Connect with us

Investasi

Tak Mau Melulu Dari Negara Asia, Emil Cari Investor ke Timur Tengah

Published

on


Tak Mau Melulu Dari Negara Asia, Emil Cari Investor ke Timur Tengah

Finroll.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil), saat ini tengah melakukan lawatan ke luar negeri.

Kunjungannya ini disebut untuk mencari investor di negara-negara Timur Tengah seperti Maroko, Aljazair, hingga Uni Emirat Arab.

Ditemui awak media sebelum keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (6/3) malam lalu, ia mengaku jika tidak ingin investasi di Jabar didominasi oleh negara Asia seperti Jepang, China, dan lainya.

“Kenapa saya ke Timur Tengah? Karena saya ingin investasi di Jawa Barat tidak hanya didominasi oleh Asia Timur (Jepang dan Tiongkok) atau Singapura,” ungkapnya.

Sementara itu, di Maroko dan Aljazair Emil direncanakan akan menandatangani MoU untuk kerjasama sister province.

Baca Lainnya: Presiden Sebut Pembangunan Infrastruktur Harus Diimbangi Investasi SDM

Kemudian di Al Jazair, mantan Walikota Bandung itu juga akan membicarakan pembangunan alun-alun Soekarno. Sebab Emil mengaku jika pemerintah Al Jazair meminta didesainkan alun-alun Soekarno.

“Karena Al Jazair merdeka terinspirasi oleh Konferensi Asia-Afrika dan juga oleh semangat Bung Karno (Soekarno),” imbuhnya.

Selanjutnya di lawatannya ke Uni Emirat Arab, dirinya akan mengunjungi Dubai untuk melihat manajemen kargo bandara yang menjadi salah satu terbaik di kelas dunia. Hal ini dilakukannya terkait dengan rencana Bandara Kertajati di Majalengka yang bakal di fungsikan sebagai bandara kargo.

Di sisi lain, Emil mengaku jika kunjungan ini dimanfaatkan untuk mencari donor bagi pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia di Cimanggis, Depok.

“Saya mendapat perintah dari Pak Wapres (Jusuf Kalla) untuk mencari donor-donor pembangunan untuk UIII. Dana dari APBN baru sepertiganya, dua pertiganya diharapkan dari negara lain karena UIII ini sifatnya internasional,” tandasnya.

Sumber: Republika

Investasi

Bitocto Indonesia: Lebih Dari 65% Kalangan Milenial Memilih Investasi Cyptocurrency

Published

on

Investasi Cryptocurrency

Fasilitator  jual beli aset digital, Bitocto Indonesia baru saja menggelar survei  terkait pelaku investasi cryptocurrency di Tanah Air. Hasilnya 65,5 persen pelaku investasi cryptocurrency berasal dari kalangan milenial dengan kisaran usia 17 – 30 tahun.

Finroll.com – Survei yang dilakukan selama Januari – Februari 2019 ini untuk melihat sejauh mana animo masyarakat Indonesia untuk ber- investasi cryptocurrency. Sebanyak 29 partisipan dari berbagai kota di Indonesia ikut ambil bagian dalam survei tersebut.

Hasilnya 34,5 partisipan berusia 31 – 50 tahun, sedangkan sisanya sebesar 65,5 persen berasal dari kalangan milenial dengan kisaran usia 17-30 tahun. Uniknya, para milenial ini justru menetap di kota-kota kecil di Indonesia.

“Kebanyakan yang berinvestasi di sektor ini adalah anak-anak muda. Dari hasil survey, 96,6 persen partisipannya juga didominasi oleh kaum laki-laki,” ujar Milken Jonathan, Founder dan CEO Bitocto Indonesia dalam keterangan resminya yang dilihat dari bisnis.com, Jumat 22 Maret 2019.

Bitocto Indonesia meluncurkan informasi data kapitalisasi pasar atau market capitalization information data yang dikenal dengan sebutan “Bitocto Insight” di insight.bitocto.com. Hal ini berguna membantu para investor atau calon investor mempelajari banyak hal mengenai pasar kripto sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Informasi data kapitalisasi pasar ini katanya, dapat diakses oleh siapapun baik yang sudah menjadi member ataupun yang belum. Bitocto menyediakan sejumlah 150 jenis aset kripto teratas secara global dalam laman tersebut. Sehingga diharapkan mampu membantu siapapun mengambil keputusan terbaik sebelum berinvestasi.

Sebanyak 96,6 persen responden bahkan berniat merekomendasikan investasi cryptocurrency kepada para koleganya. Alasan utama partisipan berinvestasi adalah untuk menambah pendapatan dan ingin belajar memahami kompleksitas teknologi blockchain dan manfaatnya.

“Selain bicara mengenai persentase keterlibatan milenial dalam investasi aset digital ini, kapitalisasi pasar juga merupakan salah satu komponen penting dalam membantu menunjang kesuksesan investasi,” kata Milken.

Angka yang cukup bervariatif justru ditunjukkan dari latar belakang para partisipan. Sebanyak 10,3 persen partisipan berasal dari kalangan freelance atau pekerja lepas, 13,8 persen tidak bekerja, 24,11 persen pegawai swasta, dan sisanya 51,7 persen merupakan pebisnis. Partisipan milenial meyakini bahwa investasi cryptocurrency merupakan investasi yang aman serta bersifat jangka panjang.

Continue Reading

Investasi

Grab Disuntik Dana (Lagi) Sebesar Rp20,56 Triliun!

Published

on

Grab Disuntik Dana (Lagi) Sebesar Rp20,56 Triliun!

Finroll.com – Perusahaan aplikasi transportasi online terbesar di dunia, Grab Holdings Inc (Grab) lagi-lagi mendapat suntikan dana sebesar 1,46 miliar dolar (Rp20.56 Triliun) dari Softbank Vision Fund.

Investasi ini sendiri merupakan pendanaan seri H yang sebelumnya dibuka oleh Grab.

Sementara dari suntikan dana ini, Grab secara total sudah mengantongi investasi sebesar 4,5 miliar dolar AS dalam pendanaan seri H ini.

CEO Grab, Anthony Tan mengatakan, SoftBank Vision Fund merupakan investor yang sangat penting dan strategis berjangka panjang bagi Grab. Pendanaan itu juga merepresentasikan pendanaan swasta yang terbesar di industri teknologi transportasi daring.

“Kami mengumumkan Grab telah menerima pendanaan dari Soft Bank Vision Fund sebesar 1,46 miliar dolar AS. Kami berterima kasih atas dukungan berkelanjutan mereka bagi pertumbuhan Grab,” ungkap Anthony dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu (6/3).

Baca Lainnya: Wah Ada Ojek Online Kendarain Motor Legenda Yang Super Legenda Banget Nie!

Selain Sofbank, Anthony menyebut ada sejumlah perusahaan besar lain yang ikut beriventasi di pendanaan seri H. Diantaranya adalah Toyota Motor Corporation, Oppenheimer Funds, Hyundai Motor Group, Booking Holding, Microsoft Corporation, Ping An Capital, dan Yamaha Motor.

Walau sudah mengantongi nilai investasi yang sangat besar, Anthony mengaku Grab masih membuka kesempatan bagi investor lain menananmkan modal di seri H.

Adapun investasi yang telah berhasil diperoleh, disebutnya akan digunakan untuk mengembangkan visi Grab sebagai perusahaan super app di Asia Tenggara. Sehingga Grab bisa memberi lebih banyak layanan dan aksesibilitas yang lebih besar bagi para pelanggannya.

“Investasi ini bentuk nyata dari visi Grab sebagau super app nomor satu di Asia Tenggara dalam mengembangan ekosistem teknologi di kawasan ini,” tutupnya.

Sumber: Republika

Continue Reading

Investasi

CEO Tesla Tegaskan Tidak Akan Menggarap Cryptocurrency

Published

on

Cryptocurrency

Walaupun pernah posting cuitan soal bitcoin di akun Twitter-nya, rupanya CEO Tesla, Elon Musk mengatakan perusahaannya tidak akan ikut menggarap cryptocurrency.

Finroll.com – Dalam podcast dengan penasihat investasi, Cathie Wood, Musk mengatakan bahwa cryptocurrency merupakan sesuatu yang menarik. Dan dapat menjadi cara yang bernilai untuk mengirimkan uang. Tapi menurutnya itu bukan sesuatu yang cocok untuk Tesla.

“Struktur bitcoin itu brilian tapi saya pikir itu bukan cara yang bagus untuk menggunakan sumber daya Tesla untuk terlibat di crypto,” kata Musk seperti dikutip Finroll dari detikINET, Selasa (26/2/2019).

Musk pun menjelaskan bahwa cuitannya yang menawarkan follower-nya untuk membeli bitcoin pada bulan Oktober 2018 hanya sekedar bercanda. Tapi, saat itu penggemarnya menganggap cuitan tersebut serius.

Setelah cuitan tersebut, akun Twitter Musk juga sempat ditangguhkan karena menurut Musk ada ‘aturan otomatis tentang menjual bitcoin’.

Baca Juga: Pemerintah Akhirnya Melegalkan Status Bitcoin Cs, Namun Tak Bisa Jadi Alat Bayar!

Musk pun memuji kemampuan bitcoin untuk melewati kontrol mata uang dan berpotensi menggantikan uang fisik. Tapi, ia juga menekankan bahwa bitcoin juga cacat, terutama karena banyaknya energi yang dibutuhkan untuk ‘menggali’ satu bitcoin.

“Uang kertas mulai menghilang dan crypto memiliki nilai yang lebih baik untuk transfer nilai daripada selembar kertas, tapi itu memiliki pro dan kontra,” jelas Musk.

“Untuk membuat bitcoin saat ini membutuhkan energi yang sangat intensif,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending