Connect with us

Entertainment

Maliq & D’Essentials Bakal Ramaikan It’s Not Festival di Depok

Published

on


Keterangan foto : konser musik bertajuk It’s Not Festival, di Rooftop ITC Depok, pada Sabtu, 29 Juni 2019.

FINROLL.COM – Banyak orang yang menunggu-nunggu ingin menonton langsung penampilan grup band paling populer di Indonesia saat ini, Maliq & D’Essential, namun seringkali sulit terlaksana, karena grup band ini lebih sering tampil dalam konser eksklusif.

 

Kini, ada kesempatan bagi semua penggemarnya untuk menontonnya dalam konser yang lebih inklusif. Grup band musik pop, jazz, dan soul ini, dipastikan bakalan tampil dalam konser musik bertajuk It’s Not Festival, di Rooftop ITC Depok, pada Sabtu, 29 Juni 2019.

 

Dengan harga tiket Rp 103.500 yang bisa dibeli online di website KiosTix. Ini kesempatan langka untuk bertemu dan nonton langsung penampilan Maliq & D’Essential. Selain itu, juga masih ada banyak musisi popular Indonesia lain yang bangkalan tampil dalam konser ini.

 

Diantaranya vokalis muda yang sedang naik daun Fiersa Besari. Grup band The Adams yang lagu-lagunya sudah banyak kita temui dalam 3 album-nya. Vokalis pria yang lagu-lagunya kini sedang merajai puncak tangga musik pop Tulus. Dan grup band yang sudah menelorkan banyak lagu soundtrack film Float Band.

 

Its Not Festival sendiri adalah festival pre event dari gelaran konser musik Soundfest, sebuah festival musik tahunan terbesar di Indonesia yang diusung oleh promotor musik Mapspro. Soundfest menampilkan pertunjukan musik dari musisi-musisi besar Indonesia, dengan mengambil tema “Dukung Industri Kreatif” yang memiliki makna yakni berupa kumpulan aktivitas kreatif yang dapat dilakukan oleh seluruh pelaku industri kreatif lintas bidang di mana mereka dapat mempertontonkan hasil kreativitasnya dalam seni ke publik penonton.

 

“Sebagai pre event, Its Not Festival menampilkan para musisi top yang nantinya juga bakalan tampil di Soundfest. Sehingga ini kesempatan bagus bagi terutama warga kota Depok dan Jabodetabek pada umumnya, untuk menikmati penampilan mereka yang pasti bakal tampil bagus. Dengan tiket yang relatif terjangkau.

 

Mari ramaikan festival ini,” ujar Andhika Soetalaksana, Vice President Partnership dan Sales KiosTix, di Jakarta (25/6).

 

Hadirnya musisi grup band papan atas Maliq & D’Essential dan penyanyi solo yang sedang naik daun Fiersa Besari menandakan Its Not Festival memahami kearifan masyarakat lokal. Maliq & D’Essential akan menampilkan lagu-lagunya yang sudah sangat populer seperti Terdiam, Pilihanku, Heaven, Untitled, Kangen, Drama Romantika, dan Kau Yang Bisa.

 

Sedangkan Tulus akan membawakan lagu-lagu hitnya seperti Teman Hidup, 1000 Tahun Lamanya, Monokrom, Natsu Wa Kinu, dan lagu teranyarnya Adu Rayu. Para musisi dan grup band lain juga akan menampilkan karya-karya masterpiece-nya.

 

KiosTix, perusahaan manajemen tiket pertunjukan, yang menangani manajemen tiket festival ini. “Tiket saat ini sudah bisa dibeli di website KiosTix.

 

Tiket presale sudah ludes, saat ini masih tersedia tiket dengan harga normal,” tambah Andhika Soetalaksana.

 

Selain Its Not Festival, di website KiosTix kini juga tersedia banyak event musik, olahraga, dan paket wisata yang bisa dikunjungi. KiosTix merupakan perusahaan spesialis manajemen tiket hiburan musik dan event-event olahraga di Indonesia.

 

Beberapa event besar yang pernah digarap oleh KiosTix diantaranya tiket Asian Games 2018, Soundrenaline, Wave of Tomorrow, Asean Football Champions (AFC), Kenny G Concert, Soundsations, Raisa Intimade Concert, Konser Iwan Fals, Beyond Border Festival (BBF), Home PSM Makassar, dan lain-lain.

 

Menurut Andhika Soetalaksana, Kiostix merupakan pionir start-up tiket hiburan di Indonesia. Berdiri sejak 2012. Sampai kini sudah menangani lebih 900 event dan menjual lebih 10 juta tiket.

 

Dengan menggunakan teknologi sistem tiket paling mutakhir seperti tiket thermal, wristband, dan penjualan online lewat www.kiostix.com maupun tiket box.

 

Sementara informasi Agenda KiosTix adalah, Seminar News Up Date Food Labelling in Indonesia (25 Juni 2019), PSM Makassar vs Becamex Binh Duong di Stadion Pakansari, Cibinong (26 Juni 2019), Tiba-tiba Suddenly Sobat Misqueen & Missking (25 Juni 2019), Jakarta HR Forum (26 Juni 2019), It’s Not Festival (29 Juni 2019), Membangun Bisnis Kekinian (29 Juni 2019), Belitung’s Comedy Live Show (5 Juli 2019), Prambanan Jazz Festival 2019 (05 Juli 2019), Cut Above The Rest (17 Juli 2019),

 

Basic Filmmaking Workshop 3 (20 Juli 2019), Jakarta International Comedy Festival (3-4 Agustus 2019), Cravier (3 Agustus 2019), LANY Live in Jakarta (13 Agustus 2019), Glorifest 2019 (17 Agustus 2019), Soundfest 2019 (24 Agustus 2019), Bvoice 22nd Anniversary (31 Agustus 2019), Hodgepodge Superfest 2019 (31 Agustus-1 September 2019), F1 Singapore Airline Singapore Grand Prixe (20 September 2019), Miss Tourism Worldwide 2019 (21 September 2019),

 

Indonesia Scooter Festival #3 2019 (21 September 2019), Overly 2019 (21 September 2019), MotoGP Thailand 2019 (4 Oktober 2019), Shell Malaysia Motorcycle Grand Prix 2019 (01 Nopember 2019), tiket Shuttle Bus RapidKL Moto GP Sepang 2019 (3 Nopember 2019), LOKATARA Music Festival 2019 (23 Nopember 2019).

Advertisement

Entertainment

Begini Modus Unik Nunung Saat Transaksi Narkoba di Rumahnya

Published

on

By

Finroll.com  – Publik dibuat terkejut dengan penangkapan komedian Nunung dan sang suami, Iyan Sambiran atas kasus narkoba pada Jumat (19/7) lalu. Tak disangka, Nunung dan Iyan sudah mengkonsumsi barang haram tersebut selama lebih dari 20 tahun.

Selama ini Nunung aktif memesan narkoba melalui tersangka dengan inisial TB. “Proses pemesanan ini, yang aktif memesan adalah NN,” ujar AKBP Calvijn Simanjuntak, Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya saat ditemui di Polda Metro Jaya, Minggu (21/7).

Menurut penuturan Calvijn, transaksi narkoba Nunung dengan tersangka TB selalu dilakukan di kediaman salah satu anggota Srimulat itu. “Selalu modusnya sama, tersangka TB selalu memesan dan diantarkan ke rumah tersangka NN di bilangan Tebet, dengan pembayaran secara cash. Ada modus yang unik, yang dilakukan kesepakatan antara tersangka NN dan TB,” pungkasnya.

1. Modus Unik yang Dipakai Nunung

Modus yang diterapkan Nunung saat melakukan transaksi yaitu dengan seolah-olah sedang jual beli perhiasan. Hal itu mereka sepakati agar tak timbul kecurigaan dari warga sekitar.

“Apabila ada siapapun yang menanyakan, apa kepentingan tersangka TB datang, mereka sepakati bahwa tersangka TB ini selalu menyerahkan perhiasan. Jadi seolah-olah ada jual-beli perhiasan. Itu pun diakui dan dituangkan di BAP,” kata Calvijn.

“Pada saat penangkapan TB mengakui awalnya dia menyerahkan perhiasan. Dengan adanya interogasi ada alat-alat terkait narkoba,” sambungnya.

2. Nunung Aktif Ajak Suami Pakai Narkoba

Lebih jauh, Calvijn menyebutkan jika Nunung lah yang selalu mengajak suaminya menggunakan narkoba. “Yang aktif mengajak suaminya ataupun JJ adalah NN dengan berbagai macam alasan. Minta ditemani, walaupun tersangka JJ sudah beberapa kali menyampaikan pada NN agar tidak menggunakan narkoba lagi. Menghimbau untuk berhenti,” ujarnya.

Sayangnya nasihat untuk berhenti itu tak pernah digubris oleh Nunung hingga akhirnya ia terciduk aparat kepolisian beberapa hari lalu. “Tapi kerap kali tidak diindahkan oleh NN. Artinya, apa yang disampaikan JJ ternyata tidak diindahkan,” imbuh Calvijn.

Continue Reading

Entertainment

5 Pesan Penting dari Film ‘Dua Garis Biru’ untuk Orang Tua

Published

on

By

“Padahal, ibu dulu selalu tutup mata kamu lho, kalau ada adegan dewasa di film.”

“Memangnya, ayah sama ibu dulu harus liat film dulu baru bisa ciuman?”

Begitulah kira-kira dialog yang terjadi antara Bima (Angga Yunanda) dan ibunya (Cut Mini Theo) dalam film Dua Garis Biru karya sutradara Gina S. Noer. Jika yang dilakukan ibu Bima terdengar familier, mungkin para orang tua harus menonton film ini dan mempertimbangkan kembali bagaimana cara memberikan pendidikan seks pada anak.

Membatasi anak untuk melihat adegan dewasa ternyata tidak menjamin anak menghindari seks, karena ternyata dalam film ini hubungan Bima dan pacarnya, Dara (Adhisty Zara), berujung pada kehamilan.

Keluarga yang Baik Bukanlah Jaminan

Kehangatan yang diberikan oleh ibu (Lulu Tobing) dan ayah (Dwi Sasono) ternyata tidak menjamin Dara menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang tuanya. Dalam film ini, baik Dara maupun Bima berasal dari keluarga harmonis, meskipun dalam kondisi ekonomi yang berbeda.

Bahkan, ayah Bima (Arswendy Bening) adalah sosok yang taat beragama namun dapat memberi nasihat pada Bima tanpa bersikap otoriter. Dara dan Bima pun bukan anak bermasalah di sekolah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa latar belakang keluarga, kasih sayang orang tua, dan anak yang patuh bukanlah jaminan anak tidak akan melakukan seks di luar nikah. Kuncinya tetap pada pendidikan seks yang dilakukan dengan terbuka dan jelas.

Pendidikan seks harus dilakukan secara terbuka

Psikolog dari Yayasan Pulih, Gisella Pratiwi, menyarankan orang tua untuk mengawali pendidikan seks usia dini dengan cara mengenalkan anak terhadap tubuhnya. Kemudian pada saat memasuki masa puber, orang tua dapat mengajarkan anak tentang kesehatan reproduksi.

Dalam film, Dara dan Bima hanya tahu tentang kesehatan reproduksi dari sekolah. Namun, mereka tidak memiliki informasi tentang bagaimana kehamilan bisa terjadi dan apa konsekuensinya bagi ibu yang masih remaja. Sehingga, orang tua perlu menyampaikan pendidikan seks secara jelas dan terbuka. Jika merasa canggung, pilih media seperti buku, artikel, dan video yang bisa ditonton bersama anak.

Tegaskan konsekuensi kehamilan di luar nikah

Dikeluarkan dari sekolah, mencari nafkah, kehilangan kesempatan kuliah, menjadi bahan gunjingan lingkungan sekitar, hingga kehilangan teman merupakan beberapa konsekuensi kehamilan di luar nikah yang dapat dilihat dalam film.

Ini belum termasuk risiko pendarahan, kehilangan rahim, dan kehilangan nyawa bagi ibu yang masih remaja. Kita bisa membicarakan konsekuensinya satu demi satu, kaitkan dengan hidup anak agar ia dapat membayangkan dengan lebih jelas.

Percaya Namun Tetap Mengawasi

Sedekat apapun kita dengan anak, sepercaya apapun kita bahwa mereka remaja baik-baik yang patuh pada orang tua, mereka tetap remaja yang belum sepenuhnya mampu menahan diri terhadap hal yang mereka sukai. Termasuk dalam masalah cinta.

Mungkin mereka tidak berniat melakukan hubungan seks, namun jika ada kesempatan dan tidak ada pengawasan, tidak ada yang bisa mencegah hal tersebut terjadi. Sebaiknya, perjelas peraturan dengan remaja untuk tidak membawa pacar ke dalam kamar, termasuk berduaan dengan pacar di tempat sepi yang memungkinkan mereka untuk melewati batas berpacaran yang telah disepakati. Saat anak izin untuk pergi, minimal kita tahu 5 W + 1 H (what, when, where, who, why, how) dan memastikan anak pulang tepat waktu.

Berkomunikasi dengan remaja ada caranya

Di dalam film, ketika Bima terlihat memiliki masalah, ibunya langsung mencecarnya dengan pertanyaan dan membuat asumsi sendiri, dengan bernada tinggi. Ini membuat Bima menjadi jengah dan memilih untuk meninggalkan orang tuanya. Sementara itu, ayahnya memilih untuk mendekatinya secara personal dan memberi nasihat dalam posisi sebagai sesama laki-laki.

Dari sini, kita dapat belajar bahwa untuk meminta anak menceritakan masalahnya harus dilakukan dengan cara yang membuatnya nyaman, bukan sebaliknya. Itu pun tidak menjadi jaminan anak berani berkata jujur. Memang tidak bisa sekali jadi, yang penting kita sebagai orang tua harus sabar dan peka.

Continue Reading

Entertainment

The Grand Signature Piano gelar Heritage Concert

Published

on

Finroll.com — The Grand Signature Piano gelar Konser “Heritage Concert” dengan menampilkan duo pianis asal Perancis, Pascal Roge dan Ami Roge, di Gedung Kesenian Jakarta Senin (15/7/2019).

Executive Director The Grand Signature Piano Helen Gumanti mengatakan, konser ini merupakan kali pertamanya dimana kehadiran duo pianis asal Perancis Pascal Roge dan Ami Roge seakan menjadi sebuah momen yang tepat untuk merayakan keindahan asimilasi budaya timur dan barat,” ujarnya.

Konser kali ini akan mengetengahkan karya Claude Debussy, Maurice Ravel dan Colin McPhee. Berbagai elemen tekstur, irama, wama suara dan filosofi dari gamelan akan hadir melalui musik tradisi barat yang mereka bawakan,” tambahnya.

Menurutnya, Heritage Concert Series ini merupakan sebuah rangkaian pertunjukan dengan dua keluaran. Selain konser itu sendiri, kegiatan ini akan selalu diikuti oleh sebuah video dokumenter yang membahas kajian berkenaan dengan tema dan situs warisan budaya yang sedang dijadikan sorotan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini akan diunggah sebagai sebuah saluran dokumemer yang dapat diakses oleh publik dari berbagai penjuru dunia.

Helen Gumanti berharap, semoga debgan adanya Konser ini, anak negeri dapat lebih mengenal kekayaan warisan budaya bangsanya dan semoga dengan Heritage Concert Series ini, Indonesia lebih mendapatkan sorotan di mata dunia.

“lnilah dedikasi kami bagi Indonesia,” pungkasnya.

Perlu diketahui Pascal Roge adalah gambaran dari pianis terbaik di Perancis. Lahir di Paris, beliau adalah mantan murid dari Paris Conservatory dan pernah dimentori oleh Julius Katchen dan The Great Nadla Boulanger.

Sebagai salah satu artis rekaman ternama, Pascal Roge telah memperoleh banyak penghargaan bergengsi, mulai dari Gramophone Awards, 3 Grand an du Dlsque and Edison Award atas interprestasinya dari karya The Ravel dan Saint-Saens Concerti bersamaan dengan karya penuh dari Ravel, Poulenc dan Satie.

Pascal Roge menikmati permainan piano empat-tangan/dua -piano bersama istri tercintanya Ami Roge. Mereka berkeliling dunia dan tampil pada berbagai macam festival dan konser musik temama.

Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua dan Kompetisi Piano Genewa dan mengajar berbagai Masterclass di Perancis, Jepang, Amerika dan Inggris.

Continue Reading
Advertisement

Trending