Connect with us

Pasar Modal

Sesi I, IHSG Dibuka Menguat di Level 6.105

Published

on


IHSG Dibuka Zona Merah

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,56% ke level 6.091,64 di awal perdagangan sesi I, Rabu (15/05/2019). Penguatan tersebut menjadi titik balik bagi IHSG yang tertekan cukup lama pada beberapa waktu terakhir.

Kendati demikian, asing masih aktif ambil untung dengan capaian nilai investor asing jual bersih sebesar RpR08,68 juta.

Sejumlah 960,85 juta saham telah diperdagangkan dengan frekuensi 32.028 kali transaksi dan nilai transaksi mencapai R0451,74 miliar. Adapun pergerakan saham yang terpantau meliputi 190 saham naik 48 saham turun, dan 110 saham lainnya stagnan.

Selain IHSG, mayoritas indeks saham Asia juga perlahan rebound di pagi ini. Indeks Nikkei menguat 0,02%, Hang Seng menguat 0,63%, dan Shanghai menguat 0,87%, sedangkan Strait Times melemah 0,12%.

Pasar Modal

Aliran Modal Asing Diramal Bikin IHSG Kembali ke Zona Hijau

Published

on

By

IHSG

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi semakin kokoh pada Kamis (11/7). Modal asing yang terus mengalir ke pasar saham akan membuat indeks bertahan di zona hijau.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan nilai tukar rupiah yang bergerak stabil beberapa hari terakhir juga menambah sentimen positif bagi IHSG. Oleh karena itu, ia meramalkan indeks berada dalam rentang support 6.302 dan resistance 6.488.

“Potensi penguatan cukup besar di tengah gelombang aliran modal asing yang masih terjadi, di sisi lain penguatan nilai tukar rupiah yang menunjukkan kestabilan,” ungkap William dalam risetnya.

Ia menyarankan pelaku pasar menyoroti saham sektor konstruksi. Saham emiten yang bisa dibeli, antara lain PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah melihat peluang IHSG untuk kembali menguat terbuka lebar. Menurutnya, pasar saham sedang berada dalam tren kenaikan jangka menengah.

“Tren saat ini berganti dari bearish trend (tren melemah) jangka panjang menjadi bullish trend (tren penguatan) jangka menengah,” kata Lanjar melalui risetnya.

Saat ini, IHSG menuju area 6.500. Namun, Lanjar memproyeksi khusus perdagangan hari ini indeks bergerak dalam rentang support 6.350 dan resistance 6.450.

Lanjar menyarankan pelaku pasar untuk memperhatikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Sekadar informasi, RTI Infokom mencatat IHSG menguat 0,35 persen ke level 6.410 pada penutupan perdagangan kemarin. Pelaku pasar asing kembali mencatatkan beli bersih atau net buy di all market sebesar Rp357,55 miliar.

Kondisi serupa terjadi di bursa saham Wall Street, di mana tiga indeks utamanya berakhir ‘hijau’ tadi malam. Rinciannya, Dow Jones naik 0,29 persen, S&P500 0,45 persen, dan Nasdaq Composite 0,75 persen.

Continue Reading

Pasar Modal

Jadi Pendatang Baru di BEI, 2 Emiten Ini Kompak Menguat

Published

on

By

Bursa Asia Melemah Dibayangi Perlamabatan Ekonomi China

Finroll.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini menyambut kedatangan dua tamu baru yang melakukan Penawaran Umum Perdana (PUP) atau Initial Public Offering (IPO), yakni PT Inocycle Technology Group Tbk dan PT Arkha Jayanti Persada Tbk. Keduanya menjadi perusahaan tercatat ke-29 dan 30 pada 2019.

Dalam pembukaan sesi perdagangan Rabu (10/7/2019) pukul 09.00 WIB, saham kedua emiten tersebut kompak menghijau atau bergerak menguat.

Seperti harga saham PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) yang menghijau 49,6 persen atau naik 124 poin dari harga Penawaran Umum Perdana sebesar Rp 250 per lembar saham, menjadi Rp 374 per lembar saham.

Adapun jumlah saham INOV yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 608 juta saham baru, atau setara dengan 33,624 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. Jumlah seluruh nilai penawaran umum mencapai Rp 152 miliar.

Pergerakan serupa diikuti PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA), yang menguat 50 persen atau meningkat 118 poin menjadi Rp 354 per lembar saham dari harga penawaran Rp 236 per lembar saham.

Selama masa Penawaran Umum Perdana ini, emiten melepas sebanyak 500 juta saham baru ke publik, atau setara dengan 25 persen modal disetor dan ditempatkan perseroan

Jumlah seluruh nilai penawaran umum yang diberikan ARKA pada sesi IPO kali ini mencapai sekitar Rp 118 miliar.

Pasar saham kembali kedatangan calon emiten baru pada pekan ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/7/2019).

Perusahaan pertama yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ialah PT Arkha Jayanti Persada Tbk.

Perseroan diketahui bergerak di bidang industri manufaktur dan fabrikasi komponen alat-alat berat, karoseri body dump truck, konstruksi baja, fabrikasi oil & gas equipment dan jasa pengangkutan batu bara.

Pada aksi IPO, Perseroan akan menawarkan saham sebanyak 500 miliar. Adapun harga penawaran saham ditetapkan sebesar Rp236 per saham.

Manajemen mengungkapkan, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebesar 70 persen akan digunakan untuk modal kerja berupa bahan baku dan bahan pembantu.

Sementara itu, 30 persen lainnya akan digunakan untuk pembayaran utang bank dan utang kepada supplier. Penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek PT UOB Kay Hian Sekuritas.

PT Inocycle Technology Group Tbk

Calon emiten kedua ialah PT Inocycle Technology Group Tbk. Rentang harga saham perdana Perseroan antara Rp240 –Rp380 per lembar.

Adapun jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 800 juta lembar setara dengan 39,996 persen saham baru. Sementara itu, jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan adalah Rp100 per lembar.

Dengan demikian, dana yang akan dihimpun perseroan dari aksi IPO tersebut ditaksir akan mencapai Rp192 miliar hingga Rp304 miliar.

Direktur PT Inocycle Technology Group Tbk Suhendra Setiadi mengatakan, seluruh dana hasil IPO tersebut akan digunakan sekitar 40 persen untuk pembayaran hutang kepada PT Putra Kary International, 30 persen untuk pengembangan bisnis baru melalui anak perusahaan baru dalam bentuk usaha patungan.

Sementara sekitar 30 persen akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan guna mendukung kegiatan operasional, diantaranya untuk pembelian baku.

Continue Reading

Pasar Modal

Awali Pekan, IHSG Diproyeksikan Masih akan Loyo

Published

on

By

Pembukaan Pasar, IHSG Terpantau Menguat ke Level 6.534

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan menanti rilis sejumlah data dalam negeri yang merupakan indikator pertumbuhan ekonomi.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan beberapa rilis data yang akan keluar antara lain indeks kepercayaan konsumen dan penjualan retail bulan Mei yang menjadi tolak ukur dari daya beli masyarakat menjelang akhir kuartal II tahun 2019.

Sekuritas ini menilai adanya potensi penjualan retail pada bulan Mei dapat lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Daya beli masyarakat menyambut bulan Ramadhan dan membaiknya daya beli masyarakat pada tahun 2019 dinilai menjadi pendorong bagi penjualan retail dapat tumbuh.

Sejalan dengan itu, Valbury Sekuritas Indonesia menyebutkan BI mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia hingga 4 Juli 2019 mencapai Rp 170,1 triliun. Aliran dana asing yang masuk terbesar melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 98,5 triliun dan saham Rp 71,5 triliun.

Derasnya aliran modal asing tersebut menunjukkan kepercayaan pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia. Ditambah dengan kondisi cadangan devisa yang meningkat 2,9% MoM pada Juni 2019 mencapai US$ 123,8 miliar dibandingkan pada bulan sebelumnya yakni US$ 120,3 miliar

Dari luar negeri, Pilarmas Investindo mempertimbangkan sentimen yang akan datang dari FOMC Meeting yang akan digelar pekan ini dengan salah satu agenda penyampaian laporan semester pertama.

Hal itu akan menjadi arah bagi pasar global untuk mengetahui apakah AS membutuhkan pemangkasan tingkat suku bunga di tengah ekonomi global yang melambat, perang dagang, dan inflasi yang rendah.

Valbury memperkirakan IHSG pada pekan ini berpeluang bergerak mixed dengan kecenderungan melemah akibat faktor dari ketidakpastian global terutama perang dagang, sementara sentimen dari dalam negeri terbilang terbatas.

Untuk itu, indeks hari ini akan diperdagangkan di level support 6.362/6.351/6.338 poin dan resisten di 6.386/6.398/6.409 poin.

Continue Reading
Advertisement

Trending