Connect with us

Science & Technology

Kini Masyarakat Bisa Pantau Kasus Hukum Lewat Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi

Published

on


Teknologi Informasi

Akhir tahun 2016 yang lalu sebuah gagasan inovatif datang dari Kemenko Polhukam RI untuk mengintegrasikan kinerja penegak hukum dalam hal pertukaran lintas data dengan Sistem Database Penanganan Perkara Tindak Pidana Secara Terpadu Berbasi Teknologi Informasi (SPPT TI).

Finroll.com – Selama ini dalam sistem peradilan pidana yang ada memang masih bersifat manual dan parsial di masing-masing penegak hukum. Terutama dalam hal administrasi seperti di Polri, Kejaksaan, MA, dan Lembaga Pemasyarakatan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelesaian Kasus Hukum pada Deputi bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, Abeto Harahap. Menurutnya sistem hukum yang baik itu harus terintegrasi dan terpadu berbasis teknologi informasi.

“Seiring berjalannya waktu, Kemenko Polhukam RI melihat hal ini menjadi potensi individual kelembagaan yang tidak terintegrasi dengan konsep masing-masing dan otoritas sendiri,” lanjutnya.

Hal ini sejalan dengan Perpres No.54 Tahun 2018 tentang Aksi Pencegahan Korupsi di sektor Perbaikan Tata Kelola Sistem Peradilan Pidana Terpadu. Sebagai komitmen kontribusi terhadap Perpres tersebut, Kemenko Polhukam menyinergikan rencana inovatif berbasis teknologi tersebut dengan merilis aplikasi bernama Mantra bulan Desember mendatang.

“Karena berbasis IT, solusinya tidak bisa lepas dari aplikasi. Akhirnya kami membuat aplikasi bernama Mantra yang akan ambil data dari masing-masing instansi penegak hukum. Secara teknis ada dua unit kerja bernama Probita (Program Bisnis dan Data) dan Dutekam (Dukungan Teknologi dan Sistem Keamanan). Ketika ada satu perkara, maka termonitor oleh Kementerian/Lembaga hukum lain. Kami ambil poin yang bisa menyatukan penegak hukum supaya saling terhubung dan terintegrasi untuk diambil keputusan pimpinan (menteri atau presiden),” jelas Abeto.

Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru, App Store Capai Catatan Pemasukan Rp 17,1 Triliun

Lebih lanjut Abeto mengatakan lewat Perpres No. 54 Tahun 2018, pemanfaatan aplikasi Mantra bukan untuk menyelesaikan permasalahan penegak hukum saja, tapi bisa dimonitor apakah hukum berjalan sesuai proses hukum yang berlaku atau tidak. Nantinya diharapkan masyarakat juga bisa dapat informasi dan memonitor proses hukum tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho menegaskan dengan adanya SPPT TI, proses penanganan perkara dari Kepolisian ke Kejaksaan ke Peradilan sampai ke Lapas menjadi transparan, sehingga mempersempit kemungkinan jual beli perkara.

Selain itu menurut Yanuar Indonesia saat ini sedang menggenjot penggunaan teknologi dan informasi dalam menyongsong industri 4.0 dan persaingan global.

“Digitalisasi jangan hanya untuk sektor industri, namun juga diperuntukkan bagi penegakkan hukum,” ujarnya.

Sayangnya saat ini pelaksanaan via aplikasi tersebut belum dapat menyeluruh, karena sistem teknologi berbasis aplikasi ini masih dibangun baru di lima kota dan wilayah besar saja (Medan, Palembang, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Makassar).

Kendala tersebut terkait infrastruktur seperti serat optik yang belum menyeluruh di tiap daerah. Ditargetkan dalam kurun waktu dua tahun mendatang dapat direalisasikan menjadi 190 kota lebih.

Dengan aplikasi Mantra diharapkan juga akan terpantau wilayah mana yang sering terjadi pencurian, korupsi, narkoba, dan tindakan pidana lain. Sehingga kebijakan pimpinan terhadap tindak pidana tertentu dapat fokus di wilayah tersebut untuk ditekan angkanya. Lebih jauh lagi, statistiknya juga akan terlihat.

Advertisement

Science & Technology

Katie Bouman, Ilmuan Muda Dibalik Foto Lubang Hitam Pertama

Published

on

Katie Bouman, Ilmuan Muda Dibalik Foto Lubang Hitam Pertama

Finroll.com – Katie Bouman menjadi salah satu kata kunci yang trending di Twitter. Sosoknya mencuat seiring dengan kemunculan foto lubang hitam pertama di dunia.

Dia memang bagian dari kumpulan ilmuwan pada proyek Event Horizon Telescope (EHT), sebuah kerja sama internasional yang dibentuk pada 2012 dengan tujuan mengobservasi langsung lubang hitam.

Tim itu mematahkan pandangan ilmuwan sebelumnya yang menilai pengambilan gambar lubang hitam membutuhkan teleskop seukurang bumi.

Adapun, Katie bersama timnya memang membuat teleskop terbesar, tetapi tidak sebesar bumi. Mereka menciptakan sebanyak 8 teleskop berbeda dan tersebar di seluruh dunia.

Teleskop itu digunakan untuk mengambil gambar pertama dari lubang hitam. Jaringan seluruh teleskop tersebut bernama Event Horizon Telescope (EHT).

Dikutip dari time.com, Bouman mengaku tidak tahu apa-apa tentang lubang hitam ketika ia bergabung dengan tim pada enam tahun lalu. Latar belakangnya adalah ilmu komputer dan teknik elektro. Dia pun terlibat dalam proyek ini sambil mengejar gelar PhD di computer vision.

Passion-nya adalah mencari cara untuk melihat atau mengukur hal-hal yang tidak terlihat. Inilah yang membuatnya menjadi kandidat kuat yang berkesempatan untuk mencoba menghasilkan gambar lubang hitam.

Pekerjaannya sangat penting dalam proyek ini, yakni mengembangkan algoritma. Algoritma itu bertujuan untuk menyaring semua informasi yang berasal dari massa data astronomi dari para peneliti seluruh dunia kemudian data itu dijadikan satu gambar yang dapat dimengerti.

Bouman akhirnya dapat berbagi pekerjaan rahasia mereka kepada dunia pada Rabu (10/4/2019).

“Sangat sulit untuk menjaga bibir kita tetap tertutup, aku bahkan belum memberi tahu keluargaku tentang foto itu,” ujarnya.

Bouman mengenang saat ia merasa sangat tidak percaya ketika timnya menjalankan tes pertama mereka untuk melihat gambar itu muncul. Padahal, awalnya mereka mengharapkan gumpalan saja.

“Meskipun kami telah mengerjakan selama bertahun-tahun, saya tidak berpikir ada diantara kita yang berharap akan mendapatkan gambar semudah itu,” katanya.


Bouman kini menjadi asisten professor bidang komputasi dan matematika di California Institute of Technology. Ia juga berencana untuk terus bekerja dengan tim EHT.

Bouman merupakan salah satu dari beberapa wanita yang bekerja di tim EHT, mayoritas rekannya di proyek ini adalah pria. Hal ini membuatnya menjadi panutan bagi wanita-wanita muda. Ia juga berpesan untuk generasi berikutnya yang mempertimbangkan karir seperti yang ia jalani saat ini.

“Selama kamu bersemangat dan termotivasi untuk mengerjakannya maka kamu seharusnya tidak pernah merasa seperti kamu tidak bisa melakukannya,” tuturnya.

Sementara itu, orang tua Bouman, Charles Bouman mengatakan, sebelumnya putrinya memberi tahu keluarga bahwa akan ada pengumuman besar pada hari Rabu pekan ini.

“Namun, dia tidak diizinkan untuk memberi tahu kami tentang apa itu, meskipun kami menebak bahwa itu adalah gambar pertama. Dia tetap merahasiakan dari orang tuanya” ungkap Charles Bouman, Profesor Showalter Teknik Elektro dan Komputer dan Teknik Biomedis di Universitas Purdue.

sumber: bisnis

Continue Reading

Science & Technology

Astronom Rilis Foto Pertama Lubang Hitam di Antariksa

Published

on

Lubang Hitam

Finroll.com – Para pakar astronomi telah berhasil untuk pertama kalinya membuat foto yang menunjukkan lubang hitam di antariksa, dengan menggunakan delapan teleskop radio yang tersebar di seluruh dunia.

Lubang hitam yang sangat besar itu terdapat di pusat galaksi raksasa yang diberi nama M-87, yang jauhnya 55 juta tahun cahaya dari bumi.

Foto itu adalah hasil penelitian selama puluhan tahun oleh kelompok Event Horizon Telescope Collaboration atau EHTC. Foto yang tampak kabur itu menunjukkan semacam kue donat raksasa yang berwarna kuning dan oranye, dan bagi ilmu fisika ini adalah pencapaian ilmiah yang paling mengesankan.

Foto itu menunjukkan apa yang telah dibayangkan oleh para pakar astronomi, khususnya Albert Einstein, sejak lama. Tampak bagian tengah donat raksasa yang disebut lubang hitam itu, di mana gaya beratnya sangat kuat sehingga cahayapun tidak bisa melepaskan diri.

“Kami kini tahu bahwa lubang hitam yang terletak di tengah galaksi M-87itu beratnya 6, 5 milyar kali dari matahari kita,” kata pakar Shep Doeleman dalam wawancara pers hari Rabu di Washington.

“Ini adalah bukti paling kuat tentang keberadaan lubang hitam,” tambahnya.(voa)

Continue Reading

Science & Technology

Google Maps Sediakan Tampilan Rute dan Jadwal MRT Jakarta

Published

on

Google Maps Sediakan Tampilan Rute dan Jadwal MRT Jakarta

Finroll.com – Aplikasi Peta dan Google maps menyediakan jadwal dan rute transporttasi Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Caranya pun sama seperti mencari rute pada umumnya di Goggle maps.

Pengguna tinggal memasukkan lokasi tujuan dan Google akan menampilkan jarak serta perkiraan waktu perjalanan. Klik “transit” atau ikon kereta untuk melihat angkutan umum, pengguna akan melihat pilihan transportasi umum yang tersedia, termasuk MRT jika lokasi yang dituju dilewati transportasi umum terbaru itu.

Jika mengklik ikon MRT, pengguna bisa melihat jadwal keberangkatan kereta di stasiun terdekat.

“Dengan ketersediaan informasi ini, sekarang Anda bisa tahu kapan kereta Anda akan tiba beserta rute yang akan Anda lewati. Kami berharap penambahan informasi untuk Ratangga (kereta MRT Jakarta) di Google Maps ini dapat membantu dan memudahkan warga Jakarta bahkan pendatang dalam merencanakan perjalanan mereka sehari-hari,” kata Manajer Komunikasi Google Indonesia Feliciana Wienathan, dalam keterangan pers dikutip Rabu.

Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaludin menyatakan peta rute MRT di Google Maps dapat mempermudah pengguna yang ingin naik transportasi tersebut.

“Selain itu, melalui dukungan fitur Google Maps ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan MRT Jakarta secara keseluruhan untuk mewujudkan penyediaan transportasi publik dengan standar internasional,” kata Kamaludin.

Google Maps memasukkan hampir semua pilihan angkutan umum yang tersedia, misalnya di Jakarta, pengguna bisa melihat opsi angkutan umum berupa bis TransJakarta, kereta Commuter Line serta ojek online.

Continue Reading
Advertisement

Trending