Connect with us

International

Mantan Bendahara Vatikan, Kardinal George Pell di Hukum 6 Tahun Penjara Dalam Kasus Pelanggaran Seksual

Published

on


Mantan Bendahara Vatikan

Hakim pengadilan Australia menjatuhkan vonis hukuman penjara selama enam tahun terhadap mantan bendahara Vatikan, Kardinal George Pell.

Finroll.com – Saat membacakan vonis, hakim mengatakan mantan bendahara Vatikan itu telah melakukan “serangan seksual dengan kuat dan kurang ajar pada kedua korban”.

“Tindakan Anda diwarnai oleh arogansi yang mengejutkan,” kata Hakim Peter Kidd.

Pada sidang Desember 2018 lalu, Pell dinyatakan bersalah lantaran melecehkan dua bocah laki-laki anggota paduan suara di beberapa ruangan di Katedral Melbourne pada 1996.

Panel juri memutuskannya bersalah mempenetrasi secara seksual bocah berusia di bawah 16 tahun. Empat dakwaan lainnya berkaitan dengan perbuatan tidak pantas terhadap bocah berusia di bawah 16 tahun.

Kardinal berusia 77 tahun itu tetap berkeras dirinya tidak bersalah dan telah mengajukan banding.

Dilansir dari laman BBC, Vonis ini telah mengguncang Takhta Suci Vatikan mengingat Pell adalah salah satu penasihat terdekat Paus Fransiskus.

Dalam sidang tersebut, para korban pelecehan berada di antara hadirin untuk menyaksikan vonis terhadap Pell.

Dia bakal berhak atas pembebasan bersyarat setelah tiga tahun dan delapan bulan. Adapun permohonan bandingnya akan digelar pada Juni mendatang.

Apa yang terungkap dalam persidangan?

Sebagaimana dipaparkan dalam persidangan, Pell baru satu tahun menjabat sebagai Uskup Agung Melbourne pada 1996 tatkala dia mendapati beberapa bocah pria di ruangan-ruangan katedral seusia misa.

Setelah mengatakan bahwa mereka akan mendapat masalah karena menenggak minuman anggur untuk komuni, Pell memaksa setiap bocah melakukan perbuatan tidak senonoh.Hal ini dituturkan salah seorang korban. Korban lainnya telah meninggal dunia.

Seorang anggota juri menolak argumen pengacara Pell, Robert Richter QC, bahwa tuduhan-tuduhan ini hanyalah karangan para korban.

Advertisement

International

Ratusan Demonstran Anti Brexit Padati Pusat Kota London

Published

on

Brexit

Ratusan ribu demonstran anti-Brexit, Sabtu (23/3), memadati pusat Kota London menuntut pemerintah yang dipimpin pihak Konservatif Inggris mengadakan referendum baru mengenai apakah Inggris harus meninggalkan Uni Eropa.

“People Vote March” berunjuk rasa dari Park Lane dan lokasi-lokasi lainnya menuju Parlemen Inggris, di mana nasib Brexit akan diputuskan dalam beberapa minggu mendatang.

Para pengunjuk rasa membawa bendera dan poster Uni Eropa memuji hubungan lama antara Inggris dan Eropa. Demonstrasi itu menarik warga dari seluruh Inggris yang bertekad untuk memaksa pemerintah Perdana Menteri Theresa May mengubah langkahnya terkait Brexit.

May juga mendapat tekanan dari Partai Konservatifnya sendiri untuk mundur atau menetapkan tanggal pengunduran dirinya karena dukungan politik terhadapnya terus melemah. Minggu mendatang dipandang sama pentingnya dengan upaya saingan politik untuk menggantikannya.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif George Freeman mencuit diperlukan pemimpin baru.

“Saya khawatir semuanya sudah berakhir bagi Perdana Menteri. Ia sudah melakukan yang terbaik. Tetapi di seluruh negeri kemarahan bisa disaksikan. Semua orang merasa dikhianati. Kebuntuan pemerintah. Kepercayaan pada demokrasi runtuh. Ini tidak bisa berlanjut. Kita membutuhkan PM baru yang bisa menjangkau & membangun semacam koalisi untuk Rencana B, ” demikian bunyi cuitan Freeman. (VOA)

Continue Reading

International

Kelapa Sawit Indonesia-Malaysia Diboikot, PM Mahathir Ancam Uni Eropa

Published

on

PM Mahathir

Finroll.com – Setelah Uni Eropa mengambil sikap diskriminasi untuk memboikot Hasil produk kelapa sawit Indonesia-Malaysia, Perdana Menteri Mahathir Mohamad ancam Uni Eropa (UE).

PM Malaysia Mahathir ancam untuk batal membeli jet-jet tempur dari negara-negara UE sebagai sikap pembalasan karena telah memboikot minyak kelapa sawit.

Seperti diketahui, Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia, sedangkan Malaysia di urutan kedua. Kedua negara baru-baru ini mengancam akan menentang rencana Uni Eropa untuk menghentikan penggunaan biofuel di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Malaysia bersama Indonesia telah berselisih dengan anggota parlemen Uni Eropa atas budidaya tanaman tersebut, yang dianggap telah menyebabkan deforestasi dan perusakan satwa liar.

Dalam pernyataannya yang paling kuat, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan negaranya dapat mencari negara lain untuk meningkatkan armada Angkatan Udara-nya yang selama ini disokong pesawat jet tempur MiG-29 Rusia. Mahathir mengancam akan membatalkan rencana untuk membeli jet tempur Rafale Prancis atau Typhoon Eurofighter.

“Jika mereka terus mengambil tindakan terhadap kami, kami akan berpikir untuk membeli pesawat terbang dari China atau negara lain,” katanya dikutip Bernama, Senin (25/3/2019).

Tetapi, Mahathir menegaskan bahwa dia tidak “menyatakan perang” terhadap Uni Eropa karena negaranya membutuhkan barang-barang dari blok Eropa itu. Banyak anggota Uni Eropa merupakan mitra dagang utama Malaysia.

Pernyataan Mahathir muncul menjelang pameran pertahanan internasional lima hari yang dimulai hari Senin di pulau resor Langkawi, tempat perwakilan produsen senjata global berkumpul.

Setiap pembatasan minyak sawit oleh Uni Eropa dapat secara serius melukai petani yang mewakili basis pemilih penting di Malaysia dan Indonesia.

Kedua negara berjuang untuk memacu permintaan minyak kelapa sawit, yang digunakan dalam segala hal mulai dari sabun hingga cokelat.

Anggota parlemen Prancis baru-baru ini memilih untuk menghapus minyak kelapa sawit dari skema biofuel negara itu mulai tahun depan.

Baca Juga: Kekhalifahan ISIS Berakhir, Sang Pemimpin ‘Al-Baghdadi’ Belum Juga Ditemukan

Continue Reading

International

Kekhalifahan ISIS Berakhir, Sang Pemimpin ‘Al-Baghdadi’ Belum Juga Ditemukan

Published

on

Kekhalifahan ISIS Berakhir, Sang Pemimpin 'Al-Baghdadi' Belum Juga Ditemukan

Finroll.com – Kelompok Islamic State (ISIS) diklaim sudah kalah total pada Sabtu (23/3/2019), usai pertahanan mereka di Baghuz, Suriah dikuasai oleh pasukan Demokratik Suriah (SDF). Meskipun ISIS Telah berakhir, keberadaan Abu Bakar Al-Baghdadi belul juga diketahui keberadaannya.

Setelah mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah pada tahun 2014, al-Baghdadi menguasai lebih dari tujuh juta orang di sebagian wilayah Suriah dan Irak. Di wilayah yang kemudian dianggap sebagai “kekhalifahan” itulah, ISIS menerapkan hukum Islam versi mereka sendiri.

Operasi SDF didukung pemboman udara koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Sehari sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa “kekhalifahan” ISIS segera dilenyapkan 100 persen di Suriah

Ketika ISIS berada di puncak kekuasaannya, al-Baghdadi, 47, yang tercatat sebagai warga Irak dikabarkan telah terluka. Dia pernah beberapa kali diberitakan terbunuh, namun keberadaannya tidak pernah dikonfirmasi.

Al-Baghdadi menjadi pria paling dicari di dunia. AS telah menawarkan hadiah USD25 juta kepada siapa pun yang memiliki informasi yang mengarah pada penangkapannya.

“Dia hanya memiliki tiga sahabat; kakak laki-lakinya Jumaa, sopir dan pengawalnya Abdullatif al-Jubury, dan kurirnya Saud al-Kurdi,” kata Hisham al-Hashemi, seorang ahli peneliti ISIS di Irak, seperti dikutip AFP, Minggu (24/3/2019).

Hashemi mengatakan kuartet itu kemungkinan bersembunyi di suatu tempat di gurun Badia. Gurun luas di Suriah itu membentang dari perbatasan timur Suriah dengan Irak hingga ke provinsi Homs.

Hantu

Dijuluki “The Ghost (Hantu)”, al-Baghdadi belum muncul di depan umum sejak dia menyampaikan khotbah di Masjid Al-Nuri yang terkenal di Mosul pada tahun 2014, di mana dia menyatakan dirinya sebagai khalifah.

Rekaman suara terakhirnya kepada para pendukung ISIS dirilis pada Agustus, delapan bulan setelah Irak mengumumkan telah mengalahkan kelompok itu.

Ketika Pasukan Demokratik Suriah (SDF) melakukan pertempuran terakhir melawan ISIS di Baghuz dan akhirnya merebut wilayah itu, al-Baghdadi juga tidak ditemukan di sana.

“Kami tidak berpikir dia di Suriah,” kata juru bicara SDF, Mustafa Bali, kepada AFP, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Continue Reading
Advertisement

Trending