Connect with us

Keuangan

Rupiah Pagi Ini Tercatat Rp14.650

Published

on


Rupiah

Finroll.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pada pagi ini tercatat Rp 14.650. Keperkasaan rupiah sedikit meluntur setelah kemarin sempat sentuh Rp 14.500-an.

Demikian dikutip dari data kurs dolar AS Reuters, Kamis (8/11/2018).

Dolar AS pada 24 jam terakhir ini menyentuh level tertinggi 14.650 dan level terendah Rp 14.561.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menjelaskan penguatan yang terjadi pada rupiah terjadi karena kepercayaan terhadap mata uang garuda ini semakin menguat.

“Hal ini juga dipengaruhi oleh melemahnya dolar AS terhadap seluruh mata uang di dunia, karena menguatnya ekspektasi kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu untuk menguasai kongres AS,” kata Nanang yang dikutip dari detikFinance, Rabu (7/11/2018).

Dia menjelaskan, menguatnya kepercayaan tersebut tercermin dari pelepasan dolar AS oleh investor asing dan bank. Nah ini yang menyebabkan rupiah menguat sangat cepat di tengah kondisi pasar valuta asing yang sangat likuid.

“Selain faktor global masuknya dana investor asing juga mencerminkan cofidence terhadap ekonomi domestik tetap kuat ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terjaga rendah dan stabil,” ujar dia.

Baca Juga: Investor Asing Buru Saham Garudafood (GOOD)

Keuangan

Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 6 Persen

Published

on

Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 6 Persen

Finroll.com – Bank Indonesia hari siang ini memutuskan menahan suku bunga acuan (BI 7 Days Repo Rate) di level 6 persen.

“Berdasarkan asesmen ekonomi global dan dalam negeri, RDG BI pada 16-17 Januari 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Days Repo Rate 6%,” ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo di kantornya, Jakarta, Kamis (17/1).

Terkait dengan ini, Ia menyebut suku bunga deposit facility dan lending facility juga ikut naik.

“Suku bunga deposit facility tetap 5,25%. Lending facility jadi 6,75%,” sambungnya. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan defisit transaksi berjalan hingga turun ke batas yang aman.

Baca Lainnya: OPEC Kurangi Pasokan, Harga Minyak Dunia Naik

“Keputusan tersebut sesuai dengan jaga daya tarik aset keuangan domestik. Sehingga mendukung stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan,” imbuhnya.

“BI optimalkan bauran kebijakan, perkuat kerja sama dengan pemerintah dan kendalikan defisit transaksi berjalan,” sambungnya.

Di sisi lain, kebijakan BI yang menahan suku bunga acuan di 6% sesuai dengan prediksi ekonom beberapa waktu lalu.

“BI akan mempertahankan pada level 6%, ini mempertimbangkan stabilnya nilai tukar rupiah dalam satu bulan terakhir,” ujar Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, Rabu (16/1).

Dirinya menambahkan, ekspektasi inflasi tahun ini cenderung terkendali meski ada peningkatan di awal tahun seiring dengan kondisi musim hujan yang mengerek harga kebutuhan pokok.

Sumber: Detik Finance

Continue Reading

Keuangan

Rupiah Dibuka Melemah Akibat Bayang-bayang Penolakan Brexit

Published

on

Rupiah Dibuka Melemah Akibat Bayang-bayang Penolakan Brexit

Finroll.com – Di pembukaan transaksi bank pagi ini, rupiah tercatat melemah 40 poin, menjadi Rp14.070 dibanding sebelumnya Rp14.030 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai,  hal ini dinilai analis karena adanya bayang-bayang eksternal penolakan kesepakatan Brexit dan situasi ekonomi AS.

“Situasi itu memicu pelaku pasar berhati-hati dalam menentukan arah investasinya di pasar negara berkembang seperti Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Rabu (16/1). Reza berharap fundamental ekonomi domestik yang lebih kondusif bisa menghilangkan kekhawatiran pelaku pasar pada Indonesia.

“Fundamental perekonomian dalam negeri cukup kondusif. Itu dapat memberikan kepercayaan pasar sehingga peluang rupiah menguat cukup terbuka,” paparnya.

Sementara itu, pengamat pasar keuangan dari Bank Woori Saudara Indonesia, Rully Nova menyebut jika apresiasi dolar pada sejumlah mata uang di kawasan Asia terjadi akibat government shutdown yang dilakukan pemerintah AS.

Baca Lainnya: Shutdown AS, Donald Trump Sajikan Tamu Dengan Hidangan Junk Food

“Penutupan pemerintah AS masih berlangsung, itu akan menghambat perekonomian yang bisa memicu aset denominasi dolar AS menjadi kurang menarik,” tandasnya.

Sumber: Antara

Continue Reading

Keuangan

Nampaknya, Rupiah Melemah Pada Hari Ini

Published

on

Rupiah Hari Ini

Finroll.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepertinya akan melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Pada Rabu (16/1/2019), berikut kurs dolar AS di pasar NDF saat ini dibandingkan kala penutupan pasar spot kemarin, mengutip Refinitiv:

Periode Kurs 15 Januari (15:56 WIB) Kurs 16 Januari (07:51 WIB)
1 Pekan Rp 14.111,5 Rp 14.146,5
1 Bulan Rp 14.140 Rp 14.191
2 Bulan Rp 14.194 Rp 14.243
3 Bulan Rp 14.257 Rp 14.302
6 Bulan Rp 14.447 Rp 14.482
9 Bulan Rp 14.604 Rp 14.672
1 Tahun Rp 14.810 Rp 14.872
2 Tahun Rp 15.532,7 Rp 15.527,2

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF), yang kali terakhir diperbarui pada 15 Januari pukul 15:56 WIB:

Periode Kurs
1 Bulan Rp 14.124
3 Bulan Rp 14.220

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu lalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing. (CNBCINdonesia)

Continue Reading
Advertisement

Trending