Connect with us

Sepakbola

Kilas Balik Satu Tahun CR7 di Juventus

Published

on


Finroll.com – Genap satu tahun sudah Cristiano Ronaldo berseragam Juventus. Seperti yang diketahui, peraih lima trofi Ballon d’Or tersebut direkrut dari Real Madrid dengan mahar sebesar 100 juta euro pada musim panas 2018 lalu.

Kepindahan Ronaldo ini sempat membuat publik gempar. Pasalnya, tidak banyak yang menduga bahwa pemain asal Portugal tersebut hengkang dari Santiago Bernabeu. Kalaupun pergi, beberapa rumor saat itu meyakini bahwa ia akan kembali ke Manchester United.

Meskipun sering disebut sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, tetap saja banyak yang meragukan Ronaldo bisa bersinar bersama Juventus. Sehingga beberapa jurnalis dan sosok penting sempat meragukan keputusan Bianconeri membelinya dengan harga mahal.

Keraguan itu nyaris terbukti. Laga debutnya melawan Chievo berakhir dengan kemenangan 3-2, namun nama Ronaldo tak terlihat di papan skor. Penyerang berusia 33 tahun itu kembali gagal membobol gawang lawan di dua laga berikutnya.

Barulah semua keraguan itu hilang begitu Ronaldo membuat penonton setia Juventus bersorak dengan golnya ke gawang Sassuolo. Bahkan itu tidak terjadi sekali, namun dua kali. Semenjak itu, Ronaldo mulai menimbun pundi-pundi golnya.

Secara keseluruhan di Serie A, Ronaldo berhasil mencetak 19 gol dan delapan assist. Tapi koleksi itu masih belum cukup untuk menasbihkan dirinya sebagai Capocanonnoniere lantaran kalah dari Krzysztof Piatek, Duvan Zapata, dan juga Fabio Quagliarella.

Tapi paling tidak, Ronaldo memulai kiprahnya dengan sangat baik di Serie A, kompetisi yang dikenal sangat ketat dalam urusan pertahanan dari negara yang kerap menghasilkan bek-bek bertalenta.

Ronaldo di Liga Champions

Seperti halnya di Serie A, Ronaldo juga sempat mengalami kesulitan di fase grup Liga Champions. Penampilannya di laga perdana melawan Valencia harus berakhir lebih cepat setelah dirinya diusir dari lapangan karena mendapatkan kartu merah.

Pada fase grup, ia hanya mampu membukukan satu gol tepatnya saat Bianconeri berhadapan dengan klub yang membesarkan namanya, Manchester United. Tapi begitu Bianconeri berkiprah di fase gugur, Ronaldo mulai menunjukkan tajinya.

Tiga golnya yang bersarang ke gawang Jan Oblak di leg kedua babak 16 besar berhasil membuat Juventus melalukan comeback atas Atletico Madrid. Ronaldo juga mencetak gol di dua laga perempat final dengan Ajax sebagai lawannya. Sayangnya, itu tak cukup untuk membawa Juventus melaju lebih jauh di Liga Champions.

Selain itu, Ronaldo juga bermain apik dan berhasil mempersembahkan gelar Supercoppa Italia. Ia mencetak gol semata wayang Juventus ke gawang AC Milan pada saat itu. Ditambah gelar Scudetto, Ronaldo pun berhasil mempersembahkan dua gelar pada musim perdananya.

Advertisement

Sepakbola

5 Pemain Chelsea yang Bisa Bersinar di Bawah Frank Lampard

Published

on

By

Frank Lampard Masuk Daftar Kandidat Utama Manager Baru Chelsea

Finroll.com – Frank Lampard semakin dekat untuk menjadi manajer Chelsea. Derby County sudah mengizinkan manajemen The Blues untuk melakukan pembicaraan dengan Lampard.

Lampard memang sangat difavoritkan untuk menjadi manajer Chelsea yang baru. Sebagai mantan pemain, Lampard dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menggantikan Maurizio Sarri.

Sarri meninggalkan Chelsea pada akhir musim kemarin. Manajer asal Italia itu meninggalkan Stamford Bridge setelah mengantarkan klub finis di peringkat ketiga di Premier League dan menjuarai Liga Europa.

Setelah kembali ke Chelsea, Lampard akan langsung dihadapkan pada tugas yang berat. Sebab, Chelsea terkena embargo transfer yang membuat mereka tidak bisa membeli pemain selama dua bursa transfer.

Alhasil, Lampard harus memaksimalkan pemain yang ada di skuat Chelsea saat ini. Mantan gelandang timnas Inggris itu pastinya dituntut untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka.

Berikut ini lima pemain Chelsea yang bisa bersinar di bawah Frank Lampard musim depan seperti dilansir Ronaldo.com.

Ruben Loftus-Cheek

Playmaker muda ini berusaha mencari tempat yang ideal di Chelsea sepanjang musim lalu. Maurizio Sarri menawarinya beberapa kesempatan di Liga Europa dan dia merespons dengan baik.

Loftus-Cheek adalah salah satu talenta Inggris dengan potensi besar tetapi belum dimanfaatkan. Lampard kemungkinan akan memberi kesempatan yang lebih besar kepada rekan senegaranya itu.

Pemain berusia 23 tahun itu adalah gelandang kreatif yang sangat berbakat. Selain itu, ia juga bisa mencetak sejumlah gol penting.

Kepa Arrizabalaga

Musim kedua Kepa di Chelsea pasti akan lebih spektakuler daripada yang pertama. Dia saat ini adalah salah satu kiper terbaik di sepakbola Eropa.

Frank Lampard pasti sangat senang memiliki pemain yang berbakat seperti Kepa. Tidak ada pemain lainnya yang dia sukai di posisi ini.

Meskipun ada embargo transfer, Chelsea tidak perlu memikirkan kiper baru. Beberapa pandit di Inggris khawatir dengan The Blues tetapi Lampard berpikir ia memiliki skuad yang cukup kompetitif untuk musim depan.

Kepa tampil begitu bagus pada musim sebelumnya. Hal itu bahkan bisa membuatnya mengambil tempat David De Gea di tim nasional Spanyol.

Pedro Rodriguez

Pemain asal Spanyol itu sudah memasuki tahun-tahun veterannya. Namun, dia masih menjadi salah satu pemain paling penting yang dimiliki Chelsea.

Dia adalah salah satu pemain yang memiliki bakat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Eden Hazard setelah pergi ke Real Madrid.

Jika melihat statistiknya di pertandingan-pertandingan penting, Pedro bisa selalu muncul di saat-saat paling penting untuk timnya. Frank Lampard akan menjadikannya sebagai salah satu pemain kunci dari lini depannya

Christian Pulisic

Christian Pulisic punya bakat yang sangat istimewa. Karena itu, Chelsea cukup beruntung bisa mendapatkan sang pemain di saat yang tepat.

Mantan pemain Borussia Dortmund itu memiliki potensi untuk menjadi Eden Hazard yang baru. Namun, ia masih harus membuktikan dirinya di Stamford Bridge.

Frank Lampard tidak akan ragu untuk memberinya tanggung jawab besar sejak awal musim jika ia menjadi manajer Chelsea.

Rekornya di sepakbola Jerman lebih dari cukup untuk membuat The Blues terkesan. Itulah sebabnya The Blues memutuskan untuk mengeluarkan biaya yang besar untuk sang pemain.

N’Golo Kante

Sekarang Maurizio Sarri sudah pergi. Alhasil, N’Golo Kante akhirnya bisa kembali bermain di posisi favoritnya dan membantu Chelsea tampil dominan lagi.

N’Golo sebelumnya tidak cocok dengan gaya permainan Sarri. Namun, menajaer lain bisa melihat betapa pentingnya memiliki Kante di skuat Chelsea.

Tidak ada alasan bagi Frank Lampard untuk tidak memainkan Kante di posisi aslinya. Chelsea akan baik-baik saja dengan Kante musim depan dan mereka akan sangat kompetitif di bawah Frank Lampard.

Continue Reading

Sepakbola

Usir Gareth Bale dari Real Madrid, Zinedine Zidane Disebut Memalukan

Published

on

By

Finroll.com – Entrenador Real Madrid, Zinedine Zidane disebut bertingkah memalukan usai mengeluarkan pernyataan yang ‘mengusir’ Gareth Bale dari skuat asuhannya.

Masa depan Bale di Real Madrid memang menjadi salah satu pokok pembahasan yang paling panas pada jendela transfer musim panas ini.

Kubu Los Blancos kabarnya ingin menjual sang pemain. Di sisi lain, banderol serta permintaan gaji tinggi dari Bale membuat hanya sedikit klub yang bisa merekrut pemain 30 tahun tersebut.

Kebenaran kabar tersebut akhirnya dikonfirmasi Zidane. Dalam konferensi pers usai laga kontra Bayern Munchen (21/7), Zidane secara terang-terangan menyebut bahwa ia sudah tidak membutuhkan Bale.

Menanggapi pernyataan Zidane, agen Bale, Jonathan Barnett pun tak sungkan lagi untuk mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap pelatih berkepala plontos tersebut.

“Zidane memalukan. Dia tak menunjukkan rasa hormat untuk seorang pemain yang sudah berkontribusi banyak bagi Real Madrid,” ujar Barnett kepada AFP.

“Kami sedang mengusahakannya,” jawab Barnett ketika ditanya tentang kepergian Bale dari Santiago Bernabeu pada musim panas ini.

Menebak Klub Baru Bale

Sejauh ini masa depan Gareth Bale memang masih gelap. Belum diketahui secara pasti klub mana yang akan menampung pemain berusia 30 tahun tersebut. Real Madrid kesulitan untuk mencari penggantinya.

Tottenham disebut siap menampung Gareth Bale. Namun, mereka hanya bersedia jika gaji Bale dipotong hingga 50 persen. Kabarnya, hal ini membuat pemain asal Wales enggan kembali bermain untuk Tottenham.

Baru-baru ini, muncul Bayern Munchen yang tertarik kepada Gareth Bale. Bayern butuh pemain sayap seperti Bale karena ditinggal oleh Arjen Robben dan Franck Ribery. Sejauh ini Bayern jadi kandidat potensial untuk membeli Gareth Bale.

Continue Reading

Sepakbola

Semangat Class of ’92 Kembali Membara di Manchester United

Published

on

By

Ole Gunnar Solskjaer: Jangan Panggil Saya Bos di MU

Finroll.com –  Class of ’92Masa depan Manchester United yang cerah dari perkataan salah satu pemainnya, Andreas Pereira. Pemain yang lahir di Belgia tersebut mengindikasikan bahwa era ‘Class of 92’ bisa bangkit kembali di masa kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer.

Pereira adalah satu dari sekian pemain muda The Red Devils yang diberi kesempatan untuk bersinar pada pramusim ini. Ia selalu berpartisipasi dalam dua laga uji coba terakhir di Australia dengan Perth Glory dan Leeds United sebagai lawannya.

Selain dirinya, masih ada sosok muda nan bertalenta lain seperti Mason Greenwood, Angel Gomes, Tahith Chong, hingga Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka yang diboyong dari klub lain pada musim panas ini. Seolah mengingatkan publik kepada ‘Class of 92’.

Di masa tersebut, Manchester United berjaya dengan pemain-pemain mudanya yang merupakan jebolan tim muda. Mulai dari Ryan Giggs, David Beckham, Paul Scholes, hingga Neville bersaudara bersinar di bawah asuhan pelatih legendaris, Sir Alex Ferguson.

Pereira mengingat kembali masa itu. Dan diyakini bahwa Manchester United bisa mengulang era tersebut dengan memberikan kesempatan kepada para pemain unjuk gigi dalam masa pramusim tanpa tekanan berarti.

“Saya pikir kami harus membiarkan pemain muda menunjukkan apa yang mereka punya, terutama sekarang di pramusim, mereka punya peluang untuk menunjukkannya,” tutur Pereira dikutip dari The Mirror.

“Tentu saja, United selalu membeli pemain yang brilian. Tapi anda lihat Marcus Rashford dan Jesse Lingard, yang berhasil menerobos, dan sebelumnya ada Scholesy, Giggsy, dan Becks yang diberi kesempatan untuk berkembang sebagai pemain,” lanjutnya.

Kesempatan Pereira Terbuka Lebar

Pereira melihat kesempatannya untuk menampakkan diri di hadapan khalayak ramai sedang terbuka lebar. Apalagi Manchester United juga baru ditinggal gelandang lainnya, Ander Herrera. Ia berjanji takkan menyia-nyiakan kesempatan yang telah tersedia untuknya.

“Dengan kepercayaan dari pelatih, staf, dan manajemen dengan kontrak baru, itulah yang saya incar [jadi pemain reguler]. Harapannya saya bisa mengejar dan menunjukkan kepada pelatih bahwa saya bisa,” tambahnya.

“Saya pikir masih ada yang bisa ditunjukkan. Saya akan mendapatkan kesempatan tampil, menjadi lebih konsisten dan bermain lebih baik. Bila anda berada di tur ini, selalu ada kesempatan untuk bermain apik. Jika pelatih suka, secara tiba-tiba anda akan berada di tim,” tandasnya.

Kemungkinan besar Pereira akan diturunkan kala Manchester United melakoni laga ujicoba di kompetisi pramusim, International Champions Cup, melawan Inter Milan pada hari Sabtu (20/7) nanti. Pertandingan itu sendiri akan dilangsungkan di National Stadium, Singapura.

Continue Reading
Advertisement

Trending