Connect with us

Makro Ekonomi

Pertumbuhan e-Commerce Makin Melesat, UMKM Apa Kabar?

Published

on


Jokowi meminta para pelaku usaha e-commerce seperti Bukalapak dan lainnya, bisa menghubungkan UKM yang sebelumnya offline menjadi online.

Finroll.com – Dalam kunjungannya ke HUT Bukalapak ke-9, Presiden Joko Widodo menyampaikan jika sektor UMKM harus masuk kedalam industri e-commerce yang saat ini makin melesat pertumbuhannya.

Jokowi memaparkan, dari data yang ia dapatkan dari survey Google dan Temasek menjelaskan jika peluang e-commerce di Indonesia sangat besar. Tercatat, hingga tahun 2018 survey menemukan bisnis e-commerce di Indonesia naik 114%.

“Diperkirakan nilai perdagangan e-commerce USD 22,3 miliar atau Rp336 triliun, atau naik 114% dari tahun sebelumnya. Angka itu diprediksi naik dua kali lipat jadi USD 53,3 miliar dalam enam tahun ke depan,” ujar Jokowi dalam sambutannya di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (10/1).

Melihat hal ini, Jokowi meminta para pelaku usaha e-commerce seperti Bukalapak dan lainnya, bisa menghubungkan UKM yang sebelumnya offline menjadi online. Apalagi, Jokowi menyebut jika saat ini ada 56 juta UMKM di Indonesia.

Baca Lainnya: Hmmm.. Sandi Uno Janjikan (Lagi) Pajak UMKM Nol Persen Jika Terpilih

“Saya mengajak Bukalapak agar membangun ekosistem online ini supaya tersambung dengan yang offline. Artinya seluruh UKM di negara kita bisa masuk semua di Bukalapak,” papar Jokowi.

Ia menilai, masalah yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah sulitnya membangun merek. Hal ini disebabkan sulitnya para pelaku UMKM untuk menerapkan pengemasan yang baik, meski produknya sudah apik.

“Saya sedih kalau lihat kualitas bagus, barang bagus. Tapi gak bisa masuk akses ke pasar karena packagingnya jelek,” pungkasnya.

Sumber: Detik

Makro Ekonomi

Menyelidiki Tren Tutupnya Ritel-ritel Ternama di Indonesia

Published

on

Menyelidiki Tren Tutupnya Ritel-ritel Ternama di Indonesia

Finroll.com – Sektor industri ritel di Indonesia nampaknya masih mengalami masa sulit. Terbaru, dua perusahaan ritel ternama yakni Hero Supermarket dan Central Department Store di NeoSoho Jakbar menutup cabangnya.

Hero Supermarket misalnya, mereka terpaksa menutup 26 gerai karena PT Hero Supermarket Tbk sedang melakukan efisiensi. Akibatnya 532 karyawan terdampak dan mengalami pemutusan hubungan kerja.

Sementara Central Departement Store mengungkapkan, adanya perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu alasan. Tutupnya dua ritel ternama ini juga menambah panjang daftar tren penutupan gerai ritel besar di Indonesia.

Di tahun 2018, tercatat PT Mitra Adiperkasa Tbk menutup gerai Lotus dan Debenhams. Masih di tahun yang sama, Matahari Departement Store juga menutup gerai di Pasaraya dan Manggarai. Sementara di 2017 Ramayana menutup delapan gerai.

Terkait dengan fenomena ini, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi, tren penutupan toko ritel ternama lainnya bisa berlanjut di 2019.

Ini disebabkan oleh pertumbuhan retail yang cenderung melambat pada 2018. Terlebih, pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga tercatat stagnan rata-rata lima persen.

“Masih akan berlanjut gelombang penutupan ritel selama konsumsi rumah tangga dan daya beli melemah. Kondisi makro ini mulai pulih tapi sangat lambat,” ujarnya kepada awak media, Selasa (15/1).

Baca Lainnya: Pola Bisnis “Zaman Now” Diakui Jusuf Kalla Sulit Diikutinya, Kenapa Ya?

Dirinya menilai, pertumbuhan ritel secara keseluruhan di 2019 diprediksi masih ada di angka lima sampai tujuh persen. Sejalan dengan pertumbuhan konsumsi yang masih datar di lima persen.

Selagi kondisi makro ekonomi ini tidak mengalami peningkatan signifikan, Bhima meyakini jika tren tutupnya ritel masih akan berlanjut.

“Pastinya akan berpengaruh ke kinerja ekspor ya, dan pendapatan masyarakat. Di sisi lain efek pemilu, bisa jadi membuat kalangan menengah atas menahan belanja,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia tidak setuju jika peralihan belanja dari ritel konvensional menjadi e-commerce menjadi alasan besar tutupnya ritel. Ia menyebut jika porsi e-commerce masih kecil dari total ritel. Kemudian, barang yang dijual pada platform e-commerce juga 70 persennya masih  berupa fashion. Sementara yang dijual pada supermarket adalah fast moving consumer goods.

“Jadi marketnya pun berbeda,” tandasnya.

Sumber: Berbagai sumber

Continue Reading

Makro Ekonomi

Pemerintah Luncurkan KUR Bagi Petani Garam, Ini Tujuannya

Published

on

Pemerintah Luncurkan KUR Bagi Petani Garam, Ini Tujuannya

Finroll.com – Pemerintah meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi petani garam. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, program bantuan pembiayaan ini ditujukan agar petani garam bisa meningkatkan kualitas produksinya.

KUR itu akan diberikan bagi kelompok yang dikelola bersama, dalam klaster lewat mitra usaha.

“Sebenarnya sudah tahu petani itu pakai membran dan kemudian mereka bisa menghasilkan lebih bagus garamnya. Pelan-pelan diharapkan bisa mulai masuk ke garam industri,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian baru-baru ini.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan latar belakang diluncurkan KUR untuk Petani Garam karena penyaluran kredit UMKM pada komoditas garam secara keseluruhan berdasarkan data dari Bank Indonesia, memiliki rasio kredit macet di atas lima persen.

Baca Lainnya: Pemerintah Tetapkan KUR 2019 Naik Jadi Rp140 Triliun

“Sehingga diperlukan pengawasan khusus terhadap pembiayaan kredit bagi komoditas garam tersebut,” sambungnya.

Tidak hanya KUR garam, pemerintah juga telah meluncurkan KUR khusus perikanan rakyat. KUR tersebut memiliki plafon di atas Rp25 juta hingga maksimal Rp500 juta per individu anggota kelompok.

Suku bunga KUR khusus tersebut ditetapkan sebesar tujuh persen, yang berjangka waktu maksimal empat tahun untuk kredit modal kerja, atau maksimal lima tahun untuk kredit investasi dengan grace periode sesuai dengan penilaian penyalur KUR.

Sumber: Republika

 

Continue Reading

Makro Ekonomi

Menjadi Komisaris Utama, Agus Martowadojo Resmi Bergabung Dengan Tokopedia

Published

on

Agus Martowadojo

Tokopedia Kamis (10/1) ini mengumumkan bahwa Agus Martowardojo bergabung dalam jajaran kepemimpinan perusahaan sebagai Komisaris Utama.

Finroll.com – Berdasarkan keterangan resmi, Agus bergabung dengan Tokopedia ketika memasuki fase pertumbuhan baru dan tengah mengembangkan ekosistemnya menjadi infrastructure-as-a-service (IaaS).

“Pengalaman dan kearifan Pak Agus Martowardojo akan sangat berharga dalam membina para pemimpin dan institusi Tokopedia. Untuk menjadi perusahaan teknologi kelas dunia. Kehadiran Pak Agus akan memperkuat momentum kinerja perusahaan yang tengah memasuki tahun ke-10. Mewujudkan misi pemerataan ekonomi secara digital.” ujar CEO sekaligus Co-Founder Tokopedia William Tanuwijaya.

CEO sekaligus Co-Founder Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, penunjukkan Agus mempertimbangkan pengalamannya. Yang dinilai bakal mampu membina para pemimpin dan institusi Tokopedia untuk menjadi perusahaan teknologi kelas dunia.

Baca Juga: Wapres JK Sebut 3 Kunci Sukses Produk China Dominasi Pasar Dunia

“Saya melihat Tokopedia sangat konsisten memberdayakan masyarakat melalui teknologi. Sehingga ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh kuat, seimbang dan berkesinambungan,” kata Agus Marto, dalam keterangannya, Kamis, 10 Januari 2019.

“Saya senang dapat bergabung dengan Tokopedia dan mengkontribusikan pengalaman saya untuk mendukung cita-cita perusahaan dalam mendorong pengembangan ekonomi yang inklusif,” ungkap Agus.

Rekam Jejak Agus Martowardojo:

Ketika menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri periode 2005-2010, Agus melakukan transformasi untuk memperkuat kinerja Bank Mandiri. Dia mengembangkan unit-unit bisnis strategis, menekan kredit bermasalah secara signifikan dan membangun budaya kerja berbasis kinerja dan berintegritas. Di periode tersebut, Agus juga mengembangkan bisnis Bank Mandiri melalui aksi korporasi berupa akuisisi, joint venture dan aliansi yang bersifat strategis.

Kemudian saat menjadi Menteri Keuangan periode 2010-2013, Agus melakukan pengelolaan kebijakan fiskal yang disiplin dan efektif untuk mendorong pertumbuhan dan ketahanan perekonomian nasional yang lebih baik. Dia berperan dalam meningkatkan penerimaan negara, memperbaiki efektivitas pengeluaran negara dan memperkuat tata kelola. Pada saat itu, Indonesia mencapai perbaikan peringkat utang dari Fitch dan Moody’s menjadi status investment grade.

Baca Juga: Siapa Yang Akan Bertahan di ‘Pertarungan’ Bitcoin Vs Altcoin Pada 2019?

Lalu sebagai Gubernur BI periode 2013-2018, dirinya aktif memelihara stabilitas dan ketahanan perekonomian Indonesia, melalui pengelolaan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran dan peredaran uang Rupiah yang kredibel. Agus mengeluarkan kebijakan-kebijakan inovatif, termasuk kebijakan Bank Indonesia

7-days Reverse Repo Rate yang memperkuat transmisi kebijakan moneter dan upaya pengendalian inflasi yang terpadu di seluruh daerah di Indonesia.

Sederet penghargaan pernah diterima oleh Agus Marto wardojo, anta lain sebagai Gubernur Bank Sentral Terbaik se-Asia Pasifik dari majalah Global Markets (EuroMoney) pada 2017, Menteri Keuangan Terbaik untuk Asia Pasifik dari The Banker (Financial Times) pada 2012, dan Asia’s Best Executive dari Asia Money pada 2006. (Berbagai Sumber)

Continue Reading
Advertisement

Trending