Connect with us

Sports

Madrid Hajar Roma 3-0, Si Anak Hilang “Diaz” Tiru Gaya Cetak Gol CR7

Published

on


Madrid Hajar Roma 3-0, Si Anak Hilang "Diaz" Tiru Gaya Cetak Gol CR7

Mariano Diaz, pemain yang dipercaya meneruskan nomor punggung 7 peninggalan Cristiano Ronaldo di Real Madrid, mampu unjuk gigi kala menjamu AS Roma pada laga perdana Grup G Liga Champions 2018-2019.

Satu gol dari Mariano Diaz memastikan kemenangan 3-0 Madrid atas Roma di Santiago Bernabeu, Rabu (19/9/2018).

Penyerang berumur 25 tahun itu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90. Menariknya, Mariano Diaz menciptakan gol dengan gerakan khas Cristiano Ronaldo.

 

Dari sisi kanan kotak penalti Roma, ia mendribel bola ke arah serong dan melepaskan tembakan ke pojok gawang. Bagi Mariano, ini menjadi gol sekaligus penampilan perdananya pasca-balik ke Madrid.

Pemuda kebangsaan Spanyol itu sempat membela tim senior El Real selama musim 2016-2017. Namun, minimnya jam terbang membuat sang juru gedor dijual ke Olympique Lyon.

Bersama tim baru, Mariano menunjukkan perkembangan luar biasa dengan menciptakan 21 gol dari 45 penampilan di semua kompetisi musim 2017-2018.

Hal itulah yang membuat Madrid tertarik buat ‘memungut’ kembali Si Anak Hilang.

Sepakbola

Semangat Class of ’92 Kembali Membara di Manchester United

Published

on

By

Ole Gunnar Solskjaer: Jangan Panggil Saya Bos di MU

Finroll.com –  Class of ’92Masa depan Manchester United yang cerah dari perkataan salah satu pemainnya, Andreas Pereira. Pemain yang lahir di Belgia tersebut mengindikasikan bahwa era ‘Class of 92’ bisa bangkit kembali di masa kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer.

Pereira adalah satu dari sekian pemain muda The Red Devils yang diberi kesempatan untuk bersinar pada pramusim ini. Ia selalu berpartisipasi dalam dua laga uji coba terakhir di Australia dengan Perth Glory dan Leeds United sebagai lawannya.

Selain dirinya, masih ada sosok muda nan bertalenta lain seperti Mason Greenwood, Angel Gomes, Tahith Chong, hingga Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka yang diboyong dari klub lain pada musim panas ini. Seolah mengingatkan publik kepada ‘Class of 92’.

Di masa tersebut, Manchester United berjaya dengan pemain-pemain mudanya yang merupakan jebolan tim muda. Mulai dari Ryan Giggs, David Beckham, Paul Scholes, hingga Neville bersaudara bersinar di bawah asuhan pelatih legendaris, Sir Alex Ferguson.

Pereira mengingat kembali masa itu. Dan diyakini bahwa Manchester United bisa mengulang era tersebut dengan memberikan kesempatan kepada para pemain unjuk gigi dalam masa pramusim tanpa tekanan berarti.

“Saya pikir kami harus membiarkan pemain muda menunjukkan apa yang mereka punya, terutama sekarang di pramusim, mereka punya peluang untuk menunjukkannya,” tutur Pereira dikutip dari The Mirror.

“Tentu saja, United selalu membeli pemain yang brilian. Tapi anda lihat Marcus Rashford dan Jesse Lingard, yang berhasil menerobos, dan sebelumnya ada Scholesy, Giggsy, dan Becks yang diberi kesempatan untuk berkembang sebagai pemain,” lanjutnya.

Kesempatan Pereira Terbuka Lebar

Pereira melihat kesempatannya untuk menampakkan diri di hadapan khalayak ramai sedang terbuka lebar. Apalagi Manchester United juga baru ditinggal gelandang lainnya, Ander Herrera. Ia berjanji takkan menyia-nyiakan kesempatan yang telah tersedia untuknya.

“Dengan kepercayaan dari pelatih, staf, dan manajemen dengan kontrak baru, itulah yang saya incar [jadi pemain reguler]. Harapannya saya bisa mengejar dan menunjukkan kepada pelatih bahwa saya bisa,” tambahnya.

“Saya pikir masih ada yang bisa ditunjukkan. Saya akan mendapatkan kesempatan tampil, menjadi lebih konsisten dan bermain lebih baik. Bila anda berada di tur ini, selalu ada kesempatan untuk bermain apik. Jika pelatih suka, secara tiba-tiba anda akan berada di tim,” tandasnya.

Kemungkinan besar Pereira akan diturunkan kala Manchester United melakoni laga ujicoba di kompetisi pramusim, International Champions Cup, melawan Inter Milan pada hari Sabtu (20/7) nanti. Pertandingan itu sendiri akan dilangsungkan di National Stadium, Singapura.

Continue Reading

Sepakbola

Man City dan Liverpool Dominasi Premier League Lagi? Verthongen: Tidak Akan!

Published

on

By

Bekuk Liverpool, Pep Guardiola Terkesima Penampilan Bernardo Silva

Finroll.com – Bek Tottenham Hotspur, Jan Vertonghen tidak yakin Manchester City dan Liverpool bakal kembali mendominasi Premier League musim depan seperti yang mereka lakukan pada musim 2018/19 lalu. Vertonghen menjamin tim-tim kuat lain bakal melawan, termasuk Tottenham.

Klasemen papan atas Premier League musim lalu praktis terbagi menjadi dua bagian. Pada bagian pertama, ada Man City dan Liverpool yang bersaing ketat sepanjang musim. Man City jadi juara dengan 98 poin, Liverpool runner-up dengan 97 poin.

Lalu, di bagian kedua ada Chelsea, Tottenham, Arsenal, dan Manchester United. Empat tim ini bersaing ketat merebut dua spot tersisa dalam empat besar.

Musim lalu, Chelsea dan Tottenham yang behasil merebut dua tiket terakhir ke Liga Champions, Arsenal dan MU terpaksa puas dengan Liga Europa. Hal ini membuktikan kesenjangan besar antara Man City dan Liverpool dengan empat tim lainnya.

Pun demikian, Vertonghen menjamin hal serupa tidak akan terjadi pada musim 2019/20 mendatang. Dia menjamin empat tim kuat itu akan mengguncang dominasi Man City dan Liverpool.

“Saya kira Man City dan Liverpool tidak akan melaju seperti yang mereka perbuat musim lalu,” kata Vertonghen kepada Sky Sports.

“Setidaknya ada enam tim yang ingin bersaing merebut gelar Premier League, dan kami semua tahu siapa mereka. Saya sendiri mempertimbangkan kami [Tottenham] sebagai salah satu dari tiga atau empat tim terbaik di liga.”

Pelajaran Berharga

Salah satu alasan yang mendorong keyakinan Vertonghen adalah kekuatan Tottenham. Dia yakin Tottenham seharusnya bisa merepotkan Man City dan Liverpool jika bisa tampil lebih konsisten.

“Kami kalah dalam beberapa pertandingan sekitar bulan Maret, April yang seharusnya tidak demikian, lalu Man City dan Liverpool terus memenangkan pertandingan mereka,” imbuh Vertonghen.

“Kami akhirnya tertinggal terlalu jauh dari mereka untuk bersaing merebut trofi Premier League, tetapi saya kira kami sudah belajar banyak dari kesalahan itu,” tutupnya.

Continue Reading

Sports

Ini Dua Rute Alternatif Balapan Formula E di Jalan Raya Jakarta

Published

on

By

Finroll.com –  Jakarta akan menjadi tuan rumah kejuaraan dunia balap mobil listrik atau Formula E 2020. Menggunakan sirkuit jalan raya, berikut dua rute yang bisa dipakai.

Rencana Jakarta akan menjadi tuan rumah Formula E diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Lewat akun Instagramnya beberapa waktu lalu, Jakarta disebut akan menggelar balapan pada pertengahan 2020.

Adapun lokasi balapannya akan menggunakan jalan raya yang disulap menjadi sirkuit. Pihak Formula E sendiri diklaim sudah meninjau langsung calon lokasi balapan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo menjabarkan ada dua rute alternatif yang bisa dipakai.

“(Pihak Formula E telah) survei terkait lintasan yang nantinya akan digunakan sebagai ajang Formula E. Sementara kami usulkan ada, kemarin itu penyelenggara ada dua alternatif yang diambil,” ucap Syafrin Liputo pada Senin (15/7/2019).

Adapun dua rute alternatif itu adalah;

1. Silang Monas Belakang Stasiun Gambir – Ridwan Rais – Tugu Tani – MI Ridwan Rais – Merdeka Selatan – Wisma Antara – Berputar ke Kedubes AS – Monas – Ridwan Rais.

2. Silang Monas Selatan – belakang Stasiun Gambir – Ridwan Rais – Merdeka Selatan – bundaran air mancur – Silang Monas Selatan.

“Sebenarnya, kami mengusulkan lima rute. Tapi kemudian dari penyelenggara mendesain dua. Feasible-nya dua itu. Hanya kan mereka bahas di sana. Dari situ, tentu kira-kira apa yang bisa disetujui kami akan mengikuti usulan mereka dari penyelenggara,” jelas Syafrin.

Continue Reading
Advertisement

Trending