Connect with us

Keuangan

Pembukaan Pasar Awal Pekan, Rupiah Stagnan di Posisi Rp 14.445

Published

on


Pembukaan Pasar Awal Pekan, Rupiah Stagnan di Posisi Rp 14.445

Finroll.com – Di perdagangan pasar spot hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sudah tidak melemah. Namun bukan berarti rupiah sudah menguat.

Pada Senin, 20 Mei 2019, US$ 1 ditransaksikan Rp 14.445 kala pembukaan pasar spot. Sama seperti posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu alias stagnan.

Sepanjang minggu kemarin, rupiah melemah 0,87% di hadapan dolar AS, dilansir CNBC Indonesia.

Pelemahan yang sudah lumayan dalam tersebut membuat tren pelemahan rupiah terhenti, karena investor kemungkinan kembali melirik mata uang Tanah Air yang sudah murah.

Apalagi secara year-to-date rupiah sudah melemah 0,49%. Sementara secara year-on-year, depresiasi rupiah mencapai 1,87%.

Selain itu, sepertinya pelemahan rupiah juga tertahan oleh intervensi yang dilakukan oleh Bannk Indonesia (BI).

Pekan lalu, bank sentral melakukan stabilisasi pasar secara masif sehingga depresiasi rupiah bisa ditahan di bawah 1%.

Intervensi BI terlihat mampu menjaga rupiah tidak sampai melemah seperti mayoritas mata uang utama Asia lainnya.

Ya, pagi ini sebagian besar mata uang utama Benua Kuning terdepresiasi di hadapan dolar AS, mulai dari yen Jepang, rupee India, ringgit Malaysia, sampai yuan China.

Jika Voltron adalah penjaga alam semesta (defender of the universe), maka BI adalah penjaga rupiah. Sejauh ini, Gubernur Perry Warjiyo dan kolega melakukan tugasnya dengan baik.

Hari Ini Tak Akan Mudah Buat BI

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi gerak rupiah hari ini. Pertama adalah perkembangan harga minyak dunia.

Pada pukul 08:21 WIB, harga minyak jenis brent melesat 1,45% sementara light sweet melejit 1,37%.

Tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas membuat harga minyak bergerak naik.

Gontok-gontokan Arab Saudi cs versus Iran belum mereda, di mana masing-masing pihak sudah siap jika sampai terjadi konflik bersenjata alias perang.

“Kerajaan Arab Saudi tidak ingin ada perang di kawasan ini, dan tidak ingin mencari perang. Kami akan melakukan sebisa mungkin untuk mencegah perang. Namun pada saat yang sama, Kerajaan akan merespons dengan segenap kekuatan serta melindungi diri dan kepentingannya,” jelas Adel Al Jubeir, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, dikutip dari Reuters.

Pernyataan senada dikemukakan oleh Teheran. Mayor Jenderal Hossein Salami, Komandan Korps Penjaga Revolusi Islam Iran, menegaskan pihaknya tidak mencari perang tetapi tidak takut kalau itu sampai terjadi (amit-amit).

Ketegangan di Timur Tengah dikhawatirkan bisa mempengaruhi harga minyak. Konflik (kalau berkepanjangan) bisa membuat pasokan si emas hitam dari kawasan tersebut terhambat.

Timur Tengah adalah daerah penghasil minyak terbesar di dunia, sehingga saat pasokan dari sana berkurang maka harga bisa naik cukup signifikan.

Jika tren ini berlanjut, maka bisa menjadi alamat jelek buat rupiah. Pasalnya, kenaikan harga minyak akan membuat biaya impor komoditas ini semakin mahal.

Padahal Indonesia mau tidak mau harus mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri karena produksi yang belum juga memadai.

Artinya, akan ada tekanan bagi neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Ini bukan berita baik buat rupiah dan aset-aset berbasis mata uang Tanah Air.

Kedua, investor sepertinya masih wait and see jelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang. Semakin dekat ke Hari H, situasi bukannya tenang tetapi malah semakin gaduh.

Kubu pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus menyuarakan dalam Pemilu sehingga hasilnya tidak sah. Artinya, ada delegitimasi atas keputusan KPU.

Rencana aksi massa besar-besaran pada 22 Mei pun kian santer terdengar. Bahkan kepolisian mengendus upaya teror yang akan menunggangi aksi tersebut.

Menuju 22 Mei, pelaku pasar sepertinya memilih untuk menunggu terlebih dulu. Ada kemungkinan investor menunda rencana masuk ke pasar keuangan Indonesia sebelum situasi agak tenang.

Dua sentimen tersebut menjadi tantangan bagi BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Bukan tugas yang ringan, dan tentu butuh biaya yang tidak sedikit. Cadangan devisa menjadi taruhannya.

Keuangan

Bank BTPN Resmi Hadirkan Jenius, Solusi Life Finance di Bali

Published

on

Keterangan foto : booth Jenius dari bank BTPN di Bali

 

 

Finroll.com – Jenius, solusi life finance bagi masyarakat digital savvy resmi hadir di Bali. Sebagai salah satu inovasi digital dari Bank BTPN, Jenius terus mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat melek digital atau digital savvy di Indonesia.

 

Kini, Jenius resmi hadir di Bali sebagai solusi life finance yang simpel, cerdas, dan aman. Masyarakat digital savvy di Bali dapat mengunduh aplikasi revolusioner ini di App Store atau Google Play Store, ataupun mengunjungi booth Jenius yang berada di ground floor Mall Bali Galeria & Trans Studio Mall Bali. Dalam kesempatan yang sama, Jenius sekaligus memperkenalkan pilihan saldo mata uang asing Jenius untuk transaksi menggunakan mata uang negara lain dengan cara yang simpel, cerdas, dan aman.

 

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen, dalam lima tahun terakhir sebanyak 37% masyarakat Indonesia telah menggunakan smartphone, sementara itu penggunaan internet sehari-hari meningkat sebanyak 22%. Dalam hasil survei Jenius Financial Study bertajuk Indonesia Digital Savvy Behavior 2019, Jenius mengulas mengenai pengaruh digital terhadap perilaku konvensional masyarakat digital savvy di Indonesia.

 

Studi tersebut dilakukan kepada 2.055 responden di 11 kota besar di Indonesia. Pada hasil riset tersebut, grup Gen Z (di bawah usia 24 tahun), Gen Y (25 – 38 tahun), Gen X (39 – 53 tahun), hingga Baby Boomers (54 – 68 tahun) mengakses beragam kategori aplikasi melalui smartphone, mulai dari hiburan, chatting, hingga finansial.

 

Dalam riset independen yang dilakukan Jenius kepada masyarakat digital savvy di Bali mengungkapkan bahwa 98% responden telah memanfaatkan teknologi digital untuk membantu urusan finansial mereka.

 

Irwan Sutjipto Tisnabudi, Head of Digital Banking Bank BTPN menjelaskan, “Hasil studi ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat Indonesia semakin terintegrasi dengan internet yang didukung dengan akses melalui smartphone. Fenoma ini juga terjadi di Bali yang juga berdampak pada bagaimana masyarakat digital savvy di Bali melakukan berbagai aktivitas termasuk dalam aspek finansial.

 

Hal ini didukung dengan terus berkembangnya Bali sebagai salah satu destinasi favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Jenius hadir di Bali untuk memberikan layanan finansial yang lebih simpel, cerdas, dan aman.”

 

Jenius merupakan aplikasi revolusioner yang dilengkapi dengan kartu debit Visa untuk mengatur life finance melalui smartphone.

 

“Jenius percaya bahwa disadari atau tidak, setiap keputusan dalam hidup memiliki konsekuensi terhadap aspek finansial. Oleh karena itu, kehadiran Jenius sebagai solusi life finance yang simpel, cerdas, dan aman bagi masyarakat digital savvy di Bali melalui integrasi antara elemen gaya hidup dan finansial akan membantu mereka mengambil keputusan dengan lebih bijak,” tambah Irwan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Irwan menjelaskan inovasi terbaru dari Jenius yang terinspirasi dari aspirasi masyarakat digital savvy di Indonesia. “Untuk memenuhi kebutuhan digital savvy yang begitu dinamis, pada 23 Mei 2019 lalu Jenius memperkenalkan pilihan saldo mata uang asing yang semakin memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

 

Kini dengan menggunakan kartu utama (m-Card), pengguna dapat mengaktifkan saldo mata uang asing antara lain Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Singapura (SGD), dan Yen Jepang (JPY) untuk melakukan transaksi. Setelah mengaktifkan saldo mata uang asing, pengguna Jenius bisa melakukan transaksi jual dan beli mata uang asing dengan Rupiah (IDR) dan sebaliknya melalui aplikasi Jenius.

 

Pengguna juga bisa menentukan salah satu saldo yang akan dihubungkan ke m-Card serta menikmati kemudahan bertransaksi di luar negeri dengan saldo mata uang asing yang dimiliki,” ungkap Irwan.

 

Lebih lanjut, melalui fitur-fitur yang ada di Jenius masyarakat digital savvy dapat mengatur finansial mereka seperti membuka tabungan, melakukan transaksi, dan mengelola rekening lebih simpel, cerdas, dan aman, kapan saja melalui smartphone.

 

Untuk melakukan aktivasi, masyarakat digital savvy dapat menggunakan fitur Video Call KYC. Melalui layanan ini, calon pengguna Jenius dapat melakukan aktivasi di mana saja, tanpa perlu datang ke booth maupun kantor cabang Bank BTPN. Selain itu, fitur unik di Jenius antara lain Send It yang dapat digunakan untuk mengirimkan uang dan membayar tagihan telepon, kartu kredit, e-commerce, internet, televisi berlangganan, transportasi, dan isi pulsa melalui smartphone.

 

Fitur $Cashtag memberikan pilihan bagi pengguna untuk mengingat dan memberikan informasi nomor rekening ke pihak lain dengan lebih simpel, karena diciptakan bukan dengan deretan angka melainkan nama.

 

Sebagai solusi pengelolaan finansial yang menyeluruh, Jenius menyediakan beberapa jenis tabungan dalam satu akun Jenius seperti Flexi Saver, Dream Saver, dan Maxi Saver. Flexi Saver merupakan tabungan fleksibel dengan bunga menarik yang bisa ditarik atau disetor kapan saja tanpa terikat periode waktu tertentu.

 

Tabungan Dream Saver dapat digunakan untuk mewujudkan tujuan spesifik serta dapat secara otomatis ditarik dari saldo aktif baik harian, mingguan, atau bulanan. Sementara itu, Maxi Saver adalah deposito berjangka dari Jenius dengan bunga optimal. Dengan demikian, pengguna Jenius dapat membuat tabungan deposito tanpa perlu mengantre di kantor cabang, serta dapat menentukan periode simpanan secara fleksibel, yaitu mulai dari 1 hingga 12 bulan.

 

Selain itu, setiap pengguna Jenius berkesempatan mendapatkan hingga 5 (lima) kartu debit yang dilengkapi dengan jaringan Visa dan GPN yang berfungsi untuk melakukan alokasi finansial sesuai dengan kebutuhan. Kartu debit Jenius antara lain kartu debit utama (m-Card), kartu debit virtual (e-Card), dan kartu debit tambahan (x-Card) dapat digunakan di jaringan ATM Bersama/Prima.

 

Untuk mendukung aktivias sehari-hari pengguna, terdapat fitur e-Wallet Center yang memudahkan pengguna untuk top-up GOPAY, OVO, LinkAja, dan M-Tix.

 

Nadia Karina, pengguna Jenius dan digital savvy di Bali, berbagi pengalamannya dalam menggunakan Jenius untuk mengelola finansial sehari-hari, termasuk pada saat travelling.

 

“Jenius membantu saya dalam mengelola keuangan sehari-hari menjadi lebih praktis dan simpel. Fitur x-Card saya gunakan untuk mengelola pos-pos pengeluaran berdasarkan kebutuhan. Selain itu, fitur Dream Saver sangat membantu saya untuk disiplin menabung demi mewujudkan beberapa impian. Tak hanya itu, saya juga dengan mudah dapat top up saldo transportasi online, transfer uang ke teman melalui $Cashtag, dan berbelanja online,” ujar Putri Indonesia 2019 wakil Provinsi Bali ini.

 

Di Jenius, berbagai fitur unik terus dikembangkan melalui semangat kokreasi bersama masyarakat digital savvy. “Jenius lahir melalui proses kolaborasi dan kokreasi dengan para digital savvy. Semangat ini terus kami bawa dalam pengembangan fitur-fitur unik Jenius. Dengan memperkenalkan Jenius di Bali, kami berharap dapat berkolaborasi dan berkokreasi bersama untuk layanan perbankan yang semakin lengkap dan relevan dengan kebutuhan para digital savvy di kota ini,” tutup Irwan.

 

Informasi tentang PT Bank BTPN Tbk. (Bank BTPN) merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI).

 

Bank BTPN melayani segmen mass market yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); segmen consuming class; serta segmen korporasi. Bisnis tersebut didukung unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya – unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti – unit bisnis yang fokus melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha mikro, BTPN Mitra Bisnis – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha kecil dan menengah, BTPN Wow! – produk Laku Pandai yang fokus pada segmen unbanked, Jenius – platform perbankan digital untuk segmen consuming class, serta unit bisnis korporasi yang fokus melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan perusahaan-perusahaan Jepang.

 

Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu BTPN Syariah yang fokus melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.

 

PT Bank BTPN Tbk. menduduki peringkat kedua di Indonesia dalam World’s Best Bank 2019 yang dirilis oleh Forbes pada akhir Februari 2019. Bekerja sama dengan Statista, survei dengan pendekatan customer-centric dilakukan terhadap 40.000 konsumen di seluruh dunia dengan mengumpulkan opini mengenai bank yang sedang dan pernah mereka gunakan.

 

Penilaian dilihat berdasarkan faktor kepuasan pelanggan, kepercayaan, biaya, layanan digital, dan informasi finansial. Pencapaian ini membuktikan bahwa rangkaian inovasi yang telah dilakukan, mulai dari BTPN Sinaya, BTPN Wow! hingga Jenius, membuat PT Bank BTPN Tbk. meraih posisi yang cukup tinggi di hati masyarakat Indonesia.(red)

Continue Reading

Keuangan

Ini Dia Bisnis Fintech Yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan

Published

on

Keterangan foto : Ilustrasi bisnis fintech

 

FINROLL.COM – Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, bisnis finansial ini tak hanya dimiliki lembaga bank saja. Saat ini, sudah banyak lembaga non-bank yang mengenalkan layanan finansial berbasis teknologi.

 

Sementara industri finansial secara perlahan telah mengalami modernisasi dengan adanya internet. Layanan ini kemudian populer dengan istilah fintech (financial technology) dan menawarkan berbagai macam manfaat bagi masyarakat untuk urusan finansial.

 

Ini dia beberapa manfaat layanan fintech, adalah bisnis yang dengan mudah melakukan pembayaran. Sementara manfaat kehadiran fintech adalah penggunaan uang digital untuk transaksi. Transaksi bisa dilakukan tanpa harus membawa dompet atau kartu debit.

 

Bisnis ini juga bebas dari biaya tambahan saat bertransaksi yang biasanya ada pada penggunaan kartu debit atau kredit. Bisnis fintech bisa membantu mengatur cashflow. Secara sekilas, kehadiran fintech mungkin dianggap bisa membuat orang lebih boros karena mudah melakukan transaksi.

 

Padahal, hadirnya fintech bisa membuat Anda lebih mudah mengatur cashflow karena setiap transaksi tercatat di dalamnya. Anda bisa menggunakan fitur pembatasan saat pengeluaran mencapai limit yang ditentukan.

 

Sementara beberapa fintech juga menawarkan pinjaman online sehingga Anda bisa mendapat uang cash dalam jumlah tertentu untuk beragam keperluan tanpa menguras kantong dalam satu waktu.

 

Sarana investasi Fintech juga menghadirkan sarana kemudahan berinvestasi. Sebelum fintech hadir, investasi cukup rumit. Itu karena ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti mendaftarkan diri ke rekening reksadana pada bank tertentu atau ke manajemen investasi.

 

Sekarang tinggal memilih aplikasi fintech yang menawarkan fitur investasi, mulai dari reksadana, investasi emas, sampai peer to peer lending. Persyaratannya pun cukup mudah dan bisa dilakukan di mana saja. Fintech tepercaya Memang waktu untuk menyosialisasikan produk fintech ke masyarakat tidaklah singkat. Itu karena mereka perlu membangun kepercayaan masyarakat. Salah satu faktor trust yang dibutuhkan adalah izin operasi dari OJK.

 

Berikut ini adalah 3 daftar fintech yang tepercaya dan telah terdaftar di OJK:

1. Julo Pinjaman online menjadi salah satu produk popular fintech. Salah satu platformnya adalah Julo yang memungkinkan pengguna melakukan pinjaman online tanpa jaminan mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 8 juta. Pinjaman ini menggunaka skema pelunasan cicilan mulai 3 sampai 6 bulan dengan bunga 4 persen per bulan. Syarat dokumen pun mudah, yaitu KTP, slip gaji, dan foto diri dengan kTP. Jika lolos verifikasi, Anda akan menerima pencairan dana dalam 1 sampai 2 hari kerja.

 

2. Akseleran Hadir sebagai platform peer to peer lending, aplikasi ini tidak hanya untuk melakukan pinjaman online. Anda juga bisa memberikan pinjaman. Jadi, pengguna bisa berperan sebagai investor di dalamnya dan memilih campaign pinjaman yang cocok dengan profil. Mekanisme transaksi di dalamnya juga aman dan tidak merugikan penggunanya karena sudah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 dan izin dari OJK.

 

3. Traveloka PayLater Traveloka PayLater hadir sebagai solusi pembayaran transaksi di Traveloka dengan metode cicilan online tanpa kartu kredit. Anda bisa membeli beragam produk seperti tiket perjalanan, hotel, voucher restoran, hingga tiket wisata menggunakan dana pinjaman itu.

 

Anda dapat melunasi pinjaman tersebut dengan skema cicilan bulanan mulai 1 hingga 12 bulan. Traveloka pun akan membantu Anda mengingatkan pelunasan dengan beragam metode, seperti SMS, email, notifikasi aplikasi, sampai telepon. Pengingat ini berguna agar pengguna terhindar dari beban biaya keterlambatan dan riwayat kredit yang buruk.

 

Faktor perizinan telah terjamin karena telah didukung Caturnusa Sejahtera Finance (peer to peer lending yang termasuk kelompok usaha Sinarmas) sebagai mitra resmi yang terdaftar dan pertama kali memiliki izin operasi dari OJK. Privasi data pengguna adalah prioritas utama Traveloka PayLater. Traveloka menerapkan enkripsi penuh dan autentikasi unik dalam layanannya.

 

Autentikasi ini hanya bisa diakses dan diketahui penggunanya sehingga hanya mereka yang bisa melakukan transaksi. Pada dasarnya fintech hadir sebagai solusi finansial yang bisa dijangkau masyarakat luas.

 

Namun, pengguna pun harus bijak dalam memanfaatkan fasilitas ini agar cashflow dapat tetap terjaga dengan baik.(red)

Continue Reading

Keuangan

Wujudkan Ketertiban Pengguna Anggaran Negara, Pushidrosal Siap Dukung Kebijakan Pemerintah

Published

on

Keterangan foto : Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H

 

FINROLL.COM – Pemerintah mengeluarkan kebijakan uji coba penggunaan Kartu Kredit Pemerintah dalam pembayaran belanja negara sebagai model baru praktek pengelolaan keuangan negara, dengan tujuan untuk menunjang likuiditas dan efisiensi kas negara.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) siap mendukung kebijakan pemerintah itu guna mewujudkan ketertiban dalam hal penggunaan anggaran negara.

 

Hal itu disampaikan Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., saat membuka Sosialisasi Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara Dan Tata Cara Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (24/06/2019).

 

Menurut Kapushidrosal, institusinya siap mendukung kebijakan pemerintah itu dalam hal penggunaan Kartu Kredit Pemerintah dalam pembayaran belanja, yang dibiayai dengan mekanisme uang persediaan seperti biaya operasional, biaya pemeliharaan dan biaya perjalanan dinas di lingkungan Pushidrosal.

 

Menurutnya, sistem tersebut dapat mengontrol beredarnya uang cash berlebihan dan membuat lalu lintas keuangan jelas terpantau, sehingga dapat menghindari penyelewengan penggunaan anggaran negara.

 

Kegiatan Sosialisasi yang diikuti para pejabat Utama dan perwira Pushidrosal ini menghadirkan pembicara dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I, Dirjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI, yang memaparkan tentang “Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara Pada Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia” dan “Juknis Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah”.

 

Informasi tentang Pushidrosal : Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) adalah Komando Utama Pembinaan TNI Angkatan Laut yang berkedudukan langsung di bawah Kasal. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia.

 

Pushidrosal bertugas menyelenggarakan pembinaan hidro-oseanografi (hidros) yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran, baik untuk kepentingan TNI maupun untuk kepentingan umum dan menyiapkan data dan informasi wilayah pertahanan di laut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut.

 

Sesuai dengan tugas pokoknya, Pushidrosal berkewajiban menyiapkan serta menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi untuk TNI maupun untuk kepentingan umum. Untuk kepentingan keselamatan navigasi pelayaran, Pushidrosal mempunyai kewenangan dan legalitas tunggal dalam bidang hidrografi dalam menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi berupa peta laut baik peta kertas maupun peta navigasi elektronik dan publikasi nautika.

 

Pushidrosal ditetapkan sebagai lembaga hidrografi nasional dengan dasar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1951 tanggal 31 Maret 1951 (PP RI No. 23/1951) dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 164 Tahun 1960 tanggal 14 Juli 1960 (Keppres RI No. 164/1960), mengemban fungsi sebagai Lembaga Hidrografi Militer dan Lembaga Hidrografi Nasional Indonesia.

 

Sebagai pengemban fungsi hidrografi militer dan pertahanan, Pushidrosal  bertanggung jawab untuk mampu menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat dan mutakhir sebagai data dasar yang akan digunakan sebagai bahan analisa strategi pertahanan nasional.

 

Sedangkan sebagai Lembaga Hidrografi Nasional Indonesia, Pushidrosal melaksanakan fungsinya sebagai penanggung jawab untuk memberikan jaminan keselamatan navigasi pelayaran di seluruh wilayah perairan yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, Pushidrosal merupakan representasi legal dan wakil pemerintah RI dalam keanggotaan resmi organisasi internasional yaitu International Hydrographic Organization (IHO) yang berkedudukan di Monaco dan sekaligus sebagai anggota Komisi Hidrografi Asia Timur atau East Asia Hydrographic Commission (EAHC).

 

Selain itu menjadi anggota delegasi pemerintah RI di beberapa organisasi internasional di bidang Hidrografi, Oseanografi dan Navigasi pelayaran seperti International Maritime Organization (IMO), Inter-Government Oceanographic Commision (IOC), United Nations Conference on Standardization of Geographical Names (UNCSGN) dan United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN).(red)

Continue Reading
Advertisement

Trending