Connect with us

Politik

Markas Prabowo-Sandi Pindah ke Jateng, Kubu Jokowi Enggak Gerah

Published

on


Markas Prabowo-Sandi Pindah ke Jateng, Kubu Jokowi Enggak Gerah

Finroll.com – Jelang Pilpres 2019, kubu pasangan capres/cawapres nomor urut 2, Prabowo-Sandiaga berencana akan memindahkan posko pemenangannya, dari Jakarta menuju Jawa Tengah.

Jawa Tengah sendiri menjadi salah satu basis kuat pemilih Jokowi-Ma’ruf, karena di dominasi oleh kader dan simpatisan PDIP. Meski demikian, salah satu partai pengusung capres petahana, Golkar merasa apa yang akan dilakukan Prabowo-Sandi tidak akan menghasilkan apapun.

“Ya silakan saja kubu Prabowo-Sandi membuat posko di Jawa Tengah. Kita sudah memiliki pemetaan mana daerah yang tingkat strong voters yang tidak akan mengubah pilihannya dari Pak Jokowi,” papar Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily kepada awak media, Senin (10/12).

Ia optimistis, jika pemilih dan pendukung setia Jokowi di Jateng akan mendukung penuh di Pilpres 2019 nanti.

Baca Lainnya: Ahok Jadi Penyumbang Dana Kampanye Terbesar Prabowo-Sandi

“Kami yakin daerah Jawa Tengah tidak akan berpindah ke lain hati. InsyaAllah,” sambungnya.

“Jawa Tengah bagi kami merupakan daerah strong voters. Sebab selain pak Jokowi dari Jawa Tengah, ditambah program pembangunan selama beliau memimpin banyak yang dirasa sangat positif bagi masyarakat Jawa Tengah,” tegasnya.

Sebelumnya, kubu pemenangan Prabowo-Sandi berencana akan memindahkan posko pemenenagan ke Jateng untuk mendulang lebih banyak suara, yang dikenal sebagai wilayah “kandang banteng” itu.

“Prabowo-Sandi menyadari, Jateng adalah medan yang menantang, dan pengalaman Pilpres 2014, kekalahan Prabowo di Jateng besar. Karena itu, Jateng menjadi perhatian khusus. Sudah dipertimbangkan kemungkinan Pak Sandi akan pindahkan pos pemenangan di Jateng,” kata anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said.

Sumber: Detikcom

Politik

Sandiaga Sebut OK OCE Telah Sumbang Rp 395 M untuk Ekonomi DKI

Published

on

By

Cari Kerja Susah, Sandiaga Tawarkan Program OK OCE di Pekalongan

Finroll.com  – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menyapa warga Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (21/3). Dalam kesempatan itu, Sandiaga menunjukkan prestasi program OK OCE di wilayah DKI Jakarta.

Menurut Sandiaga, sudah 90 ribu warga DKI Jakarta yang tergabung dalam OK OCE. Dia mengatakan bahwa OK OCE sudah membuka 29.346 lapangan kerja.

“Sudah buka berapa lapangan kerja? 29.346 tenaga kerja dibuka oleh OK OCE. Berapa izin usaha mikro kecil yang diterbitkan? 16.734 UMKM, mau bikin nasi uduk, fashion muslim, ekonomi kreatif, semua sudah dinaungkan,” kata Sandi kepada warga Kampung Melayu, Jakarta.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyebut OK OCE berperan aktif bagi peningkatan ekonomi di Ibu Kota Jakarta. Menurutnya, program tersebut telah menyumbang Rp 359 miliar di DKI.

“Sekarang tumbuh total investasi dari program OK OCE berapa tebak? Rp 359 miliar OK OCE sudah menyumbang pada ekonomi DKI. Alhamdulillah,” ucap Sandi.

Jika terpilih, Sandiaga mengaku akan menyiapkan Rumah Siap Kerja untuk melatih para calon pekerja di Indonesia. Dia pun mengingatkan masyarakat Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya di Pilpres nanti.

“Saya ingatkan tinggal 26 hari (pencoblosan Pilpres) untuk program siap kerja insya Allah akan hadir. Anak muda enggak boleh nganggur, kita beri bimbingan metode baik sehingga anak muda punya peluang lapangan kerja,” kata Sandiaga Uno.

Continue Reading

Politik

Ketum Plt PPP Suharso Monoarfa Menangis Saat Menyampaikan Pidato Pengukuhannya

Published

on

Suharso Monoarfa

Suharso Monoarfa resmi dikukuhkan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui Mukernas III.

Finroll.com – Suharso Monoarfa dikukuhkan menggantikan Romahurmuziy, Ketua Umum PPP yang diberhentikan karena terseret kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Suharso menangis saat menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), Hotel Seruni, Bogor, Rabu (20/3/2019) malam.

Ia sama sekali tidak pernah bermimpi menjadi pemimpin partai.

“Untuk berdiri di sini menerima mandat ini yang sungguh berat buat saya. Bagi saya, saudara Romy itu dia anak saya ya, adik saya,” ungkap Suharso sambil terisak saat berpidato.

Baginya, mantan Ketum PPP itu seperti meteor yang memiliki kemampuan untuk menjadi calon pemimpin bangsa ke depannya.

“Semuanya ada di beliau [Romi], kapasitas ada, capability ada, bibit bobotnya ada,” kata Suharso.

Suharso memandang apa yang terjadi ke Romy sebagai musibah. Di sisi lain, ia mengajak seluruh jajaran partai untuk introspeksi diri atas kemungkinan kesalahan yang pernah dilakukan.

“Maka saya mengajak kita semua untuk kita berintrospeksi melihat apa yang sebenarnya yang salah pada kita,” ungkapnya.

Kemudian ia mengingatkan logo partai yang berupa Ka’bah. Suharso menjelaskan, keputusan para pendiri partai menggunakan logo tersebut tak mudah. Logo tersebut juga dinilainya memiliki makna mendalam bagi partai.

“Kita tahu sejarah itu [PPP didukung kiai besar], kita semua tahu. Entah apa yang menyengat dan menghampiri kita,” terangnya.

Secara filosofis, kata Suharso, PPP memiliki lambang dengan gambar kakbah yang berdiri tegak pada bendera partai tersebut. Ia menuturkan jika kakbah letaknya berada di Kota Makkah Arab Saudi yang artinya air mata.

“Apakah kemudian partai kita harus berlinang air mata? Padahal ketika nabi memimpin kembali ke Makkah tanpa kekerasan setelah menyusun Protap di Madinah,” tuturnya.

Di sisi lain, ia menyinggung para tokoh-tokoh PPP dahulu yang sukses membawa kejayaan partai.

“Bahkan di awal Reformasi adalah Pak Hamzah Haz yang menurut saya ketika orang menyepelekan Partai Persatuan Pembangunan, di tangan beliau, kita masih mencapai juara ketiga di Pemilu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Suharso berharap jajaran partai untuk bangkit dan solid. Sebab, PPP juga akan menghadapi Pemilu 2019. Ia optimistis, jajaran partai mampu bekerja keras.

“Saya yakin sebenarnya kita karena partai besar kita punya pegalaman kita punya sejarah panjang, punya bukti, punya footprint yang tidak terbantahkan. Saya yakin dengan kader yang luar biasa, saya kira harus bangkit,” tutupnya.

Continue Reading

Politik

Strategi BPN Kejar Elektabilitas Jokowi

Published

on

By

Finroll.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terus berusaha memperkecil selisih elektabilitas dengan capres-cawapres, Jokowi-Ma’ruf Amin. Salah satu strategi yang digunakan diantaranya dengan cara langsung menyapa masyarakat secara door to door.

“Untuk memenangkan strategi khusus kita sederhana ya, datang ke rumah masyarakat, sapa masyarakat, ketuk rumah masyarakat sapa masyarakat ajak pilih Prabowo-Sandi,” kata Juru Bicara BPN Andre Rosiade saat dihubungi merdeka.com, Rabu (20/3).

Andre mengatakan timnya memiliki kekuatan tersendiri yang tidak dimiliki oleh Jokowi-Ma’ruf. Di antaranya adalah relawan yang tidak bisa dimobilisasi.

“Di mana pendukung kita tidak perlu diberi dana mobilisasi dana transport, bahkan nasi bungkus. Mereka adaah pendukung-pendukung yang ingin perubahan. Saya kira tanpa diberi apa pun mereka bekerja untuk memenangkan Pak Prabowo dan Bang Sandi,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Juru Kampanye Nasional BPN Mohammad Nizar Zahro mengatakan pihaknya akan melakukan pedekatan secara lebih masif pada masyarakat. Sehingga bisa menarik para pemilih mengambang atau undecided voters.

“Terstruktur sistematis dan masif melakukan pendekatan dan menarik suara undecide voters karena kita yaqin beban sejarah janji-janji Jokowi yang tidak terealisasi pasti dihukum oleh rakyat dengan tidak memilih Jokowi,” ucap Nizar.

Seperti dikutip Merdeka.com dari Harian Kompas, Rabu (20/3/2019), berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas elektabilitas Jokowi dan Prabowo saat ini lebih tipis dibandingkan survei Litbang Kompas Oktober 2018.

Elektabilitas Jokowi dan Prabowo saat ini hanya selisih 11,8 persen. Jokowi – Maruf mendapat perolehan suara 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Ma’ruf 37,4 persen. Sebanyak 13,4 persen masih merahasiakan pilihannya.

Metode pengumpulan pendapat menggunakan wawancara tatap muka sejak tanggal 22 Februari – 5 Maret. Survei ini diikuti 2.000 responden yang dipilih secara acak dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tingkat kepercayaannya 95 persen dengan margin of error penelitian plus/minus 2,2 persen.

Sebelumnya pada Oktober 2018 lalu, Litbang Kompas juga telah merilis elektabilitas dua pasangan capres. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebanyak 52,6 persen sedangkan Prabowo- Sandiaga Uno32,7 persen. Sebanyak 14,7 persen masih merahasiakan pilihannya. Saat itu, selisih suara keduanya masih 19,9 persen.

Disebutkan pula, penyebab menurunnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf karena sejumlah hal. Seperti perubahan pandangan atas kinerja pemerintah, berubahnya arah dukungan kalangan menengah atas, membesarnya pemilih ragu pada kelompok bawah dan persoalan militansi pendukung yang berpengaruh pada penguasaan wilayah.

Continue Reading
Advertisement

Trending