Connect with us

Property

Pemerintah Targetkan Program Satu Juta Rumah Tahun 2019 Sebesar 1,25 Juta Unit

Published

on


Program Satu Juta Rumah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menaikan target Program Satu Juta Rumah pada tahun 2019 sebesar Rp 1,25 juta unit dari target tahun sebelumnya 1 juta unit.

Finroll.com – Untuk mencapai target baru dalam Program Satu Juta Rumah, Dirjen Pembiayaan Perumahan yang juga menjabat sebagai Plt. Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan perlu promosi yang lebih masif disamping media konvensional juga melalui internet dan media sosial. Sehingga masyarakat lebih mudah mencari lokasi rumah subsidi yang diminatinya.

“Program Satu Juta Rumah dilakukan bersama seluruh stakeholder baik Pemerintah, Perbankan, Pengembang, Asosiasi Pengembang dan lainnya. Termasuk Bank BTN untuk untuk terus mendukung dalam penyaluran subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dan mengurangi kekurangan atau backlog perumahan di Indonesia,” kata Khalawi saat mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam pembukaan acara pameran Indonesia Property Expo (IPEX) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri BUMN Rini Sumarno, Direktur Utama Bank BTN Maryono, dan Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Budi Hartono.

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015, capaian Program Satu Juta Rumah terus meningkat. Yakni tahun 2015 sebanyak 699.770 unit, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit dan tahun 2017 sebanyak 904.758 unit. Tahun 2018, untuk pertam kalinya capaian Program Satu Juta Rumah 1.132.621 unit. Secara keseluruhan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 telah terbangun 3.542.318 unit rumah.

Salah satu terobosan yang dilakukan dalam memberikan kemudahan bagi MBR memiliki rumah yakni dengan perumahan berbasis komunitas. Salah satu pilot project nya adalah Perumahan PPRG (Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut) di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut yang telah dimulai pembangunannya pada 19 Januari 2018.

Perumahan berbasis komunitas mendapatkan subsidi KPR Fasilitas Likuiditas Penyediaan Perumahan (KPR FLPP) yang dikelola oleh PPDPP dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) di Ditjen Pembiayaan Perumahan, Kementerian PUPR.

“Regulasinya tengah kita siapkan agar bisa dikembangkan lebih luas. Seperti sudah dibangun untuk Komunitas Tukang Cukur, kita akan perluas seperti komunitas wartawan, komunitas tukang sampah, pekerja, guru honor yang semuanya di koordinasikan bersama,” Kata Khalawi.

Property

Deltamas Targetkan Marketing Sales Sebesar Rp 1,25 Triliun di Tahun 2019

Published

on

Deltamas

Pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk. (kode saham: DMAS) menargetkan marketing sales sebesar Rp 1,25 triliun di tahun 2019.

Finroll.com – Target marketing sales tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian marketing sales Perseroan sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 884 miliar. Tondy Suwanto, Direktur PT Puradelta Lestari Tbk mengatakan bahwa permintaan lahan industri, telah meningkat sejak akhir tahun 2018.

“Pada tahun 2018, banyak investor yang masih ‘wait and see’ dan masih mengamati dinamika situasi makro di Indonesia,” kata Tondy Suwanto. “Namun, sejak akhir tahun 2018, dengan berbagai dinamika situasi global maupun lokal, terjadi peningkatan permintaan lahan industri, khususnya dari investor asing,” tambahnya.

Namun demikian, Perseroan juga mengantisipasi sikap ‘wait and see’ investor, sehubungan dengan akan diadakannya Pemilihan Umum Indonesia 2019.

“Tentunya kami juga harus mempertimbangkan perkembangan situasi di Indonesia dalam menyambut Pemilihan Umum ini, khususnya di semester pertama. Oleh karena itu, kami memandang bahwa target marketing sales sebesar Rp 1,25 triliun cukup realistis di tahun ini,” kata Tondy Suwanto.

Segmen lahan industri masih menjadi tulang punggung usaha Perseroan dan kontributor utama marketing sales Perseroan. Namun demikian, Perseroan juga terus mengembangkan kawasan hunian dan komersialnya untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan perkotaan terpadu yang mandiri.

Tahun lalu, Perseroan telah meluncurkan kluster hunian Naraya Park. Sebuah kawasan hunian kelas menengah untuk memberikan akomodasi bagi para pekerja industri. Di samping itu, Perseroan bersama Panahome juga telah meluncurkan Savasa, sebuah kawasan hunian modern berkonsep smart-town.

Baru-baru ini, Cikarang Japanese School juga tengah dibangun untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak ekspatriat Jepang yang bekerja di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi area komersial di sekitarnya. Hingga saat ini, proses konstruksi Cikarang Japanese School sudah berjalan 75%.

Pengembangan Kota Deltamas hingga saat ini didanai oleh kas internal Perseroan. Perseroan sendiri tidak memiliki utang (loan-free) dan masih memiliki kas internal yang kokoh.

Total Pengembangan area Kota Deltamas adalah seluas 3.181 hektar dan saat ini masih memiliki cadangan lahan seluas 1.519 hektar.

Continue Reading

Property

BSDE Cetak Marketing Sales Rp 6,2 Triliun Pada Tahun 2018

Published

on

Marketing Sales

Pengembang properti terkemuka di Tanah Air PT Bumi Serpong Damai Tbk, sukses membukukan marketing sales senilai Rp6,2 triliun pada tahun lalu yang ditopang oleh peningkatan penjualan produk residensial dan apartemen.

Finroll.com – Hermawan Wijaya, Direktur BSDE, menuturkan bahwa kontribusi marketing sales pada tahun 2018 masih ditopang oleh penjualan produk residensial sebesar Rp3,47 triliun atau 56% dari total marketing sales. Penjualan di segmen ini meningkat 23% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp2,81 triliun.

Sementara itu, kontribusi dari penjualan kawasan komersial mencapai 44% atau senilai Rp2,75 triliun. Penjualan di segmen ini termasuk apartemen (strata title) dan rumah toko (ruko).

Di segmen komersial, penjualan produk apartemen tercatat Rp839,82 miliar pada tahun lalu, naik 167% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp228.85 miliar. Proyek-proyek apartemen yang berkontribusi pada pencapaian ini adalah Klaska Residence, Southgate TB Simatupang, The Elements dan Akasa Apartment.

Adapun, produk ruko mencatatkan penjualan Rp535,9 miliar, sedangkan penjualan plot lahan mencapai Rp1,62 triliun.

“Dari sisi portofolio, BSD City Serpong masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan dengan kontribusi 49% dari total marketing sales,” paparnya.

Selain itu, Nava Park berkontribusi 9%, Zora sebesar 7%, Kota Wisata & Legenda Wisata sebesar 6%, Klaska Surabaya sebesar 6%, Southgate TB Simatupang sebesar 5%, Banjar Wijaya sebesar 3%, serta Grand City Balikpapan sebesar 3%.

BSDE akan terus melanjutkan proyek-proyek yang telah berjalan, yang sejauh ini mendapatkan tanggapan positif dari para konsumen setia kami.

“Kami optimistis marketing sales akan tumbuh pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan antusiasme para konsumen terhadap produk-produk inovatif yang kami tawarkan. Serta makin positifnya perekonomian nasional yang akan diikuti oleh peningkatan daya beli masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Property

Kementerian PUPR: Pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda Sudah 85,7%

Published

on

Kementerian PUPR: Pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda Sudah 85,7%

Finroll.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda saat ini sudah hampir selesai.

Adapun secara total kontstruksi pembangunan tol ini sudah mencapai 85,7 persen hingga saat ini. Sementara pada seksi I Balikpapan-Semboja yang sepanjang 22,03 kilometer sudah mencapai 96,82 persen.

Dengan demikian maka diharapkan tol seksi I tersebut bisa selesai sepenuhnya pada bulan April mendatang.

Untuk Seksi II Samboja-Muara Jawa yang memiliki panjang 30,98 kilometer, progres konstruksinya saat ini sudah mencapai 83,73 persen. Kemudian untuk Seksi III Muara Jawa-Palaran sepanjang 17,5 kilometer, pembangunannya sudah mencapai 97,2 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut, tol Seksi II dan III bisa selesai Maret 2019.

Di sisi lain untuk konstruksi Seksi IV Palaran-Samarinda yang memiliki panjang 17,95 kilometer, konstruksinya sudah mencapai 75,33 kilometer, dan ditarget selesai Juli 2019.

Baca Lainnya: Jasa Marga Perbaharui Tarif Tol Bandara Soeta Per Tanggal 14 Februari

Begitu juga dengan Seksi V Balikpapan-Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 kilometer, konstruksi sudah mencapai 68 persen.

“Diharapkan selesai Agustus 2019 ini,” ujarbta dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (13/2).

Basuki pun berharap dengan selesainya pembangunan tol ini bisa memangkas waktu tempuh dari Balikpapan-Samarinda yang biasanya menghabiskan waktu 3 jam jadi 1 jam.

Diketahui pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda ini memakan biaya sebesar Rp9,9 triliun. Tol ini dikerjakan dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

 

Sumber: CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Trending