Connect with us

Property

Kementerian PUPR: Budaya Menjadi Elemen Penting Bagi Pembangunan Destinasi Wisata

Published

on


Pembangunan Destinasi Wisata

Kementerian PUPR akan mendukung pengembangan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau disebut sebagai 10 “Bali Baru”.

Finroll.com – Hal ini guna mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan asing hingga tahun 2019. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan optimis terhadap tercapainya Pembangunan Destinasi Wisata tersebut karena Indonesia memiliki alam dan kekayaan budaya yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

“Dari target 20 juta wisatawan ke Indonesia hingga tahun 2019, masih didominasi oleh kunjungan ke Bali. Pemerintah saat ini mengembangkan sepuluh kawasan wisata sebagai Bali baru. Saya yakin targetnya dapat tercapai, ” ujar Menteri Basuki saat membuka Forum Tri Hita Karana.

Dukungan yang diberikan Kementerian PUPR dalam bentuk pembangunan infrastruktur PUPR berupa jalan akses menuju lokasi wisata, jalan di lokasi wisata, air baku, sanitasi, drainase dan persampahan. Kementerian PUPR juga membangun ruang-ruang publik (termasuk rest area, parkir, pedestrian, dan penataan kawasan) untuk mendukung kegiatan produktif sektor pariwisata.

Baca Juga : Pembangunan Jalan Baru Mengwitani – Singaraja Tingkatkan Konektivitas Selatan – Utara Bali

Nusa Dua bisa menjadi contoh sebagai kawasan wisata terpadu yang juga bisa dikembangkan di destinasi lainnya di Indonesia.

Pembangunan Destinasi Wisata

 

“Nusa Dua, Bali, adalah proyek pembangunan kawasan pariwisata terpadu pertama oleh komunitas internasional di Indonesia pada tahun 1971. Kita ingin ada kawasan seperti Nusa Dua di KSPN Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur dan Danau Toba,” ungkapnya.

Pengembangan kawasan wisata secara terpadu, menurut Menteri Basuki, amat penting karena ada beragam aspek yang saling berkaitan. Danau Toba, misalnya kunjungan wisatawan masih terkendala karena kurangnya akses transportasi, meski minat wisatawan asing ke Danau Toba cukup tinggi.

“Karena itu kami membangun jalan tol Trans Sumatra dari Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi yang akan dilanjutkan hingga Parapat, serta dukungan akses bandar udara Silangit dan Sibisa. Kami juga mengundang investor untuk membangun hotel, restoran, dan tempat peristirahatan di sekitar wilayah tersebut.” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki juga menyoroti perlunya pendekatan budaya dalam membangun infrastruktur di kawasan-kawasan wisata, misalnya dengan menggunakan gaya arsitektur daerah setempat. Demikian pula dalam melatih sumber daya manusia lokal agar menjadi tamu yang baik dan ramah bagi para pendatang.

“Sektor pariwisata sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Kita memiliki keindahan alam dan ragam budaya yang begitu kaya dan tidak dimiliki banyak negara lain di dunia,” tutupnya.

Hadir mendampingi Menteri Basuki dalam kesempatan tersebut yakni Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis BPIW Kuswardono dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S Atmawidjaja.

Property

Pembangunan Infrastruktur di KSPN Tidak Hanya Dinikmati Turis Namun Juga Masyarakat Lokal

Published

on

Pembangunan Infrastruktur

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan dukungan pembangunan infrastruktur di 12 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang akan menjadi “Bali Baru”.

Finroll.com – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan semakin baiknya fasilitas maka diharapkan lama tinggal wisatawan bertambah.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur yang telah disusun oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah,” jelas Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Rencana induk disusun untuk pengembangan KSPN 10 tahun ke depan, kemudian lebih di detilkan dalam rencana 5 tahun dan setiap tahunnya dilakukan evaluasi.

“Key Tourism Area atau spot-spot pergerakan turis menjadi prioritas bersama untuk penyediaan infrastruktur,” jelas Kepala BPIW Hadi Sucahyono pada acara jumpa pers yang diselenggarakan dalam rangkaian PUPR Expo 4.0, Jumat, 15/2/2019.

Dari 12 KSPN, 4 KSPN menjadi fokus Pemerintah yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika.

“Pengembangan empat kawasan ini lebih difokuskan karena tren kunjungan turisnya terus meningkat, investasi akan menjadi pemicu percepatan peningkatan potensi ekonomi dan mempunyai tematik khusus” jelas Hadi.

Hadi menjelaskan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk turis yang datang namun juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar dan mendukung potensi ekonomi lokal.

“Sirkuit Moto GP akan dibangun di Mandalika dengan standar hotel berbintang disekitarnya. Kementerian PUPR mendukung pembangunan infrastrukturnya yang tidak hanya bermanfaat bagi turis namun juga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) disekitarnya,” kata Hadi.

Pembangunan Infrastruktur

Di KSPN Mandalika, Kementerian PUPR telah melakukan penataan kawasan di Desa Kuta memperbaiki 6 ruas jalan lingkungan, pedestrian, saluran drainase, Ruang Terbuka Publik (RTP) berupa taman yang dilengkapi sarana bermain anak-anak yang dapat dinikmati warga sekitar. Kementerian PUPR juga membantu menyediakan hunian layak bagi MBR melalui program rumah swadaya di Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 200 unit.

Selanjutnya bisa dikembangkan sebagai _home stay_ bagi turis yang ingin merasakan tinggal di permukiman penduduk lokal.

Pembangunan Infrastruktur

Di KSPN Danau Toba, Kementerian PUPR telah meningkatkan akses dari Bandara Silangit baik jalan lingkar luar maupun lingkar dalam Danau Toba termasuk melakukan pengerukan alur sungai dan akan membangun Jembatan Tano Ponggol. Selain itu juga pada ruas jalan yang dilalui turis akan dibangun Rest Area Terpadu Lumban Pea dan Lumban Julu.

Pembangunan Infrastruktur

Di Labuan Bajo, salah satu kawasan yang ditata adalah Kampung Ujung yang menjadi hub untuk menyeberang ke Pulau Komodo. Di kawasan tersebut dibangun pusat wisata kuliner yang dilengkapi dengan jalan lingkungan yang rapi dan drainase.

Pembangunan Infrastruktur

Di KSPN Borobudur, Kementerian PUPR melakukan penataan kawasan di sejumlah destinasi wisata seperti kawasan Candi Mendut, Candi Pawon, dan Puthuk Setumbu. Selain itu juga dilakukan peningkatan akses jalan dari Bandara baru di Kulonprogo.

Dalam pembangunan infrastruktur KSPN, Kementerian PUPR juga memperhatikan peta rawan bencana. Kepala BPIW Hadi Sucahyono mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Selain itu, pihaknya akan menerima masukan dari Badan Geologi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Continue Reading

Property

Gedung Baru Stasiun Cisauk Resmi Beroperasi!

Published

on

Stasiun Cisauk

Gedung baru Stasiun Cisauk sudah resmi beroperasi pada 1 Februari 2019 lalu.

Finroll.com – Pembangunan gedung baru Stasiun Cisauk ini merupakan wujud komitmen untuk membangun sistem transportasi publik yang mudah, terintegrasi dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Kabupaten Tangerang atau dari wilayah Jakarta sekitarnya menuju ke BSD City dan sebaliknya.

Gedung baru Stasiun Cisauk akan menjadi salah satu komponen penting dalam upaya untuk mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Berdiri di atas lahan seluas 11.440 m2, Stasiun Cisauk dibangun dengan konsep arsitektur futuristik serta dilengkapi fasilitas-fasilitas yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Stasiun memiliki dua lantai dengan dilengkapi eskalator dan lift yang memudahkan pergerakan penyandang disabilitas.

Di lantai dua stasiun dibangun jembatan penghubung di atas udara atau skywalk sepanjang 350 meter yang mempermudah penumpang Stasiun Cisauk menuju ke Terminal Shuttle Bus BSD Link, dan Pasar Modern Intermoda BSD City.

Pembangunan skywalk Stasiun Cisauk ini adalah bentuk integrasi transportasi publik di BSD City dan cikal bakal tata ruang campuran yang memaksimalkan penggunaan angkutan massal atau Transit Oriented Development (TOD). Stasiun Cisauk melayani KRL Commuter Line rute perjalanan Jakarta (Stasiun Tanah Abang) – Rangkas Bitung (Stasiun Maja). Stasiun ini merupakan penopang transportasi massal yang melayani penumpang dari BSD City ke Jakarta dan sebaliknya.

Konsep TOD ini sudah diterapkan di negara-negara maju, termasuk di negara tetangga Singapura. Dalam kawasan ini disiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang mobilitas dan kegiatan manusia dalam beraktifitas seperti tersedianya terminal antar moda kereta api dan bus serta disiapkan juga fasilitas pendukungnya mulai dari fasilitas perdagangan dan Pendidikan serta hunian. TOD Intermoda BSD City ini tercatat merupakan yang pertama di Indonesia dan berharap dapat diterapkan juga di wilayah lain untuk mendukung kenyamanan mobilitas masyarakat.

Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land menyatakan, “Kami menyambut positif beroperasinya gedung baru ini. Diharapkan fasilitas tersebut dapat memberikan pengalaman dan kenyamanan bagi masyarakat dalam menggunakan fasilitas publik yang memadai. Gedung baru Stasiun Cisauk terintegrasi dengan kawasan Intermoda BSD City, tentunya akan memudahkan kehidupan masyarakat Tangerang khususnya BSD City dan sekitarnya yang mobilitasnya yang dinamis’’.

Stasiun Cisauk dapat menampung 20.000 penumpang per hari, saat ini telah dimanfaatkan oleh 5.500 penumpang setiap harinya. Harapannya dengan fasilitas integrasi antarmoda transportasi akan menambah jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi publik baik menuju atau keluar Tangerang khususnya BSD City.

Continue Reading

Property

Deltamas Targetkan Marketing Sales Sebesar Rp 1,25 Triliun di Tahun 2019

Published

on

Deltamas

Pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk. (kode saham: DMAS) menargetkan marketing sales sebesar Rp 1,25 triliun di tahun 2019.

Finroll.com – Target marketing sales tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian marketing sales Perseroan sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 884 miliar. Tondy Suwanto, Direktur PT Puradelta Lestari Tbk mengatakan bahwa permintaan lahan industri, telah meningkat sejak akhir tahun 2018.

“Pada tahun 2018, banyak investor yang masih ‘wait and see’ dan masih mengamati dinamika situasi makro di Indonesia,” kata Tondy Suwanto. “Namun, sejak akhir tahun 2018, dengan berbagai dinamika situasi global maupun lokal, terjadi peningkatan permintaan lahan industri, khususnya dari investor asing,” tambahnya.

Namun demikian, Perseroan juga mengantisipasi sikap ‘wait and see’ investor, sehubungan dengan akan diadakannya Pemilihan Umum Indonesia 2019.

“Tentunya kami juga harus mempertimbangkan perkembangan situasi di Indonesia dalam menyambut Pemilihan Umum ini, khususnya di semester pertama. Oleh karena itu, kami memandang bahwa target marketing sales sebesar Rp 1,25 triliun cukup realistis di tahun ini,” kata Tondy Suwanto.

Segmen lahan industri masih menjadi tulang punggung usaha Perseroan dan kontributor utama marketing sales Perseroan. Namun demikian, Perseroan juga terus mengembangkan kawasan hunian dan komersialnya untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan perkotaan terpadu yang mandiri.

Tahun lalu, Perseroan telah meluncurkan kluster hunian Naraya Park. Sebuah kawasan hunian kelas menengah untuk memberikan akomodasi bagi para pekerja industri. Di samping itu, Perseroan bersama Panahome juga telah meluncurkan Savasa, sebuah kawasan hunian modern berkonsep smart-town.

Baru-baru ini, Cikarang Japanese School juga tengah dibangun untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak ekspatriat Jepang yang bekerja di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi area komersial di sekitarnya. Hingga saat ini, proses konstruksi Cikarang Japanese School sudah berjalan 75%.

Pengembangan Kota Deltamas hingga saat ini didanai oleh kas internal Perseroan. Perseroan sendiri tidak memiliki utang (loan-free) dan masih memiliki kas internal yang kokoh.

Total Pengembangan area Kota Deltamas adalah seluas 3.181 hektar dan saat ini masih memiliki cadangan lahan seluas 1.519 hektar.

Continue Reading
Advertisement

Trending