Connect with us

Hukum & Kriminal

Polisi Awasi Tamu yang Jenguk Ratna Sarumpaet Lewat CCTV

Published

on


Polisi Awasi Tamu yang Jenguk Ratna Sarumpaet Lewat CCTV

Finroll.com – Petugas akan mengawasi para tamu yang menjenguk tersangka ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet di Rumah Tahanan (Rutan) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melalui kamera pengawas (Closed Circuit Television/CCTV).

“Kita tambah empat unit CCTV nanti bisa pantau keluar masuk orang yang besuk,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (11/10).

Argo mengatakan empat unit kamera pemantau tambahan itu dipasang di sekitar Rutan Ditreskrimum Polda Metro Jaya agar polisi mengetahui orang yang datang.

Argo menambahkan petugas juga menyiapkan makanan bagi Ratna melalui pemeriksaan tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya.

Pada Rabu (10/10), tim Biddokkes Polda Metro Jaya memeriksa kesehatan fisik dan psikologi perempuan aktivis berusia 70 tahun tersebut.

Anggota Polda Metro Jaya menahan Ratna selama 20 hari terhitung sejak Jumat (5/10) usai ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Kamis (4/10) malam.

Polisi menjerat tersangka Ratna dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya telah meminta keterangan Ratna Sarumpaet, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Presiden Konfederasi Serikat Indonesia (KSPI) Said Iqbal, dan dokter Siddik yang mengoperasi plastik Ratna.

source MI

Hukum & Kriminal

Sejumlah Anggota Presidium Alumni 212 Menagih Proses Hukum Atas Ujaran Kebencian Oleh Immanuel Ebenezer

Published

on

Immanuel Ebenezer

Kinerja kepolisian dalam menindaklanjuti laporan terhadap Ketua Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Mania, Immanuel Ebenezer, dipertanyakan.

Finroll.com – Sejumlah anggota Presidium Alumni 212 menagih proses hukum kasus ujaran kebencian yang dilakukan Immanuel Ebenezer karena menghina alumni 212.

“Tolong polisi tindak lanjuti. Ini sudah hari ke-15 sehingga kita wajar dong bertanya sampai di mana prosesnya?” kata Anggota Presidium Alumni 212, Ustaz Haikal Hasan, di Mapolda Metro Jaya, Selasa 19 Februari 2019.

Haikal mengatakan usai bertemu penyidik, ia mendapat jawaban kalau hari ini laporan baru turun dari atas. Ia pun heran dengan proses yang terkesan lamban.

“Ternyata baru hari ini turun dari atas katanya. Saya enggak tahu dari atas gimana maksudnya, biasanya dari atas tuh dari Allah SWT, turun laporan,” ujar penceramah kondang itu.

Kemudian, ia berharap polisi tak lamban dalam kasus ini. Haikal mengaku jika tak segera ditindaklanjuti, bukan tak mungkin ada kekecewaan. Bentuk protes kekecewaan itu seperti desakan agar memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena melakukan penistaan agama.

“Harapannya ya ditindaklanjuti. Kenapa, karena semua daerah akan melapor, sekali pencet klik, sekali pencet tombol klik maka akan terjadi laporan di polda di seluruh Indonesia,” kata dia yang dilansir dari VIVA.

Dia mengingatkan agar kasus Immanuel ini tak menjadi isu nasional yang jadi sorotan.

“Jangan sampai ke arah sana jadi isu nasional ini nanti gitu loh. Untuk seorang Ahok aja kita turun berkali kali, masa seorang IE ini kita turun lagi begitu, sakit hati kita, penghamba uang maksudnya apa?” ujarnya menyudahi.

Sebelumnya, Juru Bicara Presidium Alumni 212, Eka Gumilar, melaporkan Ketua BTP Mania yang juga Ketua Umum Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, ke Polda Metro Jaya. Laporan ini terkait pernyataan Immanuel bahwa kelompok 212 adalah wisatawan penghamba uang.

Laporan terhadap Immanuel Ebenezer bernomor LP 701/II/2019/PMJ Ditreskrimum, tertanggal 4 Februari 2019. Dia dilaporkan dengan pasal tentang penghinaan terhadap kelompok atau golongan yang tertera dalam Pasal 156 KUHP.

Saat membuat laporan, Eka membawa beberapa barang bukti. Di antaranya bukti video, di mana Immanuel menyebutkan pernyataan yang dianggap melukai hati umat muslim itu.

“Saya optimis sekali, kepolisian akan bijaksana dan profesional akan membantu kami memproses laporan kami,” kata Eka di Markas Polda Metro Jaya, Senin 4 Februari 2019.

Continue Reading

Hukum & Kriminal

Polisi Tidak Tahan Sekda Papua yang Pukul Pegawai KPK, Kenapa?

Published

on

Polisi Tidak Tahan Sekda Papua yang Pukul Pegawai KPK, Kenapa?

Finroll.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Hery Dosinaen telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiyaan pegawai KPK di Hotel Borobudur beberapa waktu lalu.

Meski demikian, polisi tidak langsung menahan Hery.

“Saudara HD diputuskan untuk tidak ditahan,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian ketika dihubungi awak media, Selasa (19/2).

Jerry menambahkan, Hery tidak ditahan sebab penyidik menilai yang bersangkutan bersikap kooperatif selama proses pemeriksaannya.

Baca Lainnya: Sekda Papua Minta Maaf Terlibat Pemukulan Penyidik, KPK Respon Begini

“Tidak ditahan karena yang bersangkutan sangat kooperatif dan statusnya sudah jelas,” sambungnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan dalam kasus ini Hery dijerat dengan pasal 351 KUHP.

Ditetapkannya Hery sebagai tersangka pun disebut Argo sudah sesuai dengan prosedur. Yakni dengan minimal dua alat bukti, yang selanjutnya ditingkatkan ke tahapan gelar perkara.

“Bahwa sebelum dilakukan pemeriksaan kita sudah punya data, artinya ada data keterangan saksi, data keterangan ahli dan dari petunjuk. Dan dari penyidik sudah melakukan gelar perkara untuk menentukan status Sekda Papua,” paparnya.

Sumber: CNN Indonesia

Continue Reading

Hukum & Kriminal

Sekda Papua Minta Maaf Terlibat Pemukulan Penyidik, KPK Respon Begini

Published

on

Sekda Papua Minta Maaf Terlibat Pemukulan Penyidik, KPK Respon Begini

Finroll.com – Sekda Pemprov Papua Hery Dosinaen akhirnya meminta maaf setelah terlibat pemukulan penyidik KPK di Hotel Borobudur Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia mengaku emosi pada saat kejadian pemukulan dan penganiayaan itu terjadi.

“Untuk itu, secara pribadi maupun kedinasan dan atas nama Pemerintah Provinsi Papua, atas emosi sesaat, refleks yang terjadi mengenai salah satu pegawai KPK,” ujarnya seusai diperiksa di gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (18/2).

“Sekali lagi, atas nama pribadi dan kedinasan dan Pemprov Papua, (saya) memohon maaf ke pimpinan KPK dan segenap jajaran KPK atas kekhilafan ini,” lanjutnya lagi.

Merespon hal itu, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menghargai niat baik Hery untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Baca Lainnya: Kronologi Penganiayaan Penyidik KPK Oleh Rombongan Pejabat Papua

“Kami hargai permintaan maaf tersebut, sebagaimana yang kami sampaikan sebelumnya, KPK sejak awal memiliki niat baik untuk membantu Papua, dan mendukung pembangunan di Papua dengan cara sesuai kewenangan KPK,” kata Febri kepada awak media, Selasa (19/2).

Ia menambahkan, jika tindakan KPK dimaksudkan agar masyarakat Papua bisa merasakan anggaran keuangan daerah dengan optimal dan sesuai kebutuhan.

“Pencegahan ataupun penindakan jika ada korupsi, merupakan upaya bersama KPK untuk menjaga hak-hak masyarakat Papua agar lebih bisa menikmati keuangan negara dengan lebih maksimal,” paparnya.

“Karena penyimpangan-penyimpangan keuangan, termasuk korupsi hanya akan menguntungkan pejabat yang korup dan pengusaha yang bersama-sama melakukan korupsi,” tambahnya.

Sumber: Detik

Continue Reading
Advertisement

Trending