Connect with us

Peristiwa

Sandiaga Uno Buat Video Parodi Paspampres Tekuk 2 Jari Mahasiswa

Published

on


Sandiaga Uno Buat Video Parodi Paspampres Tekuk 2 Jari Mahasiswa

Finroll.com – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno sempat menghebohkan pengguna media sosial Instagram. Sandiaga mengunggah video dirinya yang persis seperti video Paspampres yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Dalam video tersebut, Sandiaga terlihat sedang melangsungkan agenda kampanye Pilpres 2019 di Indramayu, Jawa Barat.

Saat bersiap untuk melakukan sesi foto dengan beberapa orang, Sandiaga berpose dengan menaikkan dua jari membentuk angka 7 terbalik.

Namun, saat dia sedang bergaya, ada orang lain yang kemudian menurunkan jari Sandiaga dan menyuruhnya untuk mengepalkan tangan. Sandiaga bereaksi dengan melontarkan pernyataan menggelitik.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Apa saya gak boleh pencitraan? Masa jari saya diatur-atur 😁

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) pada

“Kenapa diginiin? Apakah bagian dari pencitraan? Apa saya gak boleh pencitraan? Masak jari saya diatur-atur”kata Sandiaga dalam sebuah video yang diunggah dalam akun Instagram pribadinya @sandiuno pada Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Meskipun Sandiaga tidak menjelaskan secara gamblang, para pengikutnya di Instagram banyak yang menilai videonya serupa dengan video Paspampres.

Seperti diketahui viral video amatir yang merekam aksi satu personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang menekuk jari seorang mahasiswa yang membentuk simbol 2 jari, sebelumnya lebih dulu viral di media-media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di sela-sela kunjungan Presiden Jokowi ke Universitas Sumatera Utara, Senin (8/10/2018).

Dalam video yang viral itu, tampak Jokowi tengah dikeremuni mahasiswa USU yang ingin berfoto bersama. Satu di antara mahasiswa tersebut, yakni lelaki berkacamata, berjalan cepat ikut kerumunan untuk berfoto bersama Jokowi, sembari mengacungkan telunjuk dan jari tengah, membentuk simbol 2 jari.

Melihat hal itu, satu Paspampres yang persis berada di depan mahasiswa itu langsung menekuk jari mahasiswa berjaket almamater berwarna hijau tersebut. Paspampres berusaha menutup jari telunjuk dan tengah mahasiswa tersebut. Namun, lelaki itu sembari tersenyum justru mengacungkan jari jempolnya.

Peristiwa

Prakiraan Cuaca: Waspadai Potensi Hujan Deras di Jaksel-Jaktim Hari Ini

Published

on

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, pada siang nanti hujan deras berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Finroll.com – Bagi Anda yang hari ini beraktivitas di wilayah DKI Jakarta, ada baiknya mewaspadai potensi hujan deras pada siang hingga sore hari nanti.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, pada siang nanti hujan deras berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Demikian pula untuk wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat yang diperkirakan dilanda hujan lokal.

Sementara itu Jakarta Utara dan Kabupaten Kepulauan Seribu cenderung cerah berawan.

Terkait dengan kondisi ini, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk diwaspadai masyarakat. Terutama pada wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Baca Lainnya: Sedia Payung Sebelum Hujan! Berikut Kiat Jitu Agar Atap Rumah Tidak Bocor

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur antara siang dan menjelang malam hari” tulis BMKG dalam laman resminya, Selasa (19/2).

Menuju malam hari, Jakarta Selatan diperkirakan masih akan dilanda hujan dengan intesitas ringan.

Sedangkan wilayah lainnya hanya berawan hingga cerah berawan.

Suhu udara di Ibukota hari ini berkisar di angka 24-33 derajat celcius, dengan kelembaban udara 65%-95%.

Tetap waspada perubahan kondisi cuaca, jaga kesehatan dan selamat beraktivitas.

Continue Reading

Peristiwa

Ridwan Kamil: Anggaran Citarum Harum 2019 Cair Maret

Published

on

Ridwan Kamil: Anggaran Citarum Harum 2019 Cair Maret

Finroll.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan anggaran Gerakan Citarum Harum 2019, paling lambat dicairkan pada pertengahan Maret.

“Jadi saya sudah nagih ke Pak Luhut (Menko Bidang Kemaritiman). Pak Luhut bilang paling telat pertengahan Maret,” kata pria yang akrab disapa Emil, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (18/2/2019).

Pria yang akrab disapa Emil ini pun berharap, anggaran ini segera cair sebab dana operasional terutama di TNI untuk Citarum Harum sudah habis. Sehingga sedikit banyak mengganggu kinerja.

“Pertengahan Maret semua sudah cair. Sehingga kerepotan-kerepotan khususnya TNI yang sudah bekerja tapi kurang logistik bisa diselesaikan,” sambungnya.

Terkait dengan itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar, Bambang Rianto mengaku saat ini masih ada kendala teknis dalam pencairan anggaran Gerakan Citarum Harum.

Salah satunya yang menyangkut pengadaan insenerator atau alat pembakar sampah. Bambang menyebut pengadaan ini sudah diusulkan ke Kementerian PUPR, namun pihak PUPR menilai ini bukan menjadi wilayah pekerjaannya.

Baca Lainnya: Ridwan Kamil Sebut Sektor Bisnis Peternakan Jabar Sangat Potensial, Kenapa?

“Jadi kemarin tuh, kita kan usulkan ke PUPR. Nah PUPR merasa insenerator itu bukan tupoksinya Kementrian PUPR. Mereka ingin dialihkan ke KLHK. Jadi kegiatan itu tidak di PUPR tapi di KLHK,” sambungnya.

Sehingga akibat masalah itu, anggaran sekitar Rp600 miliar belum bisa dicairkan.Sebab Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan tidak bisa mencairkan secara bertahap.

“Pengusulan anggaran Citarum itu di PUPR semuanya. Tapi Dirjen Anggaran itu katanya tidak bisa displit,” lanjutnya.

“Anggaran sekitar Rp600 miliar itu untuk TNI, insenerator, pembangunan 2.500 mck, kolam retensi dan kegiatan lainnya. Maka besok dicari solusinya dengan Dirjen Anggaran (supaya bisa segera cair),” sambungnya.

Sumber: Detik

Continue Reading

Peristiwa

Kemensos, BNPB dan Kemendikbud Bersinergi Lakukan Mitigasi Bencana

Published

on

Kemensos, BNPB dan Kemendikbud Bersinergi Lakukan Mitigasi Bencana

Finroll.com – Kementerian Sosial akan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk melakukan mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Kemensos berkolaborasi dengan Kemendikbud, BNPB, dan unsur lainnya untuk mengedukasi masyarakat,” ujar Mensos Agus Gumiwang, dalam acara kesiapsiagaan bencana di Lapangan Panimbang, Banten, Senin (18/2).

Agus menambahkan, program mitigasi bencana ini merupakan arahan dari Presiden Jokowi, tentang pentingnya mengedukasi masyarakat akan bencana, dalam rangka meminimalisir potensi korban.

Baca Lainnya: Bambang Soesatyo Alami Musibah, Rumahnya Terbakar Karena Korsleting Listrik

“Penanggulangan bencana berbasis masyarakat ini sangat penting, mengingat masyarakat yang paling terdampak,” tambahnya.

Sementara kegiatan kesiapsiagaan bencana ini dilakukan selama tujuh hari, yaitu dengan program Tagana Masuk Sekolah 15-18 Februari, di 55 sekolah di Kabupaten Pandeglang.

Kemudian fasilitasi Kampung Siaga Bencana (KSB) 17-19 Februari, yang diikuti 420 warga dan tokoh masyarakat di tujuh kecamatan rawan bencana di Banten.

Selain itu juga ada penanaman bibit pohon keras dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan BNPB.

Sumber: Antara

Continue Reading
Advertisement

Trending