Connect with us

Nasional

Seperti Apa Kebijakan Infrastruktur Jokowi di Mata Tanri Abeng?

Published

on


Seperti Apa Kebijakan Infrastruktur Jokowi di Mata Tanri Abeng?

Finroll.com – Pengusaha sekaligus mantan Menteri BUMN era Presiden Soeharto dan Habibie, Tanri Abeng mengatakan kebijakan pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi sudah tepat.

Hal ini diungkapkannya sebagai sikap atas banyaknya kritikan pada pemerintah mengenai pembangunan infrastruktur.

“Kebijakannya tepat, harus ada itu. Barangkali kita terlambat saja, coba bandingkan Malaysia, China, itu kan sesuatu yang logis saja,” paparnya kepada wartawan, Selasa (12/2).

Ia menilai pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa. Sehingga hal ini perlu terus di dukung.

Baca Lainnya: Pemerintah Targetkan Program Satu Juta Rumah Tahun 2019 Sebesar 1,25 Juta Unit

“Infrastruktur itu bisa untuk lancarkan usaha di bidang ekonomi. It,s very clear. Kita tidak bisa membangun tanpa infrastruktur,” imbuhnya.

“Jadi itu enggak ada alternatif. Have to get the infrastructure, baru kita membangun lembaga-lembaga pelaku ekonomi yang tidak hanya besar. Tapi yang kecil-kecil itu yang berbasis di masyarakat dan rakyat,” lanjutnya lagi.

Dirinya menambahkan, akan lebih elegan jika pihak yang mengkritik soal infrastruktur apabila ada yang tidak terpakai. Sementara ekonomi dan pelakunya sudah siap.

“Infrastruktur ada, lembaga ekonomi rakyatnya ada. Karena kalau tidak atau kurang terpakai, nah itu bisa di kritik,” pungkasnya.

Sumber: Liputan6

Nasional

Presiden Berharap Media Arus Utama Pertahankan Misi Pencari Kebenaran

Published

on

Pembangunan Infrastruktur

Finroll.com – Di tengah era digital dimana media sosial berkembang dengan masifnya, masyarakat pun disajikan dengan keberlimpahan informasi. Bahkan, saat ini setiap orang bisa menjadi wartawan dan bisa menjadi pemimpin redaksi, juga bisa menciptakan kegaduhan, membangun ketakutan, serta pesimisme.

“Di tengah suasana seperti ini, saudara-saudara insan media arus utama, justru sangat dibutuhkan menjadi rumah penjernih informasi, dibutuhkan untuk menyajikan informasi yang terverifikasi, dan dibutuhkan untuk menjalankan peran sebagai communication of hope, dibutuhkan untuk memberi harapan kepada bangsa,” ucap Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut Presiden juga mengatakan bahwa peran utama media kini semakin penting antara lain dalam mengamplifikasi kebenaran dan menyingkap fakta, terutama di tengah keganasan pasca fakta dan pasca kebenaran.

“Kita wajib mengatasi dampak buruk gejala pasca kebenaran dan pasca fakta itu. Media arus utama diharapkan mampu menjaga dan mempertahankan misinya untuk mencari kebenaran, misinya untuk membangun optimisme,” kata Presiden.

Di awal sambutan Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2019 di Grand City Convention and Exhibition Hall, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Kepala Negara menyampaikan bahwa sejalan dengan ekspansi jaringan internet, perkembangan media sosial juga melompat sangat tinggi. Saat ini, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 143,26 juta jiwa atau 54,68% dari total populasi.

“Dari jumlah ini 87,13% mengakses layanan media sosial,” tutur Kepala Negara.

Bahkan seringkali yang viral di media sosial biasanya menjadi rujukan dan bahkan tidak jarang menjadi rujukan media-media konvensional. Namun demikian, menurut Edelman Trust Barometer 2018, media konvensional atau media arus utama ternyata tetap lebih dipercaya dibandingkan dengan media sosial.

“Saya sungguh bergembira dengan situasi ini, sangat bergembira. Dan selamat kepada saudara-saudara para insan media arus utama atas kepercayaan masyarakat terhadap bapak, ibu, saudara-saudara sekalian,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, menyebutkan bahwa apabila pemerintah memaparkan tentang capaian pembangunan, tujuannya adalah agar masyarakat mendapatkan informasi jelas, ikut memanfaatkan capaian pembangunan yang ada, membangun optimisme, serta mengajak apa yang harus diperjuangkan bersama.

“Kalau pemerintah aktif dalam membangun well-informed-society, ya janganlah terburu-buru itu dianggap sebagai pencitraan atau kampanye. Itu adalah bagian dari upaya membentuk masyarakat yang sadar informasi. Dan saya berharap media menjadi amplifier atas informasi tentang pembangunan, termasuk kekurangan yang harus kita benahi bersama-sama,” kata Kepala Negara.

Oleh karenanya, Presiden mengajak pers untuk terus meneguhkan jati dirinya sebagai sumber informasi yang akurat bagi masyarakat, mengedukasi masyarakat, dan meneguhkan jati dirinya untuk tetap melakukan kontrol sosial, serta memberikan kritik konstruktif. Selain itu, Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah menjamin prinsip kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat.

“Kebebasan yang dipandu oleh tanggung jawab moral, kebebasan yang beretika, dan kebebasan sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Penyiaran,” tutur Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden tak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada para insan pers nasional di seluruh Tanah Air. Presiden juga memberikan apresiasinya kepada para penerima Anugerah Jurnalistik Adinegoro.

“Kepada rekan-rekan media yang hadir di sini, dan yang sedang bertugas di seluruh pelosok negeri. Saya sampaikan Selamat Hari Pers. Teruslah berkontribusi untuk kejayaan negeri kita tercinta,” ucap Presiden.

Continue Reading

Nasional

Presiden Sebut Pembangunan Infrastruktur Harus Diimbangi Investasi SDM

Published

on

Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur sebagai landasan bagi Indonesia untuk dapat bersaing tidaklah cukup bila tanpa diimbangi dengan investasi pada sumber daya manusia.

Finroll.com – Presiden Joko Widodo berpandangan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas merupakan penopang bagi keberhasilan suatu bangsa. Pemerintah pada program besar berikutnya memang akan berfokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.

Namun, persoalan kesehatan yang masih menjadi pekerjaan besar seluruh pihak merupakan salah satu hal yang mesti dituntaskan sedini mungkin.

“Kesehatan ini basic sekali. Jangan sampai kita berbicara persaingan dengan negara lain tetapi kita memiliki stunting 37 persen. Tahun 2014 stunting kita 37 persen,” kata Presiden saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2019 di ICE Bumi Serpong Damai, Banten, pada Selasa, 12 Februari 2019.

Belakangan, persoalan stunting ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Dengan sejumlah upaya, Presiden mengatakan, angka stunting yang pada 2014 berada di angka 37 persen kini turun hingga mencapai angka 30 persen.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada bapak, ibu, dan saudara sekalian, berkat kerja keras kita, sekarang sudah turun menjadi 30 persen. Ini harus turun lagi menjadi 20 persen, turun lagi menjadi 10 persen, dan hilang,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dari jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Dalam pengelolaannya, Kepala Negara menginginkan agar lembaga penjaminan pelayanan kesehatan tersebut juga memiliki keuangan yang baik. Pemerintah sendiri telah mencairkan sejumlah anggaran untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

“Awal Februari yang lalu sudah kita kirim Rp6,38 triliun. Jangan dipikir pemerintah itu telat. Enggak. Kemudian, awal Maret nanti akan kita kirim Rp2,1 triliun. Awal April akan kita kirimkan lagi Rp6,3 triliun,” tuturnya.

Di penghujung sambutan, Kepala Negara turut mengajak insan kesehatan nasional untuk bersama-sama menyelesaikan pekerjaan besar bangsa demi sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

“Ini negara besar. Tujuh belas ribu pulau tidak mudah mengelola dan mengaturnya baik urusan kesehatan, pendidikan, logistik, infrastruktur tidak mudah. Oleh sebab itu, saya mengajak bapak, ibu, dan saudara sekalian untuk bersama-sama bekerja keras demi negara ini, demi bangsa, dan demi rakyat yang kita cintai,” tandasnya.

Continue Reading

Nasional

Ani Yudhoyono Terkena Kanker Darah, SBY Minta Doa Seluruh Masyarakat

Published

on

Ani Yudhoyono Terkena Kanker Darah, SBY Minta Doa Seluruh Masyarakat

Finroll.com – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan jika saat ini istrinya Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono) tengah dirawat di National Univesity Singapura akibat kanker darah.

“Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah,” ujar SBY dalam pernyataannya melalui video dari Singapura yang diterima awak media, Rabu (13/2).

Presiden RI ke-6 ini menambahkan, istrinya telah dirujuk ke rumah sakit Singapura sejak 2 Februari 2019 lalu atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

Baca Lainnya: SBY Kampanyekan Prabowo Mulai Bulan Maret, Jagoan Keluarnya Belakangan!

SBY atas nama Ani Yudhoyono pun meminta doa kepada seluruh masyarakat dan sahabat di Indonesia, agar Tuhan mengangkat penyakit istrinya.

“Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY. Saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani,” paparnya.

Selain itu dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih atas ucapan serta doa yang telah disampaikan oleh seluruh sahabat di Indonesia untuk kesembuhan Ibu Ani.

“Saya juga menyampaikan terima kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada Ibu Ani, yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Termasuk yang melalui media sosial,” jelasnya.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik dan ketulusan bapak ibu saudara sekalian,” lanjutnya lagi.

Sumber: Berbagai sumber

Continue Reading
Advertisement

Trending