Connect with us

International

Koper Berisi Uang Rp 2,1 Miliar Milik Mantan Presiden Zimbabwe Dicuri di Rumahnya

Published

on


Koper Berisi Uang Rp 2,1 Miliar Milik Mantan Presiden Zimbabwe Dicuri di Rumahnya

Finroll.com – Sebanyak tiga orang menjalani persidangan di Zimbabwe atas tuduhan mencuri sebuah koper berisi US$150.000 (Rp2,1 miliar) milik mantan presiden Zimbabwe, Robert Mugabe.

Ketiga orang itu diduga telah menghabiskan uang tersebut untuk membeli mobil, rumah, dan hewan ternak. Salah seorang dari mereka adalah Constantia Mugabe, yang terhitung masih keluarga dengan Robert Mugabe. Dia diduga memiliki kunci rumah Mugabe yang terletak di Zvimba, dekat Ibu Kota Harare. Dengan menggunakan kunci itu pula, dia dituduh memberi akses masuk kepada dua rekannya.

Saat pencurian terjadi, antara 1 Desember hingga awal Januari, dua orang tersebut diperkerjakan sebagai tenaga pembersih.

“Johanne Mapurisa membeli Toyota Camry dan rumah seharga US$20.000 (Rp281 juta) setelah insiden,” kata jaksa penuntut umum, Teveraishe Zinyemba, di pengadilan.

“Saymore Nhetekwa membeli Honda… dan hewan ternak termasuk babi dan sapi dengan harga yang tidak diungkap.”

Mugabe, kini 94 tahun, dipaksa lengser dari jabatannya oleh militer Zimbabwe pada 2017. Pada saat itu, dia telah berkuasa selama 37 tahun. Pertama sebagai perdana menteri dan belakangan sebagai presiden.

Baca Juga: AS Tolak Keabsahan Maduoro yang Terpilih Lagi Menjadi Presiden Venezuela

Sohor karena pernah menyatakan bahwa sebuah negara tidak bisa bangkrut, Mugabe dituduh menikmati gaya hidup mewah di kala ekonomi Zimbabwe sedang terpuruk. Mata uang dollar AS dihargai tinggi di Zimbabwe, walau secara teori mata uang Zimbabwe diklaim setara dengan dollar AS.

Sejak tak lagi menjadi presiden, Mugabe kesulitan berjalan dan menghabiskan selama berbulan-bulan untuk berobat di Singapura. Tidak jelas apakah dia sedang berada di rumah saat pencurian terjadi. Ketiga tersangka itu telah dibebaskan menggunakan jaminan. Kantor berita AFP melaporkan orang keempat masih buron.

[source bbc]

Advertisement

International

Survei: Singapura, Paris, Dan Hong Kong Tercatat Sebagai Kota Termahal di Dunia

Published

on

Kota Termahal di Dunia

Paris, Hong Kong dan Singapura, tercatat sebagai kota termahal di dunia, menurut survei tahunan Economist Intelligence Unit.

Finroll.com – Ini untuk pertama kalinya dalam tiga dekade terakhir, tiga kota menempati urutan teratas daftar kota termahal di dunia. Bagi Paris, predikat ini bukan sesuatu yang asing karena tahun lalu ibu kota Prancis ini menempati urutan kedua termahal.

Di daftar sepuluh besar, ada empat kota Eropa, termasuk Paris.

Tim peneliti menggunakan parameter harga 160 barang dan jasa untuk menyusun pemeringkatan, mencakup harga makanan, minuman, transportasi, tagihan listrik, gas, air dan harga sewa rumah.

Secara keseluruhan ada 133 kota yang disurvei. Rilis yang dikeluarkan Economist Intelligence Unit tidak melakukan survei untuk Jakarta.

Tim peneliti kemudian menganalisis apakah harga di 133 kota tersebut mengalami kenaikan atau penurunan dengan membandingkannya dengan biaya hidup di New York sebagai acuan.

Dilansir dari BBC Indonesia, Indeks tahunan ini ditujukan untuk membantu perusahaan menghitung biaya hidup bagi ekspatriat dan mereka yang melakukan perjalanan bisnis.

Penulis laporan, Roxana Slavcheva, mengatakan Paris masuk kategori kota termahal di dunia sejak 2003 dan diakui “sangat mahal” bagi yang menetap di sana.

“Dibandingkan kota-kota lain di Eropa, hanya harga minuman keras, transportasi, dan rokok yang relatif lebih murah dibandingkan kota-kota lain di Eropa,” ujar Slavcheva. Selebihnya lebih mahal atau jauh lebih mahal.

Biaya potong rambut mencapai Rp1,6 juta

Sebagai gambaran, biaya potong rambut bagi perempuan mencapai US$119,04 (Rp1,6 juta) di Paris, US$112,10 (Rp1,5 juta) di Hong Kong, dan US$96,01 (Rp1,3 juta) di Singapura.

Sepuluh kota termahal (kota dengan nomor yang sama karena memiliki skor sama)
  1. Singapura (Singapura)
  2. Paris (Prancis)
  3. Hong Kong (Cina)
  4. Zurich (Swiss)
  5. Jenewa (Swiss)
  6. Osaka (Japang)
  7. Seoul (Korea Selatan)
  8. Kopenhagen (Denmark)
  9. New York (AS)
  10. Tel Aviv (Israel)
  11. Los Angeles (AS)

Untuk harga satu kilogram roti, di Paris US$5,66 (Rp80.000), di Hong Kong US$3,91 (Rp55.400) dan US$3,40 (Rp48.200) di Singapura.

“Harga atau ongkos kebutuhan sehari-hari, rekreasi dan hiburan cenderung tinggi di kota-kota Eropa,” kata Slavcheva.

Untuk kota-kota paling murah, Economist Intelligence Unit mengatakan bahwa standarnya diukur dari biaya hidup di Barat dan masuk kategori antara lain disebabkan oleh rendahnya gaji di kota-kota tersebut yang pada gilirannya berdampak pada tingkat daya beli.

Dikatakan pula, biaya hidup di sejumlah kota menjadi makin murah akibat gangguan politik dan ekonomi, seperti yang terjadi di ibu kota Venezuela, Caracas dan kota Damaskus di Suriah, negara yang dilanda perang dalam beberapa tahun terakhir.

Kedua kota ini masuk di papan bawah daftar kota termahal di dunia.

“Secara sederhana bisa dikatakan bahwa kota-kota termurah cenderung untuk tidak terlalu nyaman untuk ditempati,” kata peneliti Economist Intelligence Unit.

Inflasi dan gejolak nilai tukar mata uang juga mendorong beberapa kota turun peringkat seperti yang terjadi di Argentina, Brasil, Turki, dan Venezuel.a

Inflasi di Caracas menjadi satu juta persen tahun lalu memaksa pemerintah mengeluarkan mata uang baru.

Kota paling murah
  1. Caracas (Venezuela)
  2. Damaskus (Suriah)
  3. Tashkent (Uzbekistan)
  4. Almaty (Kazakhstan)
  5. Bangalore (India)
  6. Karachi (Pakistan)
  7. Lagos (Nigeria)
  8. Buenos Aires (Argentina)
  9. Chennai (India)
  10. New Delhi (India)

Continue Reading

International

Tunjukan Peta, Trump Sebut ISIS di suriah Akan Lenyap Malam Ini

Published

on

Tunjukan Peta, Trump Sebut ISIS di suriah Akan Lenyap Malam Ini

Finroll.com – Presiden Donald Trump mengatakan jet-jet tempur koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) akan membuat kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah lenyap pada Rabu malam waktu setempat. Untuk meyakinkan para wartawan di Gedung Putih, Trump menunjukkan dua peta Suriah.

“Saya membawa ini untuk Anda karena ini adalah peta, semuanya berwarna merah, ini pada malam pemilu (AS) 2016. Semua yang merah adalah ISIS,” kata Trump, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (21/3).

“Ketika saya mengambil alih, ini berantakan. Sekarang, di bagian bawah, itu sama sekali tidak ada merah,” kata Trump, seraya menunjuk peta di bagian bawah.

“Sebenarnya, sebenarnya ada tempat kecil yang akan lenyap malam ini,” kata Trump.

“Jadi ini ISIS pada hari pemilu, hari pemilihan saya, dan ini ISIS yang sekarang,” paparnya.

“Jadi begitulah caranya. Hingga hari ini, ini ISIS, tidak ada. Kekhalifahan hilang pada malam ini.”

Dia kemudian membagikan gambar perbandingan wilayah Suriah yang diduduki ISIS sebelum dan saat dia berkuasa lewat Twitter.

ISIS di Suriah yang disebut akan lenyap itu adalah yang berada di Baghuz, lokasi kantong terakhir kelompok teror di Suriah tersebut. Wilayah itu dikepung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS dan terus diserang.

Dalam paparannya, Trump tidak menyinggung peran tentara Suriah, Rusia, dan sekutu lainnya atas perannya dalam mengalahkan ISIS.

Trump juga mengonfirmasi keputusannya untuk meninggalkan 400 tentara AS di Suriah, yakni 200 personel di utara Suriah dan 200 personel di daerah Al-Tanf di perbatasan Yordania.

Pada Desember, Trump menyatakan kemenangan atas ISIS dan menyebut sekitar 2.000 tentara AS yang ditempatkan di Suriah akan ditarik. Langkah itu dikritik oleh para pemimpin Kongres di kedua partai dan sejak itu pemerintahan Trump mengulur waktu penarikan tentara AS.

Gedung Putih mengumumkan pada Februari bahwa 200 tentara AS akan tinggal di Suriah.

“Tidak, tidak. Kami, di Suriah, kami meninggalkan 200 orang di sana dan 200 orang di tempat lain di Suriah, lebih dekat ke Israel, untuk jangka waktu tertentu,” kata Gedung Putih.

Baca Juga: The Fed Ambil Sikap Tidak Akan Naikan Suku Bunga Pada 2019

Continue Reading

International

Ini Penampakan Gerbang Neraka di Turkmenistan

Published

on

By

Finroll.com – Seorang fotografer Italia, Alessandro Belgiojoso, mengabadikan potret sebuah kawah berapi yang menganga merah dari dalam tanah yang disebut “The Gateway to Hell” atau “Gerbang Neraka” di Turkmenistan.

Belgiojoso menggunakan drone atau pesawat tak berawak untuk mengambil gambar dengan resolusi tinggi dan merekam Kawah Darvaza tersebut dari udara.

“Beberapa kesalahan perhitungan bisa menyebabkan kerusakan mesin, dan kemungkinan besar juga sistem operasi, jatuh ke dalamnya,” kata Belgiojoso, dikutip dari The Independent, Rabu (20/3/2019).

“Karena gas yang ditimbulkan mengalir ke atmosfer, (panas dari) lubang tersebut membuat manusia mustahil untuk hidup di sekitarnya, bahkan di lokasi yang relatif jauh dari titik di mana kawah berada. Pilihan terbaik adalah membiarkan gas terbakar hingga habis,” lanjutnya.

Dia menambahkan, “Fenomena ini bukan sesuatu yang patut dibanggakan dan pihak berwenang tak senang jika tempat itu dijadikan tujuan wisata.”

Pada 2013, penjelajah bernama George Kourounis pernah mencoba masuk ke Gerbang Neraka, di mana panasnya bisa mencapai 1.000 derajat Celcius, dengan menggunakan pakaian dan peralatan khusus.

Kourounis berharap menemukan bukti kehidupan. Menurut dia, ‘gerbang neraka’, dapat memberikan wawasan berharga tentang ‘sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin hidup’ di planet yang bersuhu tinggi dan bergolak.

“Karena ini adalah hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, ada banyak ketidakpastian dan pertanyaan, seberapa panas di bagian bawah? Apakah udaranya bisa digunakan untuk bernapas? Akankah manusia bertahan?,” ujarnya saat itu.

“Saya berada di tempat di mana manusia tak mungkin hidup. Rasanya seperti melangkah ke planet alien, masih mungkin lebih banyak orang di Bulan,” pungkasnya.

Kawah Darvaza adalah sebuah lubang sedalam 30 meter dan lebar 69 meter yang terletak di tengah padang pasir Karakum, 150 mil dari Ashgabat, Turkmenistan. Si jago merah di dalam lubang berukuran raksasa ini konon terus menyala selama lebih dari empat dekade (40 tahun).

Gerbang Neraka tersebut terbentuk secara tak sengaja saat sekelompok insinyur Soviet sedang mengeksplorasi sumber gas alam di kawasan itu pada tahun 1971. Tanah yang mereka gali tiba-tiba amblas dan mulai mengeluarkan sejumlah titik api.

Karakum, atau Pasir Hitam, mencakup 80 persen dari republik Asia Tengah. Di musim panas, suhu melonjak hingga lebih dari 50 derajat Celcius, sementara di musim dingin suhu turun hingga minus 20 derajat Celcius.

Tahun 2012, Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhamedov, menciptakan cagar alam negara bagian di gurun Karakum yang luasnya 90.000 hektar, termasuk kawah Derweze

Continue Reading
Advertisement

Trending