Connect with us

Politik

Quick Count Baru Bisa Dipublikasikan Pukul 15.00 WIB

Published

on


Debat Pilpres 2019

Finroll.com – Mahkamah Konstitusi menolak gugatan uji materi terkait aturan publikasi hasil survei dan hitung cepat (quick count) pada Pemilu 2019. Dengan putusan MK ini, maka publikasi quick count pada hari pemungutan suara Rabu (17/4/2019) besok, baru bisa dilakukan pukul 15.00 WIB.

“Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Hakim MK Anwar Usman dalam sidang putusan di Gedung MK, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Pemohon dalam perkara ini adalah Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Asosiasi Riset Opini Publik (Aropi).

Para pemohon menguji Pasal 449 ayat (2), ayat (5), Pasal 509, dan Pasal 540 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Pemilu. Pasal-pasal yang digugat mengatur quick count baru boleh dipublikasikan dua jam setelah pemungutan suara di zona Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) berakhir.

Selain itu, ada juga pasal yang melarang publikasi hasil survei di masa tenang. Para pemohon menilai, pasal-pasal itu bertentangan dengan pasal 28 E ayat (3) dan pasal 28F UUD 1945 karena menghilangkan hak masyarkat untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi.

Namun MK menilai, aturan quick count baru bisa dipublikasikan dua jam setelah pemilu di wilayah Indonesia barat selesai itu tidak menghilangkan hak masyarakat. “Hal demikian hanya menunda sesaat demi melindungi hak suara pemilih,” kata Hakim MK Enny Nurbaningsih saat membacakan pertimbangannya.

MK menilai, hasil quick count langsung dipublikasikan, maka hal tersebut bisa mempengaruhi pemilih yang belum menggunakan hak suaranya. MK khawatir saat hasil quick count dipublikasikan, ada sejumlah masyarakat yang belum menyalurkan hak pilihnya di wilayah Indonesia barat.

Selain itu, MK juga mempertimbangkan kemungkinan lembaga survei dan media yang mempublikasikan berafiliasi dengan pasangan calon tertentu. Pertimbangan lainnya, hasil quick count belum tentu akurat.

“Karena masih mengandung rentang kesalahan atau margin of error,” ucap Enny. Dengan putusan ini, maka aturan publikasi quick count tetap mengacu pada UU Pemilu, yakni dua jam setelah pemilihan di zona Waktu Indonesia Bagian Barat berakhir. Pemilihan di wilayah Indonesia bagian barat sendiri baru berakhir pukul 13.00 WIB.

Artinya, quick count baru bisa dipublikasikan pukul 15.00 WIB

Politik

Real Count KPU Pileg 11 Persen: Partai Mana yang Unggul?

Published

on

By

Finroll.com – Proses penghitungan suara real count hingga saat ini masih terus dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

KPU tidak hanya melakukan penghitungan suara real count untuk Pemilihan Presiden (Pilpres), tetapi juga Pemilihan Legislatif (Pileg).

Hingga saat ini, Kamis (25/4/2019), hasil sementara real count Pileg 2019, PDIP masih memenangkan kontestasi Pileg 2019.

Berdasarkan real count yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU www.pemilu2019.kpu.go.id, pukul 11.30 WIB secara nasional, dengan suara masuk 96.593 dari 813.350 TPS (11.87595%), adalah sebagai berikut:

1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 7,96 persen

2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): 11,14 persen

3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 19,58 persen

4. Partai Golongan Karya (Golkar): 14,09 persen

5. Partai Nasional Demokrat (Nasdem): 10,27 persen

6. Partai Garuda: 0,57 persen

7. Partai Berkarya: 2,12 persen

8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 7,32 persen

9. Partai Perindo: 2,78 persen

10. Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 4,19 persen

11. Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 1,88 persen

12. Partai Amanat Nasional (PAN): 6,76 persen

13. Partai Hanura: 1,71 persen

14. Partai Demokrat: 8,29 persen

19. Partai Bulan Bintang (PBB): 1,01 persen

20. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI): 0,34 persen

Bagi masyarakat yang ingin memantau hasil atau update informasi real count Pileg 2019, maka dapat mengakses di https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/.

Sampai saat ini, KPU masih terus melakukan penghitungan suara, baik terhadap capres cawapres maupun calon legislatif (caleg).

Continue Reading

Politik

Begini Prediksi Mahfud MD Terkait Polemik Pemilu

Published

on

By

Romahurmuziy Ditangkap KPK, Sesuai Dugaan Prof Mahfud di ILC

Finroll.com – Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD mengatakan bahwa riak dan polemik yang muncul sekitar hasil pemilihan umum (Pemilu) merupakan konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi. Jika tak ingin ada polemik dan ingin praktis, kata Mahfud, cukup menggunakan sistem kerajaan serta tak perlu menyelenggarakan Pemilu.

“Kalau diganggu dengan tudingan (kecurangan) ya biasa, namanya juga demokrasi,” ujar Mahfud saat mendatangi KPU untuk menanyakan kabar salah input suara dalam sistem penghitungan suara (situng), Rabu, 24 April 2019.

Mahfud MD memperkirakan tudingan kecurangan penghitungan suara oleh KPU bakal berlangsung sampai 23 Mei 2019. Kemudian, kata dia, tuduhan bakal berbalik menyasar ke Mahkamah Konstitusi. “Gitu aja ritualnya, lihat aja nanti.”

Menurut mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu, isu yang akan pasti muncul adalah hakim yang tidak netral dan berpihak kepada salah satu kubu. Hakim MK pasti dituduh menerima suap. “Pengalaman saya bertahun tahun begitu, itu ritual politik.”

Mahfud menyarankan agar peserta Pemilu yang ragu akan hasil pemilu setelah penetapan hasil dari KPU bisa menggunakan forum hukum yang tersedia. Forum hukum itu ada dua jenis yakni hukum dalam arti penerapan peraturan. “Kalau hukum dalam arti penerapan peraturan itu nanti akan dibuktikan oleh KPU pada 22 Mei.”

Kalau masih tidak dipercaya pada forum hukum lainnya, dalam arti bukan penerapan tapi dalam arti sengketa. Dalam forum hukum ini, Mahfud menjelaskan sudah ada MK sebagai wadah penyelesaian sengketa. “Masyarakat agar supaya tenang (tidak terprovokasi), tentunya harus mengawasi.”

Continue Reading

Politik

Menghilang dari Keramaian, Kemana Sandiaga Uno?

Published

on

By

Sandiaga Uno Sudah Keluarkan Dana Rp 95,4 Miliar Untuk Biaya Kampanye

Sandiaga Uno tidak menemani capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat jumpa pers mengenai quick count atau hitung cepat Pemilu 2019 pada Rabu sore (17/4/2019).

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku tidak percaya hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang memenangkan pasangan capres Jokowi-Ma’ruf.

Walau tidak ada Sandiaga Uno, Prabowo tetap ditemani oleh petinggi BPN, seperti Fadli Zon, jubir BPN Dahnil Anzar, Rachmawati Soekarnoputri, dan Sohibul Iman. Terlihat ekonom senior Rizal Ramli.

Mendadak sontak banyak yang bertanya-tanya, di manakah keberadaan Sandiaga Uno saat Prabowo mengadakan jumpa pers dan berpidato.

Sampai-sampai, hilangnya Sandiaga Uno menjadi trending topic terpopuler di Twitter pada Kamis (18/4/2019) dengan tagar #MisteriHilangnyaSandiagaUno.

Pantauan redaksi, Sandiaga Uno juga tidak aktif di Twitter @sandiuno selama jumpa pers Prabowo berlangsung. Adapun kicauan terakhir ia unggah pada Rabu (17/4/2019), pukul 08.59 WIB.

Twit tersebut juga memasang foto Sandiaga Uno dan keluarga mencoblos surat suara di TPS.

“Pemilihan umum telah tiba. Mari kita gunakan hak pilih kita sebaik-baiknya. Suara kita sangat berharga menentukan nasib bangsa kedepannya. Jangan lupa ajak keluarga dan tetangga untuk datang ke TPS. Mari kita jaga pemilihan umum ini dengan aman, damai, jujur dan adil,” kicaunya.

Calon wakil presiden Sandiaga Uno belum juga terlihat setelah hasil quick count atau hitung cepat Pilpres 2019 diumumkan.

Pantauan Merdeka, di kediaman Sandiaga Uno hari ini, beberapa mobil polisi masih terparkir.

Sejumlah pengawal juga bersiaga di depan rumah dan sebagian duduk di taman yang berada persis di rumah mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu di Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019) pagi.

Dua penjaga berpakaian batik cokelat berjaga di depan gerbang rumah bercat krem tersebut.

Salah seorang pengawal mengatakan belum ada informasi apakah Sandiaga ada kegiatan hari ini. Dia menyebut saat ini Sandiaga masih beristirahat karena kelelahan.

“Masih istirahat, kecapekan soalnya,” ujar dia.

Biasanya, kata pengawal ini, Sandiaga pagi-pagi berolahraga basket atau lari. Namun, pagi ini Sandiaga lebih memilih beristirahat dalam rumahnya.

Sebelum pencoblosan, Sandiaga umrah bersama istrinya, Noor Asia Uno. Setelah itu, pada Rabu (17/4/2019), sebelum pemungutan suara, Sandiaga mulai beraktivitas dengan salat tahajud dan salat Subuh berjemaah. Sebelum menuju TPS, Sandiaga meminta doa kepada ibunya, Mien Uno.

Setelah mencoblos di TPS 002, Jalan Sriwijaya, Sandiaga terus beraktivitas sampai malam hari dan baru kembali dari rumah Prabowo Subianto pada pukul 22.45 WIB.
Sandiaga Uno Kelelahan?

Continue Reading
Advertisement

Trending