Connect with us

Property

Pemerintah Berencana Buka Tol Trans Jawa Satu Arah Sampai Brebes Saat Mudik Lebaran

Published

on


Tol Trans Jawa

Pemerintah berencana membuka Tol Trans Jawa secara searah, dari Kilometer 29 hingga Km 262 di Brebes pada saat mudik. Hal ini dilakukan untuk mengurai kemacetan.

Kepala Subbidang Operasional dan Pemeliharaan II Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Joko Santoso mengatakan jalur satu arah ini dijadwalkan pada tanggal 31 Mei, 1 Juni, dan 2 Juni 2019.

“Pemerintah akan menerapkan one way system yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei, 1 Juni, dan 2 Juni,” katanya dalam Diskusi dan Peluncuran Buku ‘Mudik Minim Polemik’ di Jakarta, Selasa (7/5/2019)

“Untuk teknis pelaksanaan one way system dari Jakarta ke arah Semarang, yaitu dimulai dari Km 29 sampai Km 262 daerah Brebes Barat,” sambungnya.

Dia menjelaskan, sistem satu arah ini efektif untuk memangkas kemacetan. Hal itu berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya yang dilakukan pada jalur tol fungsional.

Dia bilang nantinya kendaraan yang menuju ke Jakarta diharapkan memakai jalan arteri.

“Kebijakan one way system berkaca pada penerapan jalur fungsional tahun lalu. Tahun lalu hanya dari Jakarta ke Semarang atau sebaliknya. Dengan berkaca pada mudik tahun lalu, pengguna jalan yang akan ke Jakarta diharapkan menggunakan arteri,” sambungnya.

Penggunaan jalur searah tidak hanya saat mudik, namun juga saat balik. Penerapan jalur searah saat balik dijadwalkan pada tanggal 7, 8, dan 9 Juni 2019.

“Arus baliknya one way system tanggal 7, 8 9, dari Km 188 di Gerbang Tol Palimanan sampai Cikarang Utama Km 29,” tutupnya.

 

sumber: detik

Property

Rumah Buatan Toyota dan Ciputra Diklaim Tahan Gempa Hingga Anti Panas

Published

on

By

Finroll.com – PT Ciputra Residence meluncurkan rumah di kawasan premium CitraRaya Cikupa, Kabupaten Tangerang. Berbeda dengan rumah di kelas yang sama sebelumnya, kali ini CitraRaya menggandeng Toyota Home Corporation untuk mengaplikasikan teknologi yang ada di Jepang.

Rumah ini dijual dengan harga Rp 1,5 miliar-3,5 miliar per unitnya. Pada tahap pertama, PT Ciputra Residence hanya akan menjual 19 unit. Seperti apa keunggulannya?

Mengadopsi teknologi rumah-rumah di Jepang, Cluster Bali Dwipa ini juga didesain tahan gempa. Toyota Housing Indonesia, anak perusahaan Toyota Home Corporation menggunakan metode standar dunia 2×4 yang lebih diperkuat.

Rumah yang dijual oleh PT Ciputra Residence ini diklaim tidak rubuh jika terjadi gempa. Hal ini mengingat Indonesia yang terletak di cincin api.

“Indonesia adalah negara yang sering terjadi gempa. Pada 2016 pun di Aceh terjadi gempa dengan kekuatan 6,5 skala richter. Di Jepang pada tahun yang sama juga terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7,3 skala richter tepatnya di Kumamoto. Tapi tidak satupun rumah Toyota Housing di Jepang di sana yang rubuh,” kata President Toyota Housing Indonesia Kazutoshi Shibata di CitraRaya Cikupa Kabupaten Tangerang, Sabtu (6/7/2019).

Selain itu, rumah ini juga menggunakan Glass Wool, yang akan menciptakan ruang yang nyaman di dalam rumah. Sebab dinding rumah akan dilapisi oleh penahan panas.

Toyota mengisi bagian dinding dengan glass wool dengan tujuan supaya panas dari luar rumah tidak dapat masuk menembus ke ruangan. Begitupun saat malam hari, ruangan akan tetap terasa sejuk.

Keunggulan lainnya adalah rumah di Cluster BaliDwipa CitraRaya menggunakan panel baja, yaitu panel logam berdaya tahan tinggi yang dibuat berdasarkan perhitungan struktur. Selain tahan gempa, panel ini membuat daya tahan rumah meningkat.

Di samping itu, metode konstruksi perakitannya juga berkualitas tinggi. Toyota Housing merakit material baja yang sebelumnya sudah difabrikasi. Dengan metode seperti ini, pengerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan kualitas tinggi tanpa dipengaruhi kondisi cuaca.

Adapun, rumah ini juga didesain anti bocor. Fungsi anti bocor di seluruh atap ini menerapkan uji teknologi yang juga sudah ada di Jepang. Atap rumah ini dilapisi oleh membran anti bocor. Pada saat pembangunan pun, Toyota Housing Indonesia tes semprot ke semua unit. Sehingga ketahanan air dapat terjamin dengan baik.

Continue Reading

Property

Asuransi Barang Milik Negara Diperkirakan Akan Berpengaruh Terhadap Bisnis Asuransi Properti

Published

on

Finroll.com — Pada tahap pertama Asuransi Barang Milik Negara (ABMN) akan mulai dilaksanakan pada Agustus 2019.

Dimana Konsorsium ABMN ini akan mengkover aset Kementerian Keuangan (Kemkeu) senilai Rp 11,4 triliun.

Dody A.S Dalimunthe selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperkirakan kehadiran ABMN akan berpengaruh terhadap lini bisnis asuransi properti karena aset yang dikover adalah gedung dan bangunan milik Kemenkeu.

“Lini bisnis yang akan berpengaruh adalah asuransi properti. Tapi secara umum, kami memang berharap ada pertumbuhan signifikan pada asuransi properti dan kendaraan bermotor karena kedua bisnis itu berkontribusi terhadap premi asuransi umum secara nasional," kata Dody, di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Namun Dody belum bisa memproyeksi berapa kontribusi program asuransi ini terhadap bisnis industri. Yang jelas, pertumbuhan total premi asuransi umum sebesar 10% di sepanjang tahun 2019.

Sementara itu, bisnis asuransi properti semakin menggeliat seiring meningkatnya penjualan perumahan dan kenaikan harga.

Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan premi bruto dari asuransi properti meningkat 26,3% menjadi Rp 4,66 triliun per Maret 2019.

Lebih lanjut menurut Dody, pertumbuhan penjualan properti perusahaan mencapai 23,77%, sedangkan harga rumah naik 0,49%.

Selain itu, pertumbuhan asuransi properti juga didukung oleh penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) tempat tinggal yang meningkat karena objek tersebut akan dijamin asuransi.

Dody memperkirakan lini bisnis properti tetap tumbuh di tahun 2019 dengan pertimbangkan pembangunan fisik properti mengalami pertumbuhan, terutama dari sektor industri.(red)

Continue Reading

Property

Adanya Potensi Default, Kawasan Industri Jababeka (KIJA) Jelaskan Ini!

Published

on

Keterangan foto : Ilustrasi kawasan industri Jababeka

Finroll.com — Akibat perubahan komposisi pengendali pemegang saham dan manajemen terkini, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mengungkapkan adanya potensi default alias lalai atas kewajiban terhadap pemegang surat utang Jababeka International BV.

Jababeka Internasional wajib untuk memberikan penawaran pembelian kepada para pemegang notes dengan harga pembelian sebesar 101% dari nilai pokok notes sebesar US$ 300 juta ditambah kewajiban bunga. “Dalam hal perseroan tidak mampu melaksanakan penawaran pembelian, maka perseroan/Jababeka International BV akan berada dalam keadaan lalai atau default,” ungkap Jababeka dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Minggu (7/7/2019).

Kondisi lalai atau default tersebut mengakibatkan Jababeka atau anak-anak perusahaan Jababeka menjadi dalam keadaan lalai atau default pula terhadap masing-masing kreditur lain. Sementara posisi kas dan setara kas Jababeka pada akhir Maret lalu sebesar Rp 873,89 miliar.

Seperti yang diinformasikan dari BEI. Perubahan syarat dan kondisi surat utang ini terjadi setelah adanya perubahan susunan anggota direksi dan anggota dewan komisaris. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Jababeka pada 26 Juni 2019 lalu menyetujui pengangkatan Sugiharto sebagai direktur utama dan Aries Liman sebagai komisaris Jababeka dengan jumlah suara setuju 52,12%.

Dalam ringkasan risalah RUPST, Jababeka menyebutkan bahwa pengangkatan Sugiharto dan Aries Liman berlaku efektif setelah diperolehnya persetujuan dari pihak ketiga, termasuk persetujuan dari kreditur KIJA yang akan dilakukan dalam kurun waktu maksimal satu bulan.

Perubahan susunan ini merupakan usulan dari PT Imakotama Investindo dan Islamic Development Bank yang merupakan pemegang masing-masing 6,39% dan 10,84% saham KIJA. Perubahan ini dapat dilihat sebagai terjadinya acting in concert dan adanya perubahan pengendalian berdasarkan syarat dan kondisi surat utang yang diterbitkan Jababeka.

Sebagai informasi, pemegang saham lain Jababeka adalah Mu’min Ali Gunawan yang memiliki 21,09% saham KIJA per Mei 2019 lalu. Islamic Development Bank menambah kepemilikan pada KIJA dari 9,31% pada akhir April menjadi 10,93% pada bulan Mei.

Sementara PT Imakotama Investindo mulai tercatat sebagai pemegang saham KIJA dengan kepemilikan lebih dari 5% pada laporan kepemilikan akhir Maret 2019. Saat itu, Imakotama memiliki 5,40% saham KIJA. Pemegang saham ini menambah kepemilikan menjadi 6,17% pada akhir Mei 2019.

Dab berdasarkan dari laporan keuangan kuartal pertama 2019, KIJA memiliki utang Senior Notes 2023 dengan total nilai Rp 4,25 triliun. KIJA lewat Jababeka International menerbitkan Guaranteed Senior Notes due 2023 sebesar US$ 110,85 juta dengan harga jual 104,50% pada 15 November 2017. Further Notes ini merupakan terbitan lanjutan dari penerbitan Guaranteed Senior Notes 2023 sebesar US$ 189,15 juta pada 5 Oktober 2016 dan 19 Oktober 2016.

Guaranteed Senior Notes due 2023 dijamin oleh KIJA dan beberapa entitas anak, antara lain PT Grahabuana Cikarang, PT Jababeka Infrastruktur, PT Indocargomas Persada, PT Saranapratama Pengembangan Kota, PT Mercuagung Graha Realty, PT Banten West Java Tourism Development, PT Padang Golf Cikarang, PT Metropark Condominium Indah, PT Karyamas Griya UTama, PT Patriamanunggal Jaya, dan PT Jababeka Morotai.(red)

Continue Reading
Advertisement

Trending