Connect with us

Politik

Memburu Swing Voters Dalam Debat Capres 2019

Published

on


Memburu Swing Voters Dalam Debat Capres 2019

Finroll.com – Swing Voters adalah jenis pemilih yang selalu menjadi ceruk suara yang diperebutkan dalam setiap perhelatan pesta demokrasi lima tahunan karena kecenderungan mereka sebagai penentu suara pada detik-detik terakhir pemilu. Di Amerika Serikat misalnya, Sekitar 40 persen pemilih independen ini memegang kekuasaan untuk menentukan hasil pemilu.

Swing voters sering diasosiasikan sebagai pemilih independen dan kecenderungan beberapa tahun ini mengalami peningkatan jumlah di Indonesia.

Pada kontestasi pemilihan presiden 2019 saat ini, dua kubu yang akan berlaga di pilpres 2019, kubu Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno harus bisa meraup sekitar 20% lebih pemilih yang belum menentukuan pilihannya atau yang disebut dengan swing voters jika ingin mendapatkan suara sebanyak mungkin dalam pilpres 2019.

Swing Voters akan menjadi perburuan sengit dua paslon pada debat capres yang mulai dihelat pada 17 Januari 2019 nanti.

Kemana Suara Swing Voters berpijak?

Dewan penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Romahurmuziy, mengatakan angka swing voters yang besar menjadi peluang pundi-pundi suara.

Dari survei yang dilakukan sejak pendaftaran pilpres, swing voter itu bergerak mulai dari angka 10-20 persen lebih. Cukup besar. Sehingga kami memang bertujuan meraup swing voters,” ujar Rommy

ekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, timnya akan bekerja keras meyakinkan pemilih lewat debat pertama. “Lewat debat ini, kami berkesempatan meyakinkan massa mengambang untuk menentukan pilihan,” ujar Hasto di lokasi yang sama.

Adapun kubu pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo – Sandiaga Uno, juga telah menyiapkan strategi menggaet pemilih mengambang dan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters). Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga, Sudirman Said, mengatakan timnya menyiapkan materi yang sesuai dengan segmen pemilih mengambang dan pemilih yang belum menentukan pilihan.

“Tentu kami mesti memahami aspirasi mereka, berbicara dengan bahasa mereka,” kata Sudirman.

Sudirman mengatakan pihaknya memetakan mereka umumnya adalah orang-orang yang berpendidikan. Menurut dia, cara meyakinkan kelompok ini dengan memberi data, fakta, dan argumen yang masuk akal. “Diberi rencana yang masuk akal, pastinya mereka akan teryakinkan.”

Menjemput Swing Voters di ranah debat

Debat capres akan memengaruhi pemilih yang belum menentukan pilihannya. Diprediksikan Swing Voters akan menentukan sikapnya atau menjatuhkan pilihannya kepada calon yang diannggapnya memiliki program nyata dan aspirasi dengan rakyat.

Suara inilah “Swing Voters” yang harus segera dijemput paksa oleh kedua kubu pasangan calon demi meraih suara terbanyak dengan cara adu ide dan gagasan tentang program-progam apa yang akan dijalankan untuk kemajuan Indonesia di masa depan.

[Berbagai sumber]

 

Politik

Bamsoet Meminta Debat Capres Dijalankan se-Natural Mungkin

Published

on

Bamsoet Meminta Debat Capres Dijalankan se-Natural Mungkin

Finroll.com – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta, debat capres-cawapres yang akan digelar malam ini bisa berjalan natural dan apa adanya. Ia pun berharap agar tiap kandidat pasangan menjadi diri sendiri.

“Iya natural saja. Karena bagaimana pun juga rakyat ingin melihat pemimpinnya 5 tahun ke depan adalah sebagaimana adanya. Tidak jadi orang lain,” ujarnya di kompleks parlemen Senayan, Kamis (17/1).

Ia menambahkan, debat yang akan dilakukan tidak bisa diarahkan dan sangat tergantung dari karakter masing-masing individu pasangan calon.

“Perdebatan dalam suatu acara antara si A dan si B itu harus natural. Tidak bisa di arah-arahkan. Sangat tergantung kepada individunya masing-masing, kalau dia seorang penyerang pasti akan tunjukan gaya penyerangan dalam perdebatan,” paparnya.

“Tapi kalau memang gaya defensif, atau gaya yang santun ya pasti akan mengarahkan apapun pertanyaan yang diarahkan, jawabannya akan soft,” sambungnya.

Baca Lainnya: Biar Rileks, Prabowo-Sandiaga Disarankan Makan Enak dan Nyanyi-nyanyi

Dirinya pun berkelakar jika debat dilakukan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, prosesnya pasti lebih seru karena keduanya bertipe penyerang.

“Beda kalau Fadli Zon sama Fahri Hamzah, pasti seru karena dua-duanya stylenya penyerang,” lanjutnya seraya bercanda.

Ia pun berharap pasangan Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga mampu menyampaikan visi misi berkaitan tema debat hari ini, dengan jelas dan utuh.

“Kita harapkan masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh, runtut, kemudian juga memberikan wawasan bagaimana peta jalan hukum ke depan, pemberantasan korupsi, dan mengatasi terorisme,” pungkasnya.

Sumber: Detik

Continue Reading

Politik

Visi Misi Dua Paslon Dinilai Masih Minim Imajinasi Soal HAM, Kenapa?

Published

on

Visi Misi Dua Paslon Dinilai Masih Minim Imajinasi Soal HAM, Kenapa?

Finroll.com – Jelang debat Pilpres 2019 esok, komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menyorot visi misi pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ia menilai visi misi yang ditetapkan oleh kedua paslon masih terlalu teknis dan minim imajinasi terkait HAM. Sehingga nilai-nilai dasar HAM pun jadi kurang menonjol.

“Dua-duanya sama miskin imajinasi soal HAM. Dalam visi misi ini melompat pada program teknis. Programnya itu apa? Enggak ada orientasi,” ujarnya dalam diskusi di kantor Kode Inisiatif, Rabu (16/1).

Baginya, kedua pasangan kandidat saat ini tidak memiliki arah jelas dalam langkah penegakan HAM. Ia pun khawatir jika debat Capres esok hanya akan berbicara seputar kasus pelanggarannya saja, tanpa ada solusi konkrit yang jelas.

Baca Lainnya: Berharap Pengusutan Kasus Novel Baswedan Kepada Dua Paslon

“Kita kehilangan orientasi HAM, kita mau kemana. Kalau debat capres bicara kasus jadi remeh temeh. Ada yang atur institusinya untuk selesaikan. Dari selesaikan kasus mau kemana itu enggak ada,” sambungnya.

Iklim demokrasi di Indonesia menurutnya tidak akan beralih ke fase yang lebih baik, apabila sisi HAM masih dinomerduakan.

Ia menilai demokrasi di Indonesia tak akan mengalami perbaikan bila HAM tidak diutamakan. Penguatan HAM tidak terlihat dalam visi misi Capres karena menurutnya menyerupai program Bapppenas.

“Kalau begini saja ya demokrasi gini terus. Yang muncul di visi misi program Bappenas bukan Presiden. Presiden itu mestinya implementasi konstitusi bukan bangun jembatan,” tutupnya.

Sumber: Republika

Continue Reading

Politik

Biar Rileks, Prabowo-Sandiaga Disarankan Makan Enak dan Nyanyi-nyanyi

Published

on

Biar Rileks, Prabowo-Sandiaga Disarankan Makan Enak dan Nyanyi

Finroll.com – Debat pilpres 2019 sesi satu akan dilakukan beberapa jam lagi. Persiapan kedua pasangan calon untuk menghadapi debat pun makin disempurnakan.

Ditengah segala hiruk pikuk debat capres-cawapres, Ketua Dewan Penasihan BPN Prabowo-Sandi sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pun menyarankan, agar Prabowo-Sandiaga agar lebih rileks. Supaya pada saat debat bisa tampil dengan maksimal dan tidak tegang.

“Kalau saya, masukannya santai-santai, nyanyi-nyanyi, istirahat, makan enak, ngobrol, kumpul keluarga,” ujarnya ketika ditemui awak media di komplek parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/1).

Ketika ditanya mengenai persiapan khusus paslon nomor dua jelang debat, Zulkifli mengatakan tidak ada persiapan khusus bagi pasangan Prabowo-Sandi. Keduanya pun diakui Zulkifli sudah sangat siap menghadapi debat.

“Sudah siap 100 persen,” tegasnya.

“Yang biasa dipikirkan, yang biasa disampaikan kepada publik, jadi persiapannya biasa saja. Yang penting sehat gitu,” sambungnya.

Di sisi lain, anggota BPN Prabow-Sandi Habiburokhman menambahkan jika paslon nomor urut dua sudah siap lahir batin menghadapi debat pilpres esok.

Baca Lainnya: Jelang Debat Capres, TKN Jokowi Bekali Gimik Politik Untuk Ma’ruf Amin

“Kami pastikan Pak Prabowo dan Bang Sandi siap lahir batin jelang debat capres perdana besok. Beliau tidak menyiapkan strategi atau trik khusus,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/1).

Ia pun menyinggung kubu capres petahana Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, Jokowi-Ma’ruf lebih di bebani soal evaluasi kerja pemerintahan selama menjabat.

“Kondisi sebaliknya mungkin ada di kubu sebelah. Sebaik apa pun tawaran visi, misi, program mereka, rakyat pasti lebih dulu menuntut evaluasi kerja mereka,” sebutnya.

“Mereka harus jelaskan apakah benar hukum sudah di tegakkan dengan adil. Mengapa korupsi masih marak terjadi. Termasuk OTT beruntun di dua kementerian,” imbuhnya.

Sumber: Detik

Continue Reading
Advertisement

Trending