Connect with us

Science & Technology

Qualcomm Resmi Hadirkan Snapdragon 855, Sudah Bisa 5G!

Published

on


Qualcomm Resmi Hadirkan Snapdragon 855, Sudah Bisa 5G!

Finroll.com – Qualcomm dengan resmi menghadirkan Snapdragon 855, yang dapat membuka pintu teknologi jaringan 5G menjadi kenyataan.

Chipset tersebut dikatakan dapat mendukung jaringan 4G dan 5G di perangkat smartphone. Kehadiran chipset ini diumumkan Qualcomm pada acara tahunan mereka, Snapdragon Tech Summit, yang berlangsung di Maui, Hawaii, Amerika Serikat.

 

“Ini dia Snapdragon 855 mobile platform,” ucap SVP and GM Mobile Qualcomm Technologies Inc Alex Katouzian saat mengenalkan chipset untuk smartphone 5G ini, Selasa (4/11/2018).

Alex mengatakan bahwa Snapdragon 855 memiliki empat keunggulan utama. Pertama, terdapatnya mesin AI generasi keempat. Ini memungkinkan teknologi memasuki beberapa inti chip untuk memproses informasi lebih cepat daripada sebelumnya. Disebutkan juga kalau chipset ini tiga kali lebih baik dari pendahulunya, yaitu Snapdragon 845.

Kedua, adanya sensor ultrasonic yang diterapkan di dalam layar. Di mana hal ini diklaim menjadi yang pertama di dunia. Sensor ini diperuntukkan sebagai pemindai sidik jari di dalam layar ponsel.

Ketiga, Snapdragon 855 memiliki kekuatan dalam mengetahui informasi setiap foto atau video yang ditangkap di kamera ponsel. Ini berkat disematkannya teknologi vision ISP.

“Sekarang Anda dapat mengetahui informasi apa yang Anda tangkap di ponsel,” ungkap Alex.

Dan yang terakhir, inovasi ini juga akan memanjakan para penggila game. Hal tersebut berkat adanya Snapdragon Elite Gaming yang telah dioptimalkan dalam bermain game.

Snapdragon 855 diklaim menjadi otak berbagai smartphone flagship yang akan diluncurkan pada tahun depan, tentunya dapat mendukung jaringan 5G yang telah dinanti-nantikan. (teknologi.id)

Advertisement

Science & Technology

Ditempa Banyak Masalah Tahun 2018, Facebook Rugi 218 Triliun

Published

on

Ditempa Banyak Masalah Tahun 2018, Facebook Rugi 218 Triliun

Finroll.com – Tahun 2018 tidak menjadi masa keberuntungan pendiri raksasa media sosial Facebook Mark Zuckerberg. Dalam tahun ini Zuckerberg terlilit banyak masalah besar seperti peretasan pemilu hingga pencurian data akun pengguna.

Kondisi ini membuat perusahaannya merugi hingga USD15 miliar (Rp218,77 triliun). Bahkan pada tahun ini Zuckerberg tercatat sebagai orang kaya yang paling merugi di antara 500 miliarder dunia. Kekayaan Zuckerberg yang kini berusia 34 tahun tersebut diketahui menurun dari USD75 miliar (Rp1.093 triliun) menjadi USD57 (Rp831 triliun). Tak hanya dilanda skandal peretasan pemilu dan pencurian data pengguna, Facebook juga dihadapkan pada manajemen yang amburadul.

“Berita buruk tentang Facebook yang terus berlangsung pada 2018 menyebabkan Zuckerberg mengalami penurunan kekayaan,” demikian analisis Money Magazine. Meskipun didera banyak kerugian, Facebook masih menduduki peringkat keenam pada Bloomberg Billionaires Index.

COO Facebook Sheryl Sandberg sebelumnya menghadapi pemeriksaan terkait isu peretasan yang dilakukan Rusia dan penyalahgunaan data. Dia membantah adanya interferensi Rusia pada Pemilu Presiden 2016 melalui Facebook dan pencurian data pengguna. Sandberg juga membantah dirinya melarikan diri dari tanggung jawab tersebut.

Money Magazine membeberkan isu yang mengganggu Facebook selama setahun terakhir. Semuanya diawali pada Maret lalu saat Christopher Wylie, pendiri firma analisis data Cambridge Analytica, mengungkap penyalahgunaan data 50 juta pengguna Facebook (direvisi menjadi 87 juta). Pencurian informasi itu digunakan untuk menarget pemilih pada Pemilu 2016 terkait dengan kepentingan kampanye Trump. Imbasnya pendiri Facebook harus kehilangan USD13 miliar akibat pelanggaran tersebut.

BACA JUGA: Soal Kebocoran Data , Facebook Cuma Didenda Rp 8,6 Miliar

Dalam perkembangannya Zuckerberg mengakui kesalahan pada perusahaannya yang tidak proaktif untuk mencegah pelanggaran tersebut. “Ketika kita mendengar dari Cambridge Analytica yang dikatakan kepada kita bahwa mereka tidak menggunakan data dan menghapusnya, kita menganggap kasus itu ditutup,” kata Zuckerberg kepada Kongres AS. “Sebagai retrospeksi, itu adalah jelas sebuah kesalahan,” tandasnya.

Saat itu saham Facebook pada nilai USD217,50 per saham langsung turun menjadi USD144,06 per saham. Kerugian besar tersebut sebagai hal terburuk pada sejarah nilai saham di bursa AS. Saat itu Zuckerbeg mengalami kerugian sekitar USD15,9 miliar. Beberapa hari kemudian dia kembali merugi hingga mencapai USD2,2 miliar.

Di tengah prospek yang buruk pertumbuhan nilai saham tersebut, banyak investor kemudian mulai meninggalkan Facebook. Untuk mempertahankan nilai saham, Zuckerberg menyatakan perusahaan telah menganggarkan keamanan jaringan guna mencegah skandal terdahulu terulang.

Namun kredibilitas Facebook mulai anjlok. Bahkan saat itu banyak eksekutif muda Facebook hengkang meninggalkan perusahaan tersebut. Mereka mengeluhkan Facebook mencaplok WhatsApp dan Instagram yang menunjukkan gambaran tidak sehat di dalam perusahaan tersebut. Bahkan salah satu pendiri WhatsApp sempat mengampanyekan “saatnya #deletefacebook”.

Selanjutnya pada November lalu, New York Times melaporkan COO Facebook Sheryl Sandberg yang terlibat dalam banyak skandal. Sandberg diduga melakukan kebohongan dengan pengabaian peretasan yang dilakukan institusi Rusia. Dia juga dinilai mengabaikan penyalahgunaan data oleh Cambrige Analytica dan pemanfaatan data perusahaan untuk miliarder liberal George Soros.

Selain itu Facebook juga dikritik oleh para pakar PBB karena tidak mampu menghentikan penyebaran ujaran kebencian yang menyebabkan genosida di Myanmar. Itu menjadikan wajah Facebook semakin tercoreng.

Kerugian besar yang dialami Facebook itu tak ayal menjadikan Zuckerberg sebagai miliarder yang merugi di antara 500 miliarder versi Bloomberg Billionaires Index. Dia menduduki peringkat keenam pada posisi tersebut. Adapun pengusaha suku cadang mobil asal Jerman George Schaeffler menduduki peringkat kedua miliarder paling merugi tahun ini. Schaeffler mengalami kerugian USD13,8 miliar.

Faktanya, bagi Facebook, 2018 memang sangat berbeda dengan 2017. Pada 2017, Facebook banyak berubah dan berinovasi. Perubahan, inovasi, dan kreativitas merupakan roh dalam setiap langkah Facebook. Tanpa ketiganya, Facebook meyakini akan ditinggalkan para penggunanya.

Tak mengherankan saat 2017 lalu, Facebook menghadirkan Facebook AR (Augmented Reality) Studio. AR merupakan realitas tertambah, yakni teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan/ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Platform aplikasi AR digunakan untuk publik pada Desember lalu.

Sebelumnya pada 2016 Facebook tampil dengan video live. Berbeda dengan YouTube, Facebook tampil berbeda dalam menampilkan fitur video live. Sebelumnya pada 2013, Facebook mengenalkan tagar setelah mengakuisisi Instagram senilai USD1 miliar. Facebook juga mengenalkan Messenger pada 2011 hingga membunuh tren pesan singkat pada ponsel biasa.

Pada 2018 Zuckerberg menegaskan Facebook akan memperbaiki berbagai isu dan meningkatkan pengalaman bagi penggunanya dalam waktu 365 hari. Isu negatif yang akan diperbaiki itu adalah bahwa Facebook merupakan media penyebaran berita palsu, penyebar ujaran kebencian, dan dianggap sebagai media sosial yang mampu memecah belah bangsa.

Resolusi perbaikan Facebook pun dimasukkan dalam resolusi tahunan Zuckerberg yang disampaikan pada Januari lalu. “Kita saat ini membuat banyak kesalahan sehingga memaksa kita untuk membuat kebijakan dan melakukan pencegahan penyalahgunaan fitur Facebook. Jika kita sukses tahun ini melakukan perbaikan, pada akhir 2018 Facebook akan tampil lebih baik,” janji Zuckerberg.

Tapi resolusi Zuckerberg yang diucapkan pada akhir 2017 itu ternyata gagal dipenuhi tahun ini. Hal itu berdampak panjang pada urusan kekayaan yang dimilikinya. Dalam kondisi serbasulit ini Facebook menyatakan dan berkomitmen akan terus memperbaiki diri guna mempertahankan diri sebagai raksasa media sosial di dunia.

source linetoday

Continue Reading

Science & Technology

Telkomsel Ungkap Bakal Launching Apps mBanking Akhir Bulan Ini

Published

on

Telkomsel Ungkap Bakal Launching Apps mBanking Akhir Bulan Ini

Finroll.com – Perusahaan telekomunikasi nasional, PT Telkomsel mengungkapkan jika mereka akan melaunching sebuah aplikasi mobile banking (mBanking) Telkomsel.

Dilansir dari Republika, nantinya aplikasi ini bisa di download melalui android hingga iOS di akhir bulan Desember 2018 ini.

Vice President Digital Advertising and Banking Telkomsel, Harris Wijaya menyebutkan pelanggan harus terlebih dulu memiliki layanan SMS Banking, dengan mendaftarkan nomor ponsel Telkomsel di kantor cabang terdekat.

“Ini terobosan baru untuk membangun masyarakat digital Indonesia. Layanan mBanking kami terus berkembang dan telah membantu banyak lembaga keuangan di lebih dari 80 institusi nasional dan lokal,” ujar Harris dalam keterangan tertulisnya kepada Republika.co.id, Senin (17/12).

Sementara layanan mBanking Telkomsel ini bisa memberikan masyarakat Indonesia akses yang lebih luas dalam bertransaksi keuangan. Fitur menarik yang ada dalam aplikasi ini meliputi transaksi perbankan, transaksi merchant, promo program, sinkronasi data, hingga pencari ATM terdekat.

Baca Lainnya: Instagram Siapkan Fitur Khusus “Creator Account” Untuk Para Influencer

“Transaksi perbankan lebih mudah dengan mBanking Telkomsel. Pelanggan cukup memilih menu pada aplikasi, kemudian akan diarahkan untuk bertransaksi,” lanjutnya.

mBanking Telkomsel ini juga bisa digunakan untuk membeli produk-produk merchant yang telah bekerja sama dengan bank, seperti pembelian pulsa, pembayaran listrik, dan lainya.

Pada tahap awal, Harris mengungkapkan telah ada 15 bank yang terintegrasi dengan mBanking Telkomsel. 100 ribu pelanggan Telkomsel pertama yang mengunduh dan bertransaksi akan mendapatkan paket data Telkomsel sebesar dua gigabyte. Promo ini berlaku pada seluruh pelanggan KartuHalo, simPATI, Kartu As, dan LOOP selama periode 12 Desember 2018 hingga 31 Januari 2019.

Baca Lainnya: Layanan Pager Ucapkan Selamat Tinggal Untuk Para Penggunanya!

Sumber: Republika

Continue Reading

Science & Technology

Wow! Pesawat Virgin Galatic Terbang Sampai Tepi Antariksa

Published

on

Wow! Pesawat Virgin Galatic Terbang Ke Tepi Antariksa

Finroll.com – Virgin Galactic telah mengirim pesawat komersilnya ke antariksa. Kamis (13/12) pagi, pesawat luar angkasa bernama VSS Unity, mengirimkan gambar luar angkasa pertama mereka.

Virigin Galactic pertama kali melakukan debut VSS Unity pada 2016. Progres Virgin Galactic dalam uji terbang memang terbilang lambat. Sebelumnya VSS Unity hanya bisa naik sampai 52 kilometer dari permukaan bumi. Kini VSS bisa mencapai ketinggian 82,7 kilometer. Kecepatannya bahkan sampai 2,9 kali kecepatan suara.

Virgin Galactic mengklaim bakal bisa lebih tinggi lagi daripada pencapaiannya ini. Semua uji coba ini akan menolong VSS Unity untuk mendapatkan sertifikat keamanan dalam membawa penumpang. Tujuan utama Virgin Galactic memang untuk memabwa penumpang komersil ke luar angkasa.

Tidak seperti pesawat antariksa lain yang mulai terbang dari darat, VSS Unity harus dibawa terbang dulu di udara oleh dua kabin bernama WhiteKnightTwo. Dari dua kabin yang mengudara, VSS Unity dijatuhkan kemudian menyalakan mesin roketnya. Saat mesin berhenti di antariksa, seluruh penumpang akan merasakan pengalaman di luar angkasa, sebelum akhirnya kembali mendarat ke bumi.

Virgin Galactic mengklaim telah berhasil menjual ratusan tiket seharga USD250 ribu per tiket. Banyak selebritis seperti Ashton Kutcher dan Tom Hanks yang sudah punya kursi antrian di VSS. Tentunya penantian mereka ini terbilang sangat lama.

Awalnya, pendiri Virgin Richard Branson mengklaim mereka akan di antariksa secepatnya pada 2009 nanti. Mereka tidak pernah berhasil mencapai antariksa, malah pada 2014 VSS hancur di tengah uji penerbangan. Kecelakan tragis ini membuat dua pilot VSS meninggal dunia.

Uji coba pada Kamis (13/12) lalu nampaknya bakal membuat janji Virgin ini bakal terwujud. (Tek.id)

Continue Reading
Advertisement

Trending