Connect with us

Automotive

Pemerintah Siapkan Kebijakan Pajak 0 Persen Untuk Mendorong Populasi Mobil Listrik

Published

on


Mobil Listrik

Langkah pemerintah untuk mendorong populasi mobil listrik mencapai 20 persen pada 20205. Akan diimbangi dengan pembebasan pajak atau nol persen pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Hal tersebut diungkapkan langsung Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dimana kebijakan pajak 0 persen seiring dengan usulan perubahan skema PPnBM bagi kendaraan bermotor roda empat. Dimana pengaturannya pajak akan dikenakan berdasarkan emisi dan tidak lagi dari besaran kapasitas mesin.

“Pajak diturunkan ke nol persen, karena semuanya berbasis emisi, karena kendaraan hybrid berdasarkan emisi bukan kapasitas mesin atau Cc,” ujar Erlangga seperti dikutip dari Antara.

Pemberlakukan pajak nol persen juga menjadi pertimbangan mengingat produksi kendaraan listrik jauh lebih mahal dibanding kendaraan konvensional. Karenanya diperlukan insentif dari pemerintah untuk mendorong produksinya.

Di beberapa negara maju, pemberian insentif besar-besaran sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Seperti Pemerintah China yang memberikan insentif sebesar Rp100 juta untuk satu unit.

Baca Juga: Honda Komitmen Dorong Kontribusi Mobil Listrik Hingga 100% Terhadap Penjualan di Eropa

Dalam skema baru PPnBM, pemerintah akan memberikan insentif untuk empat jenis kendaraan emisi karbon rendah. Dalam pembahasan aturan tersebut, rencananya insentif akan diberikan untuk Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), kendaraan elektrik hybrid (hybrid EV/HEV), Kendaraan Plug in HEV, Kendaraan Flexy Engine, dan Kendaraan Listrik,

Industri automotif nasional sendiri telah siap memboyong teknologi mobil listrik. Mengingat banyak agen pemegang merek di negara prinsipilnya telah memiliki model mobil listrik. Sehingga dinilai tak sulit untuk memasukkan mobil listrik ke Indonesia. Namun saat ini produsen masih menunggu Perpres yang mengatur mobil listrik.

Automotive

Harga Avanza Baru Tembus Rp 300 juta

Published

on

By

Finroll.com  – Toyota Avanza baru akhirnya resmi diluncurkan di Malaysia. Melalui UMW Toyota Motor, Avanza baru ditawarkan dalam tiga varian, dengan harga jual yang lebih mahal dari Indonesia.

Dilansir situs Paultan.org, Sabtu, 18 Mei 2019, ketiga varian tersebut adalah 1.5E yang dibanderol RM80.888 atau setara Rp277 juta, tipe 1.5S harganya RM83.888 atau Rp291 juta dan 1.5S + RM87.888 atau Rp305 juta.

Artinya, harga di Malaysia lebih mahal dari Indonesia. Di Tanah Air, mobil dengan julukan sejuta umat tersebut dijual mulai dari Rp191,1 juta sampai Rp221,25 juta, dan Veloz mulai Rp215,65 juta sampai Rp239,45 juta.

Ketiga varian tersebut memiliki jantung pacu yang sama. Menggendong mesin 2NR-VE berkapasitas 1.500cc dengan tenaga maksimal 103 daya kuda dan torsi 136 newton meter, yang disalurkan ke roda belakang.

Untuk perubahan eksterior sama dengan yang dijual di Indonesia. Ketiga varian itu ditanamkan lampu depan bi-LED, lampu kabut, spoiler dengan lampu rem LED, antena model sirip hiu dan velg berukuran 15 inchi.

Sebagai pembeda, tipe tertingi seperti 1.5S dan 1.5S plus velg-nya dibalut dua warna. Selain itu, kaca spion elektrik, head unit layar sentuh 6,75 inchi yang dapat terhubung kamera mundur, sistem Apple CarPlay, dan Android.

Continue Reading

Automotive

Rilis Hari Ini, Begini Potret Suzuki Gixxer 250 SF

Published

on

Rilis Hari Ini, Begini Potret Suzuki Gixxer 250 SF

Finroll.com- Suzuki Gixxer 250 SF telah dijadwalkan untuk mengaspal pada hari ini (20/5) di India. Sebelumnya, mereka juga telah merilis beberapa teaser terkait wujud dan suara motor baru ini.

Menjelang peluncurannya yang tinggal menghitung waktu, beredar bocoran wujud Suzuki Gixxer 250 SF seperti yang diunggah oleh Thrustzone.com, salah satu media lokal India.

Tak berbeda dengan bocoran wujud sebelumnya, sportbike 250cc baru Suzuki ini dibekali LED headlight, setang clip-on, instrumen panel digital, dan jok split-seat.

 

Di sektor kaki-kaki terpasang suspensi depan teleskopik yang dipadu velg 17 inci berbalut ban 110/70R17. Sedangkan bagian belakangnya dibekali ban 150/60R17 dan monoshock swingarm. Kedua rodanya dikawal single disc-brake.

Geser ke dapur pacu, Suzuki Gixxer 250 SF mengandalkan mesin 1-silinder SOHC 4-katup 249 cc oil-cooled. Konfigurasi tersebut menghasilkan tenaga sebesar 26,5 ps dengan torsi maksimum 22,6 Nm.

Diprediksi harga Suzuki Gixxer 250 SF tak akan jauh dari pesaingnya, Kawasaki Ninja 250 SL, yakni sekitar INR170.000 – INR180.000 yang setara dengan Rp35 – 37 jutaan (Kurs INR1 = Rp207).

 

source: www.otosia.com

Continue Reading

Automotive

Begini Tampilan Ertiga Berlogo Toyota

Published

on

By

Finroll.com  – Setelah beredar gambar dan konfirmasi bakal kelahiran hatchback Suzuki Baleno berlogo Toyota dengan nama Glanza, kini pasar siap menyambut kedatangan model anyar Toyota lain hasil perkawinan dengan Suzuki.

Kemitraan antara Toyota dengan Suzuki tampaknya semakin agresif melahirkan model-model baru berpenampilan kembar layaknya kolaborasi Toyota-Daihatsu yang menghasilkan beberapa model kembar, yakni Avanza-Xenia, Calya-Sigra dan Agya-Ayla.

Toyota Glanza adalah model pertama yang hadir dari kemitraan itu, dan berikutnya adalah MPV berbasis Suzuki Ertiga. Untuk model berlogo Toyota sejauh ini belum diketahui namanya, tapi beberapa media di Negeri Hindustan telah menebar beberapa gambar rekaannya.

Seperti Toyota Glanza yang mengambil basis dari Suzuki Baleno, Ertiga versi Toyota ini juga diprediksi tak banyak ubahan, kecuali sentuhan pada desain gril dan bumper depan.

Untuk versi Toyota, sepertinya juga bakal dibenamkan sejumlah fitur keselamatan dan pemanja pengemudi khas Toyota. Langkah ini sebagai upaya membedakannya dari Suzuki Ertiga. Meski hal itu akan berakibat pada terdongkraknya harga.

Untuk Suzuki Ertiga yang beredar sekarang adalah generasi kedua, yang mengalami ubahan besar baik pada eksterior maupun interior, termasuk mesin bensin baru 1.5 liter SHVS.

Bagi Toyota, penggunaan model Ertiga untuk MPV anyar mereka di pasar India, tentu diharapkan dapat menguatkan pangsa pasarnya. Pasalnya, Ertiga menjadi salah satu model terlaris di India, sementara Toyota tak punya produk di segmen yang berada di bawah Toyota Innova itu.

Untuk segmen MPV premium India, Innova meraih pangsa pasar cukup kuat. Di negeri itu, nama Toyota lebih berkibar untuk model Innova dan Fortuner, sedangkan model lain masih kurang.

Kembali ke low MPV kembar berbasis Suzuki Ertiga, Toyota mengambil pendekatan yang sama seperti dilakukan pada Glanza. Ertiga berlogo Antara nantinya juga akan memiliki fitur dan kelengkapan lebih tinggi dibandingkan model milik Suzuki, termasuk paket garansi lebih dari 2 tahun.

Jika Toyota mendapatkan pasokan hatchback, low MPV dan crossover dari Suzuki untuk diubah menjadi model berlogo Toyota, maka Suzuki akan mendapatkan Toyota RAV4 dan Corolla Wagon EV untuk disematkan logo S.

Continue Reading
Advertisement

Trending