Connect with us

Traveling

Nih! 4 Spot Wisata Terbaik di Bukittinggi Sumatera Barat

Published

on


Nih! 4 Spot Wisata Terbaik di Bukittinggi Sumatera Barat

Finroll.com – Siapa yang tidak kenal dengan Kota Bukittinggi. Kota yang terletak di Sumatera Barat ini tersohor menjadi ikon tanah minang dengan Jam Gadangnya. Eits, enggak cuma itu aja lho, selain Jam Gadang ternyata ada lima destinasi wisata lainnya yang perlu kamu kunjungi.

Apa aja? Yuk simak!

Nih! 4 Spot Wisata Terbaik di Bukittinggi Sumatera Barat

Sebagai kota yang berada di dataran tinggi, Bukittinggi pun dikelilingi oleh deretan kontur tebing dan bukit yang menjulang. Salah satunya adalah Ngarai Sianok yang juga disebut sebagai “Grand Canyon-nya Indonesia”.

Ngarai Sianok sendiri merupakan lembah sempit yang dikelilingi oleh tebing curam, dan diisi oleh sungai kecil ditengahnya. Kontur lembah Sianok tercipta akibat proses turunnya sebagian lempeng bumi.

Ngarai ini membentang sepanjang 15 km dari sisi selatan Nagari Koto Gadang sampai Nagari Sianok Enam Suku. Kedalaman tebing mencapai 100 meter dan lebar celah 200 meter.

Udara yang segar, burung yang berkicauan, riuh sendu air sungai membuat Anda bisa merasakan “beranda surga” di Ngarai Sianok. Anda juga bisa trekking, bersepeda, atau jalan-jalan santai di area ini.

 

Nih! 4 Spot Wisata Terbaik di Bukittinggi Sumatera Barat

Bergeser sedikit sekitar kurang lebih 21 km dari pusat kota Bukittinggi, kita bisa kembali memanjakan mata untuk bersantai sembari menikmati panorama alam di Puncak Lawang, Danau Maninjau.

Di atas Puncak Lawang, Danau Maninjau akan terlihat sangat indah. Hamparan air biru yang teduh, semilir angin pegunungan, hingga udara yang amat segar. Kombinasi tepat untuk menghilangkan sejenak beban dunia.

Untuk mendapat momen terbaik melihat Danau Maninjau dari Puncak Lawang, Anda disarankan datang pada pagi hari diantara jam 8-10. Sebab jika lebih awal atau lebih siang maka kabut tebal akan turun dan menutupi lanskap Danau Maninjau.\

 

Nih! 4 Spot Wisata Terbaik di Bukittinggi Sumatera Barat

Hari sudah beranjak siang, perut terasa lapar dan bayangan akan makanan sudah menari di kepala kita. Oh ya, kita juga perlu menyeruput kopi untuk melengkapi hari ini di Bukittinggi.

Untuk itu, ada salah satu cafe&resto yang wajib Anda kunjungi disana, yaitu Taruko Cafe & Resto. Jika Anda dari pusat kota, maka untuk menuju lokasi ini diperlukan 15 sampai 20 menit. Sepanjang perjalanan, Anda akan melalui jalanan berbatu yang menurun, hal ini dikarenakan posisi kafe yang berada di dasar lembah. Wow.

Yang paling istimewa di sini adalah panorama sekeliling kafe yang masih berupa alam. Tebing, pepohonan hijau, dan bukit-bukit. Semilir angin dingin yang merayap makin menambah kesyahduan waktu makan siang dan ngopi Anda.

 

Nih! 4 Spot Wisata Terbaik di Bukittinggi Sumatera Barat

Jika Anda suka sejarah sekaligus berwisata, maka Lobang Jepang di Bukittinggi menjadi salah satu tujuan wajib.

Berlokasi di Taman Panorama, Lobang Jepang ini bisa ditempuh 15 menit berjalan kaki dari Jam Gadang. Menurut berbagai informasi, Lobang Jepang ini berkedalaman 49 meter di bawah permukaan tanah. Lama pengerjaannya 3 tahun yang dikerjakan oleh tenaga paksa (romusha) asal Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.

Ketika pertama kali ditemukan tahun 1950, bangunan sisa peninggalan perang dunia kedua ini memiliki pintu yang selebar 20 cm dan berkedalaman 64 meter. Setelah melalui pemugaran, pelebaran goa dan pengolaan pemda setempat, barulah tahun 1984 Lobang Jepang dibuka untuk umum.

 

Advertisement

Traveling

Mudik, Saatnya Menikmati Wisata Alam di Banyuwangi

Published

on

By

Setiap daerah memiliki destinasi wisata yang menarik. Pun demikian dengan Banyuwangi. Apalagi, daerah ini termasuk tujuan #PesonaMudik2019. Sudah pasti punya suguhan pariwisata yang spesial dan layak dikunjungi saat mudik nanti.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Banyuwangi selalu siap dengan atraksi dan destinasinya. Untuk atraksi, Banyuwangi tidak perlu diragukan. Hampir tiap pekan ada kegiatan di sini. Begitu juga dengan destinasinya. Banyuwangi memiliki sejumlah wisata alam, termasuk pantai-pantai yang bakal membuat suasana mudik jauh dari kata membosankan!

“Banyuwangi menjadi destinasi wisata andalan baru di Indonesia. Destinasi untuk traveling dan selfie-selfie. Ada wisata budaya dan wisata alam. Semua ada di Banyuwangi. Wisatawan yang datang bukan hanya skala nasional, tapi banyak juga turis mancanegara,” ujarnya.

Berikut destinasi unggulan di Banyuwangi yang menarik untuk dikunjungi. Ada 10 destinasi yang kami rangkum, khususnya untuk Anda yang ingin mudik atau berlibur ke Banyuwangi.

1. Kawah Ijen

Kawah Ijen menyajikan pemandangan alam yang luar biasa menakjubkan. Kawah ini berada sekitar 2.368 meter di atas permukaan laut. Luasnya lebih kurang 20 km dan dikelilingi dinding kaldera setinggi 300-500 meter. Hal paling menarik dari destinasi ini adalah keberadaan Api Biru atau Blue Fire. Disebut demikian karena api yang terletak di bawah kawah ini berwarna biru. Terlihat sangat menarik saat kondisi sekitarnya gelap.

2. Pantai Sukamade

Inilah surganya penyu bertelur di Banyuwangi. Pantai Sukamade merupakan habitat tempat penyu-penyu raksasa untuk bertelur. Di kawasan ini terdapat juga penetasan semi alami untuk perkembangbiakan penyu oleh petugas. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung penyu bertelur, melihat penangkaran penyu, dan mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke laut. Menarik sekali.

3. Pantai Pulau Merah

Dinamakan demikian karena ada sebuah bukit tak jauh dari bibir pantai yang tanahnya berwarna merah. Pengunjung bisa berjalan mendekat ke bukit tersebut saat air sedang surut. Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah berselancar. Pantai sepanjang 3 km ini memiliki ombak yang ideal bagi peselancar pemula. Uniknya, di kawasan pantai juga terdapat sebuah pura Hindu yang biasa disebut Pura Tawang Alun. Pura ini kerap digunakan sebagai tempat ritual pada saat-saat tertentu.

4. DeDjawatan Benculuk

De’Djawatan Benculuk adalah bangunan tua yang dulunya digunakan untuk mengelola transportasi kereta api. Saat ini, daerah tersebut beralih fungsi sebagai destinasi wisata. Daya tarik utama destinasi ini adalah deretan pohon trembesi yang hits abis.
Saat berkunjung ke DeDjawatan Benculuk, anda akan berasa ada di negeri dongeng. Dijamin keren.

5. Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo disebut-sebut sebagai tanah tertua di Pulau Jawa. Secara administrasi, lokasinya berada di wilayah Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Sebagai kawasan Geopark Nasional, pengunjung bisa menikmati ratusan jenis flora dan fauna.

Saat memasuki pintu gerbang, wisatawan akan melihat sebuah candi Hindu bernama Situs Kawitan. Selanjutnya, wisatawan akan memasuki kawasan Sadengan. Yaitu sebuah padang savana yang luas. Di sana terdapat rusa, banteng Jawa, dan hewan liar lainnya. Jika beruntung, Anda juga akan melihat burung merak.

6. Pantai Teluk Hijau

Pantai ini menawarkan udara segar pantai bercampur udara hutan tropis Taman Nasional Meru Betiri. Perjalanan ke Pantai Teluk Hijau memang memerlukan tenaga ekstra. Namun, semua kelelahan akan terbayar saat Anda menikmati panorama laut yang memikat. Teluk ini merupakan destinasi wisata di Banyuwangi yang masih sangat terjaga kemurniannya.

7. Air Terjun Kalibendo

Air terjun ini memiliki ketinggian mencapai 10 meter. Secara administratif berada di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Atau tepatnya berada di kaki Gunung Ijen dan masuk dalam kawasan Agro Wisata Kalibendo. Di sana juga terdapat perkebunan kopi, karet dan cengkeh.

8. Pantai Watudodol

Pantai Watu Dodol berada di poros Banyuwangi Situbondo. Hanya berjarak sekitar 2 km dari Pelabuhan Ketapang. Dari pantai ini, wisatawan bisa melihat kapal ferry lalu lalang antara Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Banyuwangi. Anda juga bisa menyaksikan keindahan destinasi wisata ini dari bukit yang berada di dekat pantai. Penasaran?

9. Pantai Wedi Ireng

Pantai ini berada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Letaknya agak tersembunyi, namun sudah cukup popular bagi warga setempat. Jika ke sini, Anda akan dimanjakan dengan keindahan teluk berpasir putih serta ombak yang landai. Suasananya sangat tenang karena berada di antara perbukitan hijau yang menyejukkan mata.

10. Pantai Boom

Pantai ini dulunya adalah pelabuhan yang kerap diramaikan oleh para pedagang dan nelayan. Seiring berjalannya waktu, kini pantai tersebut berubah menjadi salah satu destinasi wisata di Banyuwangi. Pengunjung bisa melakukan aktivitas memancing, bermain air, atau sekadar berjalan-jalan di pinggir pantai. Keindahan Pantai Boom juga kerap dimanfaatkan untuk lokasi berbagai event yang diadakan Pemkot Banyuwangi.

Continue Reading

Traveling

5 Tempat di Jogja yang Wajib Masuk Daftar Backpaker

Published

on

By

Finroll.com – Kamu yang senang backpacking pasti berusaha mengatur pengeluaran seketat mungkin saat berlibur. Bukan hanya dapat hotel di Jogja saja, tetapi juga daftar tempat wisata murah meriah. Hal seperti ini mungkin banget kamu dapatkan saat berpetualang di Jogja.

Jogja memang terkenal sebagai destinasi wisata yang ramah di kantong backpacker. Hampir semua tempat wisata di sini punya harga tiket masuk terjangkau. Kamu tinggal mengatur jenis transportasi yang ingin dipakai. Bus Trans Jogja bisa jadi pilihan selain berjalan kaki. Kalau kamu berencana menjelajahi pantai-pantai indah di Gunung Kidul, menyewa motor boleh dicoba. Tarif sewanya mulai Rp50.000 per hari, belum termasuk BBM.

Nah, berikut ini 5 rekomendasi tempat wisata murah meriah di Jogja yang cocok untuk backpacker.

Taman Bunga Matahari Pantai Samas
Bukan Pantai Samas yang jadi tujuan kamu, tetapi Taman Bunga Matahari yang berjarak sekitar 5 menit dari pantai ini. Di sini kamu bakal menjumpai hamparan bunga matahari yang tengah berkembang begitu cantiknya. Kamu bisa ber-selfie ria dengan latar bunga menawan ini. Persis seperti di komik-komik! Kamu cukup bayar Rp20.000 untuk menikmatinya, sudah termasuk tiket masuk Pantai Samas, Kebun Bunga Matahari, dan Wisata Petik Bunga.

Hutan Pinus Imogiri
Dari Pantai Samas, kamu bisa mengarahkan kendaraan ke Jalan Imogiri Timur, tepatnya di daerah Mangunan. Di sini kamu dapat mengunjungi Hutan Pinus Imogiri. Ya, di tengah teriknya panas Jogja, deretan pohon pinus di kawasan hutan ini mampu menyejukkan suasana. Kamu bisa sekadar duduk-duduk santai menikmati udara yang adem atau berfoto dengan latar pohon pinus nan instagenic. Untuk masuk ke Hutan Pinus Imogiri, kamu cukup membayar biaya parkir motor saja.

Curug Luweng Sampang
Hari berikutnya, kamu bisa menjelajahi kawasan Gunung Kidul dengan motor. Pertama, datanglah ke Curug Luweng Sampang untuk menikmati tebing batu dramatis yang membingkai sebuah air terjun dan kolam berair jernih. Berada di Desa Sampang, Gedangsari, tempat wisata ini masih tersembunyi dan tiket masuknya gratis! Kamu bisa melalui rute Jalan Jogja-Solo dan mengarahkan kendaraan ke kecamatan Ganti Warno.

Pantai Jogan
Alternatif lainnya, kamu bisa mampir ke Pantai Jogan. Di sini kamu bakal menemukan dua atraksi alam sekaligus, yakni pantai dan air terjun. Ya, aliran air terjun itu langsung jatuh dari tebing ke laut! Kamu dapat mengarahkan kendaraan ke daerah Tepus, Gunung Kidul. Meski letaknya dekat Pantai Siung, banyak orang melewatkan pantai memesona ini. Padahal, harga tiket masuk Rp3.000 dan parkir Rp2.000 sangat terjangkau untuk menikmati pantai tersembunyi dengan panorama memukau.

Malioboro
Sudah lelah menjelajahi wisata alam Jogja, sekarang waktunya bersantai di Malioboro. Kamu juga nggak perlu modal banyak, cukup lihat-lihat saja sambil menyusuri ruas jalan yang terbentang sejauh 2 km ini. Urusan berburu oleh-oleh, tinggal mampir ke Pasar Beringharjo yang berada di ujung selatan Malioboro. Kamu juga bisa menikmati santapan kuliner lokal menarik di area pasar. Lalu, lanjutkan perjalanan ke Titik Nol Kilometer Jogja untuk menghabiskan sore santai di Jogja.

Continue Reading

Traveling

Jalan Tol Trans Jawa Mudahkan Pelancong Berwisata Sehari

Published

on

By

Tarif Tol Trans Jawa Untuk Truk Diminta Agar Diturunkan, Kenapa?

Finroll.com – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) menyatakan bahwa keberadaan Jalan Tol Trans Jawa dapat mendorong pertumbuhan “one day tour” atau berwisata satu hari.

“Dengan adanya jalan tol tentu perjalanan menjadi lebih mudah dan cepat,” kata Ketua Dewan Asita Surakarta Pri Siswanto di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 15 Mei. Paket wisata satu hari ini banyak dipesan oleh wisatawan baik lokal maupun asing.

Menurut dia, dengan akses tol, wisatawan dapat lebih mudah mengunjungi obyek wisata yang ada di Solo Raya. “Jadi bukan hanya di Solo tetapi juga kabupaten-kabupaten lain di sekitar Solo. Kebanyakan permintaan wisata ke Solo dan Karanganyar,” katanya.

Selain itu, kata dia, ada pula yang menginginkan perjalanan wisata hingga ke Klaten. Beberapa obyek wisata yang banyak diminati wisatawan di antaranya bangunan bersejarah De Tjolomadoe di Karanganyar dan Umbul Ponggok di Klaten.

“Di sini kami menyediakan mobil dan sopirnya. Selain itu juga memberikan opsi-opsi tujuan wisata yang dapat dikunjungi wisatawan dalam sehari,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengembangkan paket-paket wisata inovatif yang memungkinkan wisatawan tinggal lebih lama di Kota Solo. Terkait hal itu, Asita akan bersinergi dengan sektor perhotelan. “Ini untuk lebih mengembangkan dampak positif jalan tol terhadap sektor pariwisata. Jadi harus bersinergi dengan banyak pihak,” katanya.

Ketua Bidang Humas dan Promosi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Surakarta Sistho A Sreshtho mengatakan Jawa Tengah mulai dilirik wisatawan terutama yang memanfaatkan akses jalan tol Trans-Jawa.

“Tol memberikan alternatif berlibur bagi wisatawan, terutama dari arah Jawa Timur,” kata Sistho. “Terkait hal itu perhotelan berupaya menangkap pasar tersebut melalui sinergi dengan agen wisata. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan okupansi hotel.”.

Continue Reading
Advertisement

Trending