juni yang minus 8,6.

Data ekonomi AS yang masih bagus ini membuat peluang penurunan suku bunga acuan mengecil, meski probabilitasnya masih sangat tinggi. “Dalam transaksi hari ini rupiah akan ada di dalam range Rp13.885 hingga Rp13.890 per dolar AS,” jelas Ibrahim, Rabu (17/7).

Continue Reading
Advertisement

Trending