Connect with us

Nasional

Kawal Dana Desa, Pemkab Biak Numfor Papua Libatkan Pemuka Agama

Published

on


Ikut Kawal Dana Desa, Pemkab Biak Numfor Papua Libatkan Pemuka Agama

Finroll.com – Untuk mengawal Dana Desa, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor Papua juga melibatkan pemuka agama dan lembaga gereja di tiap perkampungan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan penyelewengan.

“Pemkab Biak Numfor minta pemuka agama dan lembaga gereja di kampung dapat berperan aktif mengawal dana yang jumlahnya Rp1 miliar di tahun 2019,” ujar Plt. Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap di Biak, Kamis (6/12).

Ia menilai, dengan keterlibatan pemuka agama dan   lembaga gereja mampu melakukan pengawasan dan pengawalan, sehingga potensi penyelewengan dana desa oleh oknum pemerintahan bisa diminimalisir.

Baca Lainnya: Menkeu Tegaskan Dana Kelurahan Bukan Pengganti Anggaran Kelurahan

“Saya harapkan melalui dukungan dana desa, warga kampung bisa memenuhi program pembangunan sesuai dengan kebutuhan, seperti air bersih, fasilitas olahraga, jalan kampung, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta program lainnya,” paparnya.

Sementara itu ketua lembaga gereja BP Am Sinode, Pdt Andrikus Mofu mengatakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melibatkan pemuka agama dan gereja ini menjadi terobosan baru di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Permintaan Plt Bupati Herry supaya gereja dan tokoh agama harus membantu pengawasan dana desa. Sebab gereja selalu hadir melayani warga jemaat di berbagai kampung,” tukasnya.

“Pelibatan gereja menjadi mitra pemerintah mengawasi dana desa perlu dijadikan model untuk kabupaten lain di tanah Papua,” sambungnya.

Dari data pemerintah, Kabupaten Biak Numfor di tahun 2019 mendapatkan alokasi dana desa Rp200 miliar lebih bagi 257 kampung.

Sumber: Antara

Nasional

Sejumlah Wilayah Diprediksi Alami Hujan Deras Saat Natal, Dimana Saja?

Published

on

Sejumlah Wilayah Diprediksi Alami Hujan Deras Saat Natal, Dimana Saja?

Finroll.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, sejumlah daerah di Indonesia berpotensi dilanda hujan deras pada saat Natal 25 Desember nanti.

“Cuaca saat periode libur Natal yaitu pada 23-25 Desember diperkirakan curah hujan di wilayah Indonesia mengalami sedikit penurunan, namun potensi hujan lebat dapat terjadi di sejumlah wilayah,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Senin (17/12).

Dwikorita merinci, potensi hujan lebat bisa terjadi di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat dan Papua.

BMKG mendeteksi, menjelang tahun baru khususnya pada 26 Desember hingga 3 Januari 2019, suplai air di wilayah Indonesia relatif berkurang yang menyebabkan tutupan awal menjadi minimal.

Baca Lainnya: Armada Transportasi Massal Mulai Bersiaga Jelang Natal dan Tahun Baru

Sementara di wilayah Indonesia bagian barat, umumnya cuaca akan diliputi kondisi berawan, dengan potensi hujan ringan di sejumah wilayah.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi menyebutkan pada perayaan Natal hingga tahun baru curah hujan cukup banyak, dan berintensitas cukup tinggi.

“Saat ini kita sudah memasuki musim hujan dan Oktober 2018-Januari 2019 tren hujan menaik, sedangkan puncak musim hujan pada Januari-Februari 2019,” imbuhnya

Di sisi lain, BMKG mencatat sebanyak 77,4 persen wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim hujan, yang disertai dengan banjir, longsor, hingga angin puting beliung.

Baca Lainnya: Satgas ESDM Siap Kawal Distribusi BBM Jelang Natal-Tahun Baru

Sumber: Antara

Continue Reading

Nasional

Lion Air Akan Cari Sendiri CVR Pesawat JT610, Sindir KNKT?

Published

on

Lion Air Akan Cari Sendiri CVR Pesawat JT610, Sindir KNKT?

Finroll.com – Pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang beberapa bulan lalu, pihak Lion bertekad akan mencari Cockpit Voice Recorder (CVR) yang belum ditemukan hingga saat ini.

Maskapai berlogo singa bersayap itu akan mengucurkan dana hingga Rp38 miliar rupiah untuk melakukan pencarian yang disebut menggandeng pihak swasta itu.

“Lion Air menggangarkan dana sendiri untuk pencarian kembali senilai Rp38 miliar. Dalam proses pencarian kembali, Lion Air menunjuk perusahaan swasta profesional asal negara Belanda dengan kapal laut MPV Everest,” ungkap Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/12).

Meski demikian, Danang menjelaskan jika saat ini kapal MPV Everest masih tertahan di Johor Baru Malaysia, akibat cuaca buruk. Diperkirakan baru tiba di perairan Karawang pada Rabu (19/12) esok.

Sementara proses pencarian CVR akan dilakukan selama 10 hari.

Baca Lainnya: Ketua KNKT Sebut Lion Air JT610 Tidak Pecah di Udara, Tapi…

“Pencarian kembali ini juga merupakan kesungguhan Lion Air untuk mencari bagian kotak hitam yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR), yang menurut Undang-Undang adalah tugas dan tanggung jawab KNKT, seperti yang tertulis di Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2012,” lanjutnya. Apakah hal itu menjadi bentuk “sindiran” bagi KNKT?

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengaku tidak mempermasalahkan keinginan Lion Air, untuk mencari CVR JT610 yang masih terbenam di bawah air.

“Kita tentunya ingin mencari black boxnya. Masalah dibantu seperti itu kita enggak komentar. Ya biarkan saja disindir, enggak ada masalah,” tegasnya.

Baca Lainnya: Beranikah Pemerintah Bekukan Maskapai Penerbangan Lion Air

Sumber: Detikcom

Continue Reading

Nasional

Tahun Depan Dana Desa Jadi Rp70 T, Ini Pesan Khusus Presiden

Published

on

Tahun Depan Dana Desa Jadi Rp70 T, Ini Pesan Khusus Presiden

Finroll.com – Tahun 2019, pemerintah akan meningkatkan kucuran dana desa ke seluruh pelosok Indonesia sebesar Rp70 Triliun.  Presiden Joko Widodo berpesan agar uang yang diberikan betul-betul digunakan untuk masyarakat.

“Hati-hati dengan uang yang sangat besar sekali, sebab itu perlu saya ingatkan agar penggunaan dana desa ini bisa fokus. Bisa digunakan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan yang ada di desa, di gampong-gampong kita,” ujar Jokowi dalam sambutannya di Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, di Banda Aceh, Jumat (14/12).

Presiden juga mempersilahkan dana desa bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Ia pun memberi saran supaya data yang diterima setiap desa agar diperuntukan untuk pembangunan.

“Oleh sebab itu saya titip, kenapa dana desa diberikan karena sebelumnya uang itu hanya beredar di kota, atau hampir 60 persen beredar di Jakarta dan sekitarnya,” imbuhnya.

Baca Lainnya: Kawal Dana Desa, Pemkab Biak Numfor Papua Libatkan Pemuka Agama

Jokowi menegaskan kebijakan dana desa, diberikan supaya uang tersebut bisa mengalir ke daerah hingga tingkat desa. Dirinya berharap perputaran uang dana desa terjadi di tingkat kampung-kampung.

“Saya titip kalau membangun jalan, membangun irigasi, belilah yang namanya membeli batu, membeli pasir di desa itu, kalau tidak ada beli di desa sebelah, kalau tidak ada jangan lebih dari kecamatan, agar uang itu beredar di situ terus,” paparnya.

“Jangan berikan kesempatan dana desa uang itu balik lagi ke Jakarta. Karena semakin banyak uang beredar di sebuah kampung, Kecamatan, otomatis ekonomi bergerak di bawah,” tandasnya.

Sumber: Detikcom

Continue Reading
Advertisement

Trending