Connect with us

Nasional

Sampai Hari Ini Ratusan Pencari Suaka Masih Terlantar di Pedestian

Published

on


Keterangan foto : Ilustrasi pengungsi pencari suaka

Finroll.com — Sampai dengan hari Ini ratusan para pencari suaka masih terlantar di pedestian. Dalam beberapa hari terakhir mereka tinggal di trotoar depan Menara Ravindo, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, gedung tempat kantor UNHCR berlokasi.

Sayangnya, rencana relokasi yang sedianya dilakukan Pemprov DKI pada Rabu (10/7) ke Jakarta Islamic Center (JIC) di Jakarta Utara, batal dilakukan.

Rencananya, ratusan pencari suaka tersebut akan diangkut ke Jakarta Islamic Center di Jakarta Utara. Kendati demikian, hingga Rabu malam, para pengungsi yang sudah mengemasi barang-barang mereka belum dipindahkan.

Pemprov DKI Jakarta mengakui, hal tersebut masih membutuhkan rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Komisi Tinggi Pengungsi PBB (UNHCR) di Indonesia.

Surat ke Pemprov DKI untuk meminta lokasi penempatan. “Tapi, ini kan kami tidak tahu, ada aspek politiknya yang harus dikelola oleh kementerian luar negeri dengan instansi vertikal terkait lainnya. Jadi, kami sedang menunggu ini, menunggu dari Kementerian Luar Negeri sama UNHCR diskusinya seperti apa,” ujarnya.

Sementara Perwakilan dari Pemrov DKI Jakarta sedianya mendatangi kantor UNHCR untuk melakukan pertemuan tertutup, semalam. Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Tarmijo damanik,

Demikian juga pihak Kemenlu dan UNHCR yang disebut mengikuti pertemuan tertutup itu. Pekan lalu, UNHCR dan Kemenlu sempat melansir bahwa para pengungsi akan direlokasi ke rumah-rumah tinggal yang dikelola Organisasi Migran Internasional (IOM) atau kembali ke Rudenim Kalideres.

Seperti dilihat hingga saat ini di trotoar Menara Ravindo, tampak para pencari suaka dari Afghanistan masih bertahan di pinggir jalan. Mereka mengandalkan tikar seadanya.

Barang-barang yang mereka miliki telah dimasukkan dalam sekumpulan plastik hitam besar, terpal, dan kardus. Anak-anak balita tampak bermain dengan mainan seadanya

Sementara itu, Masjid Raya Jakarta Islamic Center (JIC) Jakarta Utara sudah mempersiapkan dua ruangan untuk menampung ratusan pencari suaka dari berbagai negara di sepanjang Jalan Kebon Sirih.

Kepala Sekretariat Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, Ahmad Juhandi, mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan ruangan yang masing-masing berukuran 340 meter persegi dan 130 meter persegi.

“Kita kasih ruangan besar yang terpisah antara lelaki dan yang perempuan dan anak-anak, kemudian nanti ruangan itu diberi karpet alas dan diberi matras 50 dari Sudinsos Jakarta Utara,” kata Juhandi di Masjid Raya JIC Jakarta Utara, Rabu. Dia mengatakan, data tersebut adalah data terbaru yang diterimanya dari UNHCR.

Lokasi yang disediakan pengelola JIC tersebut juga menyediakan kamar mandi terpisah untuk laki-laki dan perempuan meski jumlahnya terbatas.

“Tapi, kalau terpaksa, bisa langsung ke masjid. Kalau di masjid, banyak itu kamar mandi dan toilet, yang sifatnya darurat bisa langsung ke sana,” tuturnya.

Juhandi mengatakan, ruangan tersebut cukup untuk menampung 229 pengungsi yang rencananya tiba di JIC hari ini.

Ia kemudian memerinci jumlah pengungsi ada 229 orang berasal dari Sudan sebanyak 52 orang (16 keluarga, 19 laki-laki lajang), Afghanistan 148 orang (25 keluarga, 16 laki-laki lajang), Somalia 27 orang (4 keluarga, 7 laki-laki lajang), dan Pakistan 2 orang (2 laki-laki lajang).

Ide pemindahan ke JIC ini sebelumnya disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. “Kalau memang malam ini mereka berkoordinasi dengan teman-teman 241 orang yang ada di bawah, nanti akan kita pindahkan, rencananya besok pagi, ke Islamic Center,” ujar Prasetyo di gedung DPRD DKI Jakarta.

Ia menyebut, sebanyak 241 orang pencari suaka akan dipindahkan pada Rabu pagi. Pemberian tempat ini, kata dia, sebagai bentuk kemanusiaan agar mereka tidak tinggal di trotoar di mana ada anak-anak yang sedang sakit dan membutuhkan makanan.(red)

Advertisement

Nasional

Kejaksaan Agung Tingkatkan Pelayanan Melalui IT

Published

on

Finroll.com — Untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, Badan Diklat Kejaksaan Agung RI mempunyai 38 Aplikasi melalui 34 hardware dengan alat dukung IT.

Ini dilakukan Badan Diklat Kejagung RI dalam rangka meningkatkan jumlah unit pelayanan publik khususnya dalam optimalisasi belajar mengajar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Ka Bandiklat) Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Arimuladi saat Pameran Adhyaksa Law Festival 2019 dalam rangkaian Ke-59 Hari Bhakti Adhyaksa di Aula Sasana Adhika Karya, Badiklat Kejaksaan RI, Jakarta, sejak Kamis hingga Senin (18-22 Juli 2019).

“Sekarang ini kami meningkatkan mutu pendidikan berbasis IT, bagi penyelenggara pendidikan, para peserta pendidikan/pelatihan, pengajar atau widiaswara, narasumber yang berbasis Informasi dan Teknologi sebagai wujud Learning Centre For The Fourth Industrial Revolution atau Lembaga Pelatihan Era Revolusi Industri 4.0,” cetus Setia Untung kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Masih kata Untung, aplikasi berbasis IT ini sebagai sarana untuk memonitor seluruh proses kegiatan belajar mengajar, bahkan dalam keadaan tertentu pimpinan dapat memberikan instruksi langsung dari ruangan Command Centre, sehingga fungsi pengawasan dapat dilaksanakan secara optimal melalui sentuhan jari pada layar layout 3 dimensi.

“Sistem dan aplikasi informasi jadwal kegiatan berbagai Jenis Kediklatan, pengumuman, layar multimedia, majalah dinding atau mading, digital signage yang ditempatkan di lokasi strategis sebagai wujud sarana pelayanan publik yang mudah dijangkau dan dapat dimanfaatkan sebagai media informasi bagi seluruh stakeholder Badiklat Kejaksaan,” jelasnya.

Kemajuan teknologi itu, lanjut Untung, untuk menopang intansi menuju Zona Integritas (ZI) dalam kawasan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Adapun 38 layanan aplikasi yang disuguhkan itu diantaranya E-Register, E-Akademik, E-Quisionair, E-izin, E-Lapdu, Program Command Center, Cashless Managament System, E-Absen, E-Learning.

“Karena itu kami terus berbenah, tidak hanya kuantitas bagi peserta calon jaksa, pegawai atau calon pimpinan yang di latih disini, tapi juga kwalitas yang terus di asa, sehingga terbentuk jaksa yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.

Adapun kata dia, semua itu dilakukan untuk memudahkan para peserta didik dan mentor serta masyarakat yang hendak mengetahui lembaga pendidikan yang dinaungi Kejaksaan RI tersebut.

Untuk diketahui, para peserta tidak hanya berasal dari Kejaksaan saja, tapi berasal dari Kepolisian, KPK dan dari berbagai intansi Kementerian serta kelembagaan negara yang ikut Diklat sesuai kebutuhannya.

Untung menekankan bahwa, setiap informasi dan teknologi yang canggih dan terjangkau, akan dipergunakannya untuk terus dikembangkan guna menunjang kinerja Kejaksaan, begitu juga lingkungan yang asri disekitarnya.

“Tak hanya teknologi, tapi lingkungan sekitar juga kita peduli. Kami juga baru meresmikan patung dewi keadilan sebagai simbol para penegak hukum dan pencari keadilan. Kenapa perlunya lingkungan asri, karena lembaga ini bagian rumah kita,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading

Nasional

Hari Bakti ke-72 TNI AU, Ribuan Masyarakat Nagreg Datangi Posko Pengobatan Gratis

Published

on

Finroll.com — NAGREG, Ribuan masyarakat Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, mendatangi posko bakti kesehatan TNI AU untuk mendapatkan layanan kesehatan dan pengobatan gratis pada kegiatan karya bakti dalam rangka peringatan Hari Bakti ke-72 TNI Angkatan Udara tahun 2019.

Sejak pagi hingga siang menjelang petang, warga Nagreg terus mendatangi lokasi karya bakti TNI AU yang dipusatkan di lapangan SMP YP 17 Nagreg, Bandung, Sabtu (20/7/2019).

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M., didampingi Ketua Umum (Ketum) Pia Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna, saat membuka sekaligus meninjau kegiatan karya bakti menyatakan, kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan TNI AU setiap tahun ini, tidak saja untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan dan layanan sosial, tetapi juga sekaligus sebagai media mempererat silaturahmi antara TNI AU dengan masyarakat.

“Antusias masyarakat Nagreg untuk berobat sangat tinggi, bahkan beberapa poliklinik yang disediakan telah melampaui target, tetapi saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan Angkatan Udara (Diskesau) untuk melayani berapa pun pasien yang mendaftar, sehingga saya pastikan semua pasien terlayani dengan baik,” ujar Kasau.

Kegiatan yang juga dimeriahkan dengan atraksi terjun payung prajurit Paskhas dan penampilan drum band Taruna-Taruni AAU “Gita Dirgantara” ini, juga dihadiri Bupati Bandung Dadang M. Nasir, unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Bandung, para pejabat teras TNI AU serta pengurus Pia Ardhya Garini.

Beberapa layanan kesehatan yang disediakan meliputi pengobatan umum, operasi katarak, operasi bibir sumbing, khitanan, pemeriksaan gigi, pembuatan gigi tiruan, pemeriksaan mata, MOW, dan MOP, pemberian kaki tiruan, kursi roda, pembagian kacamata baca serta ceramah kesehatan. Untuk layanan kesehatan masih akan berlangsung hingga Minggu (21/7/2019).

Pasangan suami istri Sandi (30 tahun) dan Herma (25 tahun) asal Pakenjeng, Kabupaten Garut yang ikut berobat menyatakan sangat berterima kasih kepada TNI AU. Anaknya Deby (3 tahun) yang cacat tidak memiliki kaki kanan sejak lahir, mendapatkan kaki tiruan. Berkat kaki tiruan ini, anak balita itu, kini dapat berjalan dengan lancar.

“Terima kasih pak TNI AU, saya senang sekali. Mendapat kaki palsu ini, kini anak saya dapat berjalan. Sebelumnya kalau bermain, anak saya hanya merangkak menggunakan lutut, sedih sekali saya, tapi kini Alhamdulillah anak saya sangat terbantu,” ujar Herma sambil menahan isak tangis.

Selain layanan kesehatan gratis, pada karya bakti ini, TNI AU juga melaksanakan pembangunan infrastruktur fisik. Beberapa proyek yang menjadi sasaran fisik antara lain, pembuatan jalan tembus 2 km yang menghubungkan Desa Bojong dan Mandalawangi, jembatan desa, sarana MCK dan sumur bor, renovasi masjid dan musala, renovasi sekolah (madrasah, SMP, dan SMA) serta renovasi 12 rumah warga tidak mampu.

Kepada warga yang desanya telah mendapatkan fasilitas umum, seperti MCK dan sumur bor, masjid atau gedung sekolah, Kasau berharap dapat dimanfaatkan dengan baik dan juga dirawat sehingga memberikan manfaat yang panjang waktunya dalam menunjang kehidupan warga masyarakat sehari-hari.

“Saya harapkan semua fasilitas yang sudah dibangun dapat dipakai dan dirawat dengan baik,” pinta Kasau. (red)

 

Continue Reading

Nasional

Pushidrosal Siapkan Survei Petakan Perairan di Kawaaan Pelabuhan Morowali Industrial Park

Published

on

Ket. Gambar : Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H dan Managing Director IMIP Hamid Mina, B.Sc., sepakat kerjasama survei hidro-oseanografi.

Finroll.com — Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menjalin kerjasama dengan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam survei dan pemetaan hidro-oseanografi di kawasan perairan Pelabuhan Khusus Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Kerjasama survei antara Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H dengan Managing Director IMIP Hamid Mina, B.Sc., di Gedung Wisma Mulia, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

Kedua belah pihak sepakat mengadakan kerjasama dalam hal survei dan pemetaan hidro-oseanografi di kawasan perairan, alur masuk dan pelabuhan khusus Morowali guna menjamin keselamatan navigasi dan keamanan pelayaran bagi Kapal dan wahana laut di kawasan perairan tersebut.

Pada kesempatan tersebut Kapushidrosal menyampaikan bahwa Pushidrosal siap mendukung survei dan pemetaan kawasan perairan dan alur masuk pelabuhan IMIP untuk digambarkan dalam Peta Laut Indonesia (PLI) no. 313, guna mendukung keselamatan fasilitas industri dan keselamatan navigasi.

Selain itu, kerjasama ini dlaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mewujudkan konektivitas antar pulau dan Tol Laut nasional.

“Pelabuhan khusus Morowali Industrian Park merupakan Kawasan industri yang besar dengan lalu-lintas kapal bertonase besar yang keluar masuk pelabuhan membutuhkan data dan informasi hidrografi-oseanografi yang akurat berupa peta laut terbitan Pushidrosal sebagai panduan navigasi” kata Kapushidrosal.

Menurutnya, banyak pihak lain yang melakukan kegiatan survei dan pemetaan, tetapi hanya data hidro-oseanografi Pushidrosal yang diakui dunia internasional, karena akuisisi dan pengolahan datanya memenuhi metode dan standar International Hydrographic Organization (IHO), khusus nya Special Publication No. 44.

“Saat ini Pushidrosal sedang menyusun buku Standar Survei Nasional, yang nantinya dipakai sebagai pedoman bagi lembaga atau pihak yang bergiat di bidang survei dan pemetaan laut, agar hasil data yang didapat sesuai standar yang dipersyaratkan” jelasnya.

Sementara itu Managing Director IMIP Hamid Mina, B.Sc menyampaikan bahwa pihaknya memercayakan kawasan perairan dan alur pelabuhan Khusus disurvei oleh Pushidrosal yang sudah diakui internasional, dengan harapan keamanan fasilitas industry dan keamanan navigasi di perairan Morowali Industrial Park dapat terjamin.

Continue Reading
Advertisement

Trending