Connect with us

International

Kim Jong-Un Temui Xi Jinping Jelang Tatap Muka Dengan Trump

Published

on


Kim Jong-Un

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un mengunjungi China untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Lawatan itu dilakukan sebelum Jong Un menggelar tatap muka dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Finroll.com – Kantor berita pemerintah Korut, KCNA, melaporkan Kim Jong-un berkunjung ke China sejak Senin (7/1) sampai Kamis (10/1) mendatang.

“Pemimpin Tertinggi Korea Utara mengunjungi China pada 7-10 Januari atas undangan Xi Jinping,” bunyi laporan KCNA seperti dikutip AFP pada Selasa (8/1).

KCNA menyebut Kim Jong-un ditemani sang istri, Ri Sol Ju dan sejumlah pejabat senior dalam lawatannya ke Negeri Tirai Bambu itu. Rombongan Jong-un dikabarkan berangkat dari stasiun Pyongyang menggunakan kereta pribadi pada Senin malam.

China merupakan sekutu terdekat Korea Utara. Pyongyang sangat mengandalkan bantuan dan perdagangan dari Beijing di tengah sanksi dan embargo internasional.

Pertemuan Kim Jong-un dan Xi Jinping ini dilakukan menjelang tatap muka lanjutan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, sampai saat ini lokasi dan waktunya masih dirahasiakan.

Sebagai sekutu dekat, Kim Jong-un dan Xi Jinping disebut tengah membicarakan strategi menjelang pertemuan Kim Jong-un dengan Trump.

“Baik Xi dan Kim Jong-un melihat ada kesamaan antara keduanya. Sehingga merasa perlu berkoordinasi terkait posisi mereka menjelang pertemuan Trump dan Kim. Langkah ini (pertemuan Kim-Xi) sudah terlihat menjadi pola kebiasaan,” ucap penasihat senior Center for Strategic and International Studies (CSIS), Bonnie Glaser.

“Kim juga meminta pertolongan Beijing untuk mendorong komunitas internasional menghapus sanksi (atas Korut).”

Lawatan terbaru Jong-un ke China terungkap setelah kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengutip sumber yang memberitahukan kereta khusus yang membawa rombongan Jong-un terlihat melintasi perbatasan pada Senin kemarin.

Puluhan kendaraan keamanan dan pejabat terlihat memblokade jalanan di sekitar stasiun kereta kota perbatasan China, Dandong, menunggu kedatangan kereta Jong-un.

Kantor berita Jepang, Kyodo, melaporkan tamu-tamu hotel di Dandong juga tidak diizinkan memasuki kamar yang menghadap ke sungai dan perbatasan China-Korut. Sumber menggambarkan hal itu dilakukan sebagai upaya agar kedatangan kereta Jong-un tidak terlihat. (CnnIndonesia)

International

Profil Sadiq Khan, Wali Kota London yang Berseteru dengan Donald Trump

Published

on

FINROLL.COM — Nama Wali Kota London Sadiq Khan kembali jadi sorotan. Baru-baru ini Sadiq Khan kembali berseteru dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Khan dan Trump beberapa kali saling kritik keras. Bahkan pernyataan keduanya menjurus pada serangan kata-kata. Trump pernah menuduh Khan terlalu meremehkan ancaman teror London 2017 lalu. Khan langsung membantah ucapan Trump.

Dan saat ini, Trump menyebut Khan sebagai bencana bagi London. “London membutuhkan wali kota baru secepatnya. Khan adalah bencana dan dia hanya akan bertambah buruk!” kata Trump di akun Twitternya.

Sadiq Khan langsung menanggapi cuitan Trump. “Kejahatan dengan kekerasan tidak memiliki tempat di kota kami, dan tidak ada prioritas lebih tinggi bagi saya daripada keselamatan London.” tulis Sadiq.

Lalu seperti apa sosok Sadiq Khan sebenarnya? Berikut profil singkat tentang wali kota London Sadiq Khan:

1. Anak Seorang Imigran Pakistan

Khan terlahir dari keluarga imigran Pakistan. Kakeknya bermigrasi dari India ke Pakistan setelah pembagian India pada tahun 1947, dan orang tuanya bermigrasi ke Inggris sebelum Khan lahir.

Ayahnya, Amanullah Khan, sudah meninggal dan pernah berprofesi sebagai sopir bus selama lebih dari 25 tahun. Sedangkan ibunya, Sehrun, adalah seorang penjahit.

Khan lahir di Rumah Sakit St George di Tooting, London Selatan, dan merupakan anak kelima dari delapan bersaudara (tujuh anak laki-laki dan seorang anak perempuan).

2. Jadi Wali Kota London

Kemenangan Khan tak lepas dari dukungan partai yang mengusungnya, Partai Buruh. Ia bergabung dengan Partai Buruh pada usia 15 tahun dan ditunjuk sebagai anggota majelis di daerah yang dikuasai Partai Konservatif di London, Wandsworth, pada 1994.

Khan pernah bergabung dengan kabinet bayangan Ed Miliband sebagai Secretary of State for Justice bayangan dan Lord Chancellor bayangan pada tahun 2010.

Pada 16 Januari 2013, Khan juga diangkat sebagai Menteri bayangan. Kemudian pada 11 Mei 2015, Khan mengundurkan diri dari kabinet bayangan ini untuk menjadi calon wali kota Partai Buruh. Pada 11 September 2015, Khan diusung sebagai calon wali kota London oleh Partai Buruh.

Sadiq Khan akhirnya terpilih sebagai wali kota London setelah mengalahkan rivalnya, Zac Goldsmith dari Partai Konservatif dalam pemilu. Ia adalah muslim pertama yang menjadi seorang wali kota di London.

3. Pernah Jadi Menteri

Sadiq Khan tercatat pernah menjadi anggota parlemen Inggris pada 2005. Ia adalah anggota parlemen Inggris pertama dari seorang Muslim.

Sejak saat itu karirnya meroket. Pada era pemerintahan Perdana Menteri Gordon Brown, Sadiq pernah ditunjuk menjadi Menteri Negara untuk Transportasi pada 2009-2011. (MERDEKA.COM)

Continue Reading

International

Purti Raja Salman Akan Diadili di Paris Terkait Dugaan Kasus Penganiayaan

Published

on

Purti Raja Salman Akan Diadili di Paris Terkait Dugaan Penganiayaan

Finroll.com – Putri Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, akan disidangkan di Paris bulan depan, atas tuduhan menyuruh pengawalnya memukuli seorang pekerja di ibukota Perancis, kata sebuah sumber kepada kantor berita AFP hari Rabu (12/6).

Kasus terhadap Putri Hassa binti Salman berasal dari dugaan serangan di Avenue Foch, apartemen mahal di Paris barat pada September 2016.

Sidang pengadilan dijadwalkan pada 9 Juli, kata sumber itu. Tersangka korban mengatakan, ia dipekerjakan untuk melakukan perbaikan di apartemen Putri Hassa. Putri itu marah setelah pekerja itu memotretnya, dan sang putri menuduhnya foto itu akan dijual ke media.

Dia menuduh sang putri, yang dikatakan berusia 40-an, kemudian memerintahkan pengawalnya untuk memukulinya.

Majalah Le Point melaporkan, putri itu berteriak: “Bunuh dia, anjing, dia tidak pantas hidup”.

Pekerja itu mengatakan, ia dipukul di wajahnya, tangannya diikat dan dipaksa untuk mencium kaki sang putri selama disiksa satu jam. Peralatan kerjanya disita sebelum dia diijinkan pergi.

AFP melaporkan pada saat kejadian bahwa luka-lukanya sangat parah sehingga ia diminta untuk tidak bekerja selama delapan hari.

[source: voa]

Continue Reading

International

Kecanggihan Inilah yang Menjadi Alasan Rudal S-400 Rusia Diminati Banyak Negara

Published

on

By

Finroll.com – Ketika latihan perang Vostok-2018 digelar di Siberia, Rusia memamerkan sistem pertahanan udara S-400, yang merupakan sistem pertahanan paling canggih Rusia.

S-400 adalah sistem pertahanan udara yang diperbarui secara masif dari versi sebelumnya, yakni S-300.

Karena kemampuannya, S-400 banyak diminati oleh negara-negara dunia seperti Cina, Arab Saudi, Turki, India dan Qatar. Mereka mengatakan ingin membeli S-400.

Namun hampir setiap pemerintahan yang mengumumkan akan membeli sistem itu terancam pembalasan diplomatik dari AS, NATO, atau musuh.

Beberapa pakar mengatakan ini bukan hanya karena kemampuan S-400, tetapi juga risiko potensioal terhadap sekutu.

“S-400 adalah salah satu sistem pertahanan udara paling canggih yang tersedia saat ini, setara dengan yang terbaik yang ditawarkan Barat,” kata Siemon Wezeman, peneliti senior program transfer senjata dan program pengeluaran militer dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), dikutip dari Al Jazeera, 11 Juni 2019.

“Radar dan sensor lainnya, serta rudalnya, mencakup area yang luas. Radar memiliki jangkauan setidaknya 600 km untuk pengawasan, dan rudalnya memiliki jangkauan hingga 400 km,” kata Wezeman.

“Ini akurat dan berhasil melacak sejumlah besar target potensial, termasuk target siluman,” tambahnya.

Keunggulan lainnya adalah pengaturan modular dan mobilitas tinggi, yang berarti dapat diatur, diaktifkan, dan dipindahkan dalam beberapa menit.

“Ini dimaksudkan untuk menjadi sistem satu rudal untuk semua ukuran. Ini dapat dikonfigurasi dengan sistem senjata jarak jauh, semi jarak jauh, jarak menengah, dan bahkan jarak pendek, tergantung pada bagaimana pengguna individu ingin mengkonfigurasi S-400,” ujar Kevin Brand, analis militer yang bekerja dengan Dewan Hubungan Luar Negeri.

“Ini sangat tangguh, mudah beradaptasi, dan ini adalah sistem mobile, sesuatu yang sedang dikembangkan oleh banyak negara,” tambahnya.

Saat ini Turki, anggota NATO, adalah salah satu pembeli potensial paling signifikan dari S-400 Rusia.

Continue Reading
Advertisement

Trending