Connect with us

Business

Menkeu: Kesetaraan gender penting bagi ekonomi negara

Published

on


Menkeu: Kesetaraan gender penting bagi ekonomi negara

Finroll.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai kesetaraan gender atau peran antara laki-laki dan perempuan, merupakan isu yang penting bagi perekonomian suatu negara.

“Gender equality itu bukan suatu tema yang sifatnya musiman, tapi sesuatu yang memang penting bagi masyarakat, ekonomi, dan juga negara. Ini isu yang strategis dari kacamata pembangunan, ekonomi, dan masyarakat,” ujar Ani, panggilan akrabnya, dalam acara “Ring The Bell for Gender Equality” di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, (13/3/2019).

“Ring The Bell for Gender Equality” merupakan acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan peran kunci sektor swasta dalam mempercepat pencapaian kesetaraan gender. Acara ini mempromosikan penerapan Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan (Women’s Empowerment Principles/WEPs). Di tingkat global, lebih dari 1.800 pemimpin bisnis telah berkomitmen untuk menerapkan WEPs.

“Prinsip-prinsipnya sudah masuk dalam perencanaan pembangunan kita. Kita juga sudah lakukan “mainstreaming” di dalam “budget” kita, “improvement” di office dan memberikan kesempatan dan suasana yang sama sehingga perempuan juga ikut terus maju dalam menjalankan karirnya,” kata Ani.

Kendati demikian, ia mengakui di Indonesia masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan terkait kesetaraan gender. Misalnya angka partisipasi tenaga kerja untuk perempuan yang masih jauh tertinggal dibandingkan laki-laki, yaitu hanya 54 persen, sedangkan laki-laki mencapai 83 persen.

“Gaji yang diterima perempuan juga 32 persen lebih rendah dari laki-laki. Termasuk didalamnya isu financial inclusion juga,” ujarnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan penggerak yang kuat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Walau demikian, perempuan di seluruh dunia dan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan seperti norma sosial yang negatif, kekerasan, dan diskriminasi terhadap perempuan, serta beban yang tidak proporsional dari pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar.

Tantangan-tantangan tersebut seringkali membatasi perempuan dalam mendapatkan kesempatan pekerjaan dan pendapatan yang setara, serta kesempatan dalam kegiatan kepemimpinan. Sektor swasta memiliki peran penting dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan membawa perubahan melalui kebijakan, investasi, produk, dan praktik yang bersifat gender.

Sementara itu Sabine Machl dari UN Women Representative mengatakan ekonomi akan berkembang ketika ada lebih banyak perempuan yang berpartisipasi dalam ketenagakerjaan.

“Mendukung norma positif dan inklusif yang memastikan adanya lingkungan pendukung bagi perempuan merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Hanya dengan ini perempuan dapat berkontribusi sepenuhnnya dalam ekonomi, komunitas, dan bisnis,” ujar Machl.

Presiden Indonesia Global Compact Network (ICGN) Y W Junardy menilai, pemberdayaan perempuan di tempat kerja juga memberikan keuntungan finansial di sektor swasta. Menurutnya, ketika perempuan mengambil peran strategis di posisi kepemimpinan, hal ini akan menarik perhatian investor untuk masuk ke dalam perusahaan dan hasilnya bisnis yang lebih baik.

“Banyak perusahaan di Indonesia yang menyadari hal ini dan mulai mempekerjakan perempuan dan memberikan kesempatan setara untuk semua,” ujar Junardy.

Presiden Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) dan Wakil Ketuan Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Shinta Kamdani menuturkan, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan masih menghadapi tiga tantangan besar yaitu keterbatasan akses keuangan, keterbatasan jaringan dan akses pasar, serta keterbatasan kompetensi.

Oleh karena itu, lanjut Shinta, pihaknya akan mendorong para pemimpin perusahaan agar bersedia menerapkan kebijakan keseteraan gender.

“Kebijakan yang ditempuh antara lain melalui upaya dalam mengatasi kesenjangan upah, memajukan perempuan dalam posisi kepemimpinan dan manajemen, meningkatkan partisipasi karyawan perempuan, serta berinvestasi dalam lingkungan kerja yang ramah perempuan,” ujar Shinta.

Keuangan

Rupiah Menjadi Mata Uang Terlemah di Asia

Published

on

By

Rupiah hari ini

Finroll.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini terus melemah. Tidak hanya itu, rupiah juga menjadi mata uang terlemah di Asia.

Pada Senin (25/3/2019) pukul 09:00 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.225. Rupiah melemah 0,46% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Seiring perjalanan pasar, depresiasi rupiah sedikit membaik. Pada pukul 09:05 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.210 di mana rupiah melemah 0,35%. Namun ini tidak menutup fakta bahwa rupiah sudah melemah sejak pembukaan pasar, belum pernah sedetik pun menyentuh zona hijau.

Dengan apresiasi 0,35%, rupiah masih bertahan di posisi juru kunci di klasemen mata uang utama Asia. Dalam hal melemah terhadap dolar AS, rupiah juaranya.

Agak disayangkan, karena sebagian besar mata uang Asia sudah berhasil menguat di hadapan dolar AS. Selain rupiah, hanya ringgit Malaysia yang masih melemah.

Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama Asia pada pukul 09:08 WIB:

Faktor domestik dan eksternal memang membuat langkah rupiah begitu berat. Dari dalam negeri, rupiah sudah menguat lumayan tajam pekan lalu yaitu 0,67%. Bahkan rupiah sempat menguat 5 hari beruntun.

Ini membuat rupiah menjadi rentan terkena serangan ambil untung (profit taking). Investor yang melihat cuan yang didapat dari rupiah sudah lumayan, tergerak untuk mencairkan keuntungan tersebut. Rupiah pun terpapar aksi jual.

Selain itu, sekarang sudah semakin mendekati akhir kuartal I. Biasanya kebutuhan valas korporasi asing jelang akhir kuartal akan meningkat, karena ada pembayaran dividen. Rupiah kembali mengalami tekanan jual karena tingginya kebutuhan valas.

Continue Reading

Komoditi

Senin (25/3), Emas Antam Dibanderol Rp 666.000/gram

Published

on

Emas Antam

Finroll.com – Harga jual logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk turun Rp 1.000 jadi Rp 666.000 per gram pada awal pekan Senin, (25/3/2019). Nilai jual ini.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini juga masih stagnan di Rp 594.000. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

  1. Pecahan 1 gram Rp 666.000
  2. Pecahan 5 gram Rp 3.150.000
  3. Pecahan 10 gram Rp 6.235.000
  4. Pecahan 25 gram Rp 15.480.000
  5. Pecahan 50 gram Rp 30.885.000
  6. Pecahan 100 gram Rp 61.700.000
  7. Pecahan 250 gram Rp 154.000.000
  8. Pecahan 500 gram Rp 307.800.000

Baca Juga: Pembukaan Pasar Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah di Level 6.453

source: Antam

Continue Reading

Komoditi

Pembukaan Pasar Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah di Level 6.453

Published

on

IIHSG Dibuka Melemah

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah awal pekan ini. Pelemahan dibuka pada level 6.453,92.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini masuk ke level Rp 14.225.

Membuka perdagangan Senin (25/3/2019), IHSG melemah 1,09% poin (0,79%) ke 6.453,92. Indeks LQ45 juga melemah 12,616 poin (1,23%) ke 1.013,318

Sementara itu, pada perdagangan akhir pekan kemarin (22/03) Wall Street kompak ditutup dalam zona merah. Dimana, Dow Jones melemah 1.77%, S&P 500 turun 1.90% dan Nasdaq negatif 2.50%.

Kekhawatiran pelaku pasar atas datangnya krisis perekonomian yang kian dekat menekan pergerakan Indeks utama. Hal ini di indikasikan oleh rilisnya data pabrik dari Amerika Serikat yang tercatat melemah di level 54.3 dari sebelumnya di level 55.5. Pelemahan indeks ini mengindikasikan adanya perlambatan pada aktivitas ekonomi AS.

Perdagangan bursa saham Asia bergerak negatif pagi ini. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 turun 673 poin di posisi 20.954,330
  • Indeks Hang Seng turun 485,930 poin ke 28.267,430
  • Indeks Komposit Shanghai turun 27,100 poin ke 3.077,05
  • Indeks Strait Times turun 38,090 poin ke 3.174,010

Continue Reading
Advertisement

Trending