Connect with us

Investasi

Ridwan Kamil Sebut Sektor Bisnis Peternakan Jabar Sangat Potensial, Kenapa?

Published

on


Ridwan Kamil Sebut Sektor Bisnis Peternakan Jabar Sangat Potensial, Kenapa?

Finroll.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengajak seluruh masyarakat Jabar untuk serius menekuni bisnis peternakan. Ini dikarenakan potensi bisnis dan pangsa pasar yang besar.

“Peluang bisnis peternakan itu luar biasa besar karena kita kekurangan daging sapi 370 ribu ton, kekurangan ayam, ikan dan sebagainya,” ungkap Emil selepas pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) peternakan rakyat di kantor BRI Garut, baru-baru ini.

Peluang bisnis peternakan di Jabar disebut Emil sangat potensial. Mengingat belum sebandingnya pasokan dari peternak lokal dengan permintaan masyarakat.

”Oleh karena itu, kalau mau jadi entrepreneur yang paling gampang dari sisi peluangnya, tidak usah usaha cari-cari, peluangnya adalah peternakan,” tambahnya.

Ia mencontohkan, kebutuhan daging sapi masyarakat Jabar per tahun sekitar 130 ribu ton, namun pasokan peternak lokal baru bisa mencukupi sebesar 46 ribu ton. Sehingga ada peluang sebanyak 80 ribu ton lagi.

Baca Lainnya: Ridwan Kamil Luncurkan Kampung Perikanan Digital di Indramayu

Begitu juga dengan kebutuhan telur ayam Jabar yang tiap tahunnya mencapai 500 ribu ton, namun baru bisa tercukupi peternak lokal sebesar 172 ribu ton.

”Makanya, sebarkan ini ke anak-anak milenial untuk mulai bisnis beternak secara optimal,” sambungnya.

Sementara dalam mendukung masyarakat Jabar untuk terjun berbisnis di sektor peternakan, Emil menegaskan akan menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan akses permodalan. Salah satu upayanya adalah dengan kemudahan penyaluran KUR dengan bunga 7 persen.

Sumber: Republika

Investasi

Pendiri Mata Uang Digital Dikabarkan Meninggal Dunia, Para Investor Kebingungan!, Kenapa?

Published

on

Mata Uang Digital

Seorang pria pendiri mata uang digital crypto exchange QuadrigaCX, Gerald Cotten, meninggal dunia.

Finroll.com – Pihak investor mata uang digital lantas dibuat kebingungan lantaran Cotten tak pernah memberikan password laptop yang berisi catatan bisnis. Cotten dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit komplikasi saat sedang di India awal Desember lalu.

Kematiannya menyisakan krisis lantaran Cotten menggunakan perangkat fisik yang tidak terhubung dengan internet atau ‘cold storage’ untuk menyimpan dana.

Cold storage’ digunakan untuk melindungi dana pengguna dari tangan usil peretas. Sementara Cotten menjadi satu-satunya orang yang memiliki kendali atas akun dan password menyimpan Bitcoin senilai US$145 juta atau sekitar Rp2 miliar dan sejumlah aset digital lainnya.

Cotten menandatangani surat wasiat dan perjanjian terakhir pada 27 November 2018. Dia menyerahkan semua asetnya kepada istrinya, Jennifer Robertson, dan menjadikannya pelaksana untuk tanah miliknya, ungkap dokumen tersebut.

Dia memegang tanggung jawab tunggal untuk penanganan dana dan koin serta sisi perbankan dan akuntansi bisnis. Untuk menghindari peretasan, Cotten memindahkan “mayoritas” koin digital ke dalam cold storage. Atau media penyimpanan yang tidak terhubung ke internet, ungkap pengadilan.

Masalahnya adalah, Robertson mengatakan dia tidak dapat menemukan kata sandi atau catatan bisnis apa pun untuk perusahaan. Para ahli yang dibawa untuk mencoba meretas ke komputer lain dan ponsel Cotten tidak berhasil membuka kunci USB yang terenkripsi tersebut.

Quadriga, platform perdagangan beragam mata uang digital seperti Bitcoin, Litecoin dan Ethereum, mengajukan perlindungan kreditor di Mahkamah Agung Nova Scotia, Kanada, pekan lalu.

Quadriga memiliki 363.000 pengguna terdaftar dan berutang C$250 juta ke 115.000 pengguna yang terdampak, menurut afidavit (keterangan tertulis yang dibuat di bawah sumpah) yang diajukan janda Cotten, Jennifer Robertson, atas nama perusahaan.

Canadian Press melaporkan, Hakim Mahkamah Agung Nova Scotia, Michael Wood memberikan Quadriga waktu 30 hari pada hari Selasa untuk menghentikan tuntutan hukum terhadap perusahaan pada saat ini. Perusahaan yang berbasis di Vancouver itu juga diberikan perlindungan dari kreditor.

Kasus yang tidak biasa ini menyoroti risiko yang dihadapi investor dalam menjaga aset mereka di industri yang diatur secara ketat.

Kematian Cotten telah menjerumuskan Quadriga ke dalam krisis dan harus berjuang keras untuk menemukan cara agar bisa mengembalikan dana kepada lebih dari 100.000 penggunanya.

Pelanggan QuadrigaCX belum merespon dengan baik berita kematian Cotten dan kesulitan selanjutnya untuk mengakses dana mereka di bursa. Pada akun subreddit yang didedikasikan untuk bursa itu ada penulis berspekulasi tentang kemungkinan Cotten memalsukan kematiannya sebagai bagian dari penipuan, dan ada banyak ajakan untuk melakukan gugatan. Namun pelanggan yang lain tampaknya pasrah dengan fakta bahwa cryptocurrency mereka di bursa QuadrigaCX telah hilang. (Berbagai Sumber)

Continue Reading

Investasi

Pertumbuhan Ekonomi 2018 Dirasa Kurang Sip, Apa Kata BKPM?

Published

on

Pertumbuhan Ekonomi 2018 Dirasa Kurang Sip, Apa Kata BKPM?

Finroll.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 tumbuh sebesar 5,17%.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut jika jumlah ini meleset dari target dalam APBN, yang sebesar 5,4%.

Menanggapi itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis jika pertumbuhan ekonomi dalam hal ini investasi bisa lebih bergairah di tahun ini.

“Memang realisasi investasi di 2018 cukup mengecewakan. Pertumbuhan investasi melambat di atas 10% pada 2017, menjadi hanya sedikit di atas 4 persen pada 2018,” ujar Kepala BKPM, Thomas Lembong di Jakarta, Rabu (6/2).

“Hal itu yang jadi salah satu faktor yang menyebabkan ekonomi secara total di bawah keinginan kita,” sambungnya.

Baca Lainnya: Pertumbuhan Ekonomi RI Pada 2018 Capai 5,17 Persen

Meski dihantam berbagai faktor pelemahan di sektor investasi, pihaknya optimistis jika capaian di tahun 2019 akan lebih baik.

Ini dikarenakan pengakuan para investor besar yang lebih percaya diri di tahun ini, sebab perang dagang sudah mulai melemah.

“Investor besar semakin nyaman bahwa badai sudah berlalu. Ada optimisme yang semakin kuat juga mengenai pemilu yang aman, tertib. Juga kebijakan pemerintah yang pragmatis dan reformis,” paparnya.

Ia menambahkan, dengan banyaknya groundbreaking proyek-proyek besar di Indonesia juga akan mendukung capaian revitalisasi investasi.

“Arus modal ekonomi digital juga jalan terus. Kalau dilihat pengumuman dari Tokopedia, Gojek, semua masih terus menerima investasi dalam jumlah besar. Itu juga akan membantu angka realisasi secara total,” paparnya.

Sumber: Antara

Continue Reading

Investasi

Bitcoin Tak Bisa Kembalikan Masa Jayanya, Para Investor Balik Arah Menuju Komoditas

Published

on

Mata uang kripto

Mata uang kripto (Cryptocurrency), Bitcoin belum bisa mengembalikan masa kejayaan dengan kemenangan beruntun dan peningkatan pesat.

Finroll.com – Hingga saat ini, mata uang kripto Bitcoin belum bisa menembus nilai di atas US$4.000 (Rp 56,2 juta) dalam tiga minggu, sejak 12 bulan setelah diperdagangkan pada lebih dari US$12.000.

Tanda-tanda menunjukkan bahwa investor mata uang kripto bitcoin bergerak menuju komoditas yang lebih tradisional, kata Jan Van Eck, CEO Van Eck Associates.

“Saya pikir Bitcoin menarik sedikit permintaan dari emas tahun lalu, pada 2017,” kata Van Eck dilansir dari CNBC International pada Rabu (23/1/2019).

“Yang menarik, kami baru saja mensurvei 4.000 investor bitcoin dan investasi nomor satu mereka untuk 2019 adalah emas. Jadi emas pernah hilang dari bitcoin dan sekarang sebaliknya.”

Puncak bitcoin dalam 12 bulan ini berada pada angka di atas US$ 20.000 pada Desember 2017, menandakan peningkatan nilainya 25 kali lipat. Selama rentang yang sama, emas menguat 4%. Lebih dari setahun sejak puncak bitcoin, turun 82%, sedangkan emas naik 2,5%.

Baca Juga: Naik Lagi Rp 4000, Emas Antam Dijual Rp 671 Ribu/Gram

Mungkin sulit bagi gelombang untuk kembali ke bitcoin dan menjauh dari emas dari sini, kata Tim Seymour, pendiri dan kepala investasi Seymour Asset Management.

“Kami tidak hanya kehilangan semua likuiditas pada [komoditas] yang mendasarinya tetapi juga benar-benar di luar argumen blockchain yang ada, sudah sangat sulit untuk memperdebatkan penyimpanan nilai yang benar-benar mulai kami dengar,” kata Seymour pada “ETF Edge” pada Rabu. “Emas adalah penyimpan nilai dan tidak ada yang membantah itu.” (cnbcindonesia)

Continue Reading
Advertisement

Trending