Connect with us

Politik

Ma’ruf Amin Yakin Prabowo-Sandi Tak Mampu Dongkrak Suara di Jateng

Published

on


Ma'ruf Amin Yakin Tim Prabowo-Sandi Tak Mampu Dongkrak Suara di Jateng

Finroll.com – Kubu pasangan capers-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berniat akan memindahkan posko tim pemenangan dari Jakarta ke Jawa Tengah. Sedangkan daerah Jateng sendiri merupakan kekuatan peta politik basis kuat pemilih Jokowi.

Ma’aruf Amin, calon wapres 01 itu pun Menanggapi kabar pemindahan posko kemenangan Prabowo-sandi ke Jateng, ia yakin bahwa pasangan capres-cawapres nomor urut 02 terbut tak bisa mengubah dominasi kekuatan Jokowi dan PDIP di wilayah Jawa Tengah pada Pilpres 2019.

“Kalau Jateng justru suara pak Jokowi itu sudah sejak 2014 kan pendukungnya besar sekali. Saya pikir, PDIP itu kekuatan utamanya di Jateng, saya pikir enggak akan mengubah [dominasi PDI dan Jokowi],” kata Ma’ruf seperti mengutip laman cnn, Senin 10/11/2018.

Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla menang telak atas pasangan Prabowo-Hatta Rajasa di Jawa Tengah pada Pilpres 2014 lalu. Saat itu Jokowi-JK unggul 66,65 persen suara dan pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 33,35 persen suara.

Melihat hasil itu, Maruf menegaskan bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga Uno tak akan mudah untuk mengubah dukungan masyarakat Jawa Tengah pada Pilpres 2019.

“Ya mungkin mereka berharap ingin mengubah, saya kira enggak semudah itu mengubah pilihan,” kata Ma’ruf.

Selain itu, Ma’ruf menyebut dukungan bagi Jokowi dan dirinya makin kuat pada Pilpres 2019, terutama di wilayah Jawa Tengah.

BACA JUGA: Ma’aruf Amin: Satu Hari Gak Ketemu Wartawan, Batin Ingin Melompat

Ia merinci dirinya telah didukung oleh beberapa partai politik yang memiliki basis massa yang kuat di Jateng, seperti PPP, PKB dan Golkar.

“Apalagi sekarang kan tambah NU nya, tambah Golkar, PKB juga kan lumayan disana, PPP lumayan, apalagi PDIP, ditambah lagi NU nya, menurut saya justru kekuatan pak Jokowi ada di Jateng utamanya,” kata dia.

Lebih lanjut, Ma’ruf turut menyinggung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziyah yang memiliki suara signifikan pada Pilkada Jateng yang digelar Juni 2018 lalu.

Baca Juga: Markas Prabowo-Sandi Pindah ke Jateng, Kubu Jokowi Enggak Gerah

Ketika itu, Sudirman-Ida didukung oleh koalisi Gerindra, PKS, PAN dan PKB memperoleh suara 41,22 persen. Mereka melawan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang didukung PDIP, Nasdem, PPP dan Demokrat yang unggul sebesar 58.78 persen.

Ia menyebut kenaikan suara Sudirman Said kala itu didongkrak oleh faktor Ida Fauziyah yang merupakan kader PKB.

“Kemarin itu suara Sudirman Said besar (di Pilkada Jateng) itu kan karena ada Ida Fauziah. Ida Fauziah itu kan didukung PKB,” kata dia.

Politik

Kuasa Hukum Prabowo Tarik Alat Bukti yang Belum Disusun Sesuai Aturan

Published

on

FINROLL.COM — Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) meminta agar Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga memperbaiki tambahan barang bukti. Barang bukti yang baru diserahkan pada Selasa (18/6/2019), belum disusun sesuai dengan aturan persidangan sehingga hakim kesulitan memverifikasi.

Hakim pun, meminta Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi menyusun barang bukti sesuai dengan aturan hingga pukul 12.00 WIB. Menanggapi hal ini, Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto akan menarik dan membatalkan barang bukti tersebut.

“Ada lebih dari 30 kontainer yang sudah diterima oleh MK, barang sekarang C1 dan saya akan cabut saja. Tapi ada kontainer lain masuk dan sudah terverifikasi itu saja yang akan kami jadikan alat bukti. Sementara ini (bukti baru) akan kita tarik,” ujar BW dalam persidangan di Mahkamah konstitusi (MK), Rabu (19/6/2019).

Namun, Hakim Konstitusi Suhartoyo meminta agar Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi tetap memperbaiki alat bukti. Sebab, bisa saja bukti tersebut berkaitan dengan saksi yang akan diperiksa di persidangan.

“Kalau demikian, anda harus bisa mencluster bahwa ketika keterangan saksi, dan merujuk pada bukti hanya yang bisa dirujuk pada bukti yang sudah diverifikasi. Ini segera akan kami konfrontir dengan saksi. Kalau itu perlu waktu, kita akan hold dulu dan taruh di belakang,” ujar Hakim Suhartoyo.

Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi pun meminta izin keluar dan berkoordinasi dengan stafnya untuk menyusun alat bukti sesuai aturan. (Liputan6.com)

Continue Reading

Politik

Jadi Target Pembunuhan, Yunarto Wijaya Maafkan Perencana dan Eksekutor

Published

on

Jadi Target Pembunuhan, Yunarto Wijaya Maafkan Perencana dan Eksekutor

Finroll.com – Yunarto Wijaya adalah pimpinan Charta Politika, lembaga survei dan juga lembaga quick count Pilpres 2019. Nama Yunarto Wijaya menjadi target pembunuhan diungkap oleh tersangka kasus makar, Irwansyah alias HK yang mengaku mendapat pesan atau perintah dari tersangka KZ.

POLISI akhirnya mengungkap siapa dalang kerusuhan Mei 2019. Polisi juga mengungkap siapa pimpinan lembaga survei jadi target pembunuhan pada Mei 2019 lalu.

Hal itu terungkap dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) yang dipimpin Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal, Selasa (11/6/2019).

Yunarto Wijaya kemudian memberikan tanggapan melalui akun twitternya setelah namanya muncul di ruang publik dalam jumpa pers itu sebagai target pembunuhan.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia itu mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya tak dendam pada pihak yang merencanakan pembunuhan atas dirinya.

“Sama seperti yg pernah saya tulis, sudah tak ada dendam lagi dari saya & keluarga baik buat yg jadi perencana ataupun eksekutor… Dari situasi2 seperti ini saya belajar ttg apa itu kasih, termasuk ketika bisa maafkan yg memusuhi kita.. Ayo terus mencintai Indonesia…,” tulisnya Yunarto dalam cuitan twitternya.

Continue Reading

Politik

Rapat Paripurna ke-19, Sebanyak 342 Anggota DPR Absen Tidak Hadir

Published

on

Rapat Paripurna ke-19, Sebanyak 342 Anggota DPR Absen Tidak Hadir

Finroll – Dewan Perwakilan Rakyat menghelat rapat paripurna di masa persidangan V tahun 2018-2019 yang digelar di Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2019).Sebanyak 342 dari 560 anggota dewan tidak hadir.

Berdasarkan daftar hadir, sebanyak 218 dari 560 anggota dewan hadir. Sementara itu 83 anggota mengajukan izin. Pimpinan yang hadir dalam paripurna ialah Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Agus Hermanto. Rapat paripurna dipimpin oleh Fadli. Bel rapat berdering pukul 14.00 WIB.

Membuka rapat, Fadli menyatakan rapat paripurna dibuka untuk umum. Agenda paripurna hari ini adalah tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2020.

“Dengan ini rapat dibuka untuk umum,” kata Fadli.

Berikut ini absensi paripurna penutupan DPR hari ini:

Fraksi PDIP: 48 dari 109 anggota
Fraksi Partai Golkar: 39 dari 91 anggota
Fraksi Partai Gerindra: 37 dari 73 anggota
Fraksi Demokrat: 22 dari 61 anggota
Fraksi PAN: 15 dari 48 anggota
Fraksi PKB: 13 dari 47 anggota
Fraksi PKS: 19 dari 40 anggota
Fraksi PPP: 11 dari 39 anggota
Fraksi NasDem: 7 dari 36 anggota
Fraksi Hanura: 7 dari 16 anggota

Total yang hadir: 218 dari 560 anggota
Izin: 83 anggota

source: detik

Continue Reading
Advertisement

Trending