Connect with us

Business

Sandiaga: Sepiring Makan Siang di Jakarta Lebih Mahal Dari Singapura

Published

on


Sandiaga: Sepiring Makan Siang di Jakarta Lebih Mahal Dari Singapura

Finroll.com – Cawapres Sandiaga Uno menyebut makan siang di Singapura lebih murah ketimbang makan siang di Jakarta. Pernyataan tersebut diungkapkan Sandi berdasarkan temuan dari tim ekonominya. Menurutnya, dengan kualitas makanan yang sama, harga makanan di Jakarta bisa lebih mahal dari Singapura.

“Data yang kami dapat dari tim ekonomi yang menyadur informasi yang didapat dari beberapa data dari world bank yang nyatakan harga bahan pangan di Indonesia dua kali lipat dari India, dan sepiring makan siang seperti di Bebek Kaleyo dengan kualitas sama harganya lebih mahal dari Singapura,” kata Sandi usai menghadiri acara diskusi bersama Milenial di Bebek Kaleyo, Tebet Jakarta Selatan, Senin (8/10).

Sandi kemudian membandingkan harga sepiring chicken rice atau nasi ayam di Singapura dengan restoran di Jakarta. Kata Sandi, di Singapura sepiring chicken rice dibanderol antara 3-3,5 dolar Singapura atau sekitar Rp 35 ribu berbanding dengan di Jakarta yang bisa mencapai harga Rp 50 ribu.

“Ini yang jadi masukan bagi kita semua, sepiring chicken rice seharga 3 sampai 3,5 dolar atau Rp 35 ribu tapi di sini Rp 50ribu,” jelasnya.

Sandi mengakui, dengan temuan tersebut ia akan fokus pada pembenahan harga bahan-bahan pokok di Indonesia. Isu ekonomi serta kestabilan harga bahan-bahan pokok memang kerap kali dikatakan Sandi di setiap kunjungan nya ke daerah-daerah.

“Ada satu hal yang perlu kita benahi dari harga-harga kebutuh pokok,” tutupnya.

source kumparan

Pasar Modal

Jeda Siang Sesi I, IHSG Bertengger di Level 6.170

Published

on

Jeda Siang Sesi I, IHSG Bertengger di Level 6.170

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin menguat pada perdagangan siang hari ini. Tercatat, IHSG naik 55,02 poin atau 0,9% ke 6.170.

Pada perdagangan siang ini, Kamis (13/12/2018), ada 239 saham menguat, 137 saham melemah, dan 116 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp4,43 triliun dari Rp6,19 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 naik 10,68 poin atau 1,1% menjadi 985,94, indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 11,44 poin atau 1,7% ke 684,00, indeks IDX30 naik 5,97 poin atau 1,1% ke 543,08, dan indeks MNC36 naik 4,34 poin atau 1,2% ke 354,02.

Mayoritas sektor penggerak IHSG menguat dengan sektor MISC-IND memimpin penguatan sebesar 2,1%. Sedangkan sektor Agri melemah 0,2%.

Baca Juga: Rupiah Pagi Ini Dibuka Menguat Akibat Kekhawatiran Perang Dagang Reda

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Trada Alaman Minera Tbk (TRAM) naik Rp16 atau 9,82% ke Rp179, saham PT Dewata Freightinternasional Tbk (DEAL) naik Rp28 atau 6,06% ke Rp490, dan saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik Rp50 atau 5,92% ke Rp895.

Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Merck Tbk (MERK) turun Rp529 atau 6,91% ke Rp7.075, saham PT Intikeramik Alamsri Inds Tbk (IKAI) turun Rp5 atau 3,76% ke Rp128 dan saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) turun Rp10 atau 1,90% ke Rp515.

(sumber: okezonefinance)

Continue Reading

Keuangan

Rupiah Pagi Ini Dibuka Menguat Akibat Kekhawatiran Perang Dagang Reda

Published

on

Rupiah Pagi Ini Dibuka Menguat Akibat Kekhawatiran Perang Dagang Reda

Finroll.com – Pada pembukaan perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 64 poin menjadi Rp14.537 dibanding posisi sebelumnya di Rp14.601 per dolar AS.

Atas hal ini, analis CSA Research Institute, Reza Priyambada menyebutkan, penguatan mata uang rupiah diakibatkan oleh meredanya kekhawatiran perang dagang China-AS.

“Jadi pasar merespon positif pemangkasan tarif impor oleh Tiongkok atas kendaraan dari AS,” sebutnya, Kamis (13/12).

Meski begitu melemahnya nilai dolar AS ini masih relatif terbatas, setelah muncul reaksi negatif kepada Presiden AS Donald Trump, yang akan menuntut China atas tuduhan kegiatan peretasan dan kegiatan spionase perekonomian negeri Paman Sam itu.

Baca Lainnya: OJK Sebut Pelemahan Dolar AS Bisa Sampai Akhir Tahun

Reza menambahkan, pelaku pasar uang saat ini juga sedang mengantisipasi pertemuan Federal Reserve (The Fed), yang akan dilakukan minggu depan terkait kebijakan suku bunga di tahun 2019.

Sementara dari dalam negeri, Ia menilai sentimen marko ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam level kondusif dan stabil, sehingga membuat laju nilai rupiah menguat.

Di sisi lain, Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih menyebut pada pagi ini pergerakan mata uang asing Asia terhadap dolar AS kompak menguat. Seperti Yen Jepang, Dolar Hong Kong, dan Dolar Singapura.

“Itu jadi sentimen penguatan rupiah hari ini dan tetap menjadi dalam penjagaan Bank Indonesia,” tandasnya.

Baca Lainnya: BEI: GCG Jadi Kunci Utama Tarik Kepercayaan Investor

Sumber: Antara

Continue Reading

Keuangan

BEI: GCG Jadi Kunci Utama Tarik Kepercayaan Investor

Published

on

BEI: GCG Jadi Kunci Utama Tarik Kepercayaan Investor

Finroll.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) menjadi salah satu kunci utama untuj menarik kepercayaan investor.

Hal ini juga akan berefek pada meningkatnya kinerja saham perusahaan.

“Dengan menjalankan GCG, maka akan mendapat kepercayaan dan dukungan investor yang berdampak pada kinerja sahamnya,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam seremoni pencatatan saham perdana PT Mega Perintis Tbk, Rabu (12/12).

Sementara itu Direktur Utama Mega Perintis Tbk, FX Afat Adinata menjelaskan, langkah perusahaan mencatatkan sahamnya di BEI lewat IPO menjadi bagian strategi meningkatkan tata kelola yang lebih baik.

Baca Lainnya: OJK Imbau Masyarakat Hati-Hati Jika Tak Paham Transaksi Fintech

“Melalui aksi korporasi ini, perseroan optimis kinerja akan lebih baik di kemudian hari,” imbuhnya.

Mega Perintis sendiri merupakan perusahaan bidang ritel, yang bergerak di sektor pakaian pria dan aksesorisnya. Dalam IPO, perusahaan ini mampu meraup dana sejumlah Rp58,706 Miliar.

43 Persen dari IPO akan dialokasikan untuk modal kerja, dan 31 persennya akan dialokasikan untuk pengembangan usaha dengan penambahan jumlah outlet, serta sisanya untuk pengembalian pinjaman perbankan.

“Kami optimistis dengan prospek bisnis perseroan seiring dengan Indeks Keyakinan Konsumen di level optimistis. Meningkatnya keyakinan konsumen ini juga didorong dengan membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi,” paparnya.

Baca Lainnya: Presiden: Kontribusi Ekonomi Digital ke PDB Bisa Tembus 8,5 Persen

Sumber: Antara

Continue Reading
Advertisement

Trending