Connect with us

Property

Pasar Unit Apartemen di Bawah Rp 1 Milyar Menjadi Segemen Yang Menguntungkan Saat Ini

Published

on


Apartemen

Pasar unit apartemen dengan harga di bawah Rp 1 milyar menjadi segmen yang menguntungkan saat ini.

Pollux Property dalam materi prospektif IPO menyatakan apartemen dengan unit berukuran kecil merupakan unit yang paling banyak dicari. Sehingga pihaknya mengarahkan pengembangan properti ke segmen itu.

Sementara bagi emiten properti PT Summarecon Agung Tbk, unit yang mereka kembangkan memang didominasi oleh unit seharga di bawah Rp 1 miliar. Jemmy Kusnadi, Sekretaris Perusahaan Summarecon Agung menyatakan sekitar 75% unitnya menaruh harga rendah untuk menyasar segmen pasar menengah.

Menurut Jemmy, harga di bawah Rp 1 milyar tentu dirasakan sangat terjangkau oleh kalangan kelas menengah.

“Kalangan kelas menengah saat ini merupakan segmen yang cukup besar bagi bisnis properti,” jelasnya, Senin (11/3).

Kendati begitu, harga produk disesuaikan dengan lokasi berdirinya apartemen tersebut, sebab lokasi-lokasi strategis di area Jakarta punya harga tanah yang sudah melangit.

“Untuk Summarecon, harga produk yang dipasarkan tergantung lokasi. Di Serpong dan Bekasi memang sebagian besar harga yang dipasarkan masih di bawah Rp 1 M per unit, walaupun ada juga yang harganya di atas,” terang Jemmy.

Tak meninggalkan konsumen kelas atas, Summarecon juga memiliki apartemen dengan harga di atas Rp 2 miliar.

“Kalau di Kelapa Gading kami ada produk apartemen yang lebih premium yaitu Kensington, harganya di atas Rp 2 miliar,” ungkap Jemmy.

Berbagai promo pun digencarkan emiten properti berkode saham SMRA ini untuk menggaet lebih banyak konsumen kelas menengah. Misalnya untuk pembelian unit apartemen The Springlake View di Summarecon Bekasi, konsumen bisa mendapatkan hadiah berupa full furnished unit atau voucher IKEA sampai dengan Rp 165 juta.

“Ada juga free maintenance fee dan sinking fund selama dua tahun, serta beberapa hadiah langsung lainnya,” tutur Jemmy.

Sementara di M-Town Summarecon Serpong, SMRA membuat promo pembelian unit apartemen tertentu berwujud dua tahun rental guarantee untuk cash serta full furnished unit untuk pembelian secara tunai maupun cicilan bertahap 24 kali.

Advertisement

Property

Transportasi MRT Tahap II Mulai Dipersiapkan, Lalu Rutenya Kemana Saja?

Published

on

Transportasi MRT

Transportasi Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase l telah resmi beroperasi. Kini fase II mulai masuk persiapan tahapan konstruksi dan ditargetkan rampung pada 2024 mendatang.

Finroll.com – Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, Transportasi MRT Fase II akan dibangun hingga wilayah Jakarta Utara. Nantinya, akan ada 8 stasiun tambahan pada fase II ini, mulai dari Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, sampai ke Kota Tua.

“Sudah dimulai ini (fase II). Perkiraan selesai 2024 ya,” ujarnya seperti diberitakan jawapos pada Senin (25/3).

William menyebut pembangunan MRT fase II ini menelan biaya sebesar Rp 22,5 triliun. Dalam pembangunan tahap II ini akan ada penambahan sejumlah fasilitas dari yang sudah dimiliki MRT fase I.

“Tahap kedua ini sudah ada. Itu Rp 22,5 triliun nilai investasi pengembangan fase kedua,” tuturnya.

William juga memaparkan, proses pembangunan MRT fase II akan disertai dengan Transit Oriented Development (TOD). Artinya, akan terintegrasi dengan fasilitas bangunan terutama hunian yang ada di sekitar Jakarta.

Continue Reading

Property

Presiden Jajal MRT: Ini Bisa Membangun Peradaban Budaya Antre dan Tepat Waktu

Published

on

MRT

Presiden Joko Widodo menjajal Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Menurut Presiden, kehadiran MRT Jakarta ini bisa membangun peradaban dan budaya baru di masyarakat, seperti budaya antre dan tepat waktu.

Finroll.com – “Ini budaya baru. Inilah yang akan terus dikenalkan, disosialisasikan, sehingga masyarakat betul-betul tahu bagaimana MRT itu bergerak dari satu stasiun ke stasiun lain,” ujar Presiden di gerbong kereta yang membawanya dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Presiden datang ke Stasiun Bundaran HI bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja seusai rapat terbatas tentang pengelolaan transportasi Jabodetabek. Presiden dan rombongan tiba pukul 11.54 WIB dan langsung menuju peron kereta yang berada di bawah tanah.

 

Kehadiran Kepala Negara ini disambut riuh masyarakat yang hadir di Stasiun Bundaran HI. Masyarakat pun langsung berebut untuk bersalaman dan berswafoto dengan Kepala Negara.

MRT Jakarta sendiri saat ini memang sedang menjalani uji coba untuk masyarakat umum. Presiden pun mengaku kaget sekaligus senang melihat animo dan antusiasme masyarakat yang ingin mencoba menggunakan moda transportasi ini.

“Kita senang bahwa MRT ini disambut begitu antusias dan kita harapkan ke depan, masyarakat menggunakan ini semua. Saya contohkan beberapa orang tadi mau makan dari HI turun di Senayan, enggak ada 10 menit nanti balik lagi ke kantornya lebih cepat. Saya kira ini adalah budaya baru, peradaban baru, yang harus mulai kita biasakan,” tuturnya.

MRT

Selain membangun budaya baru, Presiden berharap para pengguna kendaraan pribadi bisa beralih ke MRT yang menurutnya sangat nyaman. Kepala Negara menambahkan, saat ini pemerintah memang belum menerapkan regulasi yang memaksa pengguna kendaraan pribadi untuk beralih kepada transportasi umum.

“Nantinya kalau sudah semua, kurang lebih 230 kilometer, seluruh DKI dan Jabodetabek, nanti Pak Gubernur DKI akan menerapkan electronic road pricing. Sehingga mau tidak mau kita paksa pemilik-pemilik mobil beralih ke moda raya terpadu ini,” ungkapnya.

Ke depannya, Presiden berharap moda raya terpadu ini bisa dibangun juga di kota-kota lain, terutama kota-kota besar dan ibu kota provinsi. Presiden tidak ingin kota-kota tersebut bernasib seperti Jakarta yang terlambat membangun sarana transportasi sehingga menyebabkan kemacetan.

“Ini jangan sampai peristiwa di Jakarta itu juga ada di kota-kota lain. Artinya kita terlambat membangun. Oleh sebab itu seperti Palembang, kita ingin coba satu kota yang disiapkan MRT, LRT, atau mungkin tremnya. Semua akan kita coba. Karena kita memiliki kota yang banyak yang sudah mulai macet, terutama ibu kota provinsi. Sebentar lagi kita akan masuk ke Bandung, Surabaya,” katanya.

Pada kesempatan kali ini, kereta yang ditumpangi Kepala Negara dan rombongan melaju dari Stasiun Bundaran HI pada pukul 12.03 WIB dan tiba di Stasiun Lebak Bulus tepat 30 menit kemudian.

Presiden kemudian naik kereta lagi dari Stasiun Lebak Bulus pada pukul 12.52 WIB dan tiba di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia pada pukul 13.22 WIB. Saat di perjalanan kembali ini, Presiden menghampiri gerbong yang ditumpangi awak media.

Untuk diketahui, ini adalah kali kedua Presiden mencoba MRT Jakarta. Sebelumnya, Presiden juga pernah mencoba MRT Jakarta pada 6 November 2018. Pada koridor 1 MRT Jakarta ini, telah dibangun jalur kereta sepanjang 16 kilometer yang meliputi 10 kilometer jalur layang dan enam kilometer jalur bawah tanah.

Continue Reading

Property

Investasi Properti di Bali Masih Sangat Menjanjikan!

Published

on

Investasi Properti

Suhu politik yang memanas jelang pemilu presiden 2019 ternyata tidak menyurutkan investasi properti, termasuk di antaranya di Bali. Terbukti, Permata Graha Land (PGL) sukses menjual proyek villa bertajuk Ratnamaya di wilayah tersebut.

Finroll.com – Pengembang ini berhasil menjual 30% unit di penjualan perdana Vila Ratnamaya saat grand launching beberapa waktu lalu. “Saat ini, yang tersisa tinggal 8 unit lagi,” ujar Direktur Marketing PGL, Satya Adi dalam keterangan persnya , Rabu (20/3).

Satya mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sentimen positive terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri saat ini, dan situasi politik yang stabil menjelang pemilu.

Menurutnya, faktor wait and see sebenarnya tidak terlalu signifikan bagi investor. Properti masih merupakan instrument investasi yang paling aman dan menguntungkan di tahun politik.

Satya memandang, investasi properti di Bali masih sangat menjanjikan mengingat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah wisatawan baik domestik maupun internasional.

“Di tahun 2018, tercatat jumlah wistawan mancanegara menebus 5,7 juta orang, ini sungguh potensi yang luar biasa bagi para investor properti,” ujarnya.

Hanya saja, konsumen sangat memperhatikan faktor lokasi proyek properti yang akan diinvestasikan. Menurutnya, Ratnamaya memiliki lokasi yang sangat strategis di tengah kawasan wisata Bali.

“Ratnamaya berlokasi di tengah-tengah kawasan elit Uluwatu, dimana sudah terdapat beberapa resort dan beach club kelas internasional seperti Alila Resort, OMNIA Day Club, Bvlgari Resort, The Edge, dan Sundays Beach Club,” kata dia yang dikutip dari Kontan.co.id.

Satya mengungkapkan, pemilik vila, selain bisa menempati sendiri, vilanya juga bisa disewakan. Seperti ketahui, harga sewa vila di daerah Pecatu dan Uluwatu permalamnya bisa mencapai Rp 14 juta.

Untuk mendongkrak jumlah penyewa dan juga menyasar market turis yang membutuhkan penginapan dengan harga sewa yang lebih terjangkau, Ratnamaya bisa memasang harga sewa Rp 3 jutaan per malam.

Dengan strategi ini, Satya yakin Vila Ratnamaya akan menjadi tempat favorit untuk berlibur.

“Itulah sebabnya pada saat Grand Launching, villa Ratnamaya laris dibeli konsumen dan jadi salah satu incaran investasi,” ungkap dia.

Sementara General Manager Proyek Ratnamaya Surya mengungkapkan pihaknya masih akan memberikan harga special bagi para konsumen yang tertarik berinvestasi vila sebelum Gala Dinner 23 Maret 2019.

Proyek Villa Ratnamaya hanya memiliki 20 unit vila premium eksklusif dan dikelilingi oleh sejumlah hotel / resort berskala internasional yang sering menjadi rujukan tempat berlibur bagi kalangan menengah atas.

“Kami masih memberikan promo harga perdana sebesar Rp 1,5 Miliar dengan cicilan sebesar Rp 9 juta per bulan, harga tersebut sangat murah jika dibandingkan dengan Vila-vila lain di lokasi tersebut yang mencapai Rp 3 Miliar.” kata Surya.

Continue Reading
Advertisement

Trending