Connect with us

Kuliner

Poon Choi, Makanan Khas Yang Biasanya Ada di Perayaan Imlek

Published

on


Poon Choi

Setiap daerah punya makanan khas untuk merayakan Imlek. Bagi orang Kanton, poon choi disebut juga pen cai harus selalu ada saat momen perayaan penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan Imlek.

Finroll.com – Poon choi sendiri adalah makanan yang disajikan di baskom atau mangkuk besar berisi delapan komponen utama yang umumnya terdiri dari aneka daging, jamur, dan sayur yang dimasak terpisah tetapi kemudian disusun menjadi satu. Penyajian poon choi tidak sembarang, biasanya ada aturan masakan daging di bawah, hidangan laut di atas. Semua dimaksud agar sari hidangan laut turun meresap ke masakan daging. Juga ada yang mengatakan agar tampilan indah layaknya mahkota.

Menyantap poon choi lazimnya bersama, karena komponen yang banyak tidak mungkin dihabiskan sendiri. Untuk itu makanan ini sering keluar saat perayaan, disantap bersama orang terdekat. Makanan Kuno yang Eksis Sampai Sekarang Uniknya poon choi adalah makanan yang eksis menembus zaman.

Tercatat poon choi dibuat pada masang Dinasti Song (960-1279 Masehi). Masa itu China mengalami ancaman serius dari serangan pasukan Mongolia. Kaisar Zhao Bing lantas pergi mengungsi ke daerah Selatan tepatnya ke Guandong yang kini menjadi daerah Hongkong.

Para penduduk desa ingin menjamu keluarga kerajaan, tetapi sumber daya langka. Meskipun punya bahan makanan untuk dimasak, mereka tidak punya peralatan makan yang layak. Akhirnya semua bahan makanan tersebut disusun dalam baskom kayu dan disajikan ke keluarga kerajaan. Saat itulah diduga poon choi lahir.

Zaman dulu untuk menyajikan poon choi butuh waktu tiga hari. Mulai dari mencari bahan makanan terbaik, membersihkan daging dan bahan makanan lain, memasak daging sampai lembut yang memakan waktu 10 jam, kemudian menyusun makanan tersebut.

Executive Chef dari The Royal Garden Chinese Restaurat Ho Wai Sing mengatakan sampai sekarang, meski teknologi sudah canggih, poon choi juga perlu proses pengolahan sampai tiga hari.

“Beberapa bahan yang kami gunakan seperti abalon dan teripang butuh waktu minimal dua hari untuk disiapkan sampai kami bisa memasak mereka. Bahan lain seperti jamur, babi guling, kaki bebek, conpoy (kerang dikeringkan), butuh waktu seharian atau satu setengah hari untuk disiapkan,” kata Ho Wai Sing yang dikutip dari kompas.com.

Masing-masing bahan dimasak berbeda, tidak dalam satu wadah atau bumbu yang sama. Inilah yang membuat proses memasak poon choi kian lama.

“Selesai semua dimasak dan siap, kami masih harus hati-hati menyusun makanan ini jadi satu. Jadi ya sekarang masih butuh tiga hari untuk buat poon choi,” jelas Ho Wai Sing.

Advertisement

Kuliner

Daftar Menu Olahan Daging Kambing Khas Nusantara yang Paling Rekomended

Published

on

Indonesia memiliki warisan kuliner yang sangat banyak. Bahkan Indonesia memiliki beberapa pilihan menu untuk daging kambing. Nah berikut adalah pilihan menu yang bisa dicoba di rumah agar tidak bosan saat menyantap daging kambing.

Nasi Goreng Kambing

Rasa Lezat nasi goreng kambing ini memang sudah melegenda. Banyak sekali warung yang menjual nasi goreng kambing ini. Kawan dapat membuatnya sendiri dirumah dengan cara daging kambing dipotong kecil-kecil lalu dimasak bersama dengan nasi putih dan rempah-rempah lainnya.

Untuk memasak nasi goreng kambing, kawan bebas menggunakan bagian daging kambing mana pun. Hanya saja, kawan harus tetap memotong daging itu kecil-kecil agar tekstur daging menjadi lebih empuk. Bahan pelengkap nasi goreng kambing ini adalah taburan bawang goreng dan emping.

Kambing Bakar Balanga khas Gorontalo

Coba deh masakan khas daerah Gorontalo Sulawesi Utara ini. Resep yang telah diturunkan secara turun-temurun ini terasa unik di lidah dengan kekayaan bumbu yang merasuk di daging. Bagi yang ingin mencoba daging bakar selain sate, mungkin dapat mencoba makanan yang satu ini.

Asam Padeh Daging

Menu yang satu ini juga merupakan menu makanan khas Minang. Bahan – bahan yang digunakan untuk membuatnya tidak sulit didapatkan dan cara membuatnya terbilang cukup mudah dan cepat. Rasanya yang unik sulit untuk dilupakan.

Tongseng Kambing

Tongseng kambing adalah makanan khas Solo yang sudah dikenal di seluruh Indonesia. Tampilan dari tongseng kambing ini sekilas nampak serupa dengan gulai. Tetapi kedua hidangan ini memiliki citarasa yang berbeda. Kuah tongseng kambing lebih sedikit dan kental dibanding gulai.

Kambing Kurma Aceh

Kurma aceh adalah hidangan daging kambing yang berasal dari Aceh. Walaupun namanya Kurma, Kurma Aceh justru menggunakan daging kambing sebagai bahan utamanya. Daging kambing yang dipakai pun adalah daging kambing yang masih ada tulangnya.

Kemudian, daging kambing tersebut dimasak dengan campuran adas, kunyit, jahe, ketumbar, kayu manis, dan rempah-rempah lainnya untuk menghilangkan bau kambing yang sangat menyengat. Rasa Kurma Aceh ini cukup gurih ditambah dengan rasa pedas yang pastinya bikin ketagihan.

Kagape Kambing

Kamu juga tidak boleh melewatkan hidangan dari Jepara yang satu ini. Adalah Kagape kambing yang merupakan makanan familiar di Jepara pada saat Idul Adha. Ada yang mengatakan bahwa kagape ini mirip dengan soto atau kari, tapi rasanya berbeda karena hidangan ini menggunakan air asam jawa dan santan kental.

Kagape juga termasuk salah satu hidangan yang kaya rempah-rempah sehingga citarasanya begitu sedap. Penggunaan daging kambing ini membuat makanan khas Jepara ini jadi semakin lezat.

Kambing Oven

Sangatlah beruntung kalau kamu yang punya oven di rumah. Masakan khas Mesir ini membuat hidangan khas Idul Adha sungguh nikmat. Masakan ini biasanya menggunakan bagian paha kambing yang cepat empuk bila dimasak.

Cara masaknya mudah kok! Oleskan bumbu pada permukaan kambing sampai rata. Panggang dalam oven bersuhu 200 derajat Celsius selama 45 menit atau sampai matang. Tanda daging sudah matang yakni mudah ditusuk dengan garpu.

Tengkleng

Tak banyak orang suka makanan khas Solo ini. Makanan ini seperti gulai kambing, namun kuahnya lebih encer. Tengkleng merupakan perpaduan mantap antara tulang, daging, dan jeroan dengan bumbu khusus. Aroma rempahnya sangat kuat dan membuat nafsu makanmu meningkat dengan seketika. Tengkleng biasanya di sajikan selagi hangat bersama nasi atau sate.

Continue Reading

Kuliner

Pecel Semanggi, Makanan Khas Surabaya Yang Mulai Langka

Published

on

Pecel Semanggi, Makanan Khas Surabaya Yang Mulai Langka

Finroll.com – Semanggi Merupakan Tanaman Liar Yang Banyak Ditemukan Di Daerah Persawahan Dan Di Tepian Sungai. Namun Siapa Yang Sangka, Daun Semanggi Yang Berbentuk Unik Ini Bisa Dimanfaatkan Sebagai Bahan Makanan.

Seperti Pecel Semanggi misalnya, kuliner khas Jawa Timur ini menggunakan bahan utama berupa daun semanggi. Makanan khas Surabaya satu ini tidak mudah ditemukan, tidak seperti halnya kuliner khas Surabaya lain yang banyak dijual di pinggir jalan.

Kuliner Semanggi Surabayo mirip dengan pecel. Disajikan dengan sayuran seperti daun semanggi, tauge, kangkung kemudian disiram bumbu dan krupuk puli diatasnya dijamin membuat lidah Anda menari ketika menyantapnya. Walaupun merupakan jenis makanan pecel namun bahan dan rasaya berbeda dengan pecel pada umumnya. Karena menggunakan bahan dasar daun semanggi dan bumbu yang digunakan terbuat dari ketela rambat sehingga memiliki cita rasa yang khas.

Daun Semanggi sendiri adalah sekelompok paku air (Salviniales) dari marga Marsilea yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi. Walaupun merupakan makanan tradisional khas Surabaya, namun makanan ini tidak mudah untuk ditemukan di semua tempat di Surabaya karena kebanyakan dari mereka menjajakan Pecel Semanggi dengan cara berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Di Surabaya orang berjualan Semanggi ini hanya pada tempat tempat tertentu saja. Misalnya di Taman Bungkul, di Taman Prestasi, dan di beberapa kampung lama di Surabaya.

Di Surabaya sendiri, penjual semanggi ini sangat mudah kita kenali, dengan berpakaian kebaya dan jarit mereka menjual Pecel Semanggi dengan cara berkeliling menggendong bakul yang berisi dagangan mereka. Sebagian besar penjual makanan ini berasal dari Desa Kendung, Benowo, wilayah pinggiran Kota Surabaya yang berbatasan dengan Gresik. Desa Kendung, dikenal sebagai kampung Semanggi. Warganya membudidayakan tanaman Semanggi di lahan-lahan serta sebagian besar berprofesi sebagai penjual Semanggi. Mereka keliling dan keluar masuk kampung di Surabaya menjajakan Semanggi secara berkelompok dan menyebar ke berbagai pelosok di Surabaya.

Pada proses pembuatannya, semua bahan tersebut dibersihkan terlebih dahulu lalu di rebus. Dalam penyajiannya, Pecel Semanggi ini biasanya disajikan menggunakan pincuk yang terbuat dari daun pisang. Bahan yang sudah direbus tadi kemudian siapkan ke dalam pincuk lalu disiram dengan saus bumbu khusus. Saus bumbu yang digunakan ini terbuat dari bahan seperti ketela rambat, kacang, gula merah dan lain-lain. Setalah itu sebagai pelengkap ditambahkan juga krupuk puli atau kerupuk beras. Dengan harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar Rp. 6.000, Pecel Semanggi menjadi kudapan nikmat dengan harga murah

Rasa bumbu Pecel Semanggi ini pada dasarnya didominasi rasa manis. Selain itu bumbu Pecel Semanggi ini memiliki tekstur yang lebih lembut. Namun bagi anda penikmat makanan pedas, penjual Pecel Semanggi biasanya juga menyediakannya dengan penambahan cabai dan bumbu petis. Bagi anda yang berkunjung ke Surabaya, Pecel Semanggi ini tentu sangat cocok untuk di jadikan pilihan bagi anda untuk menikmati makanan tradisional yang ada disana.(Finrollnews)

Continue Reading

Kuliner

Fishcake Ini Digadang-gadang Menjadi Yang Termahal! Lalu Seperti Apa Kelebihannya?

Published

on

Fishcake

Negeri Sakura Jepang memang memiliki banyak kuliner yang lezat, salah satunya adalah fishcake atau kamaboko.

Finroll.com – Biasanya, makanan ini ditemukan saat kita memesan menu ramen atau udon ketika di restoran Jepang. Rasa dari fishcake ini seperti bakso ikan yang lebih lembut nan nikmat.

Kamaboko sendiri berwarna merah muda hingga putih yang disajikan dalam irisan berbentuk bunga sakura. Tidak jarang, jika seseorang yang belum pernah merasakan makanan ini akan mengira jika fishcake adalah kue.

Fishcake

Mengutip Soranews, salah satu mal mewah di Jepang, Shinjuku Isetan, menjual produk kamaboko dengan harga yang fantastis hingga menguras isi dompet. Penasaran bahannya terbuat dari apa?

Seorang pembeli, Mr. Sato terkejut karena harga makanan yang dibelinya seharga 5.400 yen atau sekira Rp700.000. Padahal, dia hanya membeli satu kotak kamaboko atau fishcake.

Tanpa disangka, kamaboko yang dibelinya itu merupakan salah satu makanan yang paling top. Ini dibuktikan dari bungkus kamaboko, berupa kotak kayu yang elegan.

Kamaboko itu memang sangat indah, lapisan luar berwarna merah muda dan di dalamnya berwarna putih yang indah. Memang selain rasanya yang enak, kamaboko juga memiliki mitos, jika dimakan saat perayaan tahun baru dianggap akan memberi keberuntungan.

Fishcake

Tidak heran, karena kamaboko yang dibeli Mr. Sato berasal dari perusahaan produk makanan laut Tokyo Kibun dan dibuat dengan 100 persen ikan croaker. Jenis ikan ini ternyata sangat aman dari kandungan merkuri dan berasal dari Samudera Atlantik.

Saat membuka bungkusannya, Mr. Sato mencium bau kamaboko yang berbeda dari yang lain. Wanginya begitu nikmat dan dilengkapi tekstur yang lebih kenyal dan terkesan berkilau. Begitu memakannya dengan irisan kecil , rasanya sangat berbeda dan lembut.

Kamaboko yang dijual di supermarket biasa, harus memakai tambahan pelengkap seperti kecap, tapi ini berbeda. “Sangat nikmat, tidak perlu campuran tambahan,” kata Mr. Sato sambil menikmati kamaboko mahalnya. (Okezone)

Continue Reading
Advertisement

Trending