Connect with us

International

Ratusan Demonstran Anti Brexit Padati Pusat Kota London

Published

on


Brexit

Ratusan ribu demonstran anti-Brexit, Sabtu (23/3), memadati pusat Kota London menuntut pemerintah yang dipimpin pihak Konservatif Inggris mengadakan referendum baru mengenai apakah Inggris harus meninggalkan Uni Eropa.

“People Vote March” berunjuk rasa dari Park Lane dan lokasi-lokasi lainnya menuju Parlemen Inggris, di mana nasib Brexit akan diputuskan dalam beberapa minggu mendatang.

Para pengunjuk rasa membawa bendera dan poster Uni Eropa memuji hubungan lama antara Inggris dan Eropa. Demonstrasi itu menarik warga dari seluruh Inggris yang bertekad untuk memaksa pemerintah Perdana Menteri Theresa May mengubah langkahnya terkait Brexit.

May juga mendapat tekanan dari Partai Konservatifnya sendiri untuk mundur atau menetapkan tanggal pengunduran dirinya karena dukungan politik terhadapnya terus melemah. Minggu mendatang dipandang sama pentingnya dengan upaya saingan politik untuk menggantikannya.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif George Freeman mencuit diperlukan pemimpin baru.

“Saya khawatir semuanya sudah berakhir bagi Perdana Menteri. Ia sudah melakukan yang terbaik. Tetapi di seluruh negeri kemarahan bisa disaksikan. Semua orang merasa dikhianati. Kebuntuan pemerintah. Kepercayaan pada demokrasi runtuh. Ini tidak bisa berlanjut. Kita membutuhkan PM baru yang bisa menjangkau & membangun semacam koalisi untuk Rencana B, ” demikian bunyi cuitan Freeman. (VOA)

International

Kim Jong Un Sebut Perdamaian di Semenanjung Korea Tergantung Sikap AS

Published

on

Kim Jong Un Sebut Perdamaian di Semenanjung Korea Tergantung Sikap AS

Finroll.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dalam pertemuan puncaknya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea akan sepenuhnya bergantung pada sikap AS di masa depan.

“Situasi di semenanjung Korea dan wilayah itu sekarang macet dan telah mencapai titik kritis di mana ia dapat kembali ke keadaan semula karena AS mengambil sikap sepihak dengan itikad buruk pada pembicaraan KTT DPRK-AS kedua baru-baru ini,” Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan ucapan Kim, dikutip dari Reuters, Jumat (26/4/2019).

Dalam pertemuan dengan Putin, baik Rusia dan Korea Utara sepakat untuk mengambil langkah-langkah positif di beberapa bidang dalam rangka untuk lebih bekerja sama dalam perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un menggelar pembicaraan selama 3,5 jam dalam pertemuan pertama mereka di Vladivostok. Kunjungan Kim Jong Un ini dilakukan di tengah kembali dinginnya hubungan Korut dengan Amerika.

Kim Jong Un sebelumnya melakukan dua pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas agenda denuklirisasi. Pertemuan pertama berlangsung di Singapura pada 12 Juni 2018. Saat itu, keduanya tampak akrab. Pertemuan kedua berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada Kamis, 28 Februari 2019, namun keduanya gagal mencapai kesepakatan.

source: detik

Continue Reading

International

Naik Kereta Lapis Baja, Kim Jong-Un Tiba di Rusia Untuk Bertemu Putin

Published

on

Naik Kereta Lapis Baja, Kim Jong-Un Tiba di Rusia Untuk Bertemu Putin

Finroll.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dikabarkan telah tiba di Rusia dalam rangka pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kantor berita Rusia, Tass mengutip seorang pejabat setempat yang mengatakan Kim diberi bunga, roti, dan garam di stasiun kereta Hassan setelah melintasi perbatasan, dikutip dari Mirror, Rabu (24/4/2019).

Kim tiba di Hassan dengan kereta antipeluru pada pukul 10:30 waktu setempat, sebuah sumber informasi mengatakan kepada situs web berita Vl.ru.

Dikatakan kereta melintasi Jembatan Persahabatan di atas sungai Tumangang. Kim, yang mengenakan mantel hitam dan panas, disambut oleh gubernur Primorsky Krai Oleg Kozhemyako ketika ia melangkah keluar dari kereta.

Kedua pemimpin akan bertemu di pelabuhan Vladivostok, Rusia Pasifik, untuk pertama kalinya pada pertemuan puncak simbolis untuk membahas kebuntuan internasional menyangkut program nuklir Pyongyang, menurut seorang pejabat Kremlin.

Dikatakan KTT akan diadakan di kampus Universitas Federal Timur Jauh dengan pembantu-pembantu top Kim sudah membuat persiapan untuk acara tersebut.

Gambar muncul menunjukkan Kim melambai-lambaikan tangan di kerumunan dan pejabat yang bersorak saat ia berdiri di platform sebelum ikon ‘Kim Jong-un Express’.

Kim dilaporkan membawa rombongan 230 orang, memulai perjalanan 20 jam menuju timur laut. Kakak Kim, Kim Yo-jong tidak terlihat menemani Kim di stasiun.

Menurut media Korea Selatan, Kim Yo-jong telah tiba di Vladivostok pada hari Senin menjelang kedatangan kakaknya. “Kim Yo-jong naik pesawat di Pyongyang menuju Vladivostok di pagi hari,” kata seorang sumber.

“Dia terbang ke Rusia sebelum Kim John-un untuk mempersiapkan KTT.”

Kereta mewah satu-of-a-kind dikatakan membawa pasukan kecil pengawal dan mobil anti peluru yang dapat mengantar ‘pemimpin tertinggi’ ke tempat yang aman jika ia diserang.

Itu menyerupai transportasi lapis baja yang ayahnya, Kim Jong-il, gunakan untuk pesta mewah selama perjalanan ke Cina atau Rusia – dilaporkan dengan lobster, anggur dan penghibur wanita Prancis yang dikenal sebagai ‘konduktor wanita’.

Gerbong kereta pribadi yang dibuat khusus diperkuat dengan lambang pelindung dan memiliki jendela berwarna untuk menyembunyikannya.

Perairan di sekitar Pulau Russky, tempat sekolah itu berada, tidak akan dibuka antara Rabu pagi dan Jumat pagi, kata pihak berwenang Maritim.

Stasiun kereta utama Vladivostok akan ditutup dan tetap dalam keamanan tinggi selama beberapa hari, dan bus lokal akan dialihkan dari stasiun kereta hari ini, lapor media setempat.

Continue Reading

International

Kelompok National Thowheed Jamaath Diduga Dalang Bom Sri Lanka

Published

on

Kelompok National Thowheed Jamaath Diduga Dalang Bom Sri Lanka

Finroll.com – Menteri Luar Negeri Sri Lanka Harin Fernando mengunggah sebuah laporan intelijen di akun twitternya pasca ledakan bom mengguncang negara itu, Minggu (21/4/2019).

Dalam unggahannya, Fernando mengatakan laporan yang dikeluarkan dinas intelijen asing itu telah memperingatkan akan rencana serangan pada 11 April, atau 10 hari sebelumnya.

Dalam surat itu, disebutkan National Thowheeth Jamaath (NJT) merupakan kelompok yang merencanakan serangan bom yang menghantam delapan tempat di Sri Lanka.

Daily Mail mengabarkan, NJT merupakan kelompok ekstremis yang dibentuk di Kattankudy, kota di kawasan timur Sri Lanka, pada 2014, dan belum mempunyai sejarah serangan massal mematikan.

Laporan tentang mereka yang pernah tercatat adalah dugaan mereka melakukan perusakan terhadap sejumlah patung Buddha yang terjadi pada 2018 lalu.

Sumber dari komunitas Muslim Sri Lanka menuturkan National Thowheeth Jamaath telah mengklaim dukungan kepada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

Si sumber menjelaskan Zahran Hashim yang disebut merupakan salah satu pelaku bom bunuh diri dalam serangan menyasar gereja serta hotel mewah itu adalah pendiri NJT.

Dalam laporan intelijen itu, NJT telah merencanakan serangan di ibu kota Kolombo dengan prediksi metode yang dipakai antara lain bom bunuh diri, serangan bersenjata, hingga serangan truk.

Intelijen asing yang memberikan informasi tersebut diyakini adalah Australia, salah satu anggota aliansi intelijen yang dikenal dengan nama Five Eyes.

Dokumen itu menunjukkan Kepala Polisi Sri Lanka Pujuth Jayasundara kemudian merilis peringatan kepada para pejabat tinggi negara bahwa si pelaku bakal menyerang “gereja penting”.

Dokumen itu bahkan membeberkan nama-nama yang menjadi pelaku serangan, termasuk Hashim. Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengaku dia sudah mendengar informasi tersebut. Namun, dia menegaskan tidak mendapat perkembangan lebih lanjut.

Wickremesinghe berkata penyelidikan harus dilakukan mengapa laporan itu tidak ditindaklanjuti. Ledakan bom yang terjadi tepat satu dekade perdamaian di Sri Lanka menyusul berakhirnya konflik sipil yang berlangsung selama 25 tahun pada Mei 2009.

Continue Reading
Advertisement

Trending