Connect with us

Sepakbola

Polisi Sebut Minggu Depan Ada Tersangka Baru Kasus Match Fixing

Published

on


Polisi Sebut Minggu Depan Ada Tersangka Baru Kasus Match Fixing

Finroll.com – Pihak kepolisian melalui Satgas Anti Mafia Bola terus melakukan penyelidikan dan pengungkapan kasus pengaturan skor (match fixing) yang menjerat beberapa anggota PSSI.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut, kemungkinan pada minggu depan, pihaknya kembali menetapkan beberapa tersangka tambahan dari kasus match fixing.

“Minggu depan sudah ada peningkatan beberapa kasus dari penyelidikan ke penyidikan. Tidak menutup kemungkinan sudah ada beberapa tersangka yang akan ditetapkan,” imbuhnya di Mabes Polri, Jumat (4/1).

Baca Lainnya: Ribut-ribut Soal Match Fixing, PSSI Janji Kooperatif

“Minggu depan konstruksinya sudah jelas siapa-siapa saja yang di tersangka kan atas peristiwa pidana yang alat buktinya mencukupi,” sambungnya.

Sementara terkait dengan kasus pengaturan skor, Satgas Anti Mafia Bola sudah memeriksa beberapa saksi tambahan. Seperti Direktur Keuangan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Risha Adi Wijaya, serta Sekjen PSSI Ratu Tisha.

Sampai saat ini, Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan empat tersangka dalam kasus match fixing. Mereka adalah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI, Priyanto dan putrinya Anik Yuni Artikasari, dan anggota Komdis PSSI, Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Sumber: Republika

Sepakbola

Muenchen Terlihat Serius Mendatangkan Hudson-Odoi, Sarri: Cara Mereka Tidak Profesional

Published

on

Hudson-Odoi

Finroll.com – Direktur Olahraga Bayern Muenchen, Hasan Salihamidzic nampak serius ingin mendatangkan Callum Hudson-Odoi. Bahkan, Salihamidzic mengatakan sedang membahas keinginan mendatangkan Hudson-Odoi dengan manajemen Chelsea.

Sejak bulan lalu, juara Bundesliga Jerman tersebut memang terus dikabarkan tertarik untuk mendatangkan Hudson-Odoi. Muenchen ingin memanfaatkan keadaan winger berusia 18 tahun yang mengaku frustasi setelah tidak mendapatkan kesempatan di Chelsea.

Kendati mendapatkan kecaman keras dari pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, nampaknya hal tersebut tidak mengurangi minat Muenchen terhadap pemuda berbakat tersebut. Menurut Salihamidzic, kualitas Hudson-Odoi cocok dengan Muenchen.

“Kami ingin merekrut pemain itu. Saya percaya dengan kualitasnya, kami sedang berbicara dengan manajemen Chelsea,” sebagaimana diberitakan Sport Bild.

Pelatih Chelsea, Maurizio geram dengan cara raksasa Bundesliga Jerman tersebut mengejar Hudson-Odoi.

Pernyataan mantan pemain Bayern itu langsung dikecam oleh Sarri. Menurutnya, apa yang dilakukan pihak Bayern sudah kelewat batas.

Baca Juga: Willian Borges Buka Suara Terkait Masa Depannya di Chelsea

“Saya rasa cara mereka tidak profesional. Sebab, mereka berbicara mengenai seorang pemain yang masih dikontrak oleh Chelsea, jadi mereka tidak menghormati klub kami,” kata Sarri, sebagaimana diberitakan Fox Sports Asia.

“Kemudian, saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Saya tidak tahu situasinya. Saya bahagia dengan pemain yang bersangkutan karena dia mengalami peningkatan, khususnya dalam bertahan,” sambungnya.

Meski puas dengan performa sang pemain, Sarri meminta kepada Hudson-Odoi tidak cepat puas dan terus meningkatkan permainannya.

“Sekarang, dia harus meningkatkan pergerakan tanpa bola. Namun, dia bekerja sangat baik untuk sementara ini. Sejauh ini, saya bahagia dengan pemain yang bersangkutan dan saya ingin dia berada di tim ini di masa mendatang,” tambahnya. (Berbagai Sumber)

Continue Reading

Sepakbola

Isco Jadi “Anak Tiri” Santiago Solari, Van der Vaart Heran Bukan Main

Published

on

Isco Jadi “Anak Tiri” Santiago Solari, Van der Vaart Heran Bukan Main

Finroll.com – Sejak era kepelatihan Santiago Solari, Isco Alarcon juga masih belum bisa mendapat jatah bermain penuh. Banyak kalangan yang menilai jika hal ini sangat absurd, salah satunya mantan pemain senior Madrid, Rafael Van der Vaart.

“Bagi saya hal ini sangat gila. Dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia,” ujarnya kepada Marca yang dilansir dari Sky Sport, Kamis (17/1).

Sejak Solari masukl menggantikan Lopetegui yang dipecat, Isco tercatat tidak menjadi starter dalam tujuh laga beruntun. Hingga akhirnya main sejak menit awal dalam laga Copa Del Rey kontra Leganes semalam.

Akibatnya, Isco sampai saat ini cuma mampu mencetak empat gol dari 22 laga, di seluruh kompetisi.

Van der Vaart menilai, apa yang terjadi pada Isco menambah panjang catatan kurang sedap, terutama hubungannya dengan para pelatih Madrid sebelumnya.

“Dia memang selalu punya masalah-masalah dengan pelatih. Zinedine Zidane pun tidak mempercayainya seratus persen,” lanjutnya.

Baca Lainnya: Dibayar Rp1 Miliar/ Laga, Jose Mourinho Terima Tawaran Jadi Komentator

Ia pun mengaku, saking kesalnya jika dirinya menonton pertandingan Real Madrid di stadion secara langsung dan tidak melihat Isco bermain, ia lebih memilih pulang.

“Ketika saya pergi untuk menonton Madrid, dan saya tidak melihatnya saya lebih memilih untuk pulang saja.” tandasnya.

Ketika ditanya mengenai peluang kembalinya Mourinho ke Santiago Bernabeu, Van der Vaart pun tidak keberatan. Ia merasa Mou adalah sosok yang paling istimewa untuk mengangkat performa Sergio Ramos Cs kembali ke jalur kemenangan.

“Saya sangat menyukai dirinya. Dia itu orangnya to the point, di Belanda kami suka orang yang to the point. Dia itu bisa berkata ‘kamu main, kamu tidak,” imbuhnya.

“Dia adalah The Special One, dan dia adalah pemenangan,” sambungnya.

Baca Lainnya: Juventus Juara Supercoppa Italia Usai Sikat AC Milan 1-0

Sumber: berbagai sumber

Continue Reading

Sepakbola

Gol Tunggal Cristiano Ronaldo Antarkan Si Nyonya Tua Juara Supercoppa Italia

Published

on

Featured Video Play Icon

Gol semata wayang Cristiano Ronaldo kala melawan AC Milan hari Kamis (17/1) tadi sukses mengantar Juventus raih gelar Supercoppa Italiana. Pemain asal Portugal itu lalu bertekad untuk memberikan serangkaian gelar lainnya pada tahun ini.

Ronaldo mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-61 setelah mendapat umpan dari rekan setimnya, Miralem Pjanic. Itu adalah gol ke-16 yang berhasil diciptakan Ronaldo dalam dalam 26 penampilan di semua kompetisi.

Satu gol itu juga menandai kemenangan kedelapan Juventus di ajang Supercoppa Italiana. Dengan demikian, sang juara bertahan Serie A tersebut menjadi tim dengan raihan gelar Supercoppa terbanyak dalam sejarah.

Berhasil mengantar timnya meraih trofi pada musim perdananya jelas membuat Ronaldo senang. Ia lalu menunjukkan tekadnya untuk membawa pulang serangkaian gelar lainnya untuk Juventus pada sisa musim ini.

“Saya senang, saya berniat untuk memulai tahun 2018 dengan trofi. Saya mendapatkan gelar pertama dengan Juve dan saya sangat senang!” ujar Ronaldo usai pertandingan kepada Rai Sport.

“Ini baru permulaan, kami akan mengambil langkah demi langkah. Kami telah mendapatkan trofi ini, sekarang kami harus terus bekerja keras untuk meraih trofi-trofi selanjutnya,” tambahnya.

Meraih trofi berikutnya bukanlah sekadar mimpi bagi Ronaldo, sebab Juventus saat ini sedang tampil apik di ajang Serie A. Namun pemain berumur 33 tahun tersebut merasa gelar Scudetto tidak akan diraih dengan mudah berhubung musim yang masih panjang.

“Serie A selalu menjadi target utama Juventus, kami sedang berada di puncak klasemen. Tapi itu adalah turnamen yang panjang dan akan terasa berat, jadi kami harus tetap bekerja,” lanjutnya.

“Saya mendedikasikan gol ini kepada tim, keluarga saya, teman, juga semuanya yang mencintai Juventus dan Cristiano di seluruh dunia,” tutupnya.

Hingga sekarang, skuat asuhan Massimiliano Allegri tersebut belum merasakan kekalahan dari 19 laga yang telah dilewati musim ini. Dua hasil negatifnya datang dari hasil imbang kontra Atalanta dan Genoa, sedangkan sisanya berhasil disapu bersih dengan kemenangan.(bola.net)

Baca Juga: Juventus Juara Supercoppa Italia Usai Sikat AC Milan 1-0

Continue Reading
Advertisement

Trending