Connect with us

Automotive

Suzuki Jimny Masuk Dalam Kandidat Penganugrahan World Car Awards 2019

Published

on


Suzuki Jimny

Generasi Baru Suzuki Jimny mulai menunjukkan prestasi. Dalam penganugerahan World Car Awards 2019, Jimny masuk dalam perebutan juara di tiga kategori: World Urban Car, World Car Design dan World Car of the Year (WCOTY).

Finroll.com – Akankah mengikuti kesuksesan Suzuki Ignis pada ajang sama 2017 dan Swift pada 2018? Semua tergantung penilaian dewan juri. Putaran berikutnya, masuk tahap eliminasi yang diumumkan di Geneva Motor Show 5 Maret.

Semua kategori mempertarungkan 5 mobil, kecuali gelar teratas WCOTY yang berisikan 10 nominator. Sementara pengumuman pemenang bakal berlangsung di New York pada 17 April.

Penjurian melibatkan 86 jurnalis otomotif skala internasional. Keahlian dalam menilai sebuah mobil, sangat dibutuhkan untuk mencari mobil terbaik. Untuk memilah kandidat WCOTY, total 40 kontender diseleksi menjadi 10 mobil sebagai calon juara.

Berikut kategori dan kandidat pemenang World Car Awards 2019:
  • World Car of the Year 2019: Audi e-tron, BMW 3-Series, Ford Focus, Genesis G70, Hyundai Nexo, Jaguar I-PACE, Mercedes-Benz A-Class, Suzuki Jimny, Volvo S60/V60, Volvo XC40.
  • World Urban Car 2019: Audi A1, Hyundai AH2/Santro, Kia Soul, SEAT Arona, Suzuki Jimny.
  • World Luxury Car 2019: Audi A7, Audi Q8, BMW 8-Series, Mercedes-Benz CLS, Volkswagen Touareg.
  • World Performance Car 2019: Aston Martin Vantage, BMW M2 Competition, Hyundai Veloster N, McLaren 720S, Mercedes-AMG 4-door Coupe.
  • World Green Car 2019: Audi e-tron, Honda Clarity PHEV, Hyundai Nexo, Jaguar i-Pace, Kia Niro EV
  • World Car Design of the Year 2019: Citroen C5 Aircross, Jaguar E-PACE, Jaguar I-PACE, Suzuki Jimny, Volvo XC40.

Daftar di atas memperlihatkan, Jimny menjadi satu-satunya merek Jepang yang paling menonjol. Produk Jepang lainnya hanyalah Honda Calrity PHEV di kategori World Green Car. Sedangkan pabrikan Korea Selatan, Hyundai, turut mencuri perhatian lewat mobil fuel cell Nexo yang mengincar gelar WCOTY 2019 juga World Green Car 2019.

Jimny generasi terbaru pertama kali meluncur untuk pasar domestik Jepang pada 2018. Di sana, ia masuk dalam kategori kei car. Spesifikasinya berbeda sendiri, memakai mesin 3-silinder 658 cc turbo. Sedangkan untuk negara lain, ditopang mesin K15B 4-silinder 1,5-liter.

Mengusung desain sangat atraktif, membuatnya langsung tenar di seluruh dunia. Bahkan telah dianugerahi desain terbaik dari Good Design Awards. Sayang, Suzuki belum mau mengalokasikan produksi ke negara lain. Perakitannya masih terpusat di Kosai, Shizuoka, Jepang.

Kehadiran Jimny sangat ditunggu publik Tanah Air dan peminatnya sudah banyak yang inden. Kabar terakhir dari tenaga penjual Suzuki, pemesanan sudah ditutup karena terlalu membludak. Karena hanya mendatangkan sekitar 900-an unit. (Otosia)

Advertisement

Automotive

APM Tetap Setia Menjual Motor Gede, Walaupun Pasar Terbilang Sangat Kecil

Published

on

Motor Gede

Pasar Big Bike atau motor gede (Moge) memang terbilang kecil. Tetapi para Agen Pemegang Merk (APM) masih meluncurkan model baru untuk meningkatkan citra merk dan juga tentunya penjualan.

Seperti kemarin, PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan untuk pertama kalinya Honda CB650R di Indonesia. Kehadiran motor gede berkonsep Neo Sport Café ini ditemani penyegaran desain dan fitur terbaru jajaran Honda Big Bike 500cc, yaitu Honda CB500X, Honda CB500F, dan Honda CBR500R.

President Director AHM Toshiyuki Inuma menyampaikan berbagai inovasi desain, teknologi, dan fitur terus dilakukan untuk menjadikan jajaran big bike Honda sebagai motor impian tertinggi dari seluruh pecinta sepeda motor.

“Melalui jajaran terbaru big bike Honda ini, kami ingin mengajak Anda semua untuk merasakan kesenangan hidup terbaik dengan perpaduan sempurna dari kegembiraan, adrenalin, kesenangan, dan kepuasan berkendara yang dirasakan secara bersamaan saat berkendara,” ujar Inuma beberapa hari lalu saat peluncuran Minggu kemarin.

General Manager Sales Division AHM Ignatius Didi Kwok menjelaskan tidak ada target penjualan tertentu untuk model big bike. Menurutnya target utama bukan angka penjualan, namun lebih ke kepuasan konsumen untuk bisa memiliki motor idamannya.

“Kami yakin dengann memenuhi keinginan konsumen, maka Image Big Bike Honda di Indonesia akan menjadi semakin baik,” kata Didi Kwok yang dikutip dari Kontan.

Tahun lalu, dari data AHM penjualan Honda CB500X sebesar 70 unit, CB500F sebesar 11 unit dan CBR500R sebesar 11 unit. Jumlah ini tentu terbilang sangat kecil dibanding penjualan AHM di 2018 sebanyak 4,75 juta unit. Dengan jumlah penjualan yang terbilang kecil ini wajar AHM masih mengimpor utuh utuh atau CBU dari Thailand dan Jepang.

AHM pun juga menyediakan fasilitas penjualan dan layaanan purna jual khusus untuk melayanani konsumen sepeda motor mogenya. Layanan secara premium khusus bagi pengguna big bike Honda melalui jaringan 11 dealer Big Wing yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Michael Chandra Tanadhi, Head of Sales & Promotion Department PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menjelaskan tahun ini dipastikan ada moge Kawasaki baru yang ada di Indonesia. Tetapi Kawasaki masih menunggu ijin Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) impor dari Kementerian Perindustrian.

“Memang ijin butuh waktu karena pemerintah merancang agar neraca perdagangan Indonesia tidak defisit lagi,” kata Michael.

Tapi Michael menilai akan ada produk baru yang diluncurkan dan membantu penjualan. Tahun ini, Kawasaki menargetkan penjualan naik 3% dibanding 2018. Dari data AISI 2018, Kawasaki berhasil menjual 78.982 unit.

“Penjualan motor kami akan naik karena terbantu dari model-model motor sport,” katanya.

Tak hanya impor, sejatinya Kawasaki juga sudah mulai banyak mengekspor. Apalagi tahun lalu, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) ditunjuk oleh prinsipal untuk menjadi basis produksi Ninja 125.

“Ekspor Ninja 125 ke negara-negara Eropa, Kami harap penjualan ekspor terus naik tiap tahun,” jelasnya. Ekspor Kawasaki pada 2018 sebesar 18.727 unit atau naik dari periode tahun 2017 sebesar 4.738 unit.

Continue Reading

Automotive

DP 0 Persen di Industri Otomotif Tidak Mempengaruhi Jual Beli Mobil Bekas

Published

on

Industri Otomotif

Kebijakan uang muka nol persen dan bunga ringan telah jadi perbincangan di kalangan industri otomotif. Namun dampak dari kebijakan ini dinilai tidak terlalu berpengaruh pada jual beli mobil bekas.

Presiden Direktur Mobil 88, Halomoan Fischer mengungkapkan, kebijakan tersebut sekadar gimmick untuk menarik daya beli masyarakat. Dalam prakteknya pihak perusahaan pembiayaan (leasing) akan melakukan upaya untuk mereduksi kemungkinan konsumen gagal bayar.

“Dari leasing mereka akan lebih ketat memberikan kemudahan tersebut. Uang muka nol persen misalnya, tidak akan diberikan pada sembarang konsumen. Pastinya konsumen dengan rekam jejak baik untuk menghindari risiko gagal bayar,” ucap Fischer saat ditemui belum lama ini.

Fischer mengungkapkan, secara logika konsumen yang memiliki penilaian bagus berarti memiliki keuangan yang cukup baik atau konsumen dengan kemampuan ekonomi di atas rata-rata. Meski demikian, jenis konsumen ini sangat jarang akan memanfaatkan uang muka ringan atau nol persen.

“Mereka pun memilih mobilnya pasti premium. Mobil premium itu bisa dihitung, tidak signifikan dengan model mobil di segmen lain. Jadi tidak terlalu berpengaruh,” ucap Fischer.

Fischer mengungkapkan dampak yang cukup terasa justru dari potongan harga yang diberikan pada mobil baru. Ini membuat harga mobil baru dan mobil bekas selisih tipis. “ Konsumen biasanya melihat net price-nya. Itu harga price list setelah dikurangi diskon,” ucap Fischer.

Hal yang sama diungkapkan pedagang mobil bekas dari Jordy Motor MGK Kemayoran, Andi. Pilihan uang muka ringan tidak banyak mempengaruhi jual beli mobil bekas karena banyak tahapan yang dilakukan pihak leasing untuk menyeleksi permohonan kredit kendaraan.

“Sudah beberapa kali dari uang muka ringan saja ada banyak tahapan yang harus dilakukan pihak leasing. Dan orang juga yang mau membeli mobil kebanyakan justru mau cicilannya lebih ringan dibanding uang mukanya yang ringan. Jadi lihat situasi dan kebutuhan,” ucap Andi.

“Kalau diskon beda lagi. Itu buat selisih harga dengan mobil bekas makin sedikit. Kalau sedang seperti itu dampaknya terasa pada model yang sama dengan yang didiskon. Kadang harus melihat-lihat juga apa yang sedang ditawarkan mobil baru, kalau sedang diskon besar, tidak ambil mobil dengan model yang sama,” ujar Andi. (Kontan)

Continue Reading

Automotive

Masih Banyaknya Peminat Motor Bergaya Klasik di Jaman Milenial Ini

Published

on

Motor Bergaya Klasik

Seiring dengan zaman yang semakin maju dan modern, motor bergaya klasik atau retro masih saja punya peminatnya sendiri.

Finroll.com – Beberapa tahun belakangan ini tren sepeda motor bergaya klasik tengah naik daun dan mendunia. Indonesia ikut terjangkit tren tersebut, hal itu dibuktikan adanya sejumlah produsen roda dua yang mencoba peruntungan dengan meluncurkan sepeda motor bergaya retro.

Adapun merek-merek sepeda motor bergaya retro yang sudah beredar di dalam negeri seperti Honda Scoopy, Honda Super Cub C125, Yamaha Fino, Kawasaki W175, Viar Vintech, Kawasaki W800, Kawasaki W250, dan masih banyak lagi.

Kedatangan sepeda motor bergaya klasik di Tanah Air ternyata disambut positif oleh para bikers. Penerimaan yang luar biasa terhadap sepeda motor bergaya retro sangat memungkinkan bila trennya akan bertahan lama.

Beberapa produsen otomotif dunia masih terus berinovasi dengan menghadirkan motor retro yang terbaru, seperti Triumph, Royal Enfield, Moto Guzzi, Kawasaki dan Yamaha.

Motor retro memiliki ciri dari lampu yang bulat, desain tangki bensin teardrop shape, dan memiliki posisi berkendara yang santai. Tampilannya sekilas sudah terlihat seperti motor-motor jadul.

Baca Juga: Royal Enfield Indonesia Pasarkan Motor Edisi Terbatas Classic 500 Pegasus

Tingginya peminat motor klasik ini membuat para bikers melakukan modifikasi pada motornya agar terlihat lebih authentic. Sehingga pabrikan motor berlomba-lomba merilis motor baru berdesain jadul untuk menjawab besarnya permintaan pasar.

Motor Bergaya Klasik

Mungkin para pecinta sepeda motor tua masih akrab dengan panggilan motor “Si Pitung”. Ya benar…. Si Pitung ini adalah Honda C70. Motor ini memiliki desain klasik yang unik, banyak kolektor motor yang mencarinya.

Motor bebek ini bermesin 72cc dan kecepatan tertingginya diklaim bisa mencapai angka 93 km /per jam. Sayangnya, motor bebek yang sangat unik ini sudah nggak diproduksi lagi.

Sama halnya seperti Yamaha SR400, dimana motor retro-klasik paling legendaris dengan masa bakti paling lama dari pabrikan berlogo garputala ini diproduksi sejak 1978 dan masih bertahan hingga saat ini.

Motor Bergaya Klasik

Pada 2014 lalu, Yamaha masih mengeluarkan model yang ada sejak 36 tahun lalu ini dengan beberapa teknologi modern yang disematkan seperti sistem bahan bakar injeksi dan rem cakram depan.

SR 400 menggunakan transmisi lima kecepatan manual dengan menggunakan kopling yang kabelnya tersembunyi sehingga tampak rapi. Kaki-kaki motor retro menggunakan garpu standar dan sepasang suspensi belakang yang menyediakan ukuran 5,9 inci dan 4,1 inci.

Continue Reading
Advertisement

Trending