Connect with us

Traveling

Ketenangan di Giethoorn, Desa Kecil Tanpa Jalan Raya dan Kendaraan

Published

on


Ketenangan di Giethoorn, Desa Kecil Tanpa Jalan Raya dan Kendaraan

Finroll.com – Di desa kecil Giethoorn, Belanda, ketenangannya hampir seperti mimpi. Di sana, tidak ada kendaraan bermotor sama sekali. Bahkan, tidak ada jalanan untuk dilewati mobil atau motor.

Para penduduk lokal dan wisatawan yang mengunjungi Giethoorn, bergerak dengan cara yang ‘tenang’: menggunakan sepeda, perahu, atau berjalan kaki.

Tidak banyak yang bisa dilakukan di desa ini kecuali berjalan-jalan di antara rumah-rumah asri beratap jerami dan melintasi kanal labirin.

Nama Giethoorn berasal dari abad ke-13, bermula dari kisah para petani yang kehilangan ternak kambingnya dalam peristiwa air bah 1170. “Goat horn” atau “Geytenhoren” kemudian disingkat menjadi Giethoorn. Nama itu melekat hingga sekarang. Dan berabad-abad setelah banjir besar, air terus menentukan sejarah dan lanskap kehidupan desa tersebut.

Di dekat Taman Nasional De Weerribben-Wielden, para pemerhati satwa liar mendaki lahan basan dan alang-alang rumah untuk bertemu dengan berang-berang hingga burung kormoran besar. Anda juga dapat menikmati keindahan desa ini melalui jalur air–naik perahu dayung atau kano. Tanpa suara bising dari kendaraan bermotor, suara alam menghidupkan pemandangan untuk semua indera.

Tips berkunjung ke Giethoorn

Untuk menikmati ‘jam-jam emas’ di Giethoorn, atur alarm Anda di pukul 6 pagi. Kemudian abadikan sejuknya suasana pagi di desa tersebut. Terutama di sepanjang jalur perairan atau kanal. Atau Anda juga bisa melakukannya di sore hari, tepat sebelum matahari terbenam.

Giethoorn

 

Anda bisa berkunjung ke Giethoorn dengan menggunakan kereta dan bus. Untuk menghindari keramaian, pilih bulan April, Mei, Juni atau September. Tentu saja, weekdays jauh lebih sepi dibanding akhir pekan.

[source: NationalGeographic]

Traveling

Harga Tiket Pesawat Selangit Bikin Omzet Hotel/Resto Terjepit

Published

on

Harga Tiket Pesawat Selangit Bikin Omzet Hotel/Resto Terjepit

Finroll.com – Meroketnya harga tiket pesawat dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada sektor pariwisata di sejumlah daerah.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengatakan, ada penurunan omzet hotel dan restoran sampai 40 persen akibat harga tiket pesawat yang mahal.

“Ada pengurangan antara 20 sampai 40 persen turunnya potensi. Itu sudah terpengaruh,” ungkapnya yang dilansir dari Republika, Rabu (13/2).

Ia melanjutkan, untuk penurunan omzet hingga 40 persen terjadi di wilayah Indonesia Timur. Terlebih harga tiket ke kawasan itu lebih mahal sehingga berdampak signifikan.

Baca Lainnya: Tiket dan Bagasi Pesawat Mahal, Pariwisata Bisa Loyo

Mahalnya harga tiket pesawat ini pun disebut Haryadi membuat banyak jadwal pertemuan nasional yang sedianya diselenggarakan di wilayah Indonesia timur, terpaksa ditunda atau dipindahkan ke Pulau Jawa atau Indonesia bagian barat.

Sementara itu untuk jadwal pertemuan daerah, juga dilakukan penundaan atau pembatalan.

“Jadi mereka (hotel&restoran) dirugikan,” sambungnya.

Terkait dengan besarnya efek domino yang dihasilkan, Pertamina dan berbagai pihak terkait lainnya pun akan melakukan pembahasan dengan Presiden.

Haryadi dan jajarannya mengaku hanya bisa menunggu hasil dari pertemuan tersebut dan berharap penyelesaian terbaik.

Sumber: Republika

Continue Reading

Traveling

Wow Patut Bangga, Ternyata Indonesia Menduduki Peringkat 6 Negara Terindah di Dunia

Published

on

Negara Terindah

Indonesia menempati peringkat keenam negara terindah di dunia versi penerbit ternama Inggris “Rough Guides” yang melakukan jajak pendapat kepada warganet yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Finroll.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis, 31 Januari 2019, menyambut baik predikat peringat keenam negara terindah di dunia bagi Indonesia. Laman “Rough Guides” selama ini menjadi salah satu rujukan utama pelancong dunia.

“Posisi ini sangat membanggakan bagi Indonesia, kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa tak ada negeri yang kaya dengan beraneka ragam pemandangan alam yang indah dan keragaman budaya yang mempesona selain di sini,” kata Menpar Arief, dilansir Antara, di Jakarta.

Rough Guides yang berpusat di London, Inggris, menyusun daftar 20 negeri terindah di dunia dari hasil jajak pendapat pengguna internet secara global. Posisi Indonesia berada di bawah Afrika Selatan, Italia, Selandia Baru, Kanada, dan Skotlandia yang berada di urutan pertama.

Indonesia melampaui negara-negara di Benua Asia lainnya, seperti India yang berada di peringkat ke-13 dan Vietnam di peringkat ke-20. Melalui laman www.roughguides.com, penyedia guidebook yang berdiri sejak 1982 itu membuat rekomendasi tentang negeri-negeri indah yang patut dikunjungi.

Indonesia dianggap memiliki daya tarik tinggi sebagai negeri yang menyajikan suasana pedesaan, ketenangan pulau-pulau terpencil, hingga puncak gunung yang menjulang.

Dari polling pembacanya, Indonesia dianggap sangat menarik karena memiliki 17.508 pulau yang membentang. Dari barat ke timur serta memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa. Tidak hanya itu, adat istiadat, kuliner, dan lebih dari 500 bahasa daerah juga menjadi daya tarik lain bagi Indonesia.

Pesona Bali dan Lombok sebagai daya tarik alam dan budaya juga menjadi salah satu magnet lainnya. Bali dikenal karena kuil-kuilnya dan titik selancar kelas dunia, sedangkan Lombok karena pantai-pantainya yang memesona. Di utara ada Kalimantan yang menawarkan kesempatan untuk melihat satwa liar orang utan di habitat aslinya.

Menpar Arief juga mengatakan posisi Indonesia yang dinobatkan Rough Guides sebagai negeri terindah dunia sudah tentu menguatkan aspek 3C (Confidence, Credibility, Calibration). Berbagai destinasi wisata di Indonesia khususnya Pulau Dewata Bali dan Lombok.

“Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia. Ini juga memberikan optimisme baru bagi sektor pariwisata di Tanah Air,” ucapnya. (Merdeka)

Continue Reading

Traveling

Tiket dan Bagasi Pesawat Mahal, Pariwisata Bisa Loyo

Published

on

Tiket dan Bagasi Pesawat Mahal, Pariwisata Bisa Loyo

Finroll.com – Akhir-akhir ini masyarakat di hebohkan dengan mahalnya tiket pesawat hingga tarif bagasi yang kini juga berbayar.

Akibatnya sektor pariwisata Indonesia sedikit banyak juga terpengaruh atas hal ini. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut kondisi ini bisa membuat pariwisata domestik jadi loyo.

“Sudah pasti akan menurunkan pariwisata. Jadi simpel, namanya itu price elasticity. Harga naik demand turun. Pasti itu,” ujarnya se usai acara launching Majestic Banyuwangi Festival 2019 di Gedung Sapta Pesona, Selasa (29/1) malam.

Ia menambahkan para pelaku usaha wisata di sejumlah daerah juga mengalami penurunan omset karena kebijakan tersebut. Ia pun mengaku mendegar sendiri keluhan-keluhan para pelaku usaha itu.

“Sekarang penurunannya relatif drastis. Ada komplain kemarin dari Riau, ‘pak saya turun (omset) 40%’. Dia bicara seperti itu, harusnya mereka mengerti,” sambungnya.

Sebagai Menteri Pariwisata, Arief hanya bisa memberi masukan kepada pihak maskapai penerbangan selaku pembuat kebijakan. Sebab mahalnya tiket pesawat beserta biaya bagasi, bisa mempengaruhi sektor pariwisata, meski mereka tergantung pada moda transportasi udara.

Baca Lainnya: Kini Berkunjung ke Jepang Wisatawan Wajib Membayar 1000 Yen Saat Keluar Dari Negeri Sakura Itu

“Kalau usulan saya kalau mau naik pun tidak tergesa-gesa. Enggak ujug-ujug naik sekian persen karena elasticity. Kalau yang tarif naik sudah diturunkan,” imbuhnya.

“Ini pertanyaannya, yang tarif bagasi sudah implemented. Ini risikonya di dia juga pasti demandnya akan turun. Karena unsur spending orang 30-40% ada di transportation,” lanjutnya.

Sumber: Detik Travel

Continue Reading
Advertisement

Trending