Connect with us

Property

Program Kotaku Tahun 2018 Menjangkau 18 Kelurahan di Kota Bogor

Published

on


Kementerian PUPR

Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019 terus dilanjutkan di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Jawa Barat.

Finroll.com – Melalui Program PKT, Kementerian PUPR membangun infrastruktur kerakyatan seperti pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi kecil, penataan kawasan kumuh, penyediaan akses air minum dan sanitasi, serta hunian layak terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Salah satu PKT di Kementerian PUPR adalah Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang dilaksanakan secara sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya, Pemerintah Daerah dan Kelompok Masyarakat untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan. Terlebih saat ini diperkirakan 54% penduduk Indonesia tinggal di Perkotaan dan diperkirakan akan terus meningkat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program kotaku merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR mendorong dan memberdayakan Pemerintah Daerah terkait dan partisipasi masyarakat.

“Kalau Pemerintah Daerah tidak bergerak dan masyarakat tidak terlibat aktif, maka program tidak akan berjalan. Bahkan kawasan yang sudah ditata akan kembali kumuh,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Dalam kurun waktu empat tahun (2015-2018, Pemerintah telah berhasil menangani 13.556 Ha kawasan kumuh perkotaan. Tahun 2019 akan kembali ditangani kawasan kumuh perkotaan seluas 2.564 Ha dengan anggaran Rp. 318,3 miliar.

Pada tahun 2018, program Kotaku dilaksanakan di 18 Kelurahan dengan total anggaran Rp 10 miliar diantaranya di Kedung Jaya, Menteng Bogor, Pasirjaya, Gunung Batu, Sempur, Paledang, Gunung Batu, Batu Tulis, Mulyaharaja, Cibuluh, dan Sukasari.

Melalui Program KotaKU tahun 2018, menghasilkan drainase total sepanjang 5.678 meter, jalan aspal hotmix sepanjang 363 meter, jalan paving blok sepanjang 1.252 meter, jalan lingkungan beton sepanjang 2.557 meter dan penyediaan 21 unit gerobak sampah.

Sebagai program pemberdayaan masyarakat, keterlibatan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sangat penting bagi kesuksesan program ini. Bahkan masyarakat juga secara swadaya turut mendanai pelaksanaan pembangunan infrastruktur dasar di daerahnya.

Sebagai contoh di RT 01/011, Kelurahan Gunung Batu, dana program KotaKu sebesar Rp 75,5 juta digunakan untuk pembangunan drainase U-Ditch sepanjang 111 meter dengan dana swadaya masyarakat sebesar Rp 6 juta.

Program penataan kawasan kumuh perkotaan melalui KotaKu bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan komitmen Indonesia melaksanakan Sustainable Development Goals (SDGs).

Property

Deltamas Targetkan Marketing Sales Sebesar Rp 1,25 Triliun di Tahun 2019

Published

on

Deltamas

Pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk. (kode saham: DMAS) menargetkan marketing sales sebesar Rp 1,25 triliun di tahun 2019.

Finroll.com – Target marketing sales tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian marketing sales Perseroan sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 884 miliar. Tondy Suwanto, Direktur PT Puradelta Lestari Tbk mengatakan bahwa permintaan lahan industri, telah meningkat sejak akhir tahun 2018.

“Pada tahun 2018, banyak investor yang masih ‘wait and see’ dan masih mengamati dinamika situasi makro di Indonesia,” kata Tondy Suwanto. “Namun, sejak akhir tahun 2018, dengan berbagai dinamika situasi global maupun lokal, terjadi peningkatan permintaan lahan industri, khususnya dari investor asing,” tambahnya.

Namun demikian, Perseroan juga mengantisipasi sikap ‘wait and see’ investor, sehubungan dengan akan diadakannya Pemilihan Umum Indonesia 2019.

“Tentunya kami juga harus mempertimbangkan perkembangan situasi di Indonesia dalam menyambut Pemilihan Umum ini, khususnya di semester pertama. Oleh karena itu, kami memandang bahwa target marketing sales sebesar Rp 1,25 triliun cukup realistis di tahun ini,” kata Tondy Suwanto.

Segmen lahan industri masih menjadi tulang punggung usaha Perseroan dan kontributor utama marketing sales Perseroan. Namun demikian, Perseroan juga terus mengembangkan kawasan hunian dan komersialnya untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan perkotaan terpadu yang mandiri.

Tahun lalu, Perseroan telah meluncurkan kluster hunian Naraya Park. Sebuah kawasan hunian kelas menengah untuk memberikan akomodasi bagi para pekerja industri. Di samping itu, Perseroan bersama Panahome juga telah meluncurkan Savasa, sebuah kawasan hunian modern berkonsep smart-town.

Baru-baru ini, Cikarang Japanese School juga tengah dibangun untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak ekspatriat Jepang yang bekerja di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi area komersial di sekitarnya. Hingga saat ini, proses konstruksi Cikarang Japanese School sudah berjalan 75%.

Pengembangan Kota Deltamas hingga saat ini didanai oleh kas internal Perseroan. Perseroan sendiri tidak memiliki utang (loan-free) dan masih memiliki kas internal yang kokoh.

Total Pengembangan area Kota Deltamas adalah seluas 3.181 hektar dan saat ini masih memiliki cadangan lahan seluas 1.519 hektar.

Continue Reading

Property

BSDE Cetak Marketing Sales Rp 6,2 Triliun Pada Tahun 2018

Published

on

Marketing Sales

Pengembang properti terkemuka di Tanah Air PT Bumi Serpong Damai Tbk, sukses membukukan marketing sales senilai Rp6,2 triliun pada tahun lalu yang ditopang oleh peningkatan penjualan produk residensial dan apartemen.

Finroll.com – Hermawan Wijaya, Direktur BSDE, menuturkan bahwa kontribusi marketing sales pada tahun 2018 masih ditopang oleh penjualan produk residensial sebesar Rp3,47 triliun atau 56% dari total marketing sales. Penjualan di segmen ini meningkat 23% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp2,81 triliun.

Sementara itu, kontribusi dari penjualan kawasan komersial mencapai 44% atau senilai Rp2,75 triliun. Penjualan di segmen ini termasuk apartemen (strata title) dan rumah toko (ruko).

Di segmen komersial, penjualan produk apartemen tercatat Rp839,82 miliar pada tahun lalu, naik 167% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp228.85 miliar. Proyek-proyek apartemen yang berkontribusi pada pencapaian ini adalah Klaska Residence, Southgate TB Simatupang, The Elements dan Akasa Apartment.

Adapun, produk ruko mencatatkan penjualan Rp535,9 miliar, sedangkan penjualan plot lahan mencapai Rp1,62 triliun.

“Dari sisi portofolio, BSD City Serpong masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan dengan kontribusi 49% dari total marketing sales,” paparnya.

Selain itu, Nava Park berkontribusi 9%, Zora sebesar 7%, Kota Wisata & Legenda Wisata sebesar 6%, Klaska Surabaya sebesar 6%, Southgate TB Simatupang sebesar 5%, Banjar Wijaya sebesar 3%, serta Grand City Balikpapan sebesar 3%.

BSDE akan terus melanjutkan proyek-proyek yang telah berjalan, yang sejauh ini mendapatkan tanggapan positif dari para konsumen setia kami.

“Kami optimistis marketing sales akan tumbuh pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan antusiasme para konsumen terhadap produk-produk inovatif yang kami tawarkan. Serta makin positifnya perekonomian nasional yang akan diikuti oleh peningkatan daya beli masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Property

Kementerian PUPR: Pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda Sudah 85,7%

Published

on

Kementerian PUPR: Pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda Sudah 85,7%

Finroll.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda saat ini sudah hampir selesai.

Adapun secara total kontstruksi pembangunan tol ini sudah mencapai 85,7 persen hingga saat ini. Sementara pada seksi I Balikpapan-Semboja yang sepanjang 22,03 kilometer sudah mencapai 96,82 persen.

Dengan demikian maka diharapkan tol seksi I tersebut bisa selesai sepenuhnya pada bulan April mendatang.

Untuk Seksi II Samboja-Muara Jawa yang memiliki panjang 30,98 kilometer, progres konstruksinya saat ini sudah mencapai 83,73 persen. Kemudian untuk Seksi III Muara Jawa-Palaran sepanjang 17,5 kilometer, pembangunannya sudah mencapai 97,2 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut, tol Seksi II dan III bisa selesai Maret 2019.

Di sisi lain untuk konstruksi Seksi IV Palaran-Samarinda yang memiliki panjang 17,95 kilometer, konstruksinya sudah mencapai 75,33 kilometer, dan ditarget selesai Juli 2019.

Baca Lainnya: Jasa Marga Perbaharui Tarif Tol Bandara Soeta Per Tanggal 14 Februari

Begitu juga dengan Seksi V Balikpapan-Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 kilometer, konstruksi sudah mencapai 68 persen.

“Diharapkan selesai Agustus 2019 ini,” ujarbta dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (13/2).

Basuki pun berharap dengan selesainya pembangunan tol ini bisa memangkas waktu tempuh dari Balikpapan-Samarinda yang biasanya menghabiskan waktu 3 jam jadi 1 jam.

Diketahui pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda ini memakan biaya sebesar Rp9,9 triliun. Tol ini dikerjakan dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

 

Sumber: CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Trending